<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menilik Kesuksesan Empat Bos Startup Unicorn Indonesia</title><description>Empat perusahaan start-up Indonesia berhasil menyandang status unicorn atau memiliki valuasi di atas USD1 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/07/28/320/1928673/menilik-kesuksesan-empat-bos-startup-unicorn-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/07/28/320/1928673/menilik-kesuksesan-empat-bos-startup-unicorn-indonesia"/><item><title>Menilik Kesuksesan Empat Bos Startup Unicorn Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/07/28/320/1928673/menilik-kesuksesan-empat-bos-startup-unicorn-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/07/28/320/1928673/menilik-kesuksesan-empat-bos-startup-unicorn-indonesia</guid><pubDate>Sabtu 28 Juli 2018 18:27 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/07/28/320/1928673/menilik-kesuksesan-empat-bos-startup-unicorn-indonesia-VWEIMvatMo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Foto: Koran Sindo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/07/28/320/1928673/menilik-kesuksesan-empat-bos-startup-unicorn-indonesia-VWEIMvatMo.jpg</image><title>Ilustrasi Foto: Koran Sindo</title></images><description>JAKARTA - Empat perusahaan start-up Indonesia berhasil menyandang status unicorn atau memiliki valuasi di atas USD1 miliar. Keempatnya yakni Go-Jek, Traveloka, Tokopedia dan Bukalapak.
Kondisi ini membuat empat bos start-up Indonesia tersebut untuk pertama kali masuk dalam daftar 150 orang terkaya Indonesia versi Globe Asia, yakni Ferry Unardi (Traveloka), William Tanuwijaya (Tokopedia), Achmad Zaky (Bukalapak), dan Nadiem Makarim (Go-Jek).
Menariknya keempat pengusaha muda tersebut meraih kesuksesan di jenjang usia yang sama, yakni di usia sekitar 30 tahun. Berikut kekayaan para bos startup unicorn Indonesia, seperti yang dirangkum Okezone, Sabtu (28/7/2018).
1.Ferry Unardi
Pria berusia 30 tahun ini merupakan bos Traveloka, platform biro perjalanan wisata. Dengan menduduki posisi ke 146 orang terkaya di Indonesia, dirinya memiliki kekayaan USD145 juta atau sekitar Rp2 triliun.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/03/14/48204/245730_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Ferry mendirikan traveloka bersama kedua rekannya pada 2012 lalu. Layanan penjualan tiket online itu, menjadi startup Indonesia ketiga yang bergelar unicorn.
Setidaknya butuh waktu 5 tahun untuk Traveloka menyemat status unicorn, pasca berhasil menggaet investasi senilai USD500 juta dari perusahaan perjalanan online terkemuka dunia Expedia Inc, East Ventures, Hillhouse Capital Group, JD.com, dan Sequoia Capital pada Juli 2017 lalu.
Ferry menilai investasi yang dipimpin oleh Expedia itu akan memperdalam kemitraan yang telah terjalin selama ini dalam penyediaan kamar hotel.
2. William Tanuwijaya
Wiliam yang kini berusia 36 tahun,  berhasil membawa kesuksesan platform Tokopedia yang dibangunnya di tahun 2009. Dengan memiliki kekayaan USD130 juta atau sekitar Rp1,8 triliun, membuat dirinya menduduki posisi 148 orang terkaya di Indonesia.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2015/12/21/22535/140856_medium.jpg&quot; alt=&quot;Ruang Kerja Unik Tokopedia&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Tokopedia merupakan startup kedua asal Indonesia yang menjadi unicorn. Layanan online market place tersebut, bahkan sempat mendapatkan suntikan dana segar dari konsorsium yang dipimpin Alibaba sebesar USD1,1 miliar pada Agustus 2017.
Suntikan dana dari perusahaan raksasa milik China tersebut, membuat  Wiliam menjadi seebritas di industri digital Indonesia. Tokopedia pun menyemat gelar unicorn selepas 6 tahun berdiri.3. Achmad Zaky
Pria berusia 31 tahun ini menyimpan pundi-pundi kekayaan USD105 juta  atau sekitar Rp1,5 triliun. Hal ini membuat bos Bukalapak itu menduduki  peringkat 149 sebagai orang terkaya di Indonesia.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2015/10/17/21613/135033_medium.jpg&quot; alt=&quot;Bukalapak.com Gandeng Indomaret&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Bukalapak dibangun Zaky pada tahun 2010, dengan menyasar pemberdayaan  pada Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Perusahaan layanan online  market place ini menjadi startup Indoenesia keempat yang menyandang  status unicorn. Melihat perjalanannya, Bukalapak membutuhkan waktu 7  tahun sejak didirikan hingga menjadi perusahaan dengan valuasi diatas  USD1 miliar.
4. Nadiem Makarim
Nadiem merupakan orang dibalik kesuksesan platform penyedia layanan  transportasi online, Go-Jek. Dirinya tercatat memiliki kekayaan senilai  USD100 juta atau sekitar Rp1,4 triliun di usianya ke-33 tahun. Tentunya  membuat dia berada di dalam posisi ke 150 orang terkaya di Indonesia.
Go-Jek menjadi startup pertama asal Indonesia yang menjadi unicorn  pada 2016 lalu. Setidaknya butuh wakrtu sekitar 6 tahun untuk Gojek  menjadi unicorn setelah lahir ditahun 2010.
Status unicorn pun disematkan pasca Go-Jek menerima suntikan dana  senilai USD550 juta dari konsorsium investor yang dipimpin Sequoia  Capital dan Warbrug.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2015/04/23/19402/121481_medium.jpg&quot; alt=&quot;CEO Go-Jek Indonesia Nadiem Makarim&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Go-Jek pun terus menerima dana segar dari beragam investor. Dari  pihak asing Google, Temasek dan juga Meituan-Dianping sebanyak USD1,2  miliar atau setara Rp16 triliun.
Untuk investor dalam negeri, diantaranha ada PT Astra International  Tbk (ASII) menanamkan modal sebesar USD150 juta atau sekira Rp2 triliun.  Perusahaan ini pun kian membesar.
Tak puas hanya menjadi tuan di rumah sendiei, Nadiem membawa Go-Jek  melebarkan sayap bisnisnya ke empat negara di ASEAN yakni Vietnam,  Thailand, Filipina, dan Singapura. Nilai investasi di empat negara  tersebut diperkirakan sebesar USD500 juta.
Saat ini, Go-Jek terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan  pemerintah negara setempat dan para pemangku kepentingan lainnya untuk  memastikan kesiapan operasional bisnis di masing- masing negara.  Nantinya, bisnis Go-Jek tersebut akan dijalankan oleh tim lokal yang  akan didukung oleh teknologi dan keahlian dari Go-Jek.</description><content:encoded>JAKARTA - Empat perusahaan start-up Indonesia berhasil menyandang status unicorn atau memiliki valuasi di atas USD1 miliar. Keempatnya yakni Go-Jek, Traveloka, Tokopedia dan Bukalapak.
Kondisi ini membuat empat bos start-up Indonesia tersebut untuk pertama kali masuk dalam daftar 150 orang terkaya Indonesia versi Globe Asia, yakni Ferry Unardi (Traveloka), William Tanuwijaya (Tokopedia), Achmad Zaky (Bukalapak), dan Nadiem Makarim (Go-Jek).
Menariknya keempat pengusaha muda tersebut meraih kesuksesan di jenjang usia yang sama, yakni di usia sekitar 30 tahun. Berikut kekayaan para bos startup unicorn Indonesia, seperti yang dirangkum Okezone, Sabtu (28/7/2018).
1.Ferry Unardi
Pria berusia 30 tahun ini merupakan bos Traveloka, platform biro perjalanan wisata. Dengan menduduki posisi ke 146 orang terkaya di Indonesia, dirinya memiliki kekayaan USD145 juta atau sekitar Rp2 triliun.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/03/14/48204/245730_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Ferry mendirikan traveloka bersama kedua rekannya pada 2012 lalu. Layanan penjualan tiket online itu, menjadi startup Indonesia ketiga yang bergelar unicorn.
Setidaknya butuh waktu 5 tahun untuk Traveloka menyemat status unicorn, pasca berhasil menggaet investasi senilai USD500 juta dari perusahaan perjalanan online terkemuka dunia Expedia Inc, East Ventures, Hillhouse Capital Group, JD.com, dan Sequoia Capital pada Juli 2017 lalu.
Ferry menilai investasi yang dipimpin oleh Expedia itu akan memperdalam kemitraan yang telah terjalin selama ini dalam penyediaan kamar hotel.
2. William Tanuwijaya
Wiliam yang kini berusia 36 tahun,  berhasil membawa kesuksesan platform Tokopedia yang dibangunnya di tahun 2009. Dengan memiliki kekayaan USD130 juta atau sekitar Rp1,8 triliun, membuat dirinya menduduki posisi 148 orang terkaya di Indonesia.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2015/12/21/22535/140856_medium.jpg&quot; alt=&quot;Ruang Kerja Unik Tokopedia&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Tokopedia merupakan startup kedua asal Indonesia yang menjadi unicorn. Layanan online market place tersebut, bahkan sempat mendapatkan suntikan dana segar dari konsorsium yang dipimpin Alibaba sebesar USD1,1 miliar pada Agustus 2017.
Suntikan dana dari perusahaan raksasa milik China tersebut, membuat  Wiliam menjadi seebritas di industri digital Indonesia. Tokopedia pun menyemat gelar unicorn selepas 6 tahun berdiri.3. Achmad Zaky
Pria berusia 31 tahun ini menyimpan pundi-pundi kekayaan USD105 juta  atau sekitar Rp1,5 triliun. Hal ini membuat bos Bukalapak itu menduduki  peringkat 149 sebagai orang terkaya di Indonesia.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2015/10/17/21613/135033_medium.jpg&quot; alt=&quot;Bukalapak.com Gandeng Indomaret&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Bukalapak dibangun Zaky pada tahun 2010, dengan menyasar pemberdayaan  pada Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Perusahaan layanan online  market place ini menjadi startup Indoenesia keempat yang menyandang  status unicorn. Melihat perjalanannya, Bukalapak membutuhkan waktu 7  tahun sejak didirikan hingga menjadi perusahaan dengan valuasi diatas  USD1 miliar.
4. Nadiem Makarim
Nadiem merupakan orang dibalik kesuksesan platform penyedia layanan  transportasi online, Go-Jek. Dirinya tercatat memiliki kekayaan senilai  USD100 juta atau sekitar Rp1,4 triliun di usianya ke-33 tahun. Tentunya  membuat dia berada di dalam posisi ke 150 orang terkaya di Indonesia.
Go-Jek menjadi startup pertama asal Indonesia yang menjadi unicorn  pada 2016 lalu. Setidaknya butuh wakrtu sekitar 6 tahun untuk Gojek  menjadi unicorn setelah lahir ditahun 2010.
Status unicorn pun disematkan pasca Go-Jek menerima suntikan dana  senilai USD550 juta dari konsorsium investor yang dipimpin Sequoia  Capital dan Warbrug.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2015/04/23/19402/121481_medium.jpg&quot; alt=&quot;CEO Go-Jek Indonesia Nadiem Makarim&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Go-Jek pun terus menerima dana segar dari beragam investor. Dari  pihak asing Google, Temasek dan juga Meituan-Dianping sebanyak USD1,2  miliar atau setara Rp16 triliun.
Untuk investor dalam negeri, diantaranha ada PT Astra International  Tbk (ASII) menanamkan modal sebesar USD150 juta atau sekira Rp2 triliun.  Perusahaan ini pun kian membesar.
Tak puas hanya menjadi tuan di rumah sendiei, Nadiem membawa Go-Jek  melebarkan sayap bisnisnya ke empat negara di ASEAN yakni Vietnam,  Thailand, Filipina, dan Singapura. Nilai investasi di empat negara  tersebut diperkirakan sebesar USD500 juta.
Saat ini, Go-Jek terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan  pemerintah negara setempat dan para pemangku kepentingan lainnya untuk  memastikan kesiapan operasional bisnis di masing- masing negara.  Nantinya, bisnis Go-Jek tersebut akan dijalankan oleh tim lokal yang  akan didukung oleh teknologi dan keahlian dari Go-Jek.</content:encoded></item></channel></rss>
