<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fakta Transaksi GPN Rp11,58 Triliun, Nasabah Bank Wajib Cek Nomor 7</title><description>BI mencatat total transaksi kartu Gerbang Pembayaran Nasional (GPN)  mencapai Rp11,58 triliun pada periode Oktober 2017 hingga Juni 2018.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/07/31/20/1929751/fakta-transaksi-gpn-rp11-58-triliun-nasabah-bank-wajib-cek-nomor-7</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/07/31/20/1929751/fakta-transaksi-gpn-rp11-58-triliun-nasabah-bank-wajib-cek-nomor-7"/><item><title>Fakta Transaksi GPN Rp11,58 Triliun, Nasabah Bank Wajib Cek Nomor 7</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/07/31/20/1929751/fakta-transaksi-gpn-rp11-58-triliun-nasabah-bank-wajib-cek-nomor-7</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/07/31/20/1929751/fakta-transaksi-gpn-rp11-58-triliun-nasabah-bank-wajib-cek-nomor-7</guid><pubDate>Selasa 31 Juli 2018 13:05 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/07/31/20/1929751/fakta-transaksi-gpn-rp11-58-triliun-nasabah-bank-wajib-cek-nomor-7-oOxuj0a4JQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Angka Transaksi Kartu dengan Logo GPN Terus Bertambah. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/07/31/20/1929751/fakta-transaksi-gpn-rp11-58-triliun-nasabah-bank-wajib-cek-nomor-7-oOxuj0a4JQ.jpg</image><title>Angka Transaksi Kartu dengan Logo GPN Terus Bertambah. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat total transaksi kartu Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) mencapai Rp11,58 triliun pada periode Oktober 2017 hingga Juni 2018.
Pasca implementasi GPN sejak Desember 2017, total transaksi mengalami peningkatan rata-rata per bulan sebesar 107,4%.
Kepala Departemen Elektronifikasi dan GPN BI Pungky P Wibowo mengatakan, selain meningkatnya transaksi, implementasi kartu GPN juga menimbulkan efisiensi yang sangat signifikan.
Salah satunya penyesuaian, yakni biaya merchant discount rate (MDR) dan penurunan biaya lisensi penggunaan logo internasional.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/05/03/49554/252178_medium.jpg&quot; alt=&quot;Kartu Berlogo GPN Terobosan Hilangkan Fragmentasi Layanan Perbankan Retail&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Berikut ini faktanya, seperti dirangkum Okezone.
 
1. Nilai efisiensi yang bisa dihemat dari sisi biaya MDR mencapai Rp7,23 miliar per hari. Adapun potensi efisiensi kartu debit domestik pada Juni 2018 setelah peluncuran GPN sebesar Rp850 miliar untuk transaksi antar bank (off us) dan sebesar Rp16 triliun untuk transaksi di satu bank (on us ).
&amp;nbsp;2. Monitoring akan terus dilakukan dalam memastikan kelancaran implementasi GPN di industri mencakup monitoring atas persetujuan penerbitan kartu berlogo nasional, interkoneksi dengan 2 lembaga switching, pencetakan dan pendistribusian kartu berlogo nasional, serta Roll-Out EDC GPN.
3. Hingga saat ini jumlah penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP) sebesar 100. Sedangkan PJSP yang telah disetujui BI sebanyak 98

Adapun PJSP yang telah menyampaikan laporan realisasi pencetakan atau pendistri busian kartu berlogo nasional sebesar 82 dan PJSP yang telah mendistribusikan kartu ATM/debit berlogo nasional kepada nasabah sebesar 67.
4. PJSP telah mencetak kartu ATM/debit berlogo nasional 69 dan jumlah kartu yang telah dicetak sebanyak 937.066, serta jumlah kartu yang telah didistribusikan sebesar 497.668.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/05/03/49554/252179_medium.jpg&quot; alt=&quot;Kartu Berlogo GPN Terobosan Hilangkan Fragmentasi Layanan Perbankan Retail&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;



5. Saat ini, kata Pungky, penggunaan kartu GPN hanya berlaku untuk  transaksi domestik yang dilakukan di dalam negeri. Sementara untuk  transaksi di luar negeri (cross border), maka masyarakat dapat  menggunakan kartu berlogo internasional.
6. Adapun pemrosesan transaksi domestik menggunakan instrumen  pembayaran yang diterbitkan oleh penerbit domestik masih dilakukan di  luar negeri (melalui prinsipal global), mengindikasikan sistem  pembayaran ritel yang kurang efisien.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/05/03/49554/252180_medium.jpg&quot; alt=&quot;Kartu Berlogo GPN Terobosan Hilangkan Fragmentasi Layanan Perbankan Retail&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
7. Bagi nasabah yang membuka akun baru, bank menyampaikan informasi  mengenai kartu debit berlogo nasional dan kewajiban kepemilikannya.  Sedangkan bagi nasabah eksisting atau nasabah kartunya rusak, hilang  atau kedaluwarsa dapat mendatangi kantor cabang bank penerbit kartu  untuk diganti dengan kartu berlogo nasional.
8. Bank penerbit akan memastikan nasabah memiliki kartu GPN melalui  beberapa cara di antaranya memberikan kartu berlogo nasional (GPN) untuk  nasabah baru, memberikan kartu berlogo nasional (GPN) untuk penggantian  kartu yang sudah expired, serta melakukan edukasi dan promosi atas  kartu berlogo nasional (GPN) kepada nasabah.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/05/03/49554/252181_medium.jpg&quot; alt=&quot;Kartu Berlogo GPN Terobosan Hilangkan Fragmentasi Layanan Perbankan Retail&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
(Kunthi fahmar sandy/Koran Sindo)</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat total transaksi kartu Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) mencapai Rp11,58 triliun pada periode Oktober 2017 hingga Juni 2018.
Pasca implementasi GPN sejak Desember 2017, total transaksi mengalami peningkatan rata-rata per bulan sebesar 107,4%.
Kepala Departemen Elektronifikasi dan GPN BI Pungky P Wibowo mengatakan, selain meningkatnya transaksi, implementasi kartu GPN juga menimbulkan efisiensi yang sangat signifikan.
Salah satunya penyesuaian, yakni biaya merchant discount rate (MDR) dan penurunan biaya lisensi penggunaan logo internasional.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/05/03/49554/252178_medium.jpg&quot; alt=&quot;Kartu Berlogo GPN Terobosan Hilangkan Fragmentasi Layanan Perbankan Retail&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Berikut ini faktanya, seperti dirangkum Okezone.
 
1. Nilai efisiensi yang bisa dihemat dari sisi biaya MDR mencapai Rp7,23 miliar per hari. Adapun potensi efisiensi kartu debit domestik pada Juni 2018 setelah peluncuran GPN sebesar Rp850 miliar untuk transaksi antar bank (off us) dan sebesar Rp16 triliun untuk transaksi di satu bank (on us ).
&amp;nbsp;2. Monitoring akan terus dilakukan dalam memastikan kelancaran implementasi GPN di industri mencakup monitoring atas persetujuan penerbitan kartu berlogo nasional, interkoneksi dengan 2 lembaga switching, pencetakan dan pendistribusian kartu berlogo nasional, serta Roll-Out EDC GPN.
3. Hingga saat ini jumlah penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP) sebesar 100. Sedangkan PJSP yang telah disetujui BI sebanyak 98

Adapun PJSP yang telah menyampaikan laporan realisasi pencetakan atau pendistri busian kartu berlogo nasional sebesar 82 dan PJSP yang telah mendistribusikan kartu ATM/debit berlogo nasional kepada nasabah sebesar 67.
4. PJSP telah mencetak kartu ATM/debit berlogo nasional 69 dan jumlah kartu yang telah dicetak sebanyak 937.066, serta jumlah kartu yang telah didistribusikan sebesar 497.668.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/05/03/49554/252179_medium.jpg&quot; alt=&quot;Kartu Berlogo GPN Terobosan Hilangkan Fragmentasi Layanan Perbankan Retail&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;



5. Saat ini, kata Pungky, penggunaan kartu GPN hanya berlaku untuk  transaksi domestik yang dilakukan di dalam negeri. Sementara untuk  transaksi di luar negeri (cross border), maka masyarakat dapat  menggunakan kartu berlogo internasional.
6. Adapun pemrosesan transaksi domestik menggunakan instrumen  pembayaran yang diterbitkan oleh penerbit domestik masih dilakukan di  luar negeri (melalui prinsipal global), mengindikasikan sistem  pembayaran ritel yang kurang efisien.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/05/03/49554/252180_medium.jpg&quot; alt=&quot;Kartu Berlogo GPN Terobosan Hilangkan Fragmentasi Layanan Perbankan Retail&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
7. Bagi nasabah yang membuka akun baru, bank menyampaikan informasi  mengenai kartu debit berlogo nasional dan kewajiban kepemilikannya.  Sedangkan bagi nasabah eksisting atau nasabah kartunya rusak, hilang  atau kedaluwarsa dapat mendatangi kantor cabang bank penerbit kartu  untuk diganti dengan kartu berlogo nasional.
8. Bank penerbit akan memastikan nasabah memiliki kartu GPN melalui  beberapa cara di antaranya memberikan kartu berlogo nasional (GPN) untuk  nasabah baru, memberikan kartu berlogo nasional (GPN) untuk penggantian  kartu yang sudah expired, serta melakukan edukasi dan promosi atas  kartu berlogo nasional (GPN) kepada nasabah.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/05/03/49554/252181_medium.jpg&quot; alt=&quot;Kartu Berlogo GPN Terobosan Hilangkan Fragmentasi Layanan Perbankan Retail&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
(Kunthi fahmar sandy/Koran Sindo)</content:encoded></item></channel></rss>
