<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menperin Kejar Penurunan PPnBM demi Produksi Kendaraan Listrik</title><description>Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan pihaknya tengah mengejar aturan mengenai PPnBM.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/07/31/20/1929897/menperin-kejar-penurunan-ppnbm-demi-produksi-kendaraan-listrik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/07/31/20/1929897/menperin-kejar-penurunan-ppnbm-demi-produksi-kendaraan-listrik"/><item><title>Menperin Kejar Penurunan PPnBM demi Produksi Kendaraan Listrik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/07/31/20/1929897/menperin-kejar-penurunan-ppnbm-demi-produksi-kendaraan-listrik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/07/31/20/1929897/menperin-kejar-penurunan-ppnbm-demi-produksi-kendaraan-listrik</guid><pubDate>Selasa 31 Juli 2018 17:08 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/07/31/20/1929897/menperin-kejar-penurunan-ppnbm-demi-produksi-kendaraan-listrik-DElZvmoBjS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Koran Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/07/31/20/1929897/menperin-kejar-penurunan-ppnbm-demi-produksi-kendaraan-listrik-DElZvmoBjS.jpg</image><title>Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Koran Sindo)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan pihaknya tengah mengejar aturan mengenai PPnBM (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah) untuk mendukung target produksi kendaraan listrik di Indonesia.
Pemerintah menargetkan produksi mobil ramah lingkungan (low carbon emission vehicle/LCEV) mencapai 25% dari total produksi kendaraan roda empat yang mencapai 3 juta unit pada 2030.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/04/04/48814/248392_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto Kunjungi Stan-Stan Pameran IIS&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Sekarang yang dikejar adalah penurunan dari PPnBM. Dengan penurunan PPnBM maka para produsen bisa melakukan 'premarketing' untuk kendaraan listrik sehingga mendapatkan volume untuk bisa diproduksi,&quot; katanya dalam Seminar and Exhibition Electric Car di Jakarta, Selasa (31/7/2018).
Penurunan PPnBM dinilai dapat mendorong produksi kendaraan listrik sekaligus mendukung program ramah lingkungan. Menurut politisi Partai Golkar itu, PPnBM nagi kendaraan listrik masih tinggi sehingga menyebabkan harganya menjadi lebih mahal hingga 30% dibanding kendaraan konvensional.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/04/04/48814/248393_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto Kunjungi Stan-Stan Pameran IIS&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Ini menjadi disinsentif untuk kendaraan listrik. Secara 'cost' kendaraan listrik ini juga 30% lebih mahal dari teknologi 'internal combustion engine',&quot; katanya.
Di sisi lain, lanjut Airlangga, pemerintah juga akan menyiapkan tax holiday untuk industri penyokong seperti baterai. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong investasi industri kendaraan listrik ke depan.
&quot;Dengan tax holiday diharapkan investasinya bertambah,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan pihaknya tengah mengejar aturan mengenai PPnBM (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah) untuk mendukung target produksi kendaraan listrik di Indonesia.
Pemerintah menargetkan produksi mobil ramah lingkungan (low carbon emission vehicle/LCEV) mencapai 25% dari total produksi kendaraan roda empat yang mencapai 3 juta unit pada 2030.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/04/04/48814/248392_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto Kunjungi Stan-Stan Pameran IIS&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Sekarang yang dikejar adalah penurunan dari PPnBM. Dengan penurunan PPnBM maka para produsen bisa melakukan 'premarketing' untuk kendaraan listrik sehingga mendapatkan volume untuk bisa diproduksi,&quot; katanya dalam Seminar and Exhibition Electric Car di Jakarta, Selasa (31/7/2018).
Penurunan PPnBM dinilai dapat mendorong produksi kendaraan listrik sekaligus mendukung program ramah lingkungan. Menurut politisi Partai Golkar itu, PPnBM nagi kendaraan listrik masih tinggi sehingga menyebabkan harganya menjadi lebih mahal hingga 30% dibanding kendaraan konvensional.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/04/04/48814/248393_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto Kunjungi Stan-Stan Pameran IIS&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Ini menjadi disinsentif untuk kendaraan listrik. Secara 'cost' kendaraan listrik ini juga 30% lebih mahal dari teknologi 'internal combustion engine',&quot; katanya.
Di sisi lain, lanjut Airlangga, pemerintah juga akan menyiapkan tax holiday untuk industri penyokong seperti baterai. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong investasi industri kendaraan listrik ke depan.
&quot;Dengan tax holiday diharapkan investasinya bertambah,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
