<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Indofood Turun 12,7% di Semester I-2018</title><description>Indofood mencatatkan penurunan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar 12,7% menjadi Rp1,96 triliun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/07/31/278/1929764/laba-indofood-turun-12-7-di-semester-i-2018</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/07/31/278/1929764/laba-indofood-turun-12-7-di-semester-i-2018"/><item><title>Laba Indofood Turun 12,7% di Semester I-2018</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/07/31/278/1929764/laba-indofood-turun-12-7-di-semester-i-2018</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/07/31/278/1929764/laba-indofood-turun-12-7-di-semester-i-2018</guid><pubDate>Selasa 31 Juli 2018 13:32 WIB</pubDate><dc:creator>Ulfa Arieza</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/07/31/278/1929764/laba-indofood-turun-12-7-di-semester-i-2018-vxzxY0INzx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/07/31/278/1929764/laba-indofood-turun-12-7-di-semester-i-2018-vxzxY0INzx.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Kinerja keuangan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) tertekan pada semester I-2018 ini. Perseroan mencatatkan penurunan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar 12,7% menjadi Rp1,96 triliun dari sebelumnya Rp2,24 triliun.
Pertumbuhan penjualan konsolidasi perusahaan tumbuh tipis 1% pada semester pertama tahun ini menjadi Rp36 triliun, dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya, senilai Rp35,65 triliun.
Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim mengatakan, kinerja grup agribisnis kurang menggembirakan pada semester I-2018 ini. Kendati demikian, perseroan dengan kode saham INDF ini masih mampu membukukan pertumbuhan penjualan meskipun tipis.

Sementara itu, industri fast moving consumer goods (FMCG) menunjukkan adanya perbaikan pada kuartal II 2018, didukung penjualan pada periode Lebaran, sehingga menunjang kinerja Grup CBP.
&quot;Kami memandang positif perkembangan situasi yang terjadi hingga pengujung tahun, akan tetapi tetap waspada dengan volatilitas harga komoditas dan nilai tukar mata uang asing,&quot; kata Anthoni dalam keterangan resmi, Selasa (31/7/2018).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2013/06/03/10098/62912_medium.jpg&quot; alt=&quot;Manjakan Lidah di Indofood Festival&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Di sisi lain, core profit perseroan juga turun 1,1% menjadi Rp1,98 triliun dari periode sebelumnya Rp2,23 triliun. Marjin laba bersih juga tergerus 5,4% dari 6,3%.
Sementara laba usaha tumbuh 2,1% menjadi Rp4,54 triliun dari sebelumnya Rp4,45 triliun. Pertumbuhan laba usaha mengerek peningakatan marjin laba usaha dari 12,5% menjadi 12,6%.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wNC8yNy80Lzk0NzczLzAv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Kinerja keuangan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) tertekan pada semester I-2018 ini. Perseroan mencatatkan penurunan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar 12,7% menjadi Rp1,96 triliun dari sebelumnya Rp2,24 triliun.
Pertumbuhan penjualan konsolidasi perusahaan tumbuh tipis 1% pada semester pertama tahun ini menjadi Rp36 triliun, dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya, senilai Rp35,65 triliun.
Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim mengatakan, kinerja grup agribisnis kurang menggembirakan pada semester I-2018 ini. Kendati demikian, perseroan dengan kode saham INDF ini masih mampu membukukan pertumbuhan penjualan meskipun tipis.

Sementara itu, industri fast moving consumer goods (FMCG) menunjukkan adanya perbaikan pada kuartal II 2018, didukung penjualan pada periode Lebaran, sehingga menunjang kinerja Grup CBP.
&quot;Kami memandang positif perkembangan situasi yang terjadi hingga pengujung tahun, akan tetapi tetap waspada dengan volatilitas harga komoditas dan nilai tukar mata uang asing,&quot; kata Anthoni dalam keterangan resmi, Selasa (31/7/2018).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2013/06/03/10098/62912_medium.jpg&quot; alt=&quot;Manjakan Lidah di Indofood Festival&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Di sisi lain, core profit perseroan juga turun 1,1% menjadi Rp1,98 triliun dari periode sebelumnya Rp2,23 triliun. Marjin laba bersih juga tergerus 5,4% dari 6,3%.
Sementara laba usaha tumbuh 2,1% menjadi Rp4,54 triliun dari sebelumnya Rp4,45 triliun. Pertumbuhan laba usaha mengerek peningakatan marjin laba usaha dari 12,5% menjadi 12,6%.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wNC8yNy80Lzk0NzczLzAv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
