<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Jonan: Kalau Sudah Pakai Jargas, Tak Perlu Lagi Beli Gas Elpiji</title><description>Menurut Jonan, masyarakat akan mendapatkan banyak keuntungan jika menggunakan jaringan gas rumah tangga</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/08/06/320/1932561/menteri-jonan-kalau-sudah-pakai-jargas-tak-perlu-lagi-beli-gas-elpiji</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/08/06/320/1932561/menteri-jonan-kalau-sudah-pakai-jargas-tak-perlu-lagi-beli-gas-elpiji"/><item><title>Menteri Jonan: Kalau Sudah Pakai Jargas, Tak Perlu Lagi Beli Gas Elpiji</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/08/06/320/1932561/menteri-jonan-kalau-sudah-pakai-jargas-tak-perlu-lagi-beli-gas-elpiji</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/08/06/320/1932561/menteri-jonan-kalau-sudah-pakai-jargas-tak-perlu-lagi-beli-gas-elpiji</guid><pubDate>Senin 06 Agustus 2018 17:05 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/08/06/320/1932561/menteri-jonan-kalau-sudah-pakai-jargas-tak-perlu-lagi-beli-gas-elpiji-UMlw6EsGDw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri ESDM Ignasius Jonan. Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/08/06/320/1932561/menteri-jonan-kalau-sudah-pakai-jargas-tak-perlu-lagi-beli-gas-elpiji-UMlw6EsGDw.jpg</image><title>Menteri ESDM Ignasius Jonan. Foto: Okezone</title></images><description>JAMBI &amp;ndash; Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Jambi mengirimkan surat permohonan pengajuan untuk membangun jaringan gas rumah tangga di Provinsi Jambi. Menurut Jonan, masyarakat akan mendapatkan banyak keuntungan jika menggunakan jaringan gas rumah tangga seperti, tidak direpotkan lagi dengan mencari Liquefied Petroleum Gas (LPG) atau gas elpiji di toko-toko.
&amp;ldquo; Di sini (Jambi) ada sumber gasnya, jadi sangat memungkinkan untuk dibangun jaringan gas rumah tangga. Silahkan diajukan, kalau bisa diajukan bulan ini, saya janji mudah-mudahan tahun depan inshaa Allah saya bisa mulai bangun,&amp;rdquo; ujar Menteri Jonan dalam sambutannya sebelum meresmikan 9 sumur bor air tanah dan penyerahan secara simbolis Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE), seperti dilansir dalam keterangan Kementerian ESDM,  Jambi, Senin, (6/8/2018).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2016/08/16/27850/171733_medium.jpg&quot; alt=&quot;Perawatan Pipa Gas di Jakarta&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Menurut Jonan, dengan menggunakan sambungan gas rumah tangga, masyarakat akan sangat diuntungkan karena selain mendapatkan kemudahan mengakses sumber energi juga akan ada penghematan, karena harga gas rumah tangga lebih murah.
&amp;ldquo;Kalau menggunakan jaringan gas itu tidak usah beli tabung elpiji lagi, tidak usah membeli Elpiji yang 3 Kg lagi, itu sudah enggak usah. Dan menggunakan gas rumah tangga akan menghemat Rp30.000 hingga Rp50.000, itu kalau satu keluarga empat orang, kalau satu keluarga lima belas orang katanya hematnya sampai Rp100.000 lebih,&amp;rdquo; ujar Jonan.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2016/08/16/27850/171739_medium.jpg&quot; alt=&quot;Perawatan Pipa Gas di Jakarta&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;ldquo;Tolong diajukan saja, sehingga ini lumayan bisa menghemat untuk masyarakat, yang penting itu tidak rebut cari tabung Elpiji,&amp;rdquo; tambah Jonan.
Dengan menggunakan gas rumah tangga juga berarti masyarakat telah membantu negara untuk tidak mengimpor lebih banyak Elpiji, karena menurut Jonan saat ini kebutuhan Elpiji dalam satu yang mencapai 6,5 juta ton, 4 juta diantaranya didapat melalui impor karena produksi gas dalam negeri sebagian besar tidak dapat diolah menjadi Elpiji.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNS8yMy8yMi8xMTI1MzkvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(feb)Pembangunan jaringan gas untuk rumah tangga telah dilakukan  Pemerintah sejak tahun 2009. Hingga saat ini, telah terbangun 185.991  sambungan rumah (SR) di 14 provinsi meliputi 26 kabupaten/kota.  Keterbatasan anggaran Pemerintah membuat pembangunan jargas dilakukan  secara bertahap. Untuk itulah, Pemerintah juga mendorong badan usaha  untuk membangun jargas rumah tangga sehingga semakin banyak masyarakat  yang menikmati energi yang bersih dan pasokan juga terjamin 24 jam.  Selain itu, kebutuhan gas bumi yang dibutuhkan untuk jargas juga kecil.  Untuk pasokan gas bumi di bawah 1 MMSCFD, dapat mengaliri sekitar 6.000  SR.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2017/11/29/45074/233620_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pengecekan Regulator System PGN di RS Azra Bogor&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Pada tahun 2017 yang lalu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral  melalui penugasan kepada PT Pertamina (Persero) dan PT PGN (Persero)  Tbk melaksanakan pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga  sebanyak 59.809 SR di 10 Kabupaten/Kota yaitu: Kota Pekanbaru 3.270 SR),  Musi Banyuasin (6.031 SR), Kabupaten Muara Enim (4.785 SR), Kabupaten  PALI (5.375 SR), Kota Bontang (8.000 SR), Kota Bandar Lampung (10.321  SR), Kabupaten Mojokerto (5.101 SR), Kota Mojokerto (5.000 SR), Kota  Samarinda (4.500 SR) dan Rusun PUPR Kemayoran (7.426 SR).
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2017/11/29/45072/233610_medium.jpg&quot; alt=&quot;PGN Pasok Kebutuhan Gas untuk Pusat Perbelanjaan di Bogor&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Tahun 2018 ini, Pemerintah kembali akan membangun jaringan gas untuk  rumah tangga sebanyak 88.190 SR melalui dana dari Anggaran Pendapatan  dan Belanja Negara (APBN) serta menugaskan  Pertamina dan Perusahaan Gas  Negara (PGN) masing-masing  sebanyak 2.000 SR dan 550 SR.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMy8xNS8xLzExMDE0OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(feb)</description><content:encoded>JAMBI &amp;ndash; Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Jambi mengirimkan surat permohonan pengajuan untuk membangun jaringan gas rumah tangga di Provinsi Jambi. Menurut Jonan, masyarakat akan mendapatkan banyak keuntungan jika menggunakan jaringan gas rumah tangga seperti, tidak direpotkan lagi dengan mencari Liquefied Petroleum Gas (LPG) atau gas elpiji di toko-toko.
&amp;ldquo; Di sini (Jambi) ada sumber gasnya, jadi sangat memungkinkan untuk dibangun jaringan gas rumah tangga. Silahkan diajukan, kalau bisa diajukan bulan ini, saya janji mudah-mudahan tahun depan inshaa Allah saya bisa mulai bangun,&amp;rdquo; ujar Menteri Jonan dalam sambutannya sebelum meresmikan 9 sumur bor air tanah dan penyerahan secara simbolis Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE), seperti dilansir dalam keterangan Kementerian ESDM,  Jambi, Senin, (6/8/2018).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2016/08/16/27850/171733_medium.jpg&quot; alt=&quot;Perawatan Pipa Gas di Jakarta&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Menurut Jonan, dengan menggunakan sambungan gas rumah tangga, masyarakat akan sangat diuntungkan karena selain mendapatkan kemudahan mengakses sumber energi juga akan ada penghematan, karena harga gas rumah tangga lebih murah.
&amp;ldquo;Kalau menggunakan jaringan gas itu tidak usah beli tabung elpiji lagi, tidak usah membeli Elpiji yang 3 Kg lagi, itu sudah enggak usah. Dan menggunakan gas rumah tangga akan menghemat Rp30.000 hingga Rp50.000, itu kalau satu keluarga empat orang, kalau satu keluarga lima belas orang katanya hematnya sampai Rp100.000 lebih,&amp;rdquo; ujar Jonan.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2016/08/16/27850/171739_medium.jpg&quot; alt=&quot;Perawatan Pipa Gas di Jakarta&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;ldquo;Tolong diajukan saja, sehingga ini lumayan bisa menghemat untuk masyarakat, yang penting itu tidak rebut cari tabung Elpiji,&amp;rdquo; tambah Jonan.
Dengan menggunakan gas rumah tangga juga berarti masyarakat telah membantu negara untuk tidak mengimpor lebih banyak Elpiji, karena menurut Jonan saat ini kebutuhan Elpiji dalam satu yang mencapai 6,5 juta ton, 4 juta diantaranya didapat melalui impor karena produksi gas dalam negeri sebagian besar tidak dapat diolah menjadi Elpiji.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNS8yMy8yMi8xMTI1MzkvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(feb)Pembangunan jaringan gas untuk rumah tangga telah dilakukan  Pemerintah sejak tahun 2009. Hingga saat ini, telah terbangun 185.991  sambungan rumah (SR) di 14 provinsi meliputi 26 kabupaten/kota.  Keterbatasan anggaran Pemerintah membuat pembangunan jargas dilakukan  secara bertahap. Untuk itulah, Pemerintah juga mendorong badan usaha  untuk membangun jargas rumah tangga sehingga semakin banyak masyarakat  yang menikmati energi yang bersih dan pasokan juga terjamin 24 jam.  Selain itu, kebutuhan gas bumi yang dibutuhkan untuk jargas juga kecil.  Untuk pasokan gas bumi di bawah 1 MMSCFD, dapat mengaliri sekitar 6.000  SR.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2017/11/29/45074/233620_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pengecekan Regulator System PGN di RS Azra Bogor&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Pada tahun 2017 yang lalu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral  melalui penugasan kepada PT Pertamina (Persero) dan PT PGN (Persero)  Tbk melaksanakan pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga  sebanyak 59.809 SR di 10 Kabupaten/Kota yaitu: Kota Pekanbaru 3.270 SR),  Musi Banyuasin (6.031 SR), Kabupaten Muara Enim (4.785 SR), Kabupaten  PALI (5.375 SR), Kota Bontang (8.000 SR), Kota Bandar Lampung (10.321  SR), Kabupaten Mojokerto (5.101 SR), Kota Mojokerto (5.000 SR), Kota  Samarinda (4.500 SR) dan Rusun PUPR Kemayoran (7.426 SR).
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2017/11/29/45072/233610_medium.jpg&quot; alt=&quot;PGN Pasok Kebutuhan Gas untuk Pusat Perbelanjaan di Bogor&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Tahun 2018 ini, Pemerintah kembali akan membangun jaringan gas untuk  rumah tangga sebanyak 88.190 SR melalui dana dari Anggaran Pendapatan  dan Belanja Negara (APBN) serta menugaskan  Pertamina dan Perusahaan Gas  Negara (PGN) masing-masing  sebanyak 2.000 SR dan 550 SR.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMy8xNS8xLzExMDE0OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(feb)</content:encoded></item></channel></rss>
