<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Kedelai Meroket, Jangan Heran Kalau Ukuran Tempe Mengecil</title><description>Harga kedelai yang terus terkerek melampaui harga Rp7.000 per kilogram (Kg)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/08/08/320/1933525/harga-kedelai-meroket-jangan-heran-kalau-ukuran-tempe-mengecil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/08/08/320/1933525/harga-kedelai-meroket-jangan-heran-kalau-ukuran-tempe-mengecil"/><item><title>Harga Kedelai Meroket, Jangan Heran Kalau Ukuran Tempe Mengecil</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/08/08/320/1933525/harga-kedelai-meroket-jangan-heran-kalau-ukuran-tempe-mengecil</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/08/08/320/1933525/harga-kedelai-meroket-jangan-heran-kalau-ukuran-tempe-mengecil</guid><pubDate>Rabu 08 Agustus 2018 14:15 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Jogja</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/08/08/320/1933525/harga-kedelai-meroket-jangan-heran-kalau-ukuran-tempe-mengecil-vjgtn3ancZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Tempe (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/08/08/320/1933525/harga-kedelai-meroket-jangan-heran-kalau-ukuran-tempe-mengecil-vjgtn3ancZ.jpg</image><title>Ilustrasi Tempe (Foto: Shutterstock)</title></images><description>YOGYAKARTA - Harga kedelai yang terus terkerek melampaui harga Rp7.000 per kilogram (Kg). Hal ini pun membuat para pengusaha tempe di Jogja kelimpungan.
Lebih dari 80% bahan baku kedelai digunakan untuk memproduksi tempe merupakan komoditas impor. Mau tak mau, para produsen mengambil siasat untuk mengurangi volume tempe. Sebab menaikkan harga, nyaris tak mungkin dilakukan.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2017/05/29/37831/211732_medium.jpg&quot; alt=&quot;Permintaan Terhadap Tempe Melonjak di Bulan Ramadan, Perajin Mengaku Kewalahan&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Nilai tukar Rupiah yang terus melemah terhadap dolar ditengarai menjadi salah satu penyebab makin mahalnya kedelai. Pasalnya tahun lalu, saat nilai Rupiah terhadap dolar masih di kisaran Rp12.000, harga kedelai masih ada di level Rp6.700 per kilogram.

Salah satu produsen tempe, Bu Suparto menyebut kini harga bahan baku kedelai mencapai Rp7.500 hingga Rp7.800 per kilogram. Meski harganya terus naik turun, namun menurutnya tak pernah bisa turun di bawah Rp7.000.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNS8wNy80LzExMTkyMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(feb)</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Harga kedelai yang terus terkerek melampaui harga Rp7.000 per kilogram (Kg). Hal ini pun membuat para pengusaha tempe di Jogja kelimpungan.
Lebih dari 80% bahan baku kedelai digunakan untuk memproduksi tempe merupakan komoditas impor. Mau tak mau, para produsen mengambil siasat untuk mengurangi volume tempe. Sebab menaikkan harga, nyaris tak mungkin dilakukan.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2017/05/29/37831/211732_medium.jpg&quot; alt=&quot;Permintaan Terhadap Tempe Melonjak di Bulan Ramadan, Perajin Mengaku Kewalahan&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Nilai tukar Rupiah yang terus melemah terhadap dolar ditengarai menjadi salah satu penyebab makin mahalnya kedelai. Pasalnya tahun lalu, saat nilai Rupiah terhadap dolar masih di kisaran Rp12.000, harga kedelai masih ada di level Rp6.700 per kilogram.

Salah satu produsen tempe, Bu Suparto menyebut kini harga bahan baku kedelai mencapai Rp7.500 hingga Rp7.800 per kilogram. Meski harganya terus naik turun, namun menurutnya tak pernah bisa turun di bawah Rp7.000.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNS8wNy80LzExMTkyMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(feb)</content:encoded></item></channel></rss>
