<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>China Punya Bandara Super Besar dan Canggih Tahun Depan, Ini Penampakannya</title><description>Konstruksi Bandara Internasional Daxing Beijing sudah hampir mencapai 100% dan akan segera beroperasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/08/09/320/1933921/china-punya-bandara-super-besar-dan-canggih-tahun-depan-ini-penampakannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/08/09/320/1933921/china-punya-bandara-super-besar-dan-canggih-tahun-depan-ini-penampakannya"/><item><title>China Punya Bandara Super Besar dan Canggih Tahun Depan, Ini Penampakannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/08/09/320/1933921/china-punya-bandara-super-besar-dan-canggih-tahun-depan-ini-penampakannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/08/09/320/1933921/china-punya-bandara-super-besar-dan-canggih-tahun-depan-ini-penampakannya</guid><pubDate>Kamis 09 Agustus 2018 10:36 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/08/09/320/1933921/china-punya-bandara-super-besar-dan-canggih-tahun-depan-ini-penampakannya-iV08QEmjMn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Foto: Koran Sindo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/08/09/320/1933921/china-punya-bandara-super-besar-dan-canggih-tahun-depan-ini-penampakannya-iV08QEmjMn.jpg</image><title>Ilustrasi Foto: Koran Sindo</title></images><description>BEIJING &amp;ndash; Sekitar 14 bulan lagi China akan kembali memiliki bandara super besar. Konstruksi Bandara Internasional Daxing Beijing sudah hampir mencapai 100% dan akan segera beroperasi pada 1 September 2019.
Pemerintah setempat optimistis proyek tersebut akan rampung sesuai dengan rencana dan tidak akan tertunda. Semua proyek engineering diperkirakan selesai pada akhir Juni tahun depan. Seluruh uji peralatan telah dilakukan dalam tiga bulan terakhir.
&amp;ldquo;Infrastruktur pendukung di daerah setempat juga sudah selesai 90%, seluruh jalan sudah tersambung,&amp;rdquo; ungkap Komisi Pembangunan Kota Pemerintah Beijing, seperti dikutip straitstimes.com. Pada Mei lalu bangunan terminal bandara telah ditutupi baliho Malam Tahun Baru dan sedang dirapikan plus diberi sen tuhan didekorasi.

Konstruksi hanggar dan ruang untuk pesawat juga sedikit lagi selesai. Dari semua ruang pesawat yang tersedia, 1/3 slot yang akan di alokasikan untuk maskapai penerbangan China Eastern Air lines dan China Southern Air lines juga sudah selesai dikerjakan. Bangunan tempat pengisian bahan bakar juga sudah selesai 30%.
Adapun landasan terbang sudah hampir selesai 92%. Bandara yang terletak di antara Distrik Daxing dan Langfang itu memiliki luas 700.000 meter persegi. Adapun empat landasan terbangnya dapat mengakomodasi 620.000 penerbangan per tahun.
Sejauh ini bandara itu belum memiliki nama. Hanya saja media lokal sering menyebutnya Bandara Daxing Beijing. Bandara itu dibangun untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di Bandara Internasional Beijing. Tujuan jangka panjangnya ialah untuk mengantarkan 100 juta penumpang dan 4 juta kargo per tahun.

Bandara itu akan terhubung dengan sistem transportasi canggih seperti kereta api cepat, subway, dan kereta antarkota. Untuk mengurangi jarak berjalan kaki di dalam bandara yang sangat luas, perusahaan pengelola bandara juga akan menyediakan berbagai alat penggerak seperti travelator, eskalator, dan moda lainnya.
Jarak ke tempat pengambilan bagasi juga dekat. Bagasi akan tiba 13 menit setelah penumpang turun dari pesawat. &amp;ldquo;Kami ingin mendorong perusahaan maskapai penerbangan untuk beroperasi di bandara baru. Kami akan memberikan dukungan penuh terhadap mereka,&amp;rdquo; ungkap Administrasi Penerbangan Sipil China pada Mei silam.
Maskapai penerbangan yang direncanakan beroperasi di Bandara Daxing Beijing ialah Aeroflot, Air France, Alitalia, China Airlines, China Eastern Airlines, China Southern Airlines, China United Airlines, Delta Airlines, Garuda Indonesia, Hebei Air lines, KLM, Korean Air, Shanghai Airlines, Vietnam Airlines, dan Xiamen. Bandara yang memakan biaya 80 miliar yuan itu juga akan dilengkapi teknologi pengenalan wajah, terutama di bagian imigrasi dan keamanan.Dua perusahaan startup China yang berjalan di sektor kecerdasan  buatan (AI) telah mempersiapkan bidding untuk mendapatkan kontrak.  Teknologi mereka sudah lolos uji coba. SenseTime Group dan YiTu  merupakan dua perusahaan teknologi yang memiliki dana besar.
SenseTime merupakan perusahaan startup terbesar China di sektor AI.  Pertumbuhannya sangat cepat. Mereka mendapat tawaran dari pemerintah dan  swasta. Sampai Mei lalu nilai perusahaannya mencapai USD4,5 miliar.  Kamera akan dipasang di setiap titik untuk membantu proses verifikasi  dan identifikasi.
Data itu akan dicocokkan dengan data yang ada di data base China.  Pada saat bersamaan, otoritas terkait ban dara juga dapat mengetahui  barang yang dibawa penumpang sehingga dapat lebih mudah melacaknya jika  terjadi sesuatu.

Teknologi itu sudah di pasang di Terminal 2 Bandara Internasional  Beijing untuk mempercepat proses pemeriksaan. Identitas penumpang dapat  di ketahui melalui scanning boarding ass, kartu ID, dan wajah. Sistem  screening itu dapat memproses 266 penumpang per jam, bandingkan dengan  sistem lama yang hanya 160.
Konstruksi Bandara Daxing Beijing menghabiskan 1,6 juta kubik meter  konsentrat dan 52.000 ton baja. Sama seperti Bandara Internasional  Beijing, bandara itu akan melayani jasa penerbangan domestik dan  internasional. China Eastern Airlines dan China Southern Airlines juga  akan merelokasi sebagian operasi ke sana.
Bandara Daxing Beijing diproyeksikan memiliki 9 landasan. Bandara ini  akan menggantikan Bandara Inter nasional Beijing. Jika kapasitas  bandara yang mencapai 100 juta penumpang per tahun terpenuhi, Bandara  Daxing akan menjadi bandara tersibuk di dunia melampaui Bandara  Hartsfield- Jackson di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat (AS).

Dalam 20 tahun ke depan, lalu lintas penumpang komersial di kawasan  Asia-Pasifik diperkirakan meningkat sebesar 1,8 miliar, setara dengan  jumlah penumpang di seluruh dunia. Negara-negara Asia memerlukan lebih  banyak pesawat dan bandara.
Penerbangan di China, Filipina, dan Singapura sangat padat. Sementara  itu Lead 8 ditunjuk sebagai arsitek utama untuk terminal komersial baru  Beijing Daxing International Airport.
Proyek yang merupakan bagian dari &amp;ldquo;zona ekonomi transportasi udara  baru&amp;rdquo;, ini akan menampilkan desain yang di rancang untuk berfungsi  sebagai ruang kerja generasi baru. Ruang-ruang di bandara ini akan  terintegrasi untuk aspek ritel, restoran, dan hiburan. Dalam  rancangannya, proyek terminal bandara ini akan mengusung hibrida.
&amp;ldquo;Kita akan buat kota aeropolis dengan rancangan kota-kota di masa  depan. Ruang kerjanya akan dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup  generasi baru, karena kerja, hiburan dan perhotelan,&amp;rdquo; ujar Co-Founder  dan Direktur Eksekutif Lead 8 Simon Chua seperti dikutip  airport-technology.com.
(Muh Shamil)</description><content:encoded>BEIJING &amp;ndash; Sekitar 14 bulan lagi China akan kembali memiliki bandara super besar. Konstruksi Bandara Internasional Daxing Beijing sudah hampir mencapai 100% dan akan segera beroperasi pada 1 September 2019.
Pemerintah setempat optimistis proyek tersebut akan rampung sesuai dengan rencana dan tidak akan tertunda. Semua proyek engineering diperkirakan selesai pada akhir Juni tahun depan. Seluruh uji peralatan telah dilakukan dalam tiga bulan terakhir.
&amp;ldquo;Infrastruktur pendukung di daerah setempat juga sudah selesai 90%, seluruh jalan sudah tersambung,&amp;rdquo; ungkap Komisi Pembangunan Kota Pemerintah Beijing, seperti dikutip straitstimes.com. Pada Mei lalu bangunan terminal bandara telah ditutupi baliho Malam Tahun Baru dan sedang dirapikan plus diberi sen tuhan didekorasi.

Konstruksi hanggar dan ruang untuk pesawat juga sedikit lagi selesai. Dari semua ruang pesawat yang tersedia, 1/3 slot yang akan di alokasikan untuk maskapai penerbangan China Eastern Air lines dan China Southern Air lines juga sudah selesai dikerjakan. Bangunan tempat pengisian bahan bakar juga sudah selesai 30%.
Adapun landasan terbang sudah hampir selesai 92%. Bandara yang terletak di antara Distrik Daxing dan Langfang itu memiliki luas 700.000 meter persegi. Adapun empat landasan terbangnya dapat mengakomodasi 620.000 penerbangan per tahun.
Sejauh ini bandara itu belum memiliki nama. Hanya saja media lokal sering menyebutnya Bandara Daxing Beijing. Bandara itu dibangun untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di Bandara Internasional Beijing. Tujuan jangka panjangnya ialah untuk mengantarkan 100 juta penumpang dan 4 juta kargo per tahun.

Bandara itu akan terhubung dengan sistem transportasi canggih seperti kereta api cepat, subway, dan kereta antarkota. Untuk mengurangi jarak berjalan kaki di dalam bandara yang sangat luas, perusahaan pengelola bandara juga akan menyediakan berbagai alat penggerak seperti travelator, eskalator, dan moda lainnya.
Jarak ke tempat pengambilan bagasi juga dekat. Bagasi akan tiba 13 menit setelah penumpang turun dari pesawat. &amp;ldquo;Kami ingin mendorong perusahaan maskapai penerbangan untuk beroperasi di bandara baru. Kami akan memberikan dukungan penuh terhadap mereka,&amp;rdquo; ungkap Administrasi Penerbangan Sipil China pada Mei silam.
Maskapai penerbangan yang direncanakan beroperasi di Bandara Daxing Beijing ialah Aeroflot, Air France, Alitalia, China Airlines, China Eastern Airlines, China Southern Airlines, China United Airlines, Delta Airlines, Garuda Indonesia, Hebei Air lines, KLM, Korean Air, Shanghai Airlines, Vietnam Airlines, dan Xiamen. Bandara yang memakan biaya 80 miliar yuan itu juga akan dilengkapi teknologi pengenalan wajah, terutama di bagian imigrasi dan keamanan.Dua perusahaan startup China yang berjalan di sektor kecerdasan  buatan (AI) telah mempersiapkan bidding untuk mendapatkan kontrak.  Teknologi mereka sudah lolos uji coba. SenseTime Group dan YiTu  merupakan dua perusahaan teknologi yang memiliki dana besar.
SenseTime merupakan perusahaan startup terbesar China di sektor AI.  Pertumbuhannya sangat cepat. Mereka mendapat tawaran dari pemerintah dan  swasta. Sampai Mei lalu nilai perusahaannya mencapai USD4,5 miliar.  Kamera akan dipasang di setiap titik untuk membantu proses verifikasi  dan identifikasi.
Data itu akan dicocokkan dengan data yang ada di data base China.  Pada saat bersamaan, otoritas terkait ban dara juga dapat mengetahui  barang yang dibawa penumpang sehingga dapat lebih mudah melacaknya jika  terjadi sesuatu.

Teknologi itu sudah di pasang di Terminal 2 Bandara Internasional  Beijing untuk mempercepat proses pemeriksaan. Identitas penumpang dapat  di ketahui melalui scanning boarding ass, kartu ID, dan wajah. Sistem  screening itu dapat memproses 266 penumpang per jam, bandingkan dengan  sistem lama yang hanya 160.
Konstruksi Bandara Daxing Beijing menghabiskan 1,6 juta kubik meter  konsentrat dan 52.000 ton baja. Sama seperti Bandara Internasional  Beijing, bandara itu akan melayani jasa penerbangan domestik dan  internasional. China Eastern Airlines dan China Southern Airlines juga  akan merelokasi sebagian operasi ke sana.
Bandara Daxing Beijing diproyeksikan memiliki 9 landasan. Bandara ini  akan menggantikan Bandara Inter nasional Beijing. Jika kapasitas  bandara yang mencapai 100 juta penumpang per tahun terpenuhi, Bandara  Daxing akan menjadi bandara tersibuk di dunia melampaui Bandara  Hartsfield- Jackson di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat (AS).

Dalam 20 tahun ke depan, lalu lintas penumpang komersial di kawasan  Asia-Pasifik diperkirakan meningkat sebesar 1,8 miliar, setara dengan  jumlah penumpang di seluruh dunia. Negara-negara Asia memerlukan lebih  banyak pesawat dan bandara.
Penerbangan di China, Filipina, dan Singapura sangat padat. Sementara  itu Lead 8 ditunjuk sebagai arsitek utama untuk terminal komersial baru  Beijing Daxing International Airport.
Proyek yang merupakan bagian dari &amp;ldquo;zona ekonomi transportasi udara  baru&amp;rdquo;, ini akan menampilkan desain yang di rancang untuk berfungsi  sebagai ruang kerja generasi baru. Ruang-ruang di bandara ini akan  terintegrasi untuk aspek ritel, restoran, dan hiburan. Dalam  rancangannya, proyek terminal bandara ini akan mengusung hibrida.
&amp;ldquo;Kita akan buat kota aeropolis dengan rancangan kota-kota di masa  depan. Ruang kerjanya akan dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup  generasi baru, karena kerja, hiburan dan perhotelan,&amp;rdquo; ujar Co-Founder  dan Direktur Eksekutif Lead 8 Simon Chua seperti dikutip  airport-technology.com.
(Muh Shamil)</content:encoded></item></channel></rss>
