<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rumah di Pinggir Jalan, Ini 7 Hal yang Wajib Dilakukan</title><description>7 hal yang dilakukan supaya rumah tetap aman dari tindak kriminalitas</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/08/26/470/1941534/rumah-di-pinggir-jalan-ini-7-hal-yang-wajib-dilakukan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/08/26/470/1941534/rumah-di-pinggir-jalan-ini-7-hal-yang-wajib-dilakukan"/><item><title>Rumah di Pinggir Jalan, Ini 7 Hal yang Wajib Dilakukan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/08/26/470/1941534/rumah-di-pinggir-jalan-ini-7-hal-yang-wajib-dilakukan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/08/26/470/1941534/rumah-di-pinggir-jalan-ini-7-hal-yang-wajib-dilakukan</guid><pubDate>Minggu 26 Agustus 2018 15:03 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Cermati.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/08/26/470/1941534/rumah-di-pinggir-jalan-ini-7-hal-yang-wajib-dilakukan-6jCkdwUTpv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Rumah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/08/26/470/1941534/rumah-di-pinggir-jalan-ini-7-hal-yang-wajib-dilakukan-6jCkdwUTpv.jpg</image><title>Ilustrasi Rumah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Lokasi saat membeli rumah tentu menjadi hal utama yang selalu menjadi pertimbangan. Nah, tak jarang orang lebih memilih rumah di pinggir jalan raya dengan alasan lokasi yang strategis.
Rumah yang terletak di pinggir jalan raya memang memberikan keuntungan. Salah satunya adalah akses yang mudah saat hendak bepergian ke mana saja. Tapi, rumah yang terletak di pinggir jalan raya juga rawan terhadap tindak kriminalitas.
Itu sebabnya kenapa pemilik rumah harus sangat berhati-hati ketika hendak meninggalkan rumah, terutama dalam kurun waktu yang sangat lama. Melansir dari cermati.com, Minggu (26/8/2018), terdapat 7 hal yang dilakukan supaya rumah tetap aman dari tindak kriminalitas, yaitu :
1.      Memasang Pagar yang Tinggi
Pastinya rumah berpagar banyak ditemui jika lokasi rumah berada di pinggir jalan raya. Cara ini merupakan salah satu bentuk safety atau jaga-jaga dari para pencuri yang bisa datang kapan saja. Pemasangan pagar dapat memperlambat aksi kriminalitas karena pencuri harus memanjat pagar terlebih dulu sebelum memasuki rumah, apalagi kalau pagar yang dipasang sangat tinggi dan memiliki desain yang kemungkinan orang akan sulit untuk memanjatnya. Dengan begitu, penghuni rumah atau orang lain akan menangkap basah pencuri yang berusaha manjat pagar.

2.      Menambahkan Potongan Kaca di Sepanjang Tembok Rumah
Maraknya kasus kriminalitas membuat pemilik rumah perlu sedikit ekstrim untuk melindungi rumahnya. Salah satunya dengan menambahkan potongan kaca di sepanjang tembok rumah. Cara ini terbukti sangat ampuh karena bagaimanapun juga pencuri harus ekstra hati-hati agar anggota tubuhnya tidak terluka akibat potongan kaca tersebut. Atau bahkan pencuri tersebut mengurungkan niat jahatnya karena tidak mau terlalu mengambil risiko.
3.      Memasang Kamera CCTV atau Alarm
Rumah besar dan mewah biasanya sudah dilengkapi dengan kamera CCTV sebagai pengaman. Dengan alat ini, pemilik rumah bisa mengawasi rumahnya walaupun ia tidak sedang berada di rumah tersebut. Karena kamera CCTV mampu menangkap setiap aksi yang dilakukan di sekitar rumah selagi kamera tersebut diaktifkan. Uniknya lagi, video yang terekam oleh kamera CCTV bisa diputar berulang-ulang.

Selain kamera CCTV, alarm juga bisa dijadikan sebagai pengaman. Pemasangan alarm sebaiknya dibuat di engsel pagar rumah. Ketika pencuri berusaha untuk membuka gerbang, maka alarm akan langsung berbunyi sehingga pencuri menggagalkan niat jahatnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wOC8wOC8xLzExNTMwNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(feb)4.      Posisi Rumah yang Menjorok ke Dalam
Jarak antara jalan raya dengan rumah juga perlu diperhatikan. Rumah  yang agak menjorok ke dalam biasanya lebih susah dibobol karena waktu  yang dibutuhkan untuk membobol rumah lebih lama. Selain itu, pencuri  juga lebih sulit untuk memantau kondisi rumah yang sebenarnya karena ia  kesulitan untuk memastikan apakah rumah tersebut kosong atau  berpenghuni.
Meskipun lahan yang dibutuhkan untuk membangun rumah menjadi lebih  luas, tapi posisi rumah yang agak menjorok ke dalam lebih aman daripada  posisi rumah yang terlalu dekat dengan pinggir jalan raya atau pagar.

5.      Tutup Pintu dan Bagasi Rapat-Rapat
Menutup pintu dan bagasi sebelum bepergian merupakan suatu kebiasaan.  Namun, ada saja pemilik rumah yang sering lupa untuk melakukannya.  Pintu dan bagasi rumah yang terbuka lebar memancing tindak kriminalitas.  Seseorang yang tadinya hanya berniat untuk sekedar lewat mungkin akan  kepikiran untuk mencuri karena tergiur melihat isi rumah tersebut.
Sama seperti pribahasa &amp;ldquo;lebih baik mencegah daripada mengobati&amp;rdquo;.  Sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, pastikan rumah dalam  kondisi tertutup rapat sebelum akhirnya bepergian ke suatu tempat.
6.      Simpan Barang Berharga dengan Baik
Barang-barang berharga seperti mobil, sepeda motor, perhiasan, uang  dan surat-surat berharga sebaiknya dijaga dan disimpan baik-baik ke  dalam satu tempat khusus. Kalau mobil dan sepeda motor disimpan ke dalam  bagasi, uang dan perhiasan sebaiknya disimpan ke dalam brankas. Jangan  lupa untuk memasang pengaman berupa gembok atau kata sandi agar siapapun  tidak bisa membuka bagasi atau brankas kecuali pemiliknya sendiri.

7.      Tetap Waspada Itu Perlu
Tidak dapat dipungkiri, akses rumah di pinggir jalan raya memang  menjadi lokasi yang sangat tepat. Tapi di balik itu, rumah di pinggir  jalan juga sangat rentan terhadap tindak kriminalitas. Selalu  pertimbangkan kelebihan dan kelemahan sebelum memutuskan untuk membeli  rumah. Jangan lupa untuk selalu waspada dengan melakukan beberapa bentuk  pengamanan seperti yang sudah dijelaskan di atas agar rumah kita tetap  aman dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8wNC8xLzExMDcwOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(feb)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Lokasi saat membeli rumah tentu menjadi hal utama yang selalu menjadi pertimbangan. Nah, tak jarang orang lebih memilih rumah di pinggir jalan raya dengan alasan lokasi yang strategis.
Rumah yang terletak di pinggir jalan raya memang memberikan keuntungan. Salah satunya adalah akses yang mudah saat hendak bepergian ke mana saja. Tapi, rumah yang terletak di pinggir jalan raya juga rawan terhadap tindak kriminalitas.
Itu sebabnya kenapa pemilik rumah harus sangat berhati-hati ketika hendak meninggalkan rumah, terutama dalam kurun waktu yang sangat lama. Melansir dari cermati.com, Minggu (26/8/2018), terdapat 7 hal yang dilakukan supaya rumah tetap aman dari tindak kriminalitas, yaitu :
1.      Memasang Pagar yang Tinggi
Pastinya rumah berpagar banyak ditemui jika lokasi rumah berada di pinggir jalan raya. Cara ini merupakan salah satu bentuk safety atau jaga-jaga dari para pencuri yang bisa datang kapan saja. Pemasangan pagar dapat memperlambat aksi kriminalitas karena pencuri harus memanjat pagar terlebih dulu sebelum memasuki rumah, apalagi kalau pagar yang dipasang sangat tinggi dan memiliki desain yang kemungkinan orang akan sulit untuk memanjatnya. Dengan begitu, penghuni rumah atau orang lain akan menangkap basah pencuri yang berusaha manjat pagar.

2.      Menambahkan Potongan Kaca di Sepanjang Tembok Rumah
Maraknya kasus kriminalitas membuat pemilik rumah perlu sedikit ekstrim untuk melindungi rumahnya. Salah satunya dengan menambahkan potongan kaca di sepanjang tembok rumah. Cara ini terbukti sangat ampuh karena bagaimanapun juga pencuri harus ekstra hati-hati agar anggota tubuhnya tidak terluka akibat potongan kaca tersebut. Atau bahkan pencuri tersebut mengurungkan niat jahatnya karena tidak mau terlalu mengambil risiko.
3.      Memasang Kamera CCTV atau Alarm
Rumah besar dan mewah biasanya sudah dilengkapi dengan kamera CCTV sebagai pengaman. Dengan alat ini, pemilik rumah bisa mengawasi rumahnya walaupun ia tidak sedang berada di rumah tersebut. Karena kamera CCTV mampu menangkap setiap aksi yang dilakukan di sekitar rumah selagi kamera tersebut diaktifkan. Uniknya lagi, video yang terekam oleh kamera CCTV bisa diputar berulang-ulang.

Selain kamera CCTV, alarm juga bisa dijadikan sebagai pengaman. Pemasangan alarm sebaiknya dibuat di engsel pagar rumah. Ketika pencuri berusaha untuk membuka gerbang, maka alarm akan langsung berbunyi sehingga pencuri menggagalkan niat jahatnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wOC8wOC8xLzExNTMwNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(feb)4.      Posisi Rumah yang Menjorok ke Dalam
Jarak antara jalan raya dengan rumah juga perlu diperhatikan. Rumah  yang agak menjorok ke dalam biasanya lebih susah dibobol karena waktu  yang dibutuhkan untuk membobol rumah lebih lama. Selain itu, pencuri  juga lebih sulit untuk memantau kondisi rumah yang sebenarnya karena ia  kesulitan untuk memastikan apakah rumah tersebut kosong atau  berpenghuni.
Meskipun lahan yang dibutuhkan untuk membangun rumah menjadi lebih  luas, tapi posisi rumah yang agak menjorok ke dalam lebih aman daripada  posisi rumah yang terlalu dekat dengan pinggir jalan raya atau pagar.

5.      Tutup Pintu dan Bagasi Rapat-Rapat
Menutup pintu dan bagasi sebelum bepergian merupakan suatu kebiasaan.  Namun, ada saja pemilik rumah yang sering lupa untuk melakukannya.  Pintu dan bagasi rumah yang terbuka lebar memancing tindak kriminalitas.  Seseorang yang tadinya hanya berniat untuk sekedar lewat mungkin akan  kepikiran untuk mencuri karena tergiur melihat isi rumah tersebut.
Sama seperti pribahasa &amp;ldquo;lebih baik mencegah daripada mengobati&amp;rdquo;.  Sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, pastikan rumah dalam  kondisi tertutup rapat sebelum akhirnya bepergian ke suatu tempat.
6.      Simpan Barang Berharga dengan Baik
Barang-barang berharga seperti mobil, sepeda motor, perhiasan, uang  dan surat-surat berharga sebaiknya dijaga dan disimpan baik-baik ke  dalam satu tempat khusus. Kalau mobil dan sepeda motor disimpan ke dalam  bagasi, uang dan perhiasan sebaiknya disimpan ke dalam brankas. Jangan  lupa untuk memasang pengaman berupa gembok atau kata sandi agar siapapun  tidak bisa membuka bagasi atau brankas kecuali pemiliknya sendiri.

7.      Tetap Waspada Itu Perlu
Tidak dapat dipungkiri, akses rumah di pinggir jalan raya memang  menjadi lokasi yang sangat tepat. Tapi di balik itu, rumah di pinggir  jalan juga sangat rentan terhadap tindak kriminalitas. Selalu  pertimbangkan kelebihan dan kelemahan sebelum memutuskan untuk membeli  rumah. Jangan lupa untuk selalu waspada dengan melakukan beberapa bentuk  pengamanan seperti yang sudah dijelaskan di atas agar rumah kita tetap  aman dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8wNC8xLzExMDcwOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(feb)</content:encoded></item></channel></rss>
