<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Apa Jadinya jika Tak Ada Tol Tangerang-Merak?</title><description>Jalan Tol Tangerang-Merak yang dikelola PT Marga Mandalasakti (Astra Tol Tangerang-Merak) menjadi urat nadi ekonomi bagi Provinsi Banten.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/08/28/320/1942383/apa-jadinya-jika-tak-ada-tol-tangerang-merak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/08/28/320/1942383/apa-jadinya-jika-tak-ada-tol-tangerang-merak"/><item><title>Apa Jadinya jika Tak Ada Tol Tangerang-Merak?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/08/28/320/1942383/apa-jadinya-jika-tak-ada-tol-tangerang-merak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/08/28/320/1942383/apa-jadinya-jika-tak-ada-tol-tangerang-merak</guid><pubDate>Selasa 28 Agustus 2018 10:49 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/08/28/320/1942383/apa-jadinya-jika-tak-ada-tol-tangerang-merak-Mh70UYbxHm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Antara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/08/28/320/1942383/apa-jadinya-jika-tak-ada-tol-tangerang-merak-Mh70UYbxHm.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Antara</title></images><description>SERANG &amp;ndash; Jalan Tol Tangerang-Merak yang dikelola PT Marga Mandalasakti (Astra Tol Tangerang-Merak) menjadi urat nadi ekonomi bagi Provinsi Banten.

Bahkan, jalan tol ini salah satu penghubung distribusi barang dan orang untuk Pulau Jawa-Pulau Sumatera. Jalan Tol Tangerang-Merak merupakan jalur utama Intercange Cikande ini mulai menggeliat volume kendaraan yang melintasinya.

&amp;ldquo;Sejak beroperasinya Gerbang Tol Cikande pada 2 Mei 2018, terjadi tren penyebaran trafik. Sebelumnya kendaraan hanya melalui Gerbang Tol Balaraja Barat dan Ciujung. Adapun rata-rata lalu lintas harian Gerbang Tol Cikande adalah 5.000 kendaraan atau sebesar 4 % dari rata-rata trafik harian Tol Tangerang-Merak, yaitu 140.000 kendaraan,&amp;rdquo; kata Kepala Divisi Hukum &amp;amp; Humas PT Marga Mandalasakti Indah Permanasari.
&amp;nbsp;
Diketahui, pada periode semester 1/2018 dengan pertumbuhan volume kendaraan sebesar 2,13% dan rata-rata trafik sebanyak 137.432 kendaraan/hari. Hal ini sejalan dengan adanya pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada triwulan I/2018 sebesar 5,95%. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pertumbuhan ini lebih tinggi 0,5% dibandingkan dengan triwulan I/2017 sebesar 5,90%.

Pertumbuhan kinerja operasional Astra Tol Tangerang-Merak juga didukung oleh peningkatan penyediaan fasilitas dan peralatan tol dengan melakukan penambahan 8 unit gardu tol otomatis (GTO) yang terpasang di Gerbang Tol Cikupa, 2 unit di Gerbang Tol Balaraja Timur, 2 unit di Gerbang Tol Balaraja Barat, 2 unit di Gerbang Tol Cikande, 2 unit di Gerbang Tol Serang Timur, 2 unit di Gerbang Tol Serang Barat, 2 unit di Gerbang Tol Cilegon Timur, dan 2 unit di Gerbang Tol Cilegon Barat. Total GTO yang terpasang di Ruas Tangerang-Merak hingga saat ini sebanyak 23 unit. Sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jalan.
&amp;nbsp;
Pada semester 1/2018, Astra Tol Tangerang-Merak menambah 4 unit variable message sign (VMS) yang terpasang pada KM 81 arah Merak, akses Cikupa, akses Ciujung, akses Merak, dan dengan memprioritaskan kebutuhan pengguna jalan telah dilakukan relokasi VMS KM 98 arah Jakarta dan KM 42 arah Merak ke akses Balaraja Timur.
Secara keseluruhan VMS yang tersebar di Tol Tangerang-Merak sebanyak  21 unit. Peningkatan kualitas jalan pun terlihat pada bidang  infrastruktur dengan dibangunnya penambahan lajur ke-4 ruas  Cikupa-Balaraja.

Hal ini sebagai salah satu upaya meningkatkan optimalisasi pelayanan  kepada pengguna jalan. Pekerjaan penambahan lajur keempat dimulai dari  Cikupa KM 31+200 hingga Balaraja Barat KM 39+200 dari sebelumnya tiga  lajur menjadi empat lajur sepanjang 6 km.

Penambahan lajur ini juga merupakan antisipasi sebelum mengalami  kepadatan, mengingat pertumbuhan lalu lintas di Tol Tangerang-Merak  tercatat hampir mencapai 80%, khususnya wilayah Bitung sampai dengan  Balaraja. Peningkatan kualitas pelayanan juga diwujudkan dengan  pengoperasian Simpang Susun Cikande yang mulai beroperasi pada Mei 2018.  (Teguh  Mahardika)</description><content:encoded>SERANG &amp;ndash; Jalan Tol Tangerang-Merak yang dikelola PT Marga Mandalasakti (Astra Tol Tangerang-Merak) menjadi urat nadi ekonomi bagi Provinsi Banten.

Bahkan, jalan tol ini salah satu penghubung distribusi barang dan orang untuk Pulau Jawa-Pulau Sumatera. Jalan Tol Tangerang-Merak merupakan jalur utama Intercange Cikande ini mulai menggeliat volume kendaraan yang melintasinya.

&amp;ldquo;Sejak beroperasinya Gerbang Tol Cikande pada 2 Mei 2018, terjadi tren penyebaran trafik. Sebelumnya kendaraan hanya melalui Gerbang Tol Balaraja Barat dan Ciujung. Adapun rata-rata lalu lintas harian Gerbang Tol Cikande adalah 5.000 kendaraan atau sebesar 4 % dari rata-rata trafik harian Tol Tangerang-Merak, yaitu 140.000 kendaraan,&amp;rdquo; kata Kepala Divisi Hukum &amp;amp; Humas PT Marga Mandalasakti Indah Permanasari.
&amp;nbsp;
Diketahui, pada periode semester 1/2018 dengan pertumbuhan volume kendaraan sebesar 2,13% dan rata-rata trafik sebanyak 137.432 kendaraan/hari. Hal ini sejalan dengan adanya pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada triwulan I/2018 sebesar 5,95%. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pertumbuhan ini lebih tinggi 0,5% dibandingkan dengan triwulan I/2017 sebesar 5,90%.

Pertumbuhan kinerja operasional Astra Tol Tangerang-Merak juga didukung oleh peningkatan penyediaan fasilitas dan peralatan tol dengan melakukan penambahan 8 unit gardu tol otomatis (GTO) yang terpasang di Gerbang Tol Cikupa, 2 unit di Gerbang Tol Balaraja Timur, 2 unit di Gerbang Tol Balaraja Barat, 2 unit di Gerbang Tol Cikande, 2 unit di Gerbang Tol Serang Timur, 2 unit di Gerbang Tol Serang Barat, 2 unit di Gerbang Tol Cilegon Timur, dan 2 unit di Gerbang Tol Cilegon Barat. Total GTO yang terpasang di Ruas Tangerang-Merak hingga saat ini sebanyak 23 unit. Sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jalan.
&amp;nbsp;
Pada semester 1/2018, Astra Tol Tangerang-Merak menambah 4 unit variable message sign (VMS) yang terpasang pada KM 81 arah Merak, akses Cikupa, akses Ciujung, akses Merak, dan dengan memprioritaskan kebutuhan pengguna jalan telah dilakukan relokasi VMS KM 98 arah Jakarta dan KM 42 arah Merak ke akses Balaraja Timur.
Secara keseluruhan VMS yang tersebar di Tol Tangerang-Merak sebanyak  21 unit. Peningkatan kualitas jalan pun terlihat pada bidang  infrastruktur dengan dibangunnya penambahan lajur ke-4 ruas  Cikupa-Balaraja.

Hal ini sebagai salah satu upaya meningkatkan optimalisasi pelayanan  kepada pengguna jalan. Pekerjaan penambahan lajur keempat dimulai dari  Cikupa KM 31+200 hingga Balaraja Barat KM 39+200 dari sebelumnya tiga  lajur menjadi empat lajur sepanjang 6 km.

Penambahan lajur ini juga merupakan antisipasi sebelum mengalami  kepadatan, mengingat pertumbuhan lalu lintas di Tol Tangerang-Merak  tercatat hampir mencapai 80%, khususnya wilayah Bitung sampai dengan  Balaraja. Peningkatan kualitas pelayanan juga diwujudkan dengan  pengoperasian Simpang Susun Cikande yang mulai beroperasi pada Mei 2018.  (Teguh  Mahardika)</content:encoded></item></channel></rss>
