<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Era Digital Mempermudah Investasi di Pasar Modal</title><description>Kemajuan teknologi ikut memajukan perkembangan ekonomi di dunia</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/01/278/1944007/era-digital-mempermudah-investasi-di-pasar-modal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/09/01/278/1944007/era-digital-mempermudah-investasi-di-pasar-modal"/><item><title>Era Digital Mempermudah Investasi di Pasar Modal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/01/278/1944007/era-digital-mempermudah-investasi-di-pasar-modal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/09/01/278/1944007/era-digital-mempermudah-investasi-di-pasar-modal</guid><pubDate>Sabtu 01 September 2018 07:53 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/08/31/278/1944007/era-digital-mempermudah-investasi-di-pasar-modal-cq7dmC2Ze1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/08/31/278/1944007/era-digital-mempermudah-investasi-di-pasar-modal-cq7dmC2Ze1.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Okezone</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kemajuan teknologi ikut memajukan perkembangan ekonomi di dunia. Masifnya perkembangan ekonomi digital saat ini turut memberikan dampak positif bagi kemajuan pasar modal Indonesia.

Saat ini perdagangan berbasis elektronik dan aplikasi (e-commerce) berkembang pesat. Termasuk yang kini menjadi tren perkembangan layanan finansial teknologi (fintech) yang membuat akses masyarakat berinvestasi di pasar modal semakin mudah dan cepat.

Melihat perkembangan tren ekonomi digital, Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar seminar pasar modal yang bertema &amp;ldquo;Berinvestasi dengan Mudah di Era Ekonomi Digital&amp;rdquo; yang diadakan di Main Hall BEI di minggu terakhir Agustus. Seminar ini merupakan satu rangkaian dari acara Investor Summit 2018.

Investor Summit 2018 dibuka dengan sambutan Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Fakhri Hilmi dan Direktur Utama BEI Inarno Djayadi.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/08/31/52866/266665_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pembukaan Pagi Ini IHSG Anjlok Nyaris 1%&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Seminar Pasar Modal Investor Summit 2018 menghadirkan pembicara utama Presiden Direktur Bareksa.com Ady F. Pangerang, Head of Financial Technology Tokopedia Samuel Sentana, dan Head of Financial &amp;amp; Payment Services BukaLapak dengan moderator Presenter dan Investor Pasar Modal Steny Agustaf.

Selain menginformasikan bahwa pembelian reksa dana telah dapat dilakukan melalui aplikasi dari kedua perusahaan, Bareksa, Tokopedia dan BukaLapak juga membeberkan rencana untuk lebih membuka akses dan kemudahan masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Dengan semakin mudah dan cepatnya investasi di Pasar Modal diharapkan ke depannya dapat meningkatkan jumlah investor pasar modal berikut investor reksa dana yang per akhir Juli 2018 berjumlah 1.369.810 single investor identification.

Selain acara Seminar Pasar Modal, Investor Summit 2018 di Jakarta berlanjut ke acara utama yakni pemaparan kinerja oleh 65 Perusahaan Tercatat. Kegiatan ini merupakan satu rangkaian dari 41 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia yang bertemakan Menuju Pasar Modal Modern Di Era Ekonomi Digital.

Dalam Investor Summit 2018 di Jakarta sebanyak 15 Perusahaan Tercatat memberikan perkembangan terkini terkait proses bisnis, kinerja dan rencana kerja di hari pertama, 25 Perusahaan Tercatat di hari kedua, dan 25 Perusahaan Tercatat di hari ketiga.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/08/31/52866/266664_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pembukaan Pagi Ini IHSG Anjlok Nyaris 1%&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Acara ini merupakan kelanjutan dari konsep acara yang di tahun-tahun sebelumnya bernama Public Expose Marathon 2017, atau Investor Summit dan Capital Market Expo yang diselenggarakan sejak 2008 hingga 2016.

Investor Summit 2018 digelar di 8 kota secara berurutan dari Indonesia bagian Barat (Medan) menuju Indonesia Bagian Timur (Makassar) dan diikuti 91 Perusahaan Tercatat. Medan salah satunya yang telah menyelenggarakan Investor Summit 2018 berhasil menghadirkan 132 investor. Melalui acara ini, investor di daerah memiliki akses informasi lebih baik dan dapat berinteraksi langsung dengan manajemen Perusahaan Tercatat.

Melalui penyelenggaraan Investor Summit 2018 ada dua manfaat utama. Pertama, menempatkan BEI sebagai fasilitator untuk mempertemukan investor dengan Perusahaan Tercatat terpilih. Kedua, penyelenggaraan Investor Summit 2018 membuka akses dan hubungan yang lebih luas antara investor dengan Perusahaan Tercatat.
Selain itu, acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman investor  terhadap kinerja Perusahaan Tercatat di BEI, serta meningkatkan  likuiditas pasar.

Investor Summit 2018 juga diharapkan dapat membantu membangun  kesadaran dan ketertarikan masyarakat umum terhadap potensi industri  Pasar Modal Indonesia di tengah industri keuangan yang berkembang cepat.

Investor Summit 2018 menargetkan 1.300 peserta hadir selama kegiatan berlangsung.

Target peserta terdiri atas Analis Perusahaan Efek, Manajer  Investasi, Dana Pensiun dan Asuransi, Calon Investor seperti Ibu Rumah  Tangga, Wiraswasta, maupun Karyawan, Investor Pasar Modal baik investor  saham maupun reksa dana, Mahasiswa dan Pelajar, Masyarakat Umum, serta  Media.

Keuntungan bagi Perusahaan Tercatat yang mengikuti Investor Summit  2018, informasi mengenai kinerja Perusahaan Tercatat akan tersebar  kepada investor secara lebih luas.

Selain itu, apabila Perusahaan Tercatat ikut serta sesuai dengan  syarat dan ketentuan dalam aturan yang berlaku, baik itu melakukannya  sendiri maupun ikut serta dalam Investor Summit 2018, maka kewajiban  melakukan paparan publik dari Perusahaan Tercatat tersebut telah  terpenuhi. (TIM BEI)


</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kemajuan teknologi ikut memajukan perkembangan ekonomi di dunia. Masifnya perkembangan ekonomi digital saat ini turut memberikan dampak positif bagi kemajuan pasar modal Indonesia.

Saat ini perdagangan berbasis elektronik dan aplikasi (e-commerce) berkembang pesat. Termasuk yang kini menjadi tren perkembangan layanan finansial teknologi (fintech) yang membuat akses masyarakat berinvestasi di pasar modal semakin mudah dan cepat.

Melihat perkembangan tren ekonomi digital, Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar seminar pasar modal yang bertema &amp;ldquo;Berinvestasi dengan Mudah di Era Ekonomi Digital&amp;rdquo; yang diadakan di Main Hall BEI di minggu terakhir Agustus. Seminar ini merupakan satu rangkaian dari acara Investor Summit 2018.

Investor Summit 2018 dibuka dengan sambutan Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Fakhri Hilmi dan Direktur Utama BEI Inarno Djayadi.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/08/31/52866/266665_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pembukaan Pagi Ini IHSG Anjlok Nyaris 1%&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Seminar Pasar Modal Investor Summit 2018 menghadirkan pembicara utama Presiden Direktur Bareksa.com Ady F. Pangerang, Head of Financial Technology Tokopedia Samuel Sentana, dan Head of Financial &amp;amp; Payment Services BukaLapak dengan moderator Presenter dan Investor Pasar Modal Steny Agustaf.

Selain menginformasikan bahwa pembelian reksa dana telah dapat dilakukan melalui aplikasi dari kedua perusahaan, Bareksa, Tokopedia dan BukaLapak juga membeberkan rencana untuk lebih membuka akses dan kemudahan masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Dengan semakin mudah dan cepatnya investasi di Pasar Modal diharapkan ke depannya dapat meningkatkan jumlah investor pasar modal berikut investor reksa dana yang per akhir Juli 2018 berjumlah 1.369.810 single investor identification.

Selain acara Seminar Pasar Modal, Investor Summit 2018 di Jakarta berlanjut ke acara utama yakni pemaparan kinerja oleh 65 Perusahaan Tercatat. Kegiatan ini merupakan satu rangkaian dari 41 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia yang bertemakan Menuju Pasar Modal Modern Di Era Ekonomi Digital.

Dalam Investor Summit 2018 di Jakarta sebanyak 15 Perusahaan Tercatat memberikan perkembangan terkini terkait proses bisnis, kinerja dan rencana kerja di hari pertama, 25 Perusahaan Tercatat di hari kedua, dan 25 Perusahaan Tercatat di hari ketiga.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/08/31/52866/266664_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pembukaan Pagi Ini IHSG Anjlok Nyaris 1%&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Acara ini merupakan kelanjutan dari konsep acara yang di tahun-tahun sebelumnya bernama Public Expose Marathon 2017, atau Investor Summit dan Capital Market Expo yang diselenggarakan sejak 2008 hingga 2016.

Investor Summit 2018 digelar di 8 kota secara berurutan dari Indonesia bagian Barat (Medan) menuju Indonesia Bagian Timur (Makassar) dan diikuti 91 Perusahaan Tercatat. Medan salah satunya yang telah menyelenggarakan Investor Summit 2018 berhasil menghadirkan 132 investor. Melalui acara ini, investor di daerah memiliki akses informasi lebih baik dan dapat berinteraksi langsung dengan manajemen Perusahaan Tercatat.

Melalui penyelenggaraan Investor Summit 2018 ada dua manfaat utama. Pertama, menempatkan BEI sebagai fasilitator untuk mempertemukan investor dengan Perusahaan Tercatat terpilih. Kedua, penyelenggaraan Investor Summit 2018 membuka akses dan hubungan yang lebih luas antara investor dengan Perusahaan Tercatat.
Selain itu, acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman investor  terhadap kinerja Perusahaan Tercatat di BEI, serta meningkatkan  likuiditas pasar.

Investor Summit 2018 juga diharapkan dapat membantu membangun  kesadaran dan ketertarikan masyarakat umum terhadap potensi industri  Pasar Modal Indonesia di tengah industri keuangan yang berkembang cepat.

Investor Summit 2018 menargetkan 1.300 peserta hadir selama kegiatan berlangsung.

Target peserta terdiri atas Analis Perusahaan Efek, Manajer  Investasi, Dana Pensiun dan Asuransi, Calon Investor seperti Ibu Rumah  Tangga, Wiraswasta, maupun Karyawan, Investor Pasar Modal baik investor  saham maupun reksa dana, Mahasiswa dan Pelajar, Masyarakat Umum, serta  Media.

Keuntungan bagi Perusahaan Tercatat yang mengikuti Investor Summit  2018, informasi mengenai kinerja Perusahaan Tercatat akan tersebar  kepada investor secara lebih luas.

Selain itu, apabila Perusahaan Tercatat ikut serta sesuai dengan  syarat dan ketentuan dalam aturan yang berlaku, baik itu melakukannya  sendiri maupun ikut serta dalam Investor Summit 2018, maka kewajiban  melakukan paparan publik dari Perusahaan Tercatat tersebut telah  terpenuhi. (TIM BEI)


</content:encoded></item></channel></rss>
