<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Ramalan Fitch: Tidak Mungkin Ekonomi RI Tumbuh 6% Secara Cepat</title><description>Fitch Ratings memperkirakan pertumbuhan PDB di Indonesia akan meningkat secara marjinal menjadi 5,2% pada 2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/03/20/1945200/ramalan-fitch-tidak-mungkin-ekonomi-ri-tumbuh-6-secara-cepat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/09/03/20/1945200/ramalan-fitch-tidak-mungkin-ekonomi-ri-tumbuh-6-secara-cepat"/><item><title>   Ramalan Fitch: Tidak Mungkin Ekonomi RI Tumbuh 6% Secara Cepat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/03/20/1945200/ramalan-fitch-tidak-mungkin-ekonomi-ri-tumbuh-6-secara-cepat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/09/03/20/1945200/ramalan-fitch-tidak-mungkin-ekonomi-ri-tumbuh-6-secara-cepat</guid><pubDate>Senin 03 September 2018 12:53 WIB</pubDate><dc:creator>Rafida Ulfa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/09/03/20/1945200/ramalan-fitch-tidak-mungkin-ekonomi-ri-tumbuh-6-secara-cepat-9J53o4gdL6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/09/03/20/1945200/ramalan-fitch-tidak-mungkin-ekonomi-ri-tumbuh-6-secara-cepat-9J53o4gdL6.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Fitch Ratings memperkirakan pertumbuhan PDB di Indonesia akan meningkat secara marjinal menjadi 5,2% pada 2019 dan 5,3% pada 2020, dan 5,1% pada 2018.

&quot;Hal ini didukung oleh dorongan belanja infrastruktur publik yang berkelanjutan,&quot; kata Fitch dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (3/9/2018).
&amp;nbsp;
Meskipun begitu, ketidakpastian seputar perkiraan ini telah meningkat karena pertumbuhan investasi telah melambat pada kuartal terakhir dan kenaikan suku bunga dapat mengurangi pertumbuhan.

&quot;Pertumbuhan PDB Indonesia lebih baik dibandingkan dengan yang lainnya. Rata-rata di BBB saat ini sebesar 3,5% pada tahun 2018,&quot; lanjutnya.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak mungkin secara cepat kembali ke level 6% yang dinikmati sebelum runtuhnya ledakan komoditas pada tahun 2012. Ataupun mencapai 7% yang diharapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada akhir masa jabatannya.
&amp;nbsp;
Fitch tidak mengharapkan pihak berwenang untuk mengubah fokus mereka pada stabilitas makro menjelang pemilihan presiden yang dijadwalkan pada 17 April 2019.

&quot;Pada tahap ini, tidak ada indikasi perubahan besar dalam kebijakan ekonomi, karena akibat dari pemilihan yang akan datang nanti,&quot; tuturnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Fitch Ratings memperkirakan pertumbuhan PDB di Indonesia akan meningkat secara marjinal menjadi 5,2% pada 2019 dan 5,3% pada 2020, dan 5,1% pada 2018.

&quot;Hal ini didukung oleh dorongan belanja infrastruktur publik yang berkelanjutan,&quot; kata Fitch dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (3/9/2018).
&amp;nbsp;
Meskipun begitu, ketidakpastian seputar perkiraan ini telah meningkat karena pertumbuhan investasi telah melambat pada kuartal terakhir dan kenaikan suku bunga dapat mengurangi pertumbuhan.

&quot;Pertumbuhan PDB Indonesia lebih baik dibandingkan dengan yang lainnya. Rata-rata di BBB saat ini sebesar 3,5% pada tahun 2018,&quot; lanjutnya.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak mungkin secara cepat kembali ke level 6% yang dinikmati sebelum runtuhnya ledakan komoditas pada tahun 2012. Ataupun mencapai 7% yang diharapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada akhir masa jabatannya.
&amp;nbsp;
Fitch tidak mengharapkan pihak berwenang untuk mengubah fokus mereka pada stabilitas makro menjelang pemilihan presiden yang dijadwalkan pada 17 April 2019.

&quot;Pada tahap ini, tidak ada indikasi perubahan besar dalam kebijakan ekonomi, karena akibat dari pemilihan yang akan datang nanti,&quot; tuturnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
