<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Dolar Rp14.800, Sri Mulyani: Faktanya Pelemahan Rupiah karena Sentimen Eksternal</title><description>Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dipengaruhi sentimen eksternal</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/04/278/1945828/harga-dolar-rp14-800-sri-mulyani-faktanya-pelemahan-rupiah-karena-sentimen-eksternal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/09/04/278/1945828/harga-dolar-rp14-800-sri-mulyani-faktanya-pelemahan-rupiah-karena-sentimen-eksternal"/><item><title>Harga Dolar Rp14.800, Sri Mulyani: Faktanya Pelemahan Rupiah karena Sentimen Eksternal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/04/278/1945828/harga-dolar-rp14-800-sri-mulyani-faktanya-pelemahan-rupiah-karena-sentimen-eksternal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/09/04/278/1945828/harga-dolar-rp14-800-sri-mulyani-faktanya-pelemahan-rupiah-karena-sentimen-eksternal</guid><pubDate>Selasa 04 September 2018 15:28 WIB</pubDate><dc:creator>Ulfa Arieza</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/09/04/278/1945828/harga-dolar-rp14-800-sri-mulyani-faktanya-pelemahan-rupiah-karena-sentimen-eksternal-uKVzRvgIOK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Yohana/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/09/04/278/1945828/harga-dolar-rp14-800-sri-mulyani-faktanya-pelemahan-rupiah-karena-sentimen-eksternal-uKVzRvgIOK.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Yohana/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani kembali menegaskan, pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dipengaruhi sentimen eksternal dari ekonomi global. Depresiasi Rupiah merupakan efek domino dari krisis keuangan di beberapa negara, antaranya Turki dan Argentina.
Penegasan penyebab depresiasi Rupiah itu, dijelaskan kembali oleh Sri Mulyani untuk menanggapi pernyataan dari  Angggota DPR dari Fraksi Demokrat Michael Wattimena yang mengkritik, pemerintah terus menerus mengkambing hitamkan kondisi eksternal negara-negara yang mengalami krisis keuangan sehingga memberikan dampak kepada Indonesia.
&quot;Kami mohon maaf permintaan kedua, di mana pemerintah selalu menyampaikan kondisi negara lain, faktanya memang begitu,&quot; kata Menkeu di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Kendati demikian, pemerintah bukannya berpangku tangan. Beberapa kebijakan tengah dimatangkan untuk mengurangi impor serta mendorong ekspor, dengan tujuan untuk mendorong nilai tukar Rupiah.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menuturkan, pemerintah telah selesai mengatur penyesuaian tarif pajak penghasilan (PPh) impor untuk 900 komoditas impor. Aturan itu segera diterbitkan lewat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) pada esok hari.
&quot;Besok pagi akan lakukan penerbitan PMK dalam rangka atur impor barang konsumsi,&quot; kata Menkeu.
Menkeu mengatakan, lahirnya PMK ini untuk menjaga kekuatan cadangan devisa Indonesia di tengah pelemahan Rupiah.

&quot;Kita akan terus jaga kebutuhan devisa dalam negeri tetap bisa dipenuhi, sehingga sektor usaha yang masih membutuhkan barang barang bahan baku dan batang modal tertentu bisa dijaga,&quot; ujar dia.
Selain review terhadap 900 komoditas, pemerintah juga telah meninjau ulang proyek infrastruktur yang bisa ditunda pengerjaannya hingga kondisi Rupiah stabil.
&quot;Kita telah menyeleksi proyek-proyek yang nanti akan disampaikan oleh menteri terkait apa yang bisa ditunda. Yang belum melakukan financial closing jadi permintaan devisa bisa dikembalikan,&quot; kata Sri Mulyani.



(Feb)</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani kembali menegaskan, pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dipengaruhi sentimen eksternal dari ekonomi global. Depresiasi Rupiah merupakan efek domino dari krisis keuangan di beberapa negara, antaranya Turki dan Argentina.
Penegasan penyebab depresiasi Rupiah itu, dijelaskan kembali oleh Sri Mulyani untuk menanggapi pernyataan dari  Angggota DPR dari Fraksi Demokrat Michael Wattimena yang mengkritik, pemerintah terus menerus mengkambing hitamkan kondisi eksternal negara-negara yang mengalami krisis keuangan sehingga memberikan dampak kepada Indonesia.
&quot;Kami mohon maaf permintaan kedua, di mana pemerintah selalu menyampaikan kondisi negara lain, faktanya memang begitu,&quot; kata Menkeu di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Kendati demikian, pemerintah bukannya berpangku tangan. Beberapa kebijakan tengah dimatangkan untuk mengurangi impor serta mendorong ekspor, dengan tujuan untuk mendorong nilai tukar Rupiah.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menuturkan, pemerintah telah selesai mengatur penyesuaian tarif pajak penghasilan (PPh) impor untuk 900 komoditas impor. Aturan itu segera diterbitkan lewat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) pada esok hari.
&quot;Besok pagi akan lakukan penerbitan PMK dalam rangka atur impor barang konsumsi,&quot; kata Menkeu.
Menkeu mengatakan, lahirnya PMK ini untuk menjaga kekuatan cadangan devisa Indonesia di tengah pelemahan Rupiah.

&quot;Kita akan terus jaga kebutuhan devisa dalam negeri tetap bisa dipenuhi, sehingga sektor usaha yang masih membutuhkan barang barang bahan baku dan batang modal tertentu bisa dijaga,&quot; ujar dia.
Selain review terhadap 900 komoditas, pemerintah juga telah meninjau ulang proyek infrastruktur yang bisa ditunda pengerjaannya hingga kondisi Rupiah stabil.
&quot;Kita telah menyeleksi proyek-proyek yang nanti akan disampaikan oleh menteri terkait apa yang bisa ditunda. Yang belum melakukan financial closing jadi permintaan devisa bisa dikembalikan,&quot; kata Sri Mulyani.



(Feb)</content:encoded></item></channel></rss>
