<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Malaysia-Singapura Sepakat Tunda Proyek Kereta Cepat Selama 2 Tahun</title><description>Malaysia sepakat dengan Singapura menunda pengembangan proyek kereta cepat selama dua tahun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/04/320/1945706/malaysia-singapura-sepakat-tunda-proyek-kereta-cepat-selama-2-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/09/04/320/1945706/malaysia-singapura-sepakat-tunda-proyek-kereta-cepat-selama-2-tahun"/><item><title>Malaysia-Singapura Sepakat Tunda Proyek Kereta Cepat Selama 2 Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/04/320/1945706/malaysia-singapura-sepakat-tunda-proyek-kereta-cepat-selama-2-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/09/04/320/1945706/malaysia-singapura-sepakat-tunda-proyek-kereta-cepat-selama-2-tahun</guid><pubDate>Selasa 04 September 2018 12:30 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/09/04/320/1945706/malaysia-singapura-sepakat-tunda-proyek-kereta-cepat-selama-2-tahun-jOH9FwtSnb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kereta Cepat (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/09/04/320/1945706/malaysia-singapura-sepakat-tunda-proyek-kereta-cepat-selama-2-tahun-jOH9FwtSnb.jpg</image><title>Kereta Cepat (Foto: Reuters)</title></images><description>KUALA LUMPUR - Malaysia sepakat dengan Singapura menunda pengembangan proyek kereta cepat selama dua tahun. Langkah ini diambil saat Malaysia berupaya meninjau ulang berbagai proyek besar untuk memangkas utang yang sangat besar.
Media pekanan Malaysia The Edge melaporkan, sejumlah sumber dari dua negara mengonfirmasi bahwa kedua pihak menunda proyek itu hingga 31 Mei 2020 dan tidak ada penalti yang diterapkan. Hasil kesepakatan ini memungkinkan Malaysia memiliki waktu untuk meninjau ulang kondisi keuangannya. Menteri Ekonomi Malaysia Azmin Ali mengonfirmasi bahwa kedua pihak sepakat menunda proyek itu tanpa penalti dan rinciannya akan dijelaskan saat kesepakatan baru di tandatangani dalam waktu dekat. &amp;ldquo;Kita telah sepakat pada periode yang masuk akal tersebut,&amp;rdquo; kata Azmin saat ditanya berapa lama proyek itu akan ditunda dikutip kantor berita Reuters .

&amp;ldquo;Tidak ada kompensasi yang akan dibayar selama masa penundaan. Pada akhir masa penundaan, jika itu dibatalkan, baru saat itu kita perlu membayar,&amp;rdquo; ujar Azmin. Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad sudah mengungkapkan rencananya membatalkan proyek itu hanya beberapa pekan setelah menang pemilu Mei lalu. Azmin menjelaskan, Malaysia berkomit men pada proyek itu, tapi ingin biaya yang di ke luarkan lebih terjangkau. &amp;ldquo;Kami ingin melanjutkan proyek ini karena akan membawa kebaikan pada kedua negara. Namun, selama penundaan kami akan membahas cara-cara mengurangi biaya,&amp;rdquo; ungkap Azmin.

Kantor Azmin belum memberikan rincian lain tentang kesepakatan baru tersebut. Menteri Transportasi Singapura Khaw Boon Wan hanya menjelaskan keputusan itu akan segera diumumkan. Pada Juli, Singapura menyatakan ingin mencari dana untuk menutupi pengeluaran lebih dari USD182,44 juta yang telah dikucurkan hingga sekarang jika Malaysia membatalkan proyek tersebut. Mahathir sejak awal menegaskan akan meninjau ulang semua proyek bernilai miliaran dolar yang disetujui pendahulunya, mantan PM Najib Razak yang kini terlilit kasus korupsi. Saat ini pemerintahan Mahathir terus mengusut kasuskasus korupsi yang terjadi di era Najib.Adapun Menteri Keuangan Malaysia dan mantan Kepala Menteri Penang Lim  Guang Eng dibebaskan dari berbagai dakwaan korupsi oleh Pengadilan  Tinggi Penang. Dakwaan itu terkait pembelian bungalo di Penang.  Keputusan itu muncul setelah Kantor Kejaksaan Agung Malaysia mencabut  berbagai tuntutan. Lim ditahan bersama pebisnis perempuan Phang Li Khoon  oleh Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) pada 2016 dan didakwa dalam  dua kasus penyalahgunaan jabatan dalam pengesahan kesepakatan lahan dan  pembelian bungalo di Penang dengan harga di bawah pasar.
Saat berbicara dengan media di luar gedung pengadilan, Lim  menyatakan, dia sangat bersyukur proses pengadilan ini akhirnya  berakhir. &amp;ldquo;Sekarang kami dapat membersihkan nama kami, kami tahu ini  dari rezim sebelumnya. Hari ini Phang dan saya bersiap untuk sejua jenis  kemungkinan,&amp;rdquo; kata Lim. &amp;ldquo;Saya bersyukur pada Tuhan, pengacara saya,  anggota keluarga saya yang selalu bersama saya, serta para pendukung  saya yang menemani saya,&amp;rdquo; ujar Lim. Lim menambahkan, &amp;ldquo;Saya sangat  berterima kasih pada rakyat Malaysia karena meski saya didakwa dengan  berbagai tuduhan itu, mereka masih mendukung kepemimpinan saya, terima  kasih pada partai saya, para pemimpin yang mendukung saya, tanpa ragu  atau mempertanyakan saya sebagai pemimpin bersih.&amp;rdquo;

MACC menyatakan sangat terkejut dengan keputusan peng adilan untuk  membe baskan Lim dan Phang. MACC menyatakan pencabutan kasus itu  dilakukan oleh Kantor Kejak saan Agung, bukan oleh MACC. Phang merupakan  mantan pemilik bungalo Pinhorn Road yang kemudian dibeli seharga  USD679.000 pada Juli 2015 oleh Lim. Lim yang juga sekretaris jenderal  Partai Aksi Demokratik (DAP) menyatakan tidak bersalah atas dua dakwaan  terhadapnya dan menegaskan kasus itu memiliki motif politik. Para  pemimpin koalisi Pakatan Harapan juga mengecam gugatan hukum terhadap  Lim.
Pemimpin senior DAP Lim Kit Siang menyatakan pada 2016 bahwa langkah  hukum itu upaya menghancurkan oposisi dan membela posisi politik mantan  PM Najib Razak. Kini setelah Najib lengser dari kekuasaannya, dia  menjadi target berbagai tuduhan korupsi oleh pengadilan.
(Syarifudin)</description><content:encoded>KUALA LUMPUR - Malaysia sepakat dengan Singapura menunda pengembangan proyek kereta cepat selama dua tahun. Langkah ini diambil saat Malaysia berupaya meninjau ulang berbagai proyek besar untuk memangkas utang yang sangat besar.
Media pekanan Malaysia The Edge melaporkan, sejumlah sumber dari dua negara mengonfirmasi bahwa kedua pihak menunda proyek itu hingga 31 Mei 2020 dan tidak ada penalti yang diterapkan. Hasil kesepakatan ini memungkinkan Malaysia memiliki waktu untuk meninjau ulang kondisi keuangannya. Menteri Ekonomi Malaysia Azmin Ali mengonfirmasi bahwa kedua pihak sepakat menunda proyek itu tanpa penalti dan rinciannya akan dijelaskan saat kesepakatan baru di tandatangani dalam waktu dekat. &amp;ldquo;Kita telah sepakat pada periode yang masuk akal tersebut,&amp;rdquo; kata Azmin saat ditanya berapa lama proyek itu akan ditunda dikutip kantor berita Reuters .

&amp;ldquo;Tidak ada kompensasi yang akan dibayar selama masa penundaan. Pada akhir masa penundaan, jika itu dibatalkan, baru saat itu kita perlu membayar,&amp;rdquo; ujar Azmin. Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad sudah mengungkapkan rencananya membatalkan proyek itu hanya beberapa pekan setelah menang pemilu Mei lalu. Azmin menjelaskan, Malaysia berkomit men pada proyek itu, tapi ingin biaya yang di ke luarkan lebih terjangkau. &amp;ldquo;Kami ingin melanjutkan proyek ini karena akan membawa kebaikan pada kedua negara. Namun, selama penundaan kami akan membahas cara-cara mengurangi biaya,&amp;rdquo; ungkap Azmin.

Kantor Azmin belum memberikan rincian lain tentang kesepakatan baru tersebut. Menteri Transportasi Singapura Khaw Boon Wan hanya menjelaskan keputusan itu akan segera diumumkan. Pada Juli, Singapura menyatakan ingin mencari dana untuk menutupi pengeluaran lebih dari USD182,44 juta yang telah dikucurkan hingga sekarang jika Malaysia membatalkan proyek tersebut. Mahathir sejak awal menegaskan akan meninjau ulang semua proyek bernilai miliaran dolar yang disetujui pendahulunya, mantan PM Najib Razak yang kini terlilit kasus korupsi. Saat ini pemerintahan Mahathir terus mengusut kasuskasus korupsi yang terjadi di era Najib.Adapun Menteri Keuangan Malaysia dan mantan Kepala Menteri Penang Lim  Guang Eng dibebaskan dari berbagai dakwaan korupsi oleh Pengadilan  Tinggi Penang. Dakwaan itu terkait pembelian bungalo di Penang.  Keputusan itu muncul setelah Kantor Kejaksaan Agung Malaysia mencabut  berbagai tuntutan. Lim ditahan bersama pebisnis perempuan Phang Li Khoon  oleh Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) pada 2016 dan didakwa dalam  dua kasus penyalahgunaan jabatan dalam pengesahan kesepakatan lahan dan  pembelian bungalo di Penang dengan harga di bawah pasar.
Saat berbicara dengan media di luar gedung pengadilan, Lim  menyatakan, dia sangat bersyukur proses pengadilan ini akhirnya  berakhir. &amp;ldquo;Sekarang kami dapat membersihkan nama kami, kami tahu ini  dari rezim sebelumnya. Hari ini Phang dan saya bersiap untuk sejua jenis  kemungkinan,&amp;rdquo; kata Lim. &amp;ldquo;Saya bersyukur pada Tuhan, pengacara saya,  anggota keluarga saya yang selalu bersama saya, serta para pendukung  saya yang menemani saya,&amp;rdquo; ujar Lim. Lim menambahkan, &amp;ldquo;Saya sangat  berterima kasih pada rakyat Malaysia karena meski saya didakwa dengan  berbagai tuduhan itu, mereka masih mendukung kepemimpinan saya, terima  kasih pada partai saya, para pemimpin yang mendukung saya, tanpa ragu  atau mempertanyakan saya sebagai pemimpin bersih.&amp;rdquo;

MACC menyatakan sangat terkejut dengan keputusan peng adilan untuk  membe baskan Lim dan Phang. MACC menyatakan pencabutan kasus itu  dilakukan oleh Kantor Kejak saan Agung, bukan oleh MACC. Phang merupakan  mantan pemilik bungalo Pinhorn Road yang kemudian dibeli seharga  USD679.000 pada Juli 2015 oleh Lim. Lim yang juga sekretaris jenderal  Partai Aksi Demokratik (DAP) menyatakan tidak bersalah atas dua dakwaan  terhadapnya dan menegaskan kasus itu memiliki motif politik. Para  pemimpin koalisi Pakatan Harapan juga mengecam gugatan hukum terhadap  Lim.
Pemimpin senior DAP Lim Kit Siang menyatakan pada 2016 bahwa langkah  hukum itu upaya menghancurkan oposisi dan membela posisi politik mantan  PM Najib Razak. Kini setelah Najib lengser dari kekuasaannya, dia  menjadi target berbagai tuduhan korupsi oleh pengadilan.
(Syarifudin)</content:encoded></item></channel></rss>
