<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menperin Ajak Diaspora Indonesia di Korea Wujudkan Industri 4.0</title><description>Pemerintah mengajak diaspora yang tergabung dalam Persatuan Pelajar Indonesia di Korea (Perpika) untuk membangun perekonomian nasional</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/09/320/1948183/menperin-ajak-diaspora-indonesia-di-korea-wujudkan-industri-4-0</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/09/09/320/1948183/menperin-ajak-diaspora-indonesia-di-korea-wujudkan-industri-4-0"/><item><title>Menperin Ajak Diaspora Indonesia di Korea Wujudkan Industri 4.0</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/09/320/1948183/menperin-ajak-diaspora-indonesia-di-korea-wujudkan-industri-4-0</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/09/09/320/1948183/menperin-ajak-diaspora-indonesia-di-korea-wujudkan-industri-4-0</guid><pubDate>Minggu 09 September 2018 19:04 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/09/09/320/1948183/menperin-ajak-diaspora-indonesia-di-korea-wujudkan-industri-4-0-yyaBjiXArT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/09/09/320/1948183/menperin-ajak-diaspora-indonesia-di-korea-wujudkan-industri-4-0-yyaBjiXArT.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Okezone</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah mengajak diaspora yang tergabung dalam Persatuan Pelajar Indonesia di Korea (Perpika) untuk ikut berkontribusi membangun perekonomian nasional, termasuk upaya pengembangan sektor industri manufaktur.
&quot;Mereka memiliki peranan strategis karena telah mengenyam pendidikan dan pengalaman bidang ilmu pengetahuan dan teknologi selama di Negeri Ginseng tersebut,&amp;rdquo;kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dalam pers rilisnya di Jakarta, Minggu (9/9/2018).
Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat, terlebih lagi untuk mewujudkan visi dasar pembangunan industri nasional. Tujuannya yaitu memperdalam struktur, meningkatkan daya saing di kancah global, dan berbasis pada inovasi, kata Airlangga.
Airlangga menyampaikan hal itu ketika menjadi pembicara pada Seminar Ikatan Alumni Perpika di Seoul, Sabtu petang (8/9) waktu setempat.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/04/04/48801/248320_medium.jpg&quot; alt=&quot;Making Indonesia 4.0 untuk Industri Manufaktur Berdaya Saing Global&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Di hadapan lebih dari 50 peserta, Menperin menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo telah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0. Strategi ini menjadi agenda nasional sebagai sebuah kesiapan dalam mengimplementasikan revolusi industri generasi keempat.
&amp;ldquo;Pembentukan strategi tersebut guna mendukung kinerja industri nasional di era digital, sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi yang inklusif,&amp;rdquo; jelasnya.
Aspirasi besar dari Making Indonesia 4.0 adalah menjadikan Indonesia dalam jajaran 10 negara dengan perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030.
Peluang kerja sama antara pemerintah dengan diaspora, misalnya dalam rangka pemenuhan kebutuhan sumber daya di bidang perindustrian nasional melalui kegiatan riset dan pemanfaatan teknologi terkini.
&amp;ldquo;Salah satu langkah strategis dalam menerapkan roadmap Making Indonesia 4.0, yakni pembangunan infrastruktur digital dan ekosistem inovasi,&amp;rdquo; ungkap Airlangga.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/04/04/48801/248319_medium.jpg&quot; alt=&quot;Making Indonesia 4.0 untuk Industri Manufaktur Berdaya Saing Global&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Hal tersebut diamini oleh Peter, diaspora yang turut hadir, mengatakan bahwa dunia memandang Asia akan menjadi pemimpin dalam penerapan teknologi digital.
Ikonnya yang sudah muncul antara lain Jepang, China, dan Korea. Namun, patut optimis bahwa Indonesia bisa mengarah ke Industri 4.0.
&amp;ldquo;Maka yang terpenting, human investment. Pemerintah perlu lebih banyak mentransformasi desain kurikulum untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) sesuai kebutuhan dunia indutri saat ini. Sebab, Korea sekarang berkembang karena culture of technology yang sudah begitu bagus,&amp;rdquo;paparnya.
Airlangga menjelaskan, Indonesia sedang aktif megambil peluang dalam perkembangan ekonomi digital atau industri 4.0. Terbukti dari tujuh unicorn di Asean, empat diantaranya perusahaan Indonesia.
&amp;ldquo;Kita punya market yang sangat besar, ini menjadi kuncinya. Dalam waktu lima tahun terakhir, perusahaan fintech global banyak masuk di Indonesia,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wOC8wNy8yMi8xMTUyNjkvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(Feb)Terkait upaya peningkatan kompetensi SDM, Airlangga menambahkan,  Pemerintah Indonesia tengah gencar menjalankan program pendidikan dan  pelatihan vokasi. Misalnya di Kementerian Perindustrian sudah melakukan  perbaikan kurikulum kejuruan lebih dari 40 program studi, yang  menerapkan 70 persen praktik dan 30 persen teori di dalam proses  pembelajarannya.
&amp;ldquo;Jadi, diharapkan langkah ini memacu pendidikan teknologi dan permesinan bisa menjadi mainstream kembali,&amp;rdquo; terangnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/04/04/48801/248321_medium.jpg&quot; alt=&quot;Making Indonesia 4.0 untuk Industri Manufaktur Berdaya Saing Global&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Peserta lainnya, Erik dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya  yang sedang mengikuti kursus di Korea, mengharapkan pemerintah untuk  dapat mendorong sinergi antara pihak akademisi dengan pelaku industri di  Indonesia dalam merealisasikan industri 4.0.
&amp;ldquo;Karena industri di Indonesia hanya produksi, sedangkan risetnya di negara masing-masing,&amp;rdquo; ujarnya.
Menteri Airlangga menyatakan, beberapa perusahaan global sudah  membangun pusat penelitian dan pengembangan (RnD) di  Indonesia.&amp;rdquo;Contohnya, Apple di Tangerang, kemudian Daihatsu di Karawang  yang punya RnD center dan fasilitasnya lebih bagus daripada di Jepang,  bahkan produknya juga dijual ke Jepang,&amp;rdquo; sebutnya.
Hal ini tidak terlepas dari peran pemerintah yang fokus pada  pengembangan SDM dalam membangun ekosistem inovasi dan menciptakan iklim  investasi yang kondusif.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/04/04/48801/248319_medium.jpg&quot; alt=&quot;Making Indonesia 4.0 untuk Industri Manufaktur Berdaya Saing Global&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sementara itu, Adi yang sedang belajar di Seoul National University,  meminta kepada pemerintah agar dapat menghilangkan birokrasi yang sulit  untuk mempemudah investor berbisnis di Indonesia.
Apalagi pemerintah tengah aktif menarik investasi guna memperbaiki struktural ekonomi nasional.
&amp;ldquo;Untuk investasi, saat ini sudah ada Online Single Submission (OSS).  Jadi lebih mudah dan cepat. Bahkan, bagi mereka yang mau investasi di  kawasan industri yang telah tersedia, pemerintah jamin tiga jam  perizinannya selesai,&amp;rdquo; jawab Airlangga.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wOC8wNy8yMi8xMTUyNjkvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(Feb)</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah mengajak diaspora yang tergabung dalam Persatuan Pelajar Indonesia di Korea (Perpika) untuk ikut berkontribusi membangun perekonomian nasional, termasuk upaya pengembangan sektor industri manufaktur.
&quot;Mereka memiliki peranan strategis karena telah mengenyam pendidikan dan pengalaman bidang ilmu pengetahuan dan teknologi selama di Negeri Ginseng tersebut,&amp;rdquo;kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dalam pers rilisnya di Jakarta, Minggu (9/9/2018).
Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat, terlebih lagi untuk mewujudkan visi dasar pembangunan industri nasional. Tujuannya yaitu memperdalam struktur, meningkatkan daya saing di kancah global, dan berbasis pada inovasi, kata Airlangga.
Airlangga menyampaikan hal itu ketika menjadi pembicara pada Seminar Ikatan Alumni Perpika di Seoul, Sabtu petang (8/9) waktu setempat.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/04/04/48801/248320_medium.jpg&quot; alt=&quot;Making Indonesia 4.0 untuk Industri Manufaktur Berdaya Saing Global&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Di hadapan lebih dari 50 peserta, Menperin menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo telah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0. Strategi ini menjadi agenda nasional sebagai sebuah kesiapan dalam mengimplementasikan revolusi industri generasi keempat.
&amp;ldquo;Pembentukan strategi tersebut guna mendukung kinerja industri nasional di era digital, sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi yang inklusif,&amp;rdquo; jelasnya.
Aspirasi besar dari Making Indonesia 4.0 adalah menjadikan Indonesia dalam jajaran 10 negara dengan perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030.
Peluang kerja sama antara pemerintah dengan diaspora, misalnya dalam rangka pemenuhan kebutuhan sumber daya di bidang perindustrian nasional melalui kegiatan riset dan pemanfaatan teknologi terkini.
&amp;ldquo;Salah satu langkah strategis dalam menerapkan roadmap Making Indonesia 4.0, yakni pembangunan infrastruktur digital dan ekosistem inovasi,&amp;rdquo; ungkap Airlangga.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/04/04/48801/248319_medium.jpg&quot; alt=&quot;Making Indonesia 4.0 untuk Industri Manufaktur Berdaya Saing Global&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Hal tersebut diamini oleh Peter, diaspora yang turut hadir, mengatakan bahwa dunia memandang Asia akan menjadi pemimpin dalam penerapan teknologi digital.
Ikonnya yang sudah muncul antara lain Jepang, China, dan Korea. Namun, patut optimis bahwa Indonesia bisa mengarah ke Industri 4.0.
&amp;ldquo;Maka yang terpenting, human investment. Pemerintah perlu lebih banyak mentransformasi desain kurikulum untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) sesuai kebutuhan dunia indutri saat ini. Sebab, Korea sekarang berkembang karena culture of technology yang sudah begitu bagus,&amp;rdquo;paparnya.
Airlangga menjelaskan, Indonesia sedang aktif megambil peluang dalam perkembangan ekonomi digital atau industri 4.0. Terbukti dari tujuh unicorn di Asean, empat diantaranya perusahaan Indonesia.
&amp;ldquo;Kita punya market yang sangat besar, ini menjadi kuncinya. Dalam waktu lima tahun terakhir, perusahaan fintech global banyak masuk di Indonesia,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wOC8wNy8yMi8xMTUyNjkvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(Feb)Terkait upaya peningkatan kompetensi SDM, Airlangga menambahkan,  Pemerintah Indonesia tengah gencar menjalankan program pendidikan dan  pelatihan vokasi. Misalnya di Kementerian Perindustrian sudah melakukan  perbaikan kurikulum kejuruan lebih dari 40 program studi, yang  menerapkan 70 persen praktik dan 30 persen teori di dalam proses  pembelajarannya.
&amp;ldquo;Jadi, diharapkan langkah ini memacu pendidikan teknologi dan permesinan bisa menjadi mainstream kembali,&amp;rdquo; terangnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/04/04/48801/248321_medium.jpg&quot; alt=&quot;Making Indonesia 4.0 untuk Industri Manufaktur Berdaya Saing Global&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Peserta lainnya, Erik dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya  yang sedang mengikuti kursus di Korea, mengharapkan pemerintah untuk  dapat mendorong sinergi antara pihak akademisi dengan pelaku industri di  Indonesia dalam merealisasikan industri 4.0.
&amp;ldquo;Karena industri di Indonesia hanya produksi, sedangkan risetnya di negara masing-masing,&amp;rdquo; ujarnya.
Menteri Airlangga menyatakan, beberapa perusahaan global sudah  membangun pusat penelitian dan pengembangan (RnD) di  Indonesia.&amp;rdquo;Contohnya, Apple di Tangerang, kemudian Daihatsu di Karawang  yang punya RnD center dan fasilitasnya lebih bagus daripada di Jepang,  bahkan produknya juga dijual ke Jepang,&amp;rdquo; sebutnya.
Hal ini tidak terlepas dari peran pemerintah yang fokus pada  pengembangan SDM dalam membangun ekosistem inovasi dan menciptakan iklim  investasi yang kondusif.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/04/04/48801/248319_medium.jpg&quot; alt=&quot;Making Indonesia 4.0 untuk Industri Manufaktur Berdaya Saing Global&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sementara itu, Adi yang sedang belajar di Seoul National University,  meminta kepada pemerintah agar dapat menghilangkan birokrasi yang sulit  untuk mempemudah investor berbisnis di Indonesia.
Apalagi pemerintah tengah aktif menarik investasi guna memperbaiki struktural ekonomi nasional.
&amp;ldquo;Untuk investasi, saat ini sudah ada Online Single Submission (OSS).  Jadi lebih mudah dan cepat. Bahkan, bagi mereka yang mau investasi di  kawasan industri yang telah tersedia, pemerintah jamin tiga jam  perizinannya selesai,&amp;rdquo; jawab Airlangga.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wOC8wNy8yMi8xMTUyNjkvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(Feb)</content:encoded></item></channel></rss>
