<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bank Dunia: Langkah RI Stabilkan Rupiah Sudah Tepat   </title><description>Bank Dunia menilai langkah pemerintah dalam menyikapi pelemahan nilai tukar Rupiah sudah tepat</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/10/278/1948668/bank-dunia-langkah-ri-stabilkan-rupiah-sudah-tepat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/09/10/278/1948668/bank-dunia-langkah-ri-stabilkan-rupiah-sudah-tepat"/><item><title>Bank Dunia: Langkah RI Stabilkan Rupiah Sudah Tepat   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/10/278/1948668/bank-dunia-langkah-ri-stabilkan-rupiah-sudah-tepat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/09/10/278/1948668/bank-dunia-langkah-ri-stabilkan-rupiah-sudah-tepat</guid><pubDate>Senin 10 September 2018 17:50 WIB</pubDate><dc:creator>Ulfa Arieza</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/09/10/278/1948668/bank-dunia-langkah-ri-stabilkan-rupiah-sudah-tepat-FdnnUKhXLB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Dunia (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/09/10/278/1948668/bank-dunia-langkah-ri-stabilkan-rupiah-sudah-tepat-FdnnUKhXLB.jpg</image><title>Bank Dunia (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Country Director Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo A Chaves menilai, langkah pemerintah dalam menyikapi pelemahan nilai tukar Rupiah sudah tepat. Nilai tukar Rupiah akhir-akhir ini memang cukup tertekan akibat sentimen ekonomi global. Hingga saat ini, Rupiah parkir di level Rp14.800-an.
&quot;Saya pikir tanggapan pemerintah telah sangat baik, dalam arti bahwa pemerintah bekerja sama dengan bank sentral,&quot; kata di di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (10/9/2018).

Rodrigo juga mengatakan, pemerintah sangat tepat jika memperbaiki defisit fiskal dan defisit transaksi berjalan. Dua hal tersebut dinilai bisa memperbaiki nilai tukar Rupiah.
&quot;Saya pikir mereka respon mereka sangat dipercaya, dan pendekatannya yang sangat baik untuk mengendalikan apa yang terjadi,&quot; kata Rodrigo.

Sebagai informasi, pemerintah resmi menaikkan pajak impor dari 1.147 komoditas. Sebanyak 210 item komoditas tarif PPh 22 naik dari 7,5% menjadi 10%. Termasuk dalam kategori ini adalah barang mewah seperti mobil CBU, dan motor besar.
Sementara 218 item komoditas, tarif PPh 22 naik dari 2,5% menjadi 10%. Ada juga 719 item komoditas, tarif PPh 22 naik dari 2,5% menjadi 7,5%.



(Feb)</description><content:encoded>JAKARTA - Country Director Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo A Chaves menilai, langkah pemerintah dalam menyikapi pelemahan nilai tukar Rupiah sudah tepat. Nilai tukar Rupiah akhir-akhir ini memang cukup tertekan akibat sentimen ekonomi global. Hingga saat ini, Rupiah parkir di level Rp14.800-an.
&quot;Saya pikir tanggapan pemerintah telah sangat baik, dalam arti bahwa pemerintah bekerja sama dengan bank sentral,&quot; kata di di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (10/9/2018).

Rodrigo juga mengatakan, pemerintah sangat tepat jika memperbaiki defisit fiskal dan defisit transaksi berjalan. Dua hal tersebut dinilai bisa memperbaiki nilai tukar Rupiah.
&quot;Saya pikir mereka respon mereka sangat dipercaya, dan pendekatannya yang sangat baik untuk mengendalikan apa yang terjadi,&quot; kata Rodrigo.

Sebagai informasi, pemerintah resmi menaikkan pajak impor dari 1.147 komoditas. Sebanyak 210 item komoditas tarif PPh 22 naik dari 7,5% menjadi 10%. Termasuk dalam kategori ini adalah barang mewah seperti mobil CBU, dan motor besar.
Sementara 218 item komoditas, tarif PPh 22 naik dari 2,5% menjadi 10%. Ada juga 719 item komoditas, tarif PPh 22 naik dari 2,5% menjadi 7,5%.



(Feb)</content:encoded></item></channel></rss>
