<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi Ibaratkan Ekonomi Global seperti Film Avengers</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut kondisi perekonomian dunia saat ini menuju &amp;lsquo;perang yang tak terbatas&amp;rsquo; atau infinity war</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/12/320/1949514/presiden-jokowi-ibaratkan-ekonomi-global-seperti-film-avengers</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/09/12/320/1949514/presiden-jokowi-ibaratkan-ekonomi-global-seperti-film-avengers"/><item><title>Presiden Jokowi Ibaratkan Ekonomi Global seperti Film Avengers</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/12/320/1949514/presiden-jokowi-ibaratkan-ekonomi-global-seperti-film-avengers</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/09/12/320/1949514/presiden-jokowi-ibaratkan-ekonomi-global-seperti-film-avengers</guid><pubDate>Rabu 12 September 2018 17:14 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/09/12/320/1949514/presiden-jokowi-ibaratkan-ekonomi-global-seperti-film-avengers-yNQk359pJ5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi di World Economic Forum Hanoi, Vietnam (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/09/12/320/1949514/presiden-jokowi-ibaratkan-ekonomi-global-seperti-film-avengers-yNQk359pJ5.jpg</image><title>Presiden Jokowi di World Economic Forum Hanoi, Vietnam (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut kondisi perekonomian dunia saat ini menuju &amp;lsquo;perang yang tak terbatas&amp;rsquo; atau infinity war. Mengambil cerita film Avengers: Infinity War di mana sosok bernama &amp;lsquo;Thanos mengancam memusnahkan setengah populasi bumi. Namun Presiden Jokowi menegaskan, dirinya  dan sesama rekan Avengers  lainnya siap untuk mencegah hal tersebut terjadi.
&amp;ldquo;Thanos ingin memusnahkan setengah populasi karena ia percaya sumber daya planet bumi terbatas,&amp;rdquo; kata Presiden Jokowi saat menyampaikan pidatonya pada World Economic Forum on ASEAN, di National Convention Center, Hanoi, Vietnam, seperti dilansir dalam laman Setkab, Rabu (12/9/2018).
Namun menurut Presiden, pada kenyataannya sumber daya untuk umat manusia tidak terbatas. Perkembangan teknologi misalnya, telah menghasilkan peningkatan efisiensi, memberi kemampuan untuk memperbanyak sumber daya lebih banyak dari sebelumnya.

&amp;ldquo;Penelitian ilmiah membuktikan, ekonomi kita sekarang lebih &amp;lsquo;ringan&amp;rsquo; dalam hal berat fisik dan volume fisik. Dalam 12 tahun terakhir, total berat dan volume televisi, kamera, pemutar music, buku, surat kabar, dan majalah telah tergantikan oleh ringannya ponsel pintar dan tablet,&amp;rdquo; ujar Presiden.
Presiden memberikan contoh bagaimana pembangkit listrik berbahan bakar batubara yang besar dan berat, sudah mulai diganti oleh panel surya yang tipis dan ringan.

Di depan sejumlah pimpinan negara yang hadir, Presiden Jokowi juga memaparkan bahwa sudah saatnya peningkatan ekonomi didorong bukan lagi dari sumber daya alam, melainkan sumber daya manusia yang tidak terbatas.
&amp;ldquo;Asian Games dan Asian Para Games yang diadakan di Jakarta dan Palembang, merupakan pertunjukan spektakuler dari bakat manusia di Asia. Lebih dari 14 ribu atlet dan 7 ribu officials dari 45 negara bertanding di 40 cabang olah raga,&amp;rdquo; ungkap Presiden.
Bahkan, lanjut Presiden, pada acara pembukaaan dan penutupan, ribuan penyanyi, penari, dan berbagai artis dari Indonesia, India, Korea, serta berbagai negara turut memeriahkan acara, termasuk penampilan Dangdut dari Indonesia, Bollywood dari India, dan K-Pop dari Korea.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wOS8wNC80LzExNjAwNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(Feb)Secara khusus di Indonesia, Presiden Jokowi juga menyampikan, bahwa  kaum mudanya sedang menggerakkan transformasi  e-Commerce dan ekonomi  digital.
&amp;ldquo;Saat ini, Indonesia telah memiliki empat Unicorn atau perusahaan  start-up dengan nilai miliaran dolar, sama dengan jumlah Unicorn di  gabungan 28 negara di Uni Eropa,&amp;rdquo; ucap Presiden.
Sumber daya manusia, menurut Presiden, juga turut mendorong revolusi  industri keempat atau Revolusi Industri 4.0. Presiden mengatakan bahwa  pada 4 April lalu ia telah meluncurkan program pemerintah  Revolusi  Industri 4.0 yang diberi nama &amp;ldquo;Making Indonesia 4.0&amp;ldquo;.

&amp;ldquo;Saya percaya bahwa Revolusi Industri 4.0 akan menciptakan banyak  lapangan kerja dan meningkatkan kesetaraan, karena salah satu aspek  penting dari Industri 4.0 adalah penurunan biaya produk dan jasa  sehingga menyebabkan produk tersebut lebih murah dan mudah dijangkau  bagi kalangan berpendapatan rendah,&amp;rdquo; ujar Presiden.
Oleh sebab itu, Presiden Jokowi meyakini, ASEAN, termasuk Indonesia  akan menjadi yang terdepan dalam Revolusi Industri 4.0. Presiden kembali  mencontohkan dalam Asian Games misalnya, Indonesia telah  mempertunjukkan uji coba mobil otonom (tanpa pengemudi) yang beroperasi  di jaringan 5G.

Namun, Presiden kembali menegaskan untuk menuju ke arah sana,  negara-negara di ASEAN harus mencegah terlebih dahulu perang dagang  untuk menjadi &amp;lsquo;perang yang tak terbatas&amp;rsquo;. Sosok Thanos menurut Presiden,  bukanlah seorang individu, namun sebuah kepercayaan yang salah bahwa  untuk mencapai keberhasilan bagi semua, yang lain harus mengalah.
&amp;ldquo;&amp;lsquo;Perang yang tak terbatas&amp;rsquo; bukan hanya tentang perang dagang, namun  tentang kita semua agar kembali belajar pada sejarah, bahwa dengan  kreativitas, energi, kolaborasi dan kemitraan, kita sebagai manusia  dapat menikmati &amp;lsquo;kelimpahan&amp;rsquo;, dan kita bisa menghasilkan bukan &amp;lsquo;perang  yang tak terbatas&amp;rsquo; melainkan &amp;lsquo;sumber yang tak terbatas&amp;rsquo;,&amp;rdquo; kata Presiden  mengakhiri sambutannya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wOS8wNC80LzExNjAwNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(Feb)</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut kondisi perekonomian dunia saat ini menuju &amp;lsquo;perang yang tak terbatas&amp;rsquo; atau infinity war. Mengambil cerita film Avengers: Infinity War di mana sosok bernama &amp;lsquo;Thanos mengancam memusnahkan setengah populasi bumi. Namun Presiden Jokowi menegaskan, dirinya  dan sesama rekan Avengers  lainnya siap untuk mencegah hal tersebut terjadi.
&amp;ldquo;Thanos ingin memusnahkan setengah populasi karena ia percaya sumber daya planet bumi terbatas,&amp;rdquo; kata Presiden Jokowi saat menyampaikan pidatonya pada World Economic Forum on ASEAN, di National Convention Center, Hanoi, Vietnam, seperti dilansir dalam laman Setkab, Rabu (12/9/2018).
Namun menurut Presiden, pada kenyataannya sumber daya untuk umat manusia tidak terbatas. Perkembangan teknologi misalnya, telah menghasilkan peningkatan efisiensi, memberi kemampuan untuk memperbanyak sumber daya lebih banyak dari sebelumnya.

&amp;ldquo;Penelitian ilmiah membuktikan, ekonomi kita sekarang lebih &amp;lsquo;ringan&amp;rsquo; dalam hal berat fisik dan volume fisik. Dalam 12 tahun terakhir, total berat dan volume televisi, kamera, pemutar music, buku, surat kabar, dan majalah telah tergantikan oleh ringannya ponsel pintar dan tablet,&amp;rdquo; ujar Presiden.
Presiden memberikan contoh bagaimana pembangkit listrik berbahan bakar batubara yang besar dan berat, sudah mulai diganti oleh panel surya yang tipis dan ringan.

Di depan sejumlah pimpinan negara yang hadir, Presiden Jokowi juga memaparkan bahwa sudah saatnya peningkatan ekonomi didorong bukan lagi dari sumber daya alam, melainkan sumber daya manusia yang tidak terbatas.
&amp;ldquo;Asian Games dan Asian Para Games yang diadakan di Jakarta dan Palembang, merupakan pertunjukan spektakuler dari bakat manusia di Asia. Lebih dari 14 ribu atlet dan 7 ribu officials dari 45 negara bertanding di 40 cabang olah raga,&amp;rdquo; ungkap Presiden.
Bahkan, lanjut Presiden, pada acara pembukaaan dan penutupan, ribuan penyanyi, penari, dan berbagai artis dari Indonesia, India, Korea, serta berbagai negara turut memeriahkan acara, termasuk penampilan Dangdut dari Indonesia, Bollywood dari India, dan K-Pop dari Korea.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wOS8wNC80LzExNjAwNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(Feb)Secara khusus di Indonesia, Presiden Jokowi juga menyampikan, bahwa  kaum mudanya sedang menggerakkan transformasi  e-Commerce dan ekonomi  digital.
&amp;ldquo;Saat ini, Indonesia telah memiliki empat Unicorn atau perusahaan  start-up dengan nilai miliaran dolar, sama dengan jumlah Unicorn di  gabungan 28 negara di Uni Eropa,&amp;rdquo; ucap Presiden.
Sumber daya manusia, menurut Presiden, juga turut mendorong revolusi  industri keempat atau Revolusi Industri 4.0. Presiden mengatakan bahwa  pada 4 April lalu ia telah meluncurkan program pemerintah  Revolusi  Industri 4.0 yang diberi nama &amp;ldquo;Making Indonesia 4.0&amp;ldquo;.

&amp;ldquo;Saya percaya bahwa Revolusi Industri 4.0 akan menciptakan banyak  lapangan kerja dan meningkatkan kesetaraan, karena salah satu aspek  penting dari Industri 4.0 adalah penurunan biaya produk dan jasa  sehingga menyebabkan produk tersebut lebih murah dan mudah dijangkau  bagi kalangan berpendapatan rendah,&amp;rdquo; ujar Presiden.
Oleh sebab itu, Presiden Jokowi meyakini, ASEAN, termasuk Indonesia  akan menjadi yang terdepan dalam Revolusi Industri 4.0. Presiden kembali  mencontohkan dalam Asian Games misalnya, Indonesia telah  mempertunjukkan uji coba mobil otonom (tanpa pengemudi) yang beroperasi  di jaringan 5G.

Namun, Presiden kembali menegaskan untuk menuju ke arah sana,  negara-negara di ASEAN harus mencegah terlebih dahulu perang dagang  untuk menjadi &amp;lsquo;perang yang tak terbatas&amp;rsquo;. Sosok Thanos menurut Presiden,  bukanlah seorang individu, namun sebuah kepercayaan yang salah bahwa  untuk mencapai keberhasilan bagi semua, yang lain harus mengalah.
&amp;ldquo;&amp;lsquo;Perang yang tak terbatas&amp;rsquo; bukan hanya tentang perang dagang, namun  tentang kita semua agar kembali belajar pada sejarah, bahwa dengan  kreativitas, energi, kolaborasi dan kemitraan, kita sebagai manusia  dapat menikmati &amp;lsquo;kelimpahan&amp;rsquo;, dan kita bisa menghasilkan bukan &amp;lsquo;perang  yang tak terbatas&amp;rsquo; melainkan &amp;lsquo;sumber yang tak terbatas&amp;rsquo;,&amp;rdquo; kata Presiden  mengakhiri sambutannya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wOS8wNC80LzExNjAwNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(Feb)</content:encoded></item></channel></rss>
