<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gandeng Perkumpulan Diaspora, Gerakan Ok Oce Dorong Ekspor Produk UMK</title><description>Pengembangan Ekspor Usaha Industri Kecil Menengah</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/13/320/1950092/gandeng-perkumpulan-diaspora-gerakan-ok-oce-dorong-ekspor-produk-umk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/09/13/320/1950092/gandeng-perkumpulan-diaspora-gerakan-ok-oce-dorong-ekspor-produk-umk"/><item><title>Gandeng Perkumpulan Diaspora, Gerakan Ok Oce Dorong Ekspor Produk UMK</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/13/320/1950092/gandeng-perkumpulan-diaspora-gerakan-ok-oce-dorong-ekspor-produk-umk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/09/13/320/1950092/gandeng-perkumpulan-diaspora-gerakan-ok-oce-dorong-ekspor-produk-umk</guid><pubDate>Kamis 13 September 2018 19:02 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/09/13/320/1950092/gandeng-perkumpulan-diaspora-gerakan-ok-oce-dorong-ekspor-produk-umk-NyWDE8iGwI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ok Oce Dorong Ekspor Produk UKM (Foto: Taufik/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/09/13/320/1950092/gandeng-perkumpulan-diaspora-gerakan-ok-oce-dorong-ekspor-produk-umk-NyWDE8iGwI.jpg</image><title>Ok Oce Dorong Ekspor Produk UKM (Foto: Taufik/Okezone)</title></images><description>JAKARTA- Perkumpulan Gerakan Ok Oce (PGO) menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Perkumpulan Indonesia Diaspora Pemberdayaan dan Pengembangan Ekspor Usaha Industri Kecil Menengah (ID SEED), untuk melakukan program ekspor produk UKM-IKM Nasional.
Ketua PGO Coach Faran menyatakan, penandatanganan dilakukan agar program Ok Oce mendorong percepatan UKM-IKM Indonesia yang siap dan sudah ekspor ke berbagai benua dan negara, seperti Amerika Serikat, Kanada, Eropa, Asia dan Australia.
&quot;Penumbuhan dan pengembangan usaha dan pengusaha sudah saatnya ditingkatkan untuk menuju pasar global,&quot; kata Faran di Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Dia menjelaskan, pasar global saat ini sangat terbuka dan membutuhkan produk-produk  dari Indonesia, sekaligus mengangkat daya saing UKM-IKM dengan peningkatan kapasitas dan kualitas.
&quot;Serta standarisasi produk sesuai pasar global,&quot; jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum ID SEED Ira Damayanti mengatakan, kegiatan MoU ini sebagai langkah strategis dalam memberikan informasi bagaimana melakukan ekspor, banyak yang belum memahami dan mendapatkan informasi yang jelas.

&quot;Untuk ekspor sebenarnya tidak rumit, namun memang perlu proses. Maka itulah perlunya pembekalan dan pendampingan bagi UKM- IKM yang memiliki produk berpotensi atau baru memulai ekspor,&quot; ungkapnya.
Dia menambahkan, produk UKM-IKM Indonesia banyak  yang bagus dan mampu bersaing di pasar global, namun belum banyak yang mengerti  bagaimana menembus pasar modal ekspor tersebut.
&quot;Hal itu disebabkan oleh kurangnya informasi dan pengetahuan tentang tata cara ekspor serta regulasi ekspor baik di Indonesia dan negara tujuan ekspor,&quot; pungkasnya.
(Feb)
</description><content:encoded>JAKARTA- Perkumpulan Gerakan Ok Oce (PGO) menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Perkumpulan Indonesia Diaspora Pemberdayaan dan Pengembangan Ekspor Usaha Industri Kecil Menengah (ID SEED), untuk melakukan program ekspor produk UKM-IKM Nasional.
Ketua PGO Coach Faran menyatakan, penandatanganan dilakukan agar program Ok Oce mendorong percepatan UKM-IKM Indonesia yang siap dan sudah ekspor ke berbagai benua dan negara, seperti Amerika Serikat, Kanada, Eropa, Asia dan Australia.
&quot;Penumbuhan dan pengembangan usaha dan pengusaha sudah saatnya ditingkatkan untuk menuju pasar global,&quot; kata Faran di Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Dia menjelaskan, pasar global saat ini sangat terbuka dan membutuhkan produk-produk  dari Indonesia, sekaligus mengangkat daya saing UKM-IKM dengan peningkatan kapasitas dan kualitas.
&quot;Serta standarisasi produk sesuai pasar global,&quot; jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum ID SEED Ira Damayanti mengatakan, kegiatan MoU ini sebagai langkah strategis dalam memberikan informasi bagaimana melakukan ekspor, banyak yang belum memahami dan mendapatkan informasi yang jelas.

&quot;Untuk ekspor sebenarnya tidak rumit, namun memang perlu proses. Maka itulah perlunya pembekalan dan pendampingan bagi UKM- IKM yang memiliki produk berpotensi atau baru memulai ekspor,&quot; ungkapnya.
Dia menambahkan, produk UKM-IKM Indonesia banyak  yang bagus dan mampu bersaing di pasar global, namun belum banyak yang mengerti  bagaimana menembus pasar modal ekspor tersebut.
&quot;Hal itu disebabkan oleh kurangnya informasi dan pengetahuan tentang tata cara ekspor serta regulasi ekspor baik di Indonesia dan negara tujuan ekspor,&quot; pungkasnya.
(Feb)
</content:encoded></item></channel></rss>
