<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketimpangan Kota Semarang Membaik meski Ekonomi Lesu</title><description>Kota Semarang termasuk salah satu kota di Indonesia yang terdampak krisis ekonomi global pada periode 2008-2009.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/14/20/1950453/ketimpangan-kota-semarang-membaik-meski-ekonomi-lesu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/09/14/20/1950453/ketimpangan-kota-semarang-membaik-meski-ekonomi-lesu"/><item><title>Ketimpangan Kota Semarang Membaik meski Ekonomi Lesu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/14/20/1950453/ketimpangan-kota-semarang-membaik-meski-ekonomi-lesu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/09/14/20/1950453/ketimpangan-kota-semarang-membaik-meski-ekonomi-lesu</guid><pubDate>Jum'at 14 September 2018 14:25 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/09/14/20/1950453/ketimpangan-kota-semarang-membaik-meski-ekonomi-lesu-BAXkvKUesk.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/09/14/20/1950453/ketimpangan-kota-semarang-membaik-meski-ekonomi-lesu-BAXkvKUesk.jpeg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>SEMARANG - Kota Semarang termasuk salah satu kota di Indonesia yang terdampak krisis ekonomi global pada periode 2008-2009. Hal tersebut tergambar dari catatan Indeks Gini Ratio (ketimpangan masyarakat) Kota Semarang pada 2009 yang sebesar 0,37.
Angka itu menjadi yang terbesar di antara daerah-daerah lain di Jawa Tengah. Sebut saja Solo yang hanya sebesar 0,27, Salatiga dengan 0,29, bahkan Kendal dengan 0,22. Seiring waktu, ketimpangan masyarakat saat teradi perlambatan ekonomi global dapat dikendalikan.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/05/52958/267123_medium.jpg&quot; alt=&quot;Titik Terendah Persentase Kemiskinan sejak Tahun 1999&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS), saat terjadi lagi perlambatan ekonomi global pada 2015, Kota Semarang mampu memperkecil catatan indeks ketimpangan masyarakatnya. Tercatat pada tahun 2015 indeks ketimpangan masyarakat Kota Semarang turun di angka 0,31 dan menjadi salah satu yang terkecil di Jawa Tengah.
&amp;ldquo;Semarang sebagai kota metropolitan capaian itu mampu menyalip Solo dengan 0,36, Salatiga dengan 0,35, bahkan Kendal yang ada di angka 0,34. Bahkan saat terjadi siklus perlambatan ekonomi global kembali tahun ini, pemerintah sudah mengupayakan dengan sejumlah program fasilitas hidup gratis,&amp;rdquo; kata pria yang akrab disapa Hendi itu, Jumat (14/9/2018).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/05/52958/267125_medium.jpg&quot; alt=&quot;Titik Terendah Persentase Kemiskinan sejak Tahun 1999&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Politikus PDIP itu menjelaskan, sejumlah program kerakyatan yang digagas atara lain melalui berobat gratis, sekolah gratis, dan renovasi rumah gratis. Selain itu, juga terdapat program gas gratis untuk rumah tangga yang dihasilkan dari pengolahan sampah di tempat pembuangan akhir Jatibarang.
&quot;Saya rasa capaian positif ini bukan hanya hasil kerja Pemerintah Kota Semarang saja, tetapi juga ada campur tangan Pemerintah Pusat, Provinsi, pihak swasta, akademisi, dan masyarakat seluruhnya. Termasuk hari ini, konsep pembangunan bergerak bersama harus terus kita pertahankan untuk dapat terus saling mendukung,&quot; tegasnya.</description><content:encoded>SEMARANG - Kota Semarang termasuk salah satu kota di Indonesia yang terdampak krisis ekonomi global pada periode 2008-2009. Hal tersebut tergambar dari catatan Indeks Gini Ratio (ketimpangan masyarakat) Kota Semarang pada 2009 yang sebesar 0,37.
Angka itu menjadi yang terbesar di antara daerah-daerah lain di Jawa Tengah. Sebut saja Solo yang hanya sebesar 0,27, Salatiga dengan 0,29, bahkan Kendal dengan 0,22. Seiring waktu, ketimpangan masyarakat saat teradi perlambatan ekonomi global dapat dikendalikan.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/05/52958/267123_medium.jpg&quot; alt=&quot;Titik Terendah Persentase Kemiskinan sejak Tahun 1999&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS), saat terjadi lagi perlambatan ekonomi global pada 2015, Kota Semarang mampu memperkecil catatan indeks ketimpangan masyarakatnya. Tercatat pada tahun 2015 indeks ketimpangan masyarakat Kota Semarang turun di angka 0,31 dan menjadi salah satu yang terkecil di Jawa Tengah.
&amp;ldquo;Semarang sebagai kota metropolitan capaian itu mampu menyalip Solo dengan 0,36, Salatiga dengan 0,35, bahkan Kendal yang ada di angka 0,34. Bahkan saat terjadi siklus perlambatan ekonomi global kembali tahun ini, pemerintah sudah mengupayakan dengan sejumlah program fasilitas hidup gratis,&amp;rdquo; kata pria yang akrab disapa Hendi itu, Jumat (14/9/2018).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/05/52958/267125_medium.jpg&quot; alt=&quot;Titik Terendah Persentase Kemiskinan sejak Tahun 1999&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Politikus PDIP itu menjelaskan, sejumlah program kerakyatan yang digagas atara lain melalui berobat gratis, sekolah gratis, dan renovasi rumah gratis. Selain itu, juga terdapat program gas gratis untuk rumah tangga yang dihasilkan dari pengolahan sampah di tempat pembuangan akhir Jatibarang.
&quot;Saya rasa capaian positif ini bukan hanya hasil kerja Pemerintah Kota Semarang saja, tetapi juga ada campur tangan Pemerintah Pusat, Provinsi, pihak swasta, akademisi, dan masyarakat seluruhnya. Termasuk hari ini, konsep pembangunan bergerak bersama harus terus kita pertahankan untuk dapat terus saling mendukung,&quot; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
