<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ternyata, Mark Zuckerberg Tak Pernah Bekerja Selain di Facebook</title><description>CEO Facebook Mark Zuckerberg ternyata tidak pernah bekerja selain di perusahaan yang membesarkan namanya saat ini</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/17/320/1951621/ternyata-mark-zuckerberg-tak-pernah-bekerja-selain-di-facebook</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/09/17/320/1951621/ternyata-mark-zuckerberg-tak-pernah-bekerja-selain-di-facebook"/><item><title>Ternyata, Mark Zuckerberg Tak Pernah Bekerja Selain di Facebook</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/17/320/1951621/ternyata-mark-zuckerberg-tak-pernah-bekerja-selain-di-facebook</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/09/17/320/1951621/ternyata-mark-zuckerberg-tak-pernah-bekerja-selain-di-facebook</guid><pubDate>Senin 17 September 2018 16:06 WIB</pubDate><dc:creator>Rafida Ulfa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/09/17/320/1951621/ternyata-mark-zuckerberg-tak-pernah-bekerja-selain-di-facebook-Y85WUIVVRy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/09/17/320/1951621/ternyata-mark-zuckerberg-tak-pernah-bekerja-selain-di-facebook-Y85WUIVVRy.jpg</image><title>Foto: Reuters</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; CEO Facebook Mark Zuckerberg ternyata tidak pernah bekerja selain di perusahaan yang membesarkan namanya saat ini, yakni Facebook.

Hal ini diungkapkan oleh COO Facebook Sheryl Sanderg. Dia mengatakan bahwa Mark Zuckerberg tidak memiliki pengalaman berkarier atau menjadi pemimpin perusahaan. Dia hanya memiliki satu pengalaman yakni di Facebook.

Dilansir oleh Okezone dari Business Insider, Senin (17/9/2018), Zuckerberg berusia 34 tahun, dia menemukan Facebook ketika dia kuliah. Zuckerberg mendesain seluruh perusahaan agar cocok dengan preferensi uniknya.
&amp;nbsp;
Meskipun Zuckerberg adalah contoh pemimpin yang tidak biasa, namun ini menimbulkan pertanyaan tentang keuntungan dan kerugian membangun karier di satu tempat.

Business Insider lalu meminta dua pakar tempat kerja untuk menanyakan pendapat mereka, meskipun mereka tidak dapat berkomentar tentang Zuckerberg secara khusus karena mereka tidak mengenalnya secara pribadi.

Pemimpin harus mengelilingi diri dengan orang-orang yang memiliki perspektif berbeda
&amp;nbsp;
Jeime Klein, seorang pemilik dari Inspire Human Resources, menyebutkan beberapa keuntungan dalam pemimpin jangka panjang, termasuk pengetahuan institusional dan stabilitas budaya. Klein mengamati bahwa ketika organisasi mengalami transisi dalam kepemimpinan, ada waktu di mana orang-orang tidak produktif.

Klein menambahkan bahwa kerugian memiliki pemimpin jangka panjang adalah &amp;ldquo;Anda tidak perlu mendatangkan ide-ide baru.&amp;rdquo; Kita cenderung mengelilingi diri kita dengan orang-orang luar  biasa yang mengingatkan kita akan diri luar biasa yang kita miliki,&amp;rdquo; kata Klein, sebagai seseorang dengan perspektif yang berbeda.

Salah satu solusi potensial, menurut Klein dan Erica Keswin, yang merupakan ahli strategi tempat kerja, mengatakan bahwa, bagi para CEO untuk mengelilingi diri mereka dengan para pemimpin yang memiliki latar belakang yang lebih beragam. Itulah yang tampaknya dilakukan oleh Zuckerberg dalam merekrut Sandberg, yang berasal dari Google dan memiliki pengalaman dari pemerintah.
&amp;nbsp;Keswin memiliki arti lain untuk para CEO dan pendiri jangka panjang: Bergabunglah dengan organisasi dengan orang-orang dalam posisi kepemimpinan besar dari perusahaan lain. Dengan cara itu, mereka bisa mendapatkan umpan balik yang tepat tentang kinerja mereka dan bagaimana cara para pemimpin lain mengatasi tantangan serupa.Individu dapat lebih berguna jika berpindah-pindah dari perusahaan ke perusahaan lain.

Sebagai orang yang bukan dari posisi pemimpin besar, Keswin memiliki  tips yang sama, yaitu: Carilah peluang untuk bekerja di seluruh  organisasi sehingga Anda terus belajar dan berkembang. Itu mungkin  berarti menjadi sukarelawan untuk proyek sampingan di departemen lain

&amp;ldquo;Anda menjadi lebih bernilai dalam bisnis itu karena Anda dapat menghubungkan titik-titik,&amp;rdquo; kata Keswin.

Klein berpandangan bahwa berpindah-pindah organisasi dapat bermanfaat  bagi pekerja individual, khususnya karena mereka membangun kemampuan  yang berbeda dalam satu waktu. &amp;ldquo;Kebanyakan dapat membantu orang, jika  mereka dapat merasakan seperti mereka tidak dapat menggapai karier  potensialnya,&amp;rdquo; untuk berpindah perusahaan, katanya.

Hal ini juga sangat berguna untuk bekerja di kepemimpinan yang baru,  &amp;ldquo;dengan ide yang baru, bimbingan teknik yang baru, dan cara baru untuk  membangun orang itu.&amp;rdquo;

Sering kali, keputusan untuk berganti perusahaan datang karena  institusi daripada logika. Seperti Klein berkata, &quot;Semua orang tahu jauh  di dalam jiwa mereka ketika saatnya untuk pergi.&quot;

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; CEO Facebook Mark Zuckerberg ternyata tidak pernah bekerja selain di perusahaan yang membesarkan namanya saat ini, yakni Facebook.

Hal ini diungkapkan oleh COO Facebook Sheryl Sanderg. Dia mengatakan bahwa Mark Zuckerberg tidak memiliki pengalaman berkarier atau menjadi pemimpin perusahaan. Dia hanya memiliki satu pengalaman yakni di Facebook.

Dilansir oleh Okezone dari Business Insider, Senin (17/9/2018), Zuckerberg berusia 34 tahun, dia menemukan Facebook ketika dia kuliah. Zuckerberg mendesain seluruh perusahaan agar cocok dengan preferensi uniknya.
&amp;nbsp;
Meskipun Zuckerberg adalah contoh pemimpin yang tidak biasa, namun ini menimbulkan pertanyaan tentang keuntungan dan kerugian membangun karier di satu tempat.

Business Insider lalu meminta dua pakar tempat kerja untuk menanyakan pendapat mereka, meskipun mereka tidak dapat berkomentar tentang Zuckerberg secara khusus karena mereka tidak mengenalnya secara pribadi.

Pemimpin harus mengelilingi diri dengan orang-orang yang memiliki perspektif berbeda
&amp;nbsp;
Jeime Klein, seorang pemilik dari Inspire Human Resources, menyebutkan beberapa keuntungan dalam pemimpin jangka panjang, termasuk pengetahuan institusional dan stabilitas budaya. Klein mengamati bahwa ketika organisasi mengalami transisi dalam kepemimpinan, ada waktu di mana orang-orang tidak produktif.

Klein menambahkan bahwa kerugian memiliki pemimpin jangka panjang adalah &amp;ldquo;Anda tidak perlu mendatangkan ide-ide baru.&amp;rdquo; Kita cenderung mengelilingi diri kita dengan orang-orang luar  biasa yang mengingatkan kita akan diri luar biasa yang kita miliki,&amp;rdquo; kata Klein, sebagai seseorang dengan perspektif yang berbeda.

Salah satu solusi potensial, menurut Klein dan Erica Keswin, yang merupakan ahli strategi tempat kerja, mengatakan bahwa, bagi para CEO untuk mengelilingi diri mereka dengan para pemimpin yang memiliki latar belakang yang lebih beragam. Itulah yang tampaknya dilakukan oleh Zuckerberg dalam merekrut Sandberg, yang berasal dari Google dan memiliki pengalaman dari pemerintah.
&amp;nbsp;Keswin memiliki arti lain untuk para CEO dan pendiri jangka panjang: Bergabunglah dengan organisasi dengan orang-orang dalam posisi kepemimpinan besar dari perusahaan lain. Dengan cara itu, mereka bisa mendapatkan umpan balik yang tepat tentang kinerja mereka dan bagaimana cara para pemimpin lain mengatasi tantangan serupa.Individu dapat lebih berguna jika berpindah-pindah dari perusahaan ke perusahaan lain.

Sebagai orang yang bukan dari posisi pemimpin besar, Keswin memiliki  tips yang sama, yaitu: Carilah peluang untuk bekerja di seluruh  organisasi sehingga Anda terus belajar dan berkembang. Itu mungkin  berarti menjadi sukarelawan untuk proyek sampingan di departemen lain

&amp;ldquo;Anda menjadi lebih bernilai dalam bisnis itu karena Anda dapat menghubungkan titik-titik,&amp;rdquo; kata Keswin.

Klein berpandangan bahwa berpindah-pindah organisasi dapat bermanfaat  bagi pekerja individual, khususnya karena mereka membangun kemampuan  yang berbeda dalam satu waktu. &amp;ldquo;Kebanyakan dapat membantu orang, jika  mereka dapat merasakan seperti mereka tidak dapat menggapai karier  potensialnya,&amp;rdquo; untuk berpindah perusahaan, katanya.

Hal ini juga sangat berguna untuk bekerja di kepemimpinan yang baru,  &amp;ldquo;dengan ide yang baru, bimbingan teknik yang baru, dan cara baru untuk  membangun orang itu.&amp;rdquo;

Sering kali, keputusan untuk berganti perusahaan datang karena  institusi daripada logika. Seperti Klein berkata, &quot;Semua orang tahu jauh  di dalam jiwa mereka ketika saatnya untuk pergi.&quot;

</content:encoded></item></channel></rss>
