<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Digitalisasi Sektor Pertanian, Drone hingga Satelit Dilibatkan</title><description>Teknologi digital pertanian kini telah mulai berkembang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/17/320/1951805/digitalisasi-sektor-pertanian-drone-hingga-satelit-dilibatkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/09/17/320/1951805/digitalisasi-sektor-pertanian-drone-hingga-satelit-dilibatkan"/><item><title>Digitalisasi Sektor Pertanian, Drone hingga Satelit Dilibatkan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/17/320/1951805/digitalisasi-sektor-pertanian-drone-hingga-satelit-dilibatkan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/09/17/320/1951805/digitalisasi-sektor-pertanian-drone-hingga-satelit-dilibatkan</guid><pubDate>Senin 17 September 2018 21:16 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/09/17/320/1951805/digitalisasi-sektor-pertanian-drone-hingga-satelit-dilibatkan-BnRfPiYZt8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/09/17/320/1951805/digitalisasi-sektor-pertanian-drone-hingga-satelit-dilibatkan-BnRfPiYZt8.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Okezone</title></images><description>JAKARTA - Teknologi digital pertanian kini telah mulai berkembang di Amerika Serikat (AS).

Dimulai dari traktor yang dilengkapi dengan sistem digital, sehingga bisa mengetahui berapa jumlah tanaman yang harus ditanam pada suatu lahan, kondisi tanahnya seperti apa, berapa pupuk yang akan digunakan, bahkan bisa mengetahui tren preferensi konsumen sehingga petani dapat memproduksi produk-produk pertanian yang disukai pasar.

Banyak juga mesin-mesin pertanian telah dilengkapi dengan citra foto satelit, sehingga bisa memprediksi iklim, kondisi tanah, cuaca, dengan akurasi dan presisi tinggi.

&amp;ldquo;Kami juga sedang mengembangkan pemanfaatan drone untuk pertanian. Dengan drone diterbangkan di atas lahan pertanian, kita bisa melihat kondisi tanaman, serangan hama dan penyakit tanaman, kebutuhan nutrisi tanaman, dan lain-lain. Juga e-commerce produk pertanian,&amp;rdquo; ujar CEO Syngenta Erik Fyrwald dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (17/9/2018).
&amp;nbsp;
Di pasar pertanian, salah satu produk Syngenta paling populer yakni benih Jagung Hibrida NK Perkasa dan berbagai produk perlindungan tanaman. Digitalisasi Pertanian Perubahan kepemilikan meningkatkan anggaran tahunan riset Syngenta. Untuk tahun 2018 ini, Syngenta menganggarkan biaya riset hingga USD1,3 miliar dolar AS secara global, dengan fokus program digitalisasi pertanian.

&quot;Kami hadir untuk mendukung program-program pemerintah dalam mencapai swasembada dan ketahanan pangan. Kami mendukungnya melalui investasi, penelitian dan pengembangan, teknologi, penyediaan benihdan perlindungan tanaman, serta pelatihan praktik pertanian yang baik,&amp;rdquo; ujar Erik pada lawatan perdananya ke Indonesia pada 9 September 2018.

&amp;ldquo;Kedatangan saya di Indonesia kali ini untuk berdiskusi dengan berbagai mitra dalam upaya membangun visi bersama untuk masa depan pertanian global yang berkelanjutan,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Walaupun Indonesia menghadapi tantangan di bidang pertanian yang sama dengan negara-negara lainnya, namun dengan lahan pertanian yang subur, populasi yang terus meningkat, serta ketersediaan sumberdaya alam yang melimpah, Indonesia menyimpan potensi pertanian besar di Asia Tenggara.
</description><content:encoded>JAKARTA - Teknologi digital pertanian kini telah mulai berkembang di Amerika Serikat (AS).

Dimulai dari traktor yang dilengkapi dengan sistem digital, sehingga bisa mengetahui berapa jumlah tanaman yang harus ditanam pada suatu lahan, kondisi tanahnya seperti apa, berapa pupuk yang akan digunakan, bahkan bisa mengetahui tren preferensi konsumen sehingga petani dapat memproduksi produk-produk pertanian yang disukai pasar.

Banyak juga mesin-mesin pertanian telah dilengkapi dengan citra foto satelit, sehingga bisa memprediksi iklim, kondisi tanah, cuaca, dengan akurasi dan presisi tinggi.

&amp;ldquo;Kami juga sedang mengembangkan pemanfaatan drone untuk pertanian. Dengan drone diterbangkan di atas lahan pertanian, kita bisa melihat kondisi tanaman, serangan hama dan penyakit tanaman, kebutuhan nutrisi tanaman, dan lain-lain. Juga e-commerce produk pertanian,&amp;rdquo; ujar CEO Syngenta Erik Fyrwald dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (17/9/2018).
&amp;nbsp;
Di pasar pertanian, salah satu produk Syngenta paling populer yakni benih Jagung Hibrida NK Perkasa dan berbagai produk perlindungan tanaman. Digitalisasi Pertanian Perubahan kepemilikan meningkatkan anggaran tahunan riset Syngenta. Untuk tahun 2018 ini, Syngenta menganggarkan biaya riset hingga USD1,3 miliar dolar AS secara global, dengan fokus program digitalisasi pertanian.

&quot;Kami hadir untuk mendukung program-program pemerintah dalam mencapai swasembada dan ketahanan pangan. Kami mendukungnya melalui investasi, penelitian dan pengembangan, teknologi, penyediaan benihdan perlindungan tanaman, serta pelatihan praktik pertanian yang baik,&amp;rdquo; ujar Erik pada lawatan perdananya ke Indonesia pada 9 September 2018.

&amp;ldquo;Kedatangan saya di Indonesia kali ini untuk berdiskusi dengan berbagai mitra dalam upaya membangun visi bersama untuk masa depan pertanian global yang berkelanjutan,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Walaupun Indonesia menghadapi tantangan di bidang pertanian yang sama dengan negara-negara lainnya, namun dengan lahan pertanian yang subur, populasi yang terus meningkat, serta ketersediaan sumberdaya alam yang melimpah, Indonesia menyimpan potensi pertanian besar di Asia Tenggara.
</content:encoded></item></channel></rss>
