<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kepulauan Nias Ditargetkan 100% Teraliri Listrik pada 2019   </title><description>Kepulauan Nias terlistriki 100% pada tahun 2019</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/18/320/1952079/kepulauan-nias-ditargetkan-100-teraliri-listrik-pada-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/09/18/320/1952079/kepulauan-nias-ditargetkan-100-teraliri-listrik-pada-2019"/><item><title>Kepulauan Nias Ditargetkan 100% Teraliri Listrik pada 2019   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/18/320/1952079/kepulauan-nias-ditargetkan-100-teraliri-listrik-pada-2019</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/09/18/320/1952079/kepulauan-nias-ditargetkan-100-teraliri-listrik-pada-2019</guid><pubDate>Selasa 18 September 2018 14:36 WIB</pubDate><dc:creator>Erie Prasetyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/09/18/320/1952079/kepulauan-nias-ditargetkan-100-teraliri-listrik-pada-2019-UXqb32KQcw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pembangkit Listrik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/09/18/320/1952079/kepulauan-nias-ditargetkan-100-teraliri-listrik-pada-2019-UXqb32KQcw.jpg</image><title>Pembangkit Listrik (Foto: Okezone)</title></images><description>MEDAN - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menargetkan Kepulauan Nias terlistriki 100% pada tahun 2019. Hal itu pun dituangkan dalam  penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Kantor Bupati Nias.
Dalam mewujudkan Nias Terang 2019 ini, PLN didukung penuh oleh lima Pemerintah Daerah, yaitu Pemerintah Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Barat serta Pemerintah Kota Gunungsitoli.
Kerjasama ini merupakan wujud kerja PLN bersama seluruh stakeholder untuk meningkatkan rasio elektrifikasi serta pengawasan dan pengamanan penggunaaan tenaga listrik di Kepulauan Nias.
GM PLN Wilayah Sumut Feby Joko Priharto mengatakan, alasan utama mengapa Kepulauan Nias jadi prioritas pembangunan akses listrik karena potensi situs pariwisatanya yang indah.

Situs pariwisata masih memerlukan peningkatan rasio elektrifikasi yang tinggi agar seluruh penduduk Pulau Nias dapat memiliki kesempatan sama untuk membuka peluang pariwisata dengan kondisi kelistrikan mumpuni.
Dengan kapasitas daya mampu 56,4 megawatt (MW), Nias saat ini memiliki Beban Puncak (BP) rata-rata sebesar 31,5 mw, dengan panjang jaringan tegangan menengah 8.603,01 kms dan tegangan rendah 1,413.77 kms, serta jumlah Gardu Induk 70 kV sebanyak 2 buah, terletak di Gunungsitoli dan Teluk Dalam, dengan kapasitas Trafo Daya 2x30 MVA. Kondisi surplus ini tentunya sangat mendukung PLN dan Pemda, serta seluruh stakeholder untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Pulau Nias.

Menurut Feby, saat ini rasio elektrifikasi Pulau Nias adalah sebesar 51.38%, dengan jumlah pelanggan sebanyak 90.456 pelanggan serta jumlah desa berlistrik sebanyak 669 desa atau sama dengan 70% dari total jumlah desa di Pulau Nias sebanyak 950 desa. Hal ini tentunya memerlukan kerjasama dari seluruh insan untuk membangun kelistrikan di Pulau Nias, terutama di desa-desa yang belum terjangkau oleh listrik.
&quot;PLN menuangkan tujuan, visi serta misi kerjasama dalam rangka mendukung Nias Terang di Tahun 2019 dengan membuat komitmen bersama untuk mendukung kelancaran pembangunan jaringan dan pengelolaan pemakaian tenaga listrik. Kelancaran pembangunan jaringan listrik diwujudkan dengan kelancaran yang diberikan oleh Pemda di Nias dalam hal perizinan perampalan dan penebangan pohon, pembebasan maupun hibah lahan kepada PLN agar dapat dimanfaatkan untuk pembangunan serta pemeliharaan jaringan listrik&quot; ujar Feby.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8yNC80LzExMTUwNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(Feb)Sedangkan untuk pengelolaan pemakaian tenaga listrik, lanjut Feby,  diwujudkan dengan kelancaran Pemerintah Daerah dalam membayar rekening  listrik setiap bulannya, pengawasan dan sosialiasi pemakaian tenaga  listrik kepada masyarakat, termasuk dalam hal menghindari pencurian  listrik dan pembayaran rekening listrik tepat waktu.
&quot;Kerjasama ini sangat penting karena melalui media kerjasama ini,  semua pihak dapat dilibatkan secara langsung untuk membangun kelistrikan  di Pulau Nias. Perampalan pohon menjadi hal penting dalam membangun  jaringan, dikarenakan jaringan tenaga listrik yang dibangun berupa  Hantaran Udara Tegangan Menengah (HUTM) yang diaruskan melalui kawat dan  disulang oleh tiang jaringan, dan harus dijaga kestabilannya dari  sentuhan pohon, hewan, maupun benda asing&quot; tandasnya.

Begitu juga pentingnya menghindari pencurian listrik, karena sekecil  apapun pencuriannya mampu mengganggu arus tenaga listrik sehingga  menjadi tidak stabil. Oleh karena itu, diperlukan perhatian khusus dan  kerjasama yang baik dari seluruh stakeholder untuk mengawasi dan  mengelola kelistrikan di Pulau Nias.&amp;nbsp;
Dengan MoU ini, implementasi utama yang dilakukan adalah  dibentuknya &quot;Tim Terpadu&quot;, yang merupakan regu atau kelompok terdiri  dari pihak PLN dan Pemda, untuk melaksanakan tujuan, visi dan misi dari  MoU tersebut.

PLN mengharapkan agar masyarakat di Nias juga turut andil dalam  mewujudkan Nias Terang 2019 ini. Contact Center PLN 123 menjadi garda  depan bagi PLN untuk berkomunikasi dengan pelanggan secara langsung  melalui sistem online selama 7x24 jam, yang dapat diakses melalui  Telepon: 123, HP: (kode area) 123, E-mail: pln123@pln.co.id, Facebook:  PLN 123, Twitter: @PLN_123, dan Website: www.pln.co.id. Atau bagi  pengguna smartphone, dapat juga mengunduh aplikasi PLN Mobile di Play  Store maupun App Store untuk Layanan Informasi, Tagihan Listrik,  Pengaduan Gangguan, Pemasangan Baru, Perubahan Daya dan sebagainya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8yNC80LzExMTUwNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(Feb)</description><content:encoded>MEDAN - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menargetkan Kepulauan Nias terlistriki 100% pada tahun 2019. Hal itu pun dituangkan dalam  penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Kantor Bupati Nias.
Dalam mewujudkan Nias Terang 2019 ini, PLN didukung penuh oleh lima Pemerintah Daerah, yaitu Pemerintah Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Barat serta Pemerintah Kota Gunungsitoli.
Kerjasama ini merupakan wujud kerja PLN bersama seluruh stakeholder untuk meningkatkan rasio elektrifikasi serta pengawasan dan pengamanan penggunaaan tenaga listrik di Kepulauan Nias.
GM PLN Wilayah Sumut Feby Joko Priharto mengatakan, alasan utama mengapa Kepulauan Nias jadi prioritas pembangunan akses listrik karena potensi situs pariwisatanya yang indah.

Situs pariwisata masih memerlukan peningkatan rasio elektrifikasi yang tinggi agar seluruh penduduk Pulau Nias dapat memiliki kesempatan sama untuk membuka peluang pariwisata dengan kondisi kelistrikan mumpuni.
Dengan kapasitas daya mampu 56,4 megawatt (MW), Nias saat ini memiliki Beban Puncak (BP) rata-rata sebesar 31,5 mw, dengan panjang jaringan tegangan menengah 8.603,01 kms dan tegangan rendah 1,413.77 kms, serta jumlah Gardu Induk 70 kV sebanyak 2 buah, terletak di Gunungsitoli dan Teluk Dalam, dengan kapasitas Trafo Daya 2x30 MVA. Kondisi surplus ini tentunya sangat mendukung PLN dan Pemda, serta seluruh stakeholder untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Pulau Nias.

Menurut Feby, saat ini rasio elektrifikasi Pulau Nias adalah sebesar 51.38%, dengan jumlah pelanggan sebanyak 90.456 pelanggan serta jumlah desa berlistrik sebanyak 669 desa atau sama dengan 70% dari total jumlah desa di Pulau Nias sebanyak 950 desa. Hal ini tentunya memerlukan kerjasama dari seluruh insan untuk membangun kelistrikan di Pulau Nias, terutama di desa-desa yang belum terjangkau oleh listrik.
&quot;PLN menuangkan tujuan, visi serta misi kerjasama dalam rangka mendukung Nias Terang di Tahun 2019 dengan membuat komitmen bersama untuk mendukung kelancaran pembangunan jaringan dan pengelolaan pemakaian tenaga listrik. Kelancaran pembangunan jaringan listrik diwujudkan dengan kelancaran yang diberikan oleh Pemda di Nias dalam hal perizinan perampalan dan penebangan pohon, pembebasan maupun hibah lahan kepada PLN agar dapat dimanfaatkan untuk pembangunan serta pemeliharaan jaringan listrik&quot; ujar Feby.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8yNC80LzExMTUwNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(Feb)Sedangkan untuk pengelolaan pemakaian tenaga listrik, lanjut Feby,  diwujudkan dengan kelancaran Pemerintah Daerah dalam membayar rekening  listrik setiap bulannya, pengawasan dan sosialiasi pemakaian tenaga  listrik kepada masyarakat, termasuk dalam hal menghindari pencurian  listrik dan pembayaran rekening listrik tepat waktu.
&quot;Kerjasama ini sangat penting karena melalui media kerjasama ini,  semua pihak dapat dilibatkan secara langsung untuk membangun kelistrikan  di Pulau Nias. Perampalan pohon menjadi hal penting dalam membangun  jaringan, dikarenakan jaringan tenaga listrik yang dibangun berupa  Hantaran Udara Tegangan Menengah (HUTM) yang diaruskan melalui kawat dan  disulang oleh tiang jaringan, dan harus dijaga kestabilannya dari  sentuhan pohon, hewan, maupun benda asing&quot; tandasnya.

Begitu juga pentingnya menghindari pencurian listrik, karena sekecil  apapun pencuriannya mampu mengganggu arus tenaga listrik sehingga  menjadi tidak stabil. Oleh karena itu, diperlukan perhatian khusus dan  kerjasama yang baik dari seluruh stakeholder untuk mengawasi dan  mengelola kelistrikan di Pulau Nias.&amp;nbsp;
Dengan MoU ini, implementasi utama yang dilakukan adalah  dibentuknya &quot;Tim Terpadu&quot;, yang merupakan regu atau kelompok terdiri  dari pihak PLN dan Pemda, untuk melaksanakan tujuan, visi dan misi dari  MoU tersebut.

PLN mengharapkan agar masyarakat di Nias juga turut andil dalam  mewujudkan Nias Terang 2019 ini. Contact Center PLN 123 menjadi garda  depan bagi PLN untuk berkomunikasi dengan pelanggan secara langsung  melalui sistem online selama 7x24 jam, yang dapat diakses melalui  Telepon: 123, HP: (kode area) 123, E-mail: pln123@pln.co.id, Facebook:  PLN 123, Twitter: @PLN_123, dan Website: www.pln.co.id. Atau bagi  pengguna smartphone, dapat juga mengunduh aplikasi PLN Mobile di Play  Store maupun App Store untuk Layanan Informasi, Tagihan Listrik,  Pengaduan Gangguan, Pemasangan Baru, Perubahan Daya dan sebagainya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8yNC80LzExMTUwNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(Feb)</content:encoded></item></channel></rss>
