<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertemuan IMF-World Bank, Buka Lapangan Kerja hingga Tingkatkan Citra Indonesia</title><description>Annual Meetings IMF-World Bank 2018 di Indonesia akan menjadi pertemuan keuangan tahunan terbesar dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/22/20/1954150/pertemuan-imf-world-bank-buka-lapangan-kerja-hingga-tingkatkan-citra-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/09/22/20/1954150/pertemuan-imf-world-bank-buka-lapangan-kerja-hingga-tingkatkan-citra-indonesia"/><item><title>Pertemuan IMF-World Bank, Buka Lapangan Kerja hingga Tingkatkan Citra Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/22/20/1954150/pertemuan-imf-world-bank-buka-lapangan-kerja-hingga-tingkatkan-citra-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/09/22/20/1954150/pertemuan-imf-world-bank-buka-lapangan-kerja-hingga-tingkatkan-citra-indonesia</guid><pubDate>Sabtu 22 September 2018 14:32 WIB</pubDate><dc:creator>Vanni Firdaus Yuliandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/09/22/20/1954150/pertemuan-imf-world-bank-buka-lapangan-kerja-hingga-tingkatkan-citra-indonesia-XxNZsfIJAI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/09/22/20/1954150/pertemuan-imf-world-bank-buka-lapangan-kerja-hingga-tingkatkan-citra-indonesia-XxNZsfIJAI.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Annual Meetings IMF-World Bank 2018 di Indonesia akan menjadi pertemuan keuangan tahunan terbesar dunia. Indonesia akan menjadi tuan rumah IMF-World Bank Annual Meeting pada bulan Oktober 2018. Acara yang akan diselenggarakan di Bali ini akan dihadiri oleh Menteri Keuangan, Gubernur Bank sentral hingga para investor dari 189 negara.
Berikut beberapa fakta gembar-gembor hajatan IMF-World Bank di Bali yang dirangkum Okezone, Jumat (21/9/2018):
1.      Ramai Seperti Asian Games
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Keuangan, Hadianto, berharap publikasi penyelenggaraan International Monetary Fund (IMF)-World Bank Group Annual Meetings 2018 yang akan digelar di Nusa Dua, Bali, 8-14 Oktober 2018, tidak kalah ramai dengan publikasi saat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games XVIII tahun 2018, 18 Agustus &amp;ndash; 2 September lalu.
2.      Indonesia Menjadi Tuan Rumah IMF-World Bank Annual
Hardianto menambahkan Annual Meeting tahun ini melibatkan 189 negara, dihadiri oleh 15.000 delegasi, dan 200 agenda pertemuan.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/07/05/51428/260165_medium.jpg&quot; alt=&quot;Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim Tinjau Patung Garuda Wisnu Kencana untuk Melihat Persiapan Pertemuan IMF-WB&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kita merupakan negara keempat di ASEAN yang menjadi tuan rumah,&amp;rdquo; kata Hadianto seperti dilansir laman setkab, Jakarta, Kamis (6/9/2018).
3.      Dihadiri 189 Negara dengan 19.800 peserta
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, dalam acara tersebut akan ada 19.800 peserta yang akan datang ke Bali. Jumlah tersebut merupakan delegasi dari 189 negara yang terdaftar di IMF.
Adapun rinciannya adalah 5.050 peserta delegasi dan 14.750 non delegasi. Bambang menambahkan, 13.000 peserta merupakan dari mancanegara dan 1.750 dari Indonesia.
Namun lanjut Bambang, itu masih berdasarkan perhitungan dari timnya. Dirinya bahkan menyebut tidak menutup kemungkinan jika para peserta yang datang untuk tinggal lebih lama dari waktu perkiraan untuk berlibur.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/07/05/51428/260166_medium.jpg&quot; alt=&quot;Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim Tinjau Patung Garuda Wisnu Kencana untuk Melihat Persiapan Pertemuan IMF-WB&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
4.      Berdampak Positif
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, event Annual Meeting IMF-World Bank berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Utamanya adalah pertumbuhan ekonomi di Bali sebagai tempat berlangsungnya pertemuan IMF World Bank.
Bambang memperkirakan, pertumbuhan ekonomi di Bali bisa meningkat hingga 6,54%. Angka tersebut naik drastis dengan realisasi perekonomian Bali jika tanpa ada event IMF-World Bank yang hanya 5,9% saja.5.      Membuka Banyak Lapangan Pekerjaan Baru
Meningkatnya pertumbuhan ekonomi di Bali juga akan membuka banyak  lapangan pekerjaan. Bambang memperkirakan akan ada 32.700 kesempatan  kerja yang akan bertambah karena adanya pertemuan IMF-World Bank.
Terbukanya kesempatan kerja juga akan membuat pendapatan dari  masyarakat Bali meningkat. Jika pendapatan meningkat, maka masyarakat  akan dengan senang hati membelanjakan uangnya.
&quot;Ini baik untuk warga Bali, upah riil naik 1,13%, kesempatan kerja  naik 1,26%. Jadi kita bisa lihat betapa luar bisa dampak mega meetings  ini,&quot; jelasnya.
6.      Di Dukung Oleh Perusahaan BUMN, PT Geo Dipa Energi (Persero) dan lainnya
Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) siap mendukung kegiatan  International Monetary Fund (IMF)-World Bank Annual Meeetings 2018 di  Nusa Dua, Bali. Salah satunya BUMN yang bergerak dalam bidang panas  bumi, PT Geo Dipa Energi (Persero).
&quot;Ini adalah ajang Indonesia untuk mempresentasikan pencapaian  Indonesia dalam reformasi dan demokrasi, hingga kemajuan ekonomi  nasional pasca krisis hebat di 1997-1998, kami mendukung,&quot; kata Dirut  Geo Dipa Riki Ibrahim dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/9/2018).
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/03/02/47835/244172_medium.jpg&quot; alt=&quot;Bos IMF Bahas Masalah Perekonomian Indonesia pada Kuliah Umum di UGM Yogyakarta&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Bukan hanya dari Geo Dipa, sejumlah BUMN lainnya mendukung kegiatan  ini seperti Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), PT Sarana Multi  Infrastruktur (SMI), PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), PT Penjaminan  Infrastruktur Indonesia (PII), dan PT Indonesia Infrastructure Finance  (IIF).
7.      Bali Destinasi Terbaik Dunia
Ajang tahunan IMF-World Bank akan digelar pada Oktober 2018 menjadi  wadah yang tepat untuk mengkombinasikan business dan leisure alias  bleisure travel yang sedang tren saat ini.
Deputi IV Bidang Koordinasi SDM Iptek dan Budaya Maritim Kemenko  Maritim yang juga panitia nasional IMF-WB Annual Meetings 2018 Safri  Burhanuddin mengatakan, pada setiap pertemuan tahunan peserta selalu  menanyakan hal menarik yang bisa dilihat di negara tempat  penyelenggaraan. Contohnya, pada pertemuan sebelumnya di Lima, Peru,  peserta rela membayar USD2000 per orang untuk berkunjung ke destinasi  ikonik Machu Picchu.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/03/01/47825/244140_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pantai KEK Periwisata Mandalika di NTB Siap Manjakan Delegasi IMF-Bank Dunia&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;ldquo;Tahun ini diadakan di Bali sebagai salah satu destinasi wisata  terbaik dunia, tentu nilai jualnya beda. Bisa dilihat dari jumlah  pendaftar, mereka sangat antusias,&amp;rdquo; ujarnya.
8.  Anggaran Miliaran Rupiah
Pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan pertemuan  tahunan IMF-WB mengalokasikan anggaran sekitar Rp 800 miliar  (multiyears), tetapi hanya terpakai sekitar Rp 560 miliar. Adapun  potensi devisa yang masuk selama penyelenggaraan diperkirakan Rp 725  miliar.
&amp;ldquo;Secara tidak langsung perputaran uang yang masuk ke masyarakat bisa mencapai Rp2 triliun-3 triliun,&amp;rdquo; sebut Safri Burhanudin.
9.  Meningkatnya Promosi dan Citra Indonesia
Safri menegaskan, banyak manfaat bagi Indonesia dengan menjadi tuan  rumah pertemuan internasional. Salah satunya eksposur 1.000 media yang  dapat meningkatkan promosi dan citra Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Annual Meetings IMF-World Bank 2018 di Indonesia akan menjadi pertemuan keuangan tahunan terbesar dunia. Indonesia akan menjadi tuan rumah IMF-World Bank Annual Meeting pada bulan Oktober 2018. Acara yang akan diselenggarakan di Bali ini akan dihadiri oleh Menteri Keuangan, Gubernur Bank sentral hingga para investor dari 189 negara.
Berikut beberapa fakta gembar-gembor hajatan IMF-World Bank di Bali yang dirangkum Okezone, Jumat (21/9/2018):
1.      Ramai Seperti Asian Games
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Keuangan, Hadianto, berharap publikasi penyelenggaraan International Monetary Fund (IMF)-World Bank Group Annual Meetings 2018 yang akan digelar di Nusa Dua, Bali, 8-14 Oktober 2018, tidak kalah ramai dengan publikasi saat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games XVIII tahun 2018, 18 Agustus &amp;ndash; 2 September lalu.
2.      Indonesia Menjadi Tuan Rumah IMF-World Bank Annual
Hardianto menambahkan Annual Meeting tahun ini melibatkan 189 negara, dihadiri oleh 15.000 delegasi, dan 200 agenda pertemuan.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/07/05/51428/260165_medium.jpg&quot; alt=&quot;Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim Tinjau Patung Garuda Wisnu Kencana untuk Melihat Persiapan Pertemuan IMF-WB&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kita merupakan negara keempat di ASEAN yang menjadi tuan rumah,&amp;rdquo; kata Hadianto seperti dilansir laman setkab, Jakarta, Kamis (6/9/2018).
3.      Dihadiri 189 Negara dengan 19.800 peserta
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, dalam acara tersebut akan ada 19.800 peserta yang akan datang ke Bali. Jumlah tersebut merupakan delegasi dari 189 negara yang terdaftar di IMF.
Adapun rinciannya adalah 5.050 peserta delegasi dan 14.750 non delegasi. Bambang menambahkan, 13.000 peserta merupakan dari mancanegara dan 1.750 dari Indonesia.
Namun lanjut Bambang, itu masih berdasarkan perhitungan dari timnya. Dirinya bahkan menyebut tidak menutup kemungkinan jika para peserta yang datang untuk tinggal lebih lama dari waktu perkiraan untuk berlibur.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/07/05/51428/260166_medium.jpg&quot; alt=&quot;Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim Tinjau Patung Garuda Wisnu Kencana untuk Melihat Persiapan Pertemuan IMF-WB&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
4.      Berdampak Positif
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, event Annual Meeting IMF-World Bank berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Utamanya adalah pertumbuhan ekonomi di Bali sebagai tempat berlangsungnya pertemuan IMF World Bank.
Bambang memperkirakan, pertumbuhan ekonomi di Bali bisa meningkat hingga 6,54%. Angka tersebut naik drastis dengan realisasi perekonomian Bali jika tanpa ada event IMF-World Bank yang hanya 5,9% saja.5.      Membuka Banyak Lapangan Pekerjaan Baru
Meningkatnya pertumbuhan ekonomi di Bali juga akan membuka banyak  lapangan pekerjaan. Bambang memperkirakan akan ada 32.700 kesempatan  kerja yang akan bertambah karena adanya pertemuan IMF-World Bank.
Terbukanya kesempatan kerja juga akan membuat pendapatan dari  masyarakat Bali meningkat. Jika pendapatan meningkat, maka masyarakat  akan dengan senang hati membelanjakan uangnya.
&quot;Ini baik untuk warga Bali, upah riil naik 1,13%, kesempatan kerja  naik 1,26%. Jadi kita bisa lihat betapa luar bisa dampak mega meetings  ini,&quot; jelasnya.
6.      Di Dukung Oleh Perusahaan BUMN, PT Geo Dipa Energi (Persero) dan lainnya
Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) siap mendukung kegiatan  International Monetary Fund (IMF)-World Bank Annual Meeetings 2018 di  Nusa Dua, Bali. Salah satunya BUMN yang bergerak dalam bidang panas  bumi, PT Geo Dipa Energi (Persero).
&quot;Ini adalah ajang Indonesia untuk mempresentasikan pencapaian  Indonesia dalam reformasi dan demokrasi, hingga kemajuan ekonomi  nasional pasca krisis hebat di 1997-1998, kami mendukung,&quot; kata Dirut  Geo Dipa Riki Ibrahim dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/9/2018).
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/03/02/47835/244172_medium.jpg&quot; alt=&quot;Bos IMF Bahas Masalah Perekonomian Indonesia pada Kuliah Umum di UGM Yogyakarta&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Bukan hanya dari Geo Dipa, sejumlah BUMN lainnya mendukung kegiatan  ini seperti Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), PT Sarana Multi  Infrastruktur (SMI), PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), PT Penjaminan  Infrastruktur Indonesia (PII), dan PT Indonesia Infrastructure Finance  (IIF).
7.      Bali Destinasi Terbaik Dunia
Ajang tahunan IMF-World Bank akan digelar pada Oktober 2018 menjadi  wadah yang tepat untuk mengkombinasikan business dan leisure alias  bleisure travel yang sedang tren saat ini.
Deputi IV Bidang Koordinasi SDM Iptek dan Budaya Maritim Kemenko  Maritim yang juga panitia nasional IMF-WB Annual Meetings 2018 Safri  Burhanuddin mengatakan, pada setiap pertemuan tahunan peserta selalu  menanyakan hal menarik yang bisa dilihat di negara tempat  penyelenggaraan. Contohnya, pada pertemuan sebelumnya di Lima, Peru,  peserta rela membayar USD2000 per orang untuk berkunjung ke destinasi  ikonik Machu Picchu.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/03/01/47825/244140_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pantai KEK Periwisata Mandalika di NTB Siap Manjakan Delegasi IMF-Bank Dunia&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;ldquo;Tahun ini diadakan di Bali sebagai salah satu destinasi wisata  terbaik dunia, tentu nilai jualnya beda. Bisa dilihat dari jumlah  pendaftar, mereka sangat antusias,&amp;rdquo; ujarnya.
8.  Anggaran Miliaran Rupiah
Pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan pertemuan  tahunan IMF-WB mengalokasikan anggaran sekitar Rp 800 miliar  (multiyears), tetapi hanya terpakai sekitar Rp 560 miliar. Adapun  potensi devisa yang masuk selama penyelenggaraan diperkirakan Rp 725  miliar.
&amp;ldquo;Secara tidak langsung perputaran uang yang masuk ke masyarakat bisa mencapai Rp2 triliun-3 triliun,&amp;rdquo; sebut Safri Burhanudin.
9.  Meningkatnya Promosi dan Citra Indonesia
Safri menegaskan, banyak manfaat bagi Indonesia dengan menjadi tuan  rumah pertemuan internasional. Salah satunya eksposur 1.000 media yang  dapat meningkatkan promosi dan citra Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
