<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Beberkan Cara Ekonomi RI Tumbuh 5,3% di 2019</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut tahun 2019 nanti pertumbuhan ekonomi akan tetap tumbuh tinggi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/24/20/1954878/sri-mulyani-beberkan-cara-ekonomi-ri-tumbuh-5-3-di-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/09/24/20/1954878/sri-mulyani-beberkan-cara-ekonomi-ri-tumbuh-5-3-di-2019"/><item><title>Sri Mulyani Beberkan Cara Ekonomi RI Tumbuh 5,3% di 2019</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/24/20/1954878/sri-mulyani-beberkan-cara-ekonomi-ri-tumbuh-5-3-di-2019</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/09/24/20/1954878/sri-mulyani-beberkan-cara-ekonomi-ri-tumbuh-5-3-di-2019</guid><pubDate>Senin 24 September 2018 16:03 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/09/24/20/1954878/sri-mulyani-beberkan-cara-ekonomi-ri-tumbuh-5-3-di-2019-jbdAkEpdAO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Sri Mulyani soal Pertumbuhan Ekonomi (Giri/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/09/24/20/1954878/sri-mulyani-beberkan-cara-ekonomi-ri-tumbuh-5-3-di-2019-jbdAkEpdAO.jpg</image><title>Foto: Sri Mulyani soal Pertumbuhan Ekonomi (Giri/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut tahun 2019 nanti pertumbuhan ekonomi akan tetap tumbuh tinggi. Dirinya memperkirakan meskipun memasuki tahun politik, namun pertumbuhan ekonomi Indonesia akan bisa tumbuh sebesar 5,3%.

Target pertumbuhan ekonomi tersebut sudah mempertimbangkan berbagai aspek. Dari mulai situasi perekonomian global hingga perkembangan perekonomian dalam negeri di kuartal akhir tahun ini.

&quot;Untuk 2018, karena saya sedang bahas dengan dewan. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sudah disampaikan Presiden Joko Widodo tanggal 16 Agustus. Growth (ekonomi) tahun depan tetap 5,3%,&quot; ujarnya dalam acara Indonesia Economic Forum di Kantor Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (24/9/2018).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebutkan, pertumbuhan ekonomi tahun depan masih akan ditunjang oleh beberapa aspek demand. Seperti pertumbuhan konsumsi, investasi, ekspor dan tetap menjaga impor.

&quot;Tahun depan tetap 5,3% dipengaruhi oleh agregat demand, konsumsi tetap tumbuh di 5,1%, dan investasi tumbuh di 7%, ekspor 6,3%, dan impor bisa dijaga di 7,1%,&quot; ucapnya.

Sementara dari sisi suplai juga, pemerintah akan sekuat tenaga untuk bisa mengimbangi demand. Beberapa sektor yang akan didorong adalah sektor pertanian, pertambangan, dan juga manufaktur.

&quot;Dari sisi suplai side kita berharap sektor pertanian akan tetap tumbuh healthy di atas 3% mendekati 4%, pertambangan masih tetap struggle, manufaktur kita berusaha bisa tumbuh di atas 5%. Selama tiga tahun terakhir selalu tumbuh di bawah 5%. penerimaan pajak kita terbesar di sektor manufaktur. Jadi itu so important untuk berbagai dimensi,&quot; jelasnya.

Di sisi lain pemerintah juga akan menggenjot agar penerimaan pajak bisa tumbuh. Ditambah lagi, pemerintah  juga masih akan menggenjot pembanguan infrastruktur ditahun depan.

&quot;Konstruksi 5,6%, services juga akan kuat. Transportasi mendekati 9%. dengan situasi inilah kita berharap 5,3% tetap kita jaga, inflasi 3,5%,&quot; ucapnya.

Meskipun begitu lanjut Sri Mulyani, ada sedikit tekanan pada Suku Bunga di Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan. Diperkirakan suku bunga SPN akan berada di angka 5,2%.

&quot;Namun suku bunga (SPN)  akan mengalami tekanan agak naik. ini yang membandingkan dengan situasi 2017-2018. Mungkin suku bunga akan mendekati 5%-5,25%,&quot; ucapnya
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wOC8xNy8xLzExNTYwMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut tahun 2019 nanti pertumbuhan ekonomi akan tetap tumbuh tinggi. Dirinya memperkirakan meskipun memasuki tahun politik, namun pertumbuhan ekonomi Indonesia akan bisa tumbuh sebesar 5,3%.

Target pertumbuhan ekonomi tersebut sudah mempertimbangkan berbagai aspek. Dari mulai situasi perekonomian global hingga perkembangan perekonomian dalam negeri di kuartal akhir tahun ini.

&quot;Untuk 2018, karena saya sedang bahas dengan dewan. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sudah disampaikan Presiden Joko Widodo tanggal 16 Agustus. Growth (ekonomi) tahun depan tetap 5,3%,&quot; ujarnya dalam acara Indonesia Economic Forum di Kantor Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (24/9/2018).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebutkan, pertumbuhan ekonomi tahun depan masih akan ditunjang oleh beberapa aspek demand. Seperti pertumbuhan konsumsi, investasi, ekspor dan tetap menjaga impor.

&quot;Tahun depan tetap 5,3% dipengaruhi oleh agregat demand, konsumsi tetap tumbuh di 5,1%, dan investasi tumbuh di 7%, ekspor 6,3%, dan impor bisa dijaga di 7,1%,&quot; ucapnya.

Sementara dari sisi suplai juga, pemerintah akan sekuat tenaga untuk bisa mengimbangi demand. Beberapa sektor yang akan didorong adalah sektor pertanian, pertambangan, dan juga manufaktur.

&quot;Dari sisi suplai side kita berharap sektor pertanian akan tetap tumbuh healthy di atas 3% mendekati 4%, pertambangan masih tetap struggle, manufaktur kita berusaha bisa tumbuh di atas 5%. Selama tiga tahun terakhir selalu tumbuh di bawah 5%. penerimaan pajak kita terbesar di sektor manufaktur. Jadi itu so important untuk berbagai dimensi,&quot; jelasnya.

Di sisi lain pemerintah juga akan menggenjot agar penerimaan pajak bisa tumbuh. Ditambah lagi, pemerintah  juga masih akan menggenjot pembanguan infrastruktur ditahun depan.

&quot;Konstruksi 5,6%, services juga akan kuat. Transportasi mendekati 9%. dengan situasi inilah kita berharap 5,3% tetap kita jaga, inflasi 3,5%,&quot; ucapnya.

Meskipun begitu lanjut Sri Mulyani, ada sedikit tekanan pada Suku Bunga di Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan. Diperkirakan suku bunga SPN akan berada di angka 5,2%.

&quot;Namun suku bunga (SPN)  akan mengalami tekanan agak naik. ini yang membandingkan dengan situasi 2017-2018. Mungkin suku bunga akan mendekati 5%-5,25%,&quot; ucapnya
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wOC8xNy8xLzExNTYwMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
