<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ambisi Rupert Murdoch Kuasai Sky Kandas</title><description>Rupert Murdoch, pemilik 21st Century Fox, pun harus kalah dan menguburkan impiannya untuk memiliki Sky.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/24/320/1954673/ambisi-rupert-murdoch-kuasai-sky-kandas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/09/24/320/1954673/ambisi-rupert-murdoch-kuasai-sky-kandas"/><item><title>Ambisi Rupert Murdoch Kuasai Sky Kandas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/24/320/1954673/ambisi-rupert-murdoch-kuasai-sky-kandas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/09/24/320/1954673/ambisi-rupert-murdoch-kuasai-sky-kandas</guid><pubDate>Senin 24 September 2018 11:09 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/09/24/320/1954673/ambisi-rupert-murdoch-kuasai-sky-kandas-UoO2pUn1lu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Koran Sindo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/09/24/320/1954673/ambisi-rupert-murdoch-kuasai-sky-kandas-UoO2pUn1lu.jpg</image><title>Ilustrasi: Koran Sindo</title></images><description>LONDON &amp;ndash; Perusahaan raksasa televisi kabel Amerika Serikat (AS) Comcast mampu melampaui penawaran 21st Century Fox dalam lelang untuk operator televisi Eropa, Sky, pada Sabtu (22/9/2018).
Akibatnya Rupert Murdoch, pemilik 21st Century Fox, pun harus kalah dan menguburkan impiannya untuk memiliki Sky. Comcast berhasil memberi tawaran terbesar dalam lelang itu setelah pertempuran antara dua kerajaan media tersebut.
Regulator akuisisi Inggris menyatakan proses rahasia itu berakhir dengan Comcast menghargai Sky sebesar USD39,7 miliar (Rp589 triliun). Kemenangan Comcast itu pun menjadi kekalahan bagi Rupert Murdoch. Para pemegang saham operator televisi kabel Eropa itu memiliki waktu hingga 11 Oktober untuk memutuskan tawaran siapa yang akan diterima.

Sky memiliki 23 juta pelanggan dan hak siar untuk Liga Primer Inggris yang menjadikannya sebagai salah satu perusahaan televisi paling kuat dan paling menguntungkan di Eropa. Proses lelang itu menempatkan dua raksasa media AS bersaing saat mereka berupaya mendorong konten untuk mempertahankan penonton yang beralih ke layanan streaming seperti Netflix.
Hasil kesepakatan pada Sabtu (22/9/2018) itu berpotensi menjadi pukulan fatal bagi upaya Murdoch mengakuisisi 61% saham di Sky yang dia inginkan sejak lama, tapi belum juga terwujud. Murdoch merupakan warga AS kelahiran Australia yang membuat upaya awal akuisisi Sky pada 2010-2011.
Namun upayanya terganjal oleh skandal peretasan telepon di perusahaan surat kabarnya di Inggris. Pertarungan dua tahun untuk mendapatkan Sky juga mengubah peta media hiburan AS dengan mengizinkan Walt Disney Co menyelesaikan merger besar dengan Fox.

Lelang pada Sabtu (22/9/2018) juga berubah menjadi pertarungan antara Comcast dan Disney untuk mendapatkan Sky. Holding Comcast saat ini termasuk Universal Studios dan saluran televisi AS, NBC dan CNBC. Kerajaan bisnis Disney terbentang dari studio film dan taman hiburan hingga jaringan televisi AS, NBC dan saluran olahraga ESPN.
Sejumlah pengkritik menyatakan, membiarkan Murdoch mengontrol penuh Sky News akan memberi dia terlalu banyak pengaruh dalam bisnis berita di Inggris. Saat ini Murdoch telah memiliki surat kabar Inggris bernama The Times dan The Sun.Fox mengusulkan mengatasi kekhawatiran itu dengan menjual saluran  televisi berita tersebut kepada Disney jika dapat mengontrol penuh Sky.  Sangat jarang terjadi akuisisi dalam ukuran dan dampak sebesar itu  diputuskan dalam lelang tertutup 24 jam yang digelar sepenuhnya secara  rahasia. Panel Takeover Inggris memutuskan cara ini karena tidak ada  tawaran yang mencapai kesepakatan final.
&amp;ldquo;Harus ada ke rangka kerja untuk resolusi da lam situasi kompetitif  ini,&amp;rdquo; papar pernyataan Panel Takeover Inggris mengenai akuisisi Sky  tersebut seperti dikutip Business Standard.
Panel Takeover tidak mendeklarasikan pemenang lelang, tapi secara  sederhana menyebutkan besarnya tawaran yang di ajukan. Ditetapkan 11 Ok  tober sebagai batas waktu, tentang apakah tawaran itu dapat diterima  atau dapat di umumkan oleh para pemegang saham.
Saham Sky ditutup senilai 15,85 poundsterling per saham pada Jumat  (21/9/2018), di bawah tawaran harga Comcast pada Sabtu (22/9/2018) yang  sebesar 17,28 poundsterling per saham.
&amp;ldquo;Lelang pada Sabtu (22/9/2018) itu menjadi putaran ketiga dan semua  tawaran dilakukan secara tertutup melalui telepon atau e-mail ,&amp;rdquo; ungkap  sumber yang tahu tentang proses lelang tersebut kepada Business  Standard.
Sebelumnya, para pihak yang terkait dalam proses lelang itu  menyatakan hasil lelang pada Sabtu (22/9/2018) akan mengakhiri proses  yang panjang.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/09/04/52949/267077_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Melemah Jadi Rp14.940 per Dolar AS&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;ldquo;Ini akan menandai akhir proses yang kami lakukan selama hampir dua  tahun,&amp;rdquo; kata Chief Executive Officer (CEO) Sky Jeremy Darroch dalam memo  untuk para pegawai pada Kamis (20/9/2018).
Fox yang telah memegang 39% saham Sky awalnya menawarkan harga 10,75  pound sterling per saham kepada Sky pada Desember 2016, tapi proses  akuisisi ini tertunda oleh lamanya peninjauan ulang regulator di  Inggris.
Akuisisi ini juga diperumit dengan kesepakatan terpisah yang dibuat  Disney pada Desember 2017 untuk mengakuisisi aset televisi dan film dari  Fox, termasuk saham Sky. Comcast kemudian memaksa Disney menaikkan  tawaran untuk aset Fox menjadi sekitar USD71 miliar pada Juni. Dan Fox  menaikkan tawaran untuk Sky menjadi 14 poundsterling per saham pada  Juli.
Meski Comcast merespons dengan segera menaikkan tawar an untuk Sky  menjadi 14,75 poundsterling per saham dari 12,50 poundsterling, Comcast  meninggalkan upaya untuk mengakuisisi aset Fox pada 19 Juli. Panel  Takeover Inggris menyatakan agar kebuntuan terkait Sky diselesaikan dan  memaksa Comcast serta Fox meng umum kan tawaran terbaik me reka.
Posisi Fox yang memiliki 39% saham di Sky akan menjadi faktor penting  dalam menentukan siapa yang akan mengontrol proses lelang jika ada  tawaran dengan nilai yang sama dari Comcast. Fox menyatakan menerima  batas untuk kesepakatan sebesar 75% saham minoritas Sky, tapi memiliki  opsi menurunkannya dan menginginkan mayoritas simpel di semua saham Sky  yang menjadi target Comcast.
(Syarifuddin) </description><content:encoded>LONDON &amp;ndash; Perusahaan raksasa televisi kabel Amerika Serikat (AS) Comcast mampu melampaui penawaran 21st Century Fox dalam lelang untuk operator televisi Eropa, Sky, pada Sabtu (22/9/2018).
Akibatnya Rupert Murdoch, pemilik 21st Century Fox, pun harus kalah dan menguburkan impiannya untuk memiliki Sky. Comcast berhasil memberi tawaran terbesar dalam lelang itu setelah pertempuran antara dua kerajaan media tersebut.
Regulator akuisisi Inggris menyatakan proses rahasia itu berakhir dengan Comcast menghargai Sky sebesar USD39,7 miliar (Rp589 triliun). Kemenangan Comcast itu pun menjadi kekalahan bagi Rupert Murdoch. Para pemegang saham operator televisi kabel Eropa itu memiliki waktu hingga 11 Oktober untuk memutuskan tawaran siapa yang akan diterima.

Sky memiliki 23 juta pelanggan dan hak siar untuk Liga Primer Inggris yang menjadikannya sebagai salah satu perusahaan televisi paling kuat dan paling menguntungkan di Eropa. Proses lelang itu menempatkan dua raksasa media AS bersaing saat mereka berupaya mendorong konten untuk mempertahankan penonton yang beralih ke layanan streaming seperti Netflix.
Hasil kesepakatan pada Sabtu (22/9/2018) itu berpotensi menjadi pukulan fatal bagi upaya Murdoch mengakuisisi 61% saham di Sky yang dia inginkan sejak lama, tapi belum juga terwujud. Murdoch merupakan warga AS kelahiran Australia yang membuat upaya awal akuisisi Sky pada 2010-2011.
Namun upayanya terganjal oleh skandal peretasan telepon di perusahaan surat kabarnya di Inggris. Pertarungan dua tahun untuk mendapatkan Sky juga mengubah peta media hiburan AS dengan mengizinkan Walt Disney Co menyelesaikan merger besar dengan Fox.

Lelang pada Sabtu (22/9/2018) juga berubah menjadi pertarungan antara Comcast dan Disney untuk mendapatkan Sky. Holding Comcast saat ini termasuk Universal Studios dan saluran televisi AS, NBC dan CNBC. Kerajaan bisnis Disney terbentang dari studio film dan taman hiburan hingga jaringan televisi AS, NBC dan saluran olahraga ESPN.
Sejumlah pengkritik menyatakan, membiarkan Murdoch mengontrol penuh Sky News akan memberi dia terlalu banyak pengaruh dalam bisnis berita di Inggris. Saat ini Murdoch telah memiliki surat kabar Inggris bernama The Times dan The Sun.Fox mengusulkan mengatasi kekhawatiran itu dengan menjual saluran  televisi berita tersebut kepada Disney jika dapat mengontrol penuh Sky.  Sangat jarang terjadi akuisisi dalam ukuran dan dampak sebesar itu  diputuskan dalam lelang tertutup 24 jam yang digelar sepenuhnya secara  rahasia. Panel Takeover Inggris memutuskan cara ini karena tidak ada  tawaran yang mencapai kesepakatan final.
&amp;ldquo;Harus ada ke rangka kerja untuk resolusi da lam situasi kompetitif  ini,&amp;rdquo; papar pernyataan Panel Takeover Inggris mengenai akuisisi Sky  tersebut seperti dikutip Business Standard.
Panel Takeover tidak mendeklarasikan pemenang lelang, tapi secara  sederhana menyebutkan besarnya tawaran yang di ajukan. Ditetapkan 11 Ok  tober sebagai batas waktu, tentang apakah tawaran itu dapat diterima  atau dapat di umumkan oleh para pemegang saham.
Saham Sky ditutup senilai 15,85 poundsterling per saham pada Jumat  (21/9/2018), di bawah tawaran harga Comcast pada Sabtu (22/9/2018) yang  sebesar 17,28 poundsterling per saham.
&amp;ldquo;Lelang pada Sabtu (22/9/2018) itu menjadi putaran ketiga dan semua  tawaran dilakukan secara tertutup melalui telepon atau e-mail ,&amp;rdquo; ungkap  sumber yang tahu tentang proses lelang tersebut kepada Business  Standard.
Sebelumnya, para pihak yang terkait dalam proses lelang itu  menyatakan hasil lelang pada Sabtu (22/9/2018) akan mengakhiri proses  yang panjang.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/09/04/52949/267077_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Melemah Jadi Rp14.940 per Dolar AS&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;ldquo;Ini akan menandai akhir proses yang kami lakukan selama hampir dua  tahun,&amp;rdquo; kata Chief Executive Officer (CEO) Sky Jeremy Darroch dalam memo  untuk para pegawai pada Kamis (20/9/2018).
Fox yang telah memegang 39% saham Sky awalnya menawarkan harga 10,75  pound sterling per saham kepada Sky pada Desember 2016, tapi proses  akuisisi ini tertunda oleh lamanya peninjauan ulang regulator di  Inggris.
Akuisisi ini juga diperumit dengan kesepakatan terpisah yang dibuat  Disney pada Desember 2017 untuk mengakuisisi aset televisi dan film dari  Fox, termasuk saham Sky. Comcast kemudian memaksa Disney menaikkan  tawaran untuk aset Fox menjadi sekitar USD71 miliar pada Juni. Dan Fox  menaikkan tawaran untuk Sky menjadi 14 poundsterling per saham pada  Juli.
Meski Comcast merespons dengan segera menaikkan tawar an untuk Sky  menjadi 14,75 poundsterling per saham dari 12,50 poundsterling, Comcast  meninggalkan upaya untuk mengakuisisi aset Fox pada 19 Juli. Panel  Takeover Inggris menyatakan agar kebuntuan terkait Sky diselesaikan dan  memaksa Comcast serta Fox meng umum kan tawaran terbaik me reka.
Posisi Fox yang memiliki 39% saham di Sky akan menjadi faktor penting  dalam menentukan siapa yang akan mengontrol proses lelang jika ada  tawaran dengan nilai yang sama dari Comcast. Fox menyatakan menerima  batas untuk kesepakatan sebesar 75% saham minoritas Sky, tapi memiliki  opsi menurunkannya dan menginginkan mayoritas simpel di semua saham Sky  yang menjadi target Comcast.
(Syarifuddin) </content:encoded></item></channel></rss>
