<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Infrastruktur hingga Komoditas Jadi Penopang Ekspor RI</title><description>Ekspor barang dan jasa harus didorong untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/24/320/1954760/infrastruktur-hingga-komoditas-jadi-penopang-ekspor-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/09/24/320/1954760/infrastruktur-hingga-komoditas-jadi-penopang-ekspor-ri"/><item><title>   Infrastruktur hingga Komoditas Jadi Penopang Ekspor RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/24/320/1954760/infrastruktur-hingga-komoditas-jadi-penopang-ekspor-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/09/24/320/1954760/infrastruktur-hingga-komoditas-jadi-penopang-ekspor-ri</guid><pubDate>Senin 24 September 2018 13:23 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/09/24/320/1954760/infrastruktur-hingga-komoditas-jadi-penopang-ekspor-ri-ZtRMi4RUC0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/09/24/320/1954760/infrastruktur-hingga-komoditas-jadi-penopang-ekspor-ri-ZtRMi4RUC0.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Okezone</title></images><description>JAKARTA - Ekspor barang dan jasa harus didorong untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi. Agar tumbuh secara berkelanjutan, aktivitas ekspor harus didasarkan pada adanya daya saing yang menyebabkan produk terus diminati oleh pasar global.

Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank Sinthya Roesly mengatakan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) bekerja sama dengan International Center for Applied Finance and Economics (InterCAFE) IPB menghitung dampak total pembiayaan LPEI terhadap perubahan kondisi makroekonomi di Indonesia.

Dengan menggunakan analisis Computing General Equilibrium (CGE) menggunakan data Sistem Neraca Sosial Ekonomi Indonesia (SNSE) terkini, yaitu tahun 2008 diperoleh kesimpulan bahwa Pembiayaan agregat LPEI berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi dan memiliki dampak sosial, yaitu peningkatan penyerapan tenaga kerja dan menurunkan kemiskinan.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/03/20/48328/246214_medium.jpg&quot; alt=&quot;Defisit Neraca Perdagangan&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Hasil kajian lainnya hasil kerja sama LPEI dengan UNIED, yaitu penelitian terkait pentingnya infrastruktur ekspor dan winning commodities ekspor Indonesia. Infrastruktur menjadi faktor penting dalam mendorong efisiensi logistik dan transportasi para eksportir sehingga dapat meningkatkan daya saing.

&amp;ldquo;Dari hasil kajian winning-commodities menjadi fokus kami dalam mendorong akselerasi ekspor winning commodities tersebut,&amp;rdquo; kata Sinthya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (24/9/2018).

Hasil-hasil kajian tersebut terbuka untuk dilakukan sinkronisasi dan konfirmasi dengan para stakeholders dari Kementerian dan Lembaga untuk dapat memberi masukan. Rekomendasi kebijakan atas kajian-kajian yang telah dilakukan UNIED diharapkan bisa diimplementasikan secara konkret serta membantu penetapan kebijakan pemerintah.

&amp;ldquo;Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kemanfaatan LPEI bagi bangsa dan negara, namun kami tidak dapat berjalan sendirian. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kehadiran dan dukungan para stakeholders dalam mendukung revitalisasi peran LPEI,&amp;rdquo; kata Sinthya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/03/20/48328/246215_medium.jpg&quot; alt=&quot;Defisit Neraca Perdagangan&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, kehadiran LPEl selama sembilan tahun sebagai salah satu fiscal tools pemerintah dalam meningkatkan kemampuan dan pembiayaan eksportir memasuki babak baru.

&amp;ldquo;LPEl diberi mandat oleh Negara untuk membiayai ekspor bagi industri yang sifatnya prospektif dan strategis. Oleh karenanya LPEl harus dapat menyasar penyediaan fasilitasnya ke sektor-sektor yang impactful/ bagi kinerja ekspor nasional dan variabel-variabel makroekonomi lainnya serta aspek-aspek sosial, sehingga peran LPEl dapat memberikan dampak nyata dan konkrit bagi bangsa,&amp;rdquo; kata Menteri Keuangan.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2017/04/26/36429/207941_medium.jpg&quot; alt=&quot;BI Catat Surplus Neraca Perdagangan per Maret Turun&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sekedar informasi, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau  Indonesia Eximbank menyelenggarakan Seminar Nasional Peningkatan Ekspor  Nasional dan Dukungan Pemangku Kebijakan.

Acara yang diselenggarakan di kantor Kementerian Keuangan ini,  bertujuan untuk mendiseminasikan hasil riset kerjasama LPEI dan jejaring  Perguruan Tinggi untuk pengembangan ekspor Indonesia (UNIED), serta  merumuskan Konsensus Bersama pemangku kebijakan dalam rangka peningkatan  ekspor nasional.

Berbagai riset telah dilakukan oleh UNIED bersama-sama dengan LPEI.  Rekomendasi yang dihasilkan perlu didiseminasi kepada pemangku kebijakan  sehingga dapat diimplementasikan untuk pengembangan ekspor barang dan  jasa ke depan.

Para pemangku kebijakan dalam pertemuan ini menyepakati  diperlukannya: Penetapan peningkatan ekspor sebagai salah satu sasaran  pokok pembangunan nasional; Penetapan Peraturan Pemerintah (PP) tentang  Kebijakan Dasar Pembiayaan Ekspor Nasional (KD-PEN), yang mencakup  penyesuaian skala usaha UKM ekspor; Penetapan komoditas dan target  ekspor unggulan nasional, Kebijakan tata kelola infrastruktur ekspor  yang lebih baik berdasarkan satu peta jalan nasional.

Kemudian, pengembangan export dashboard, Forum Kerja Bersama Ekspor  serta joint monitoring committee; Konsorsium Perguruan Tinggi untuk  mendorong Peningkatan Jasa Pendidikan Tinggi Inbound; serta Action  Projects untuk peningkatan ekspor salah satu komoditas unggulan yang  dilaksanakan dalam salah satu siklus sehingga dapat dievaluasi  dampaknya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ekspor barang dan jasa harus didorong untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi. Agar tumbuh secara berkelanjutan, aktivitas ekspor harus didasarkan pada adanya daya saing yang menyebabkan produk terus diminati oleh pasar global.

Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank Sinthya Roesly mengatakan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) bekerja sama dengan International Center for Applied Finance and Economics (InterCAFE) IPB menghitung dampak total pembiayaan LPEI terhadap perubahan kondisi makroekonomi di Indonesia.

Dengan menggunakan analisis Computing General Equilibrium (CGE) menggunakan data Sistem Neraca Sosial Ekonomi Indonesia (SNSE) terkini, yaitu tahun 2008 diperoleh kesimpulan bahwa Pembiayaan agregat LPEI berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi dan memiliki dampak sosial, yaitu peningkatan penyerapan tenaga kerja dan menurunkan kemiskinan.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/03/20/48328/246214_medium.jpg&quot; alt=&quot;Defisit Neraca Perdagangan&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Hasil kajian lainnya hasil kerja sama LPEI dengan UNIED, yaitu penelitian terkait pentingnya infrastruktur ekspor dan winning commodities ekspor Indonesia. Infrastruktur menjadi faktor penting dalam mendorong efisiensi logistik dan transportasi para eksportir sehingga dapat meningkatkan daya saing.

&amp;ldquo;Dari hasil kajian winning-commodities menjadi fokus kami dalam mendorong akselerasi ekspor winning commodities tersebut,&amp;rdquo; kata Sinthya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (24/9/2018).

Hasil-hasil kajian tersebut terbuka untuk dilakukan sinkronisasi dan konfirmasi dengan para stakeholders dari Kementerian dan Lembaga untuk dapat memberi masukan. Rekomendasi kebijakan atas kajian-kajian yang telah dilakukan UNIED diharapkan bisa diimplementasikan secara konkret serta membantu penetapan kebijakan pemerintah.

&amp;ldquo;Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kemanfaatan LPEI bagi bangsa dan negara, namun kami tidak dapat berjalan sendirian. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kehadiran dan dukungan para stakeholders dalam mendukung revitalisasi peran LPEI,&amp;rdquo; kata Sinthya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/03/20/48328/246215_medium.jpg&quot; alt=&quot;Defisit Neraca Perdagangan&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, kehadiran LPEl selama sembilan tahun sebagai salah satu fiscal tools pemerintah dalam meningkatkan kemampuan dan pembiayaan eksportir memasuki babak baru.

&amp;ldquo;LPEl diberi mandat oleh Negara untuk membiayai ekspor bagi industri yang sifatnya prospektif dan strategis. Oleh karenanya LPEl harus dapat menyasar penyediaan fasilitasnya ke sektor-sektor yang impactful/ bagi kinerja ekspor nasional dan variabel-variabel makroekonomi lainnya serta aspek-aspek sosial, sehingga peran LPEl dapat memberikan dampak nyata dan konkrit bagi bangsa,&amp;rdquo; kata Menteri Keuangan.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2017/04/26/36429/207941_medium.jpg&quot; alt=&quot;BI Catat Surplus Neraca Perdagangan per Maret Turun&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sekedar informasi, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau  Indonesia Eximbank menyelenggarakan Seminar Nasional Peningkatan Ekspor  Nasional dan Dukungan Pemangku Kebijakan.

Acara yang diselenggarakan di kantor Kementerian Keuangan ini,  bertujuan untuk mendiseminasikan hasil riset kerjasama LPEI dan jejaring  Perguruan Tinggi untuk pengembangan ekspor Indonesia (UNIED), serta  merumuskan Konsensus Bersama pemangku kebijakan dalam rangka peningkatan  ekspor nasional.

Berbagai riset telah dilakukan oleh UNIED bersama-sama dengan LPEI.  Rekomendasi yang dihasilkan perlu didiseminasi kepada pemangku kebijakan  sehingga dapat diimplementasikan untuk pengembangan ekspor barang dan  jasa ke depan.

Para pemangku kebijakan dalam pertemuan ini menyepakati  diperlukannya: Penetapan peningkatan ekspor sebagai salah satu sasaran  pokok pembangunan nasional; Penetapan Peraturan Pemerintah (PP) tentang  Kebijakan Dasar Pembiayaan Ekspor Nasional (KD-PEN), yang mencakup  penyesuaian skala usaha UKM ekspor; Penetapan komoditas dan target  ekspor unggulan nasional, Kebijakan tata kelola infrastruktur ekspor  yang lebih baik berdasarkan satu peta jalan nasional.

Kemudian, pengembangan export dashboard, Forum Kerja Bersama Ekspor  serta joint monitoring committee; Konsorsium Perguruan Tinggi untuk  mendorong Peningkatan Jasa Pendidikan Tinggi Inbound; serta Action  Projects untuk peningkatan ekspor salah satu komoditas unggulan yang  dilaksanakan dalam salah satu siklus sehingga dapat dievaluasi  dampaknya.</content:encoded></item></channel></rss>
