<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Buwas Sebut Data Beras Rentan Dipermainkan di Tahun Politik</title><description>Tahun politik di mana pengadaan beras cenderung rentan dipermainkan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/24/320/1954886/buwas-sebut-data-beras-rentan-dipermainkan-di-tahun-politik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/09/24/320/1954886/buwas-sebut-data-beras-rentan-dipermainkan-di-tahun-politik"/><item><title>Buwas Sebut Data Beras Rentan Dipermainkan di Tahun Politik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/24/320/1954886/buwas-sebut-data-beras-rentan-dipermainkan-di-tahun-politik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/09/24/320/1954886/buwas-sebut-data-beras-rentan-dipermainkan-di-tahun-politik</guid><pubDate>Senin 24 September 2018 16:13 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/09/24/320/1954886/buwas-sebut-data-beras-rentan-dipermainkan-di-tahun-politik-PsDowFlaim.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Pedagang Beras (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/09/24/320/1954886/buwas-sebut-data-beras-rentan-dipermainkan-di-tahun-politik-PsDowFlaim.jpg</image><title>Ilustrasi Pedagang Beras (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA- Direktur Utama (Dirut) Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso menginginkan agar semua pihak untuk duduk dalam satu meja dan melihat data secara bersama-sama. Tujuannya, agar tidak ada lagi polemik mengenai data beras di kemudian hari.
&quot;Apalagi, kita lihat tahun depan merupakan tahun politik di mana pengadaan beras cenderung rentan dipermainkan,&quot; kata Buwas di Menara Kadin, Rasuna Said, Jakarta, Senin (24/9/2018).
Dia menjelaskan, bahwa saat ini pemerintah tidak hanya berfokus pada pengadaan beras semata. Karena masih ada 11 bahan pokok lain yang juga harus diperhatikan penyalurannya kepada masyarakat.
&quot;Seperti minyak goreng, tepung, daging sapi dan ayam, semua juga harus diperhatikan,&quot; tuturnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/07/10/51562/260706_medium.jpg&quot; alt=&quot;22.500 Ton Beras Impor Asal Vietnam Tiba di Pelabuhan Indah Kiat Merak&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dia juga menambahkan, bahwa dirinya memang memperpanjang impor beras, itu dilakukan, karena beras yang sekarang datang kalau tidak diatur datang waktunya, itu bisa bermasalah.
&quot;Ibaratnya mobil, ini tidak ada STNK-nya. Sudah mati, itu posisi sebenarnya, jadi jangan disalahartikan kalau saya Dirut Bulog memohon untuk izin impor. Secara fakta saja, urusan ini sudah selesai, saya fokus kerja karena sekarang beberapa titik siap panen dan saya harus serap besar-besaran, saya akan buktikan kalau produksi dalam negeri itu banyak dan bisa kami serap,&quot; ungkapnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/07/03/51364/259970_medium.jpg&quot; alt=&quot;Perum Bulog Targetkan 1 Juta Ton Beras untuk Bulan Juli-September&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sebelumnya, Menko Perekonomian Darmin Nasution menyatakan bahwa, dirinya telah menjelaskan terkait polemik impor beras yang melibatkan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas).
&quot;Saya sudah jelaskan di Istana Presiden, bahwa tanggal dan harga waktu itu berapa dan stok beras berapa di Bulog berapa, artinya semua landasan sudah jelas dan saya tidak senang kalau di ulang-ulang,&quot; kata Darmin di Kemenko Perekonomian, Jakarta.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/07/03/51364/259969_medium.jpg&quot; alt=&quot;Perum Bulog Targetkan 1 Juta Ton Beras untuk Bulan Juli-September&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
(Feb)</description><content:encoded>JAKARTA- Direktur Utama (Dirut) Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso menginginkan agar semua pihak untuk duduk dalam satu meja dan melihat data secara bersama-sama. Tujuannya, agar tidak ada lagi polemik mengenai data beras di kemudian hari.
&quot;Apalagi, kita lihat tahun depan merupakan tahun politik di mana pengadaan beras cenderung rentan dipermainkan,&quot; kata Buwas di Menara Kadin, Rasuna Said, Jakarta, Senin (24/9/2018).
Dia menjelaskan, bahwa saat ini pemerintah tidak hanya berfokus pada pengadaan beras semata. Karena masih ada 11 bahan pokok lain yang juga harus diperhatikan penyalurannya kepada masyarakat.
&quot;Seperti minyak goreng, tepung, daging sapi dan ayam, semua juga harus diperhatikan,&quot; tuturnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/07/10/51562/260706_medium.jpg&quot; alt=&quot;22.500 Ton Beras Impor Asal Vietnam Tiba di Pelabuhan Indah Kiat Merak&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dia juga menambahkan, bahwa dirinya memang memperpanjang impor beras, itu dilakukan, karena beras yang sekarang datang kalau tidak diatur datang waktunya, itu bisa bermasalah.
&quot;Ibaratnya mobil, ini tidak ada STNK-nya. Sudah mati, itu posisi sebenarnya, jadi jangan disalahartikan kalau saya Dirut Bulog memohon untuk izin impor. Secara fakta saja, urusan ini sudah selesai, saya fokus kerja karena sekarang beberapa titik siap panen dan saya harus serap besar-besaran, saya akan buktikan kalau produksi dalam negeri itu banyak dan bisa kami serap,&quot; ungkapnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/07/03/51364/259970_medium.jpg&quot; alt=&quot;Perum Bulog Targetkan 1 Juta Ton Beras untuk Bulan Juli-September&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sebelumnya, Menko Perekonomian Darmin Nasution menyatakan bahwa, dirinya telah menjelaskan terkait polemik impor beras yang melibatkan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas).
&quot;Saya sudah jelaskan di Istana Presiden, bahwa tanggal dan harga waktu itu berapa dan stok beras berapa di Bulog berapa, artinya semua landasan sudah jelas dan saya tidak senang kalau di ulang-ulang,&quot; kata Darmin di Kemenko Perekonomian, Jakarta.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/07/03/51364/259969_medium.jpg&quot; alt=&quot;Perum Bulog Targetkan 1 Juta Ton Beras untuk Bulan Juli-September&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
(Feb)</content:encoded></item></channel></rss>
