<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi Sulit Tanpa Manufaktur</title><description>Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2019 sebesar 5,3%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/25/20/1955271/sri-mulyani-pertumbuhan-ekonomi-sulit-tanpa-manufaktur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/09/25/20/1955271/sri-mulyani-pertumbuhan-ekonomi-sulit-tanpa-manufaktur"/><item><title>Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi Sulit Tanpa Manufaktur</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/25/20/1955271/sri-mulyani-pertumbuhan-ekonomi-sulit-tanpa-manufaktur</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/09/25/20/1955271/sri-mulyani-pertumbuhan-ekonomi-sulit-tanpa-manufaktur</guid><pubDate>Selasa 25 September 2018 13:28 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/09/25/20/1955271/sri-mulyani-pertumbuhan-ekonomi-sulit-tanpa-manufaktur-W5JSTk8rQR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/09/25/20/1955271/sri-mulyani-pertumbuhan-ekonomi-sulit-tanpa-manufaktur-W5JSTk8rQR.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2019 sebesar 5,3%. Untuk mendorong itu, sektor manufaktur harus bisa tumbuh di atas 5%.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, selama tiga tahun terakhir pertumbuhan sektor industri selalu tumbuh di bawah 5%. Menurut dia, selama sektor manufaktur tidak bisa tumbuh di atas 5%, maka pertumbuhan ekonomi akan sulit terangkat.
&amp;ldquo;Selama tiga tahun terakhir selalu tumbuh di bawah 5%. Selama manufaktur tidak tumbuh tinggi, itu pengaruhnya tinggi sekali pada perekonomian karena penerimaan pajak terbesar ada di sektor ini. Jadi, sangat penting untuk berbagai dimensi,&amp;rdquo; ujarnya di Jakarta.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/07/27/52123/262925_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menkeu Sri Mulyani: Dengan UU PNBP Pemerintah Bisa Pangkas 70.000 Tarif Kementerian atau Lembaga&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Sri Mulyani mengatakan, pemerintah akan berupaya menjaga konsumsi tetap tumbuh di 5,1% pada tahun 2019. Dari sisi investasi dijaga di angka 7%, ekspor di kisaran 6,3% dan impor dijaga di angka 7,1%.
Baca Juga: Menteri Bambang Yakin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,2%
Dari sisi supply side, sektor pertanian diharapkan bisa tetap tumbuh tinggi di atas 3% bahkan mendekati 4%. &amp;ldquo;Dengan situasi ini kita berharap pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3% bisa dijaga tahun depan. Inflasi kita jaga di 3,5%, namun suku bunga akan mengalami tekanan agak naik. Mungkin suku bunga akan mendekati 5&amp;mdash;5,25%,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/05/17/49991/254119_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menkeu Sri Mulyani: Kinerja APBN 2018 Alami Perbaikan&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sri Mulyani menuturkan, pemerintah akan fokus agar dinamika global yang terjadi pada semester II/2018 tidak terlalu berdampak pada perekonomian. Berbagai langkah kebijakan tetap dilakukan termasuk kebijakan fiskal akan tetap ada untuk meningkatkan investasi serta memperbaiki defisit transaksi berjalan serta defisit neraca perdagangan.
&amp;ldquo;Fokus kita bagaimana kebijakan fiskal memperbaiki dari sisi alokasi dan distribusi. Kita juga perlu memperbaiki kebijakan investasi. Reformasi birokrasi tetap dilakukan,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wOS8wNS8xLzExNjAzNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan produksi industri  manufaktur besar dan sedang menunjukkan peningkatan pada kuartal II/  2018 sebesar 4,36% secara year on year (yoy) terhadap kuar tal II/2017.  Sementara pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada  periode kuartal II/2018 juga mengalami kenaikan 4,93% (yoy) terhadap  kuartal II/2017. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan,  sektor manufaktur membutuhkan insentif agar bisa mendorong pertumbuhan  di atas 5%.
Menurut Airlangga, beberapa insentif yang ditunggu sektor industri di  antaranya insentif berupa pengurangan pajak di atas 100% (super  deductible tax) yang terlibat dalam pendidikan vokasi dan melakukan  kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) yang menghasilkan  inovasi. &amp;ldquo;Insentif untuk super deductible tax, kemudian insentif inovasi  dan juga insentif untuk PPnBM automotif, itu sangat ditunggu investor.  Oleh karena itu, tadi dikatakan akan diberikan, maka akan kita tunggu.  Dengan demikian kita akan menarik investor dan saya yakin pertumbuhan  akan tinggi,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/05/17/49991/254118_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menkeu Sri Mulyani: Kinerja APBN 2018 Alami Perbaikan&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Airlangga menuturkan, ada beberapa sektor industri yang  pertumbuhannya di atas pertumbuhan ekonomi. Kementerian Perindustrian  (Kemenperin) mencatat, pada kuartal II/2018 pertumbuhan industri makanan  dan minuman mencapai 8,67% atau melampaui pertumbuhan ekonomi nasional  sebesar 5,27%. Bahkan, sektor industri makanan dan minuman mampu  memberikan kontribusi tertinggi terhadap PDB industri pengolahan  nonmigas hingga 35,87%. Adapun sektor-sektor yang menjadi penopang  pertumbuhan industri pengolahan nonmigas pada kuartal dua tahun ini,  antara lain industri karet, barang dari karet dan plastik yang tumbuh  sebesar 11,85%, kemudian diikuti industri kulit, barang dari kulit dan  alas kaki sebesar 11,38%.
Sementara industri tekstil dan pakaian jadi mencapai 6,39%. &amp;ldquo;Salah  satu subsektor, misalnya industri kosmetik juga pertumbuhannya tinggi  sehingga ini bisa dipakai untuk memacu investasi dan pertumbuhan  industri. PMI (Purchasing Manager Index) itu juga tumbuhnya tinggi 5,9%  saat ini. Artinya, confident level dari industri sedang bagus. Tentu ini  harus kita pompa lagi,&amp;rdquo; katanya.
(Oktiani Endarwati)</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2019 sebesar 5,3%. Untuk mendorong itu, sektor manufaktur harus bisa tumbuh di atas 5%.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, selama tiga tahun terakhir pertumbuhan sektor industri selalu tumbuh di bawah 5%. Menurut dia, selama sektor manufaktur tidak bisa tumbuh di atas 5%, maka pertumbuhan ekonomi akan sulit terangkat.
&amp;ldquo;Selama tiga tahun terakhir selalu tumbuh di bawah 5%. Selama manufaktur tidak tumbuh tinggi, itu pengaruhnya tinggi sekali pada perekonomian karena penerimaan pajak terbesar ada di sektor ini. Jadi, sangat penting untuk berbagai dimensi,&amp;rdquo; ujarnya di Jakarta.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/07/27/52123/262925_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menkeu Sri Mulyani: Dengan UU PNBP Pemerintah Bisa Pangkas 70.000 Tarif Kementerian atau Lembaga&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Sri Mulyani mengatakan, pemerintah akan berupaya menjaga konsumsi tetap tumbuh di 5,1% pada tahun 2019. Dari sisi investasi dijaga di angka 7%, ekspor di kisaran 6,3% dan impor dijaga di angka 7,1%.
Baca Juga: Menteri Bambang Yakin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,2%
Dari sisi supply side, sektor pertanian diharapkan bisa tetap tumbuh tinggi di atas 3% bahkan mendekati 4%. &amp;ldquo;Dengan situasi ini kita berharap pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3% bisa dijaga tahun depan. Inflasi kita jaga di 3,5%, namun suku bunga akan mengalami tekanan agak naik. Mungkin suku bunga akan mendekati 5&amp;mdash;5,25%,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/05/17/49991/254119_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menkeu Sri Mulyani: Kinerja APBN 2018 Alami Perbaikan&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sri Mulyani menuturkan, pemerintah akan fokus agar dinamika global yang terjadi pada semester II/2018 tidak terlalu berdampak pada perekonomian. Berbagai langkah kebijakan tetap dilakukan termasuk kebijakan fiskal akan tetap ada untuk meningkatkan investasi serta memperbaiki defisit transaksi berjalan serta defisit neraca perdagangan.
&amp;ldquo;Fokus kita bagaimana kebijakan fiskal memperbaiki dari sisi alokasi dan distribusi. Kita juga perlu memperbaiki kebijakan investasi. Reformasi birokrasi tetap dilakukan,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wOS8wNS8xLzExNjAzNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan produksi industri  manufaktur besar dan sedang menunjukkan peningkatan pada kuartal II/  2018 sebesar 4,36% secara year on year (yoy) terhadap kuar tal II/2017.  Sementara pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada  periode kuartal II/2018 juga mengalami kenaikan 4,93% (yoy) terhadap  kuartal II/2017. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan,  sektor manufaktur membutuhkan insentif agar bisa mendorong pertumbuhan  di atas 5%.
Menurut Airlangga, beberapa insentif yang ditunggu sektor industri di  antaranya insentif berupa pengurangan pajak di atas 100% (super  deductible tax) yang terlibat dalam pendidikan vokasi dan melakukan  kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) yang menghasilkan  inovasi. &amp;ldquo;Insentif untuk super deductible tax, kemudian insentif inovasi  dan juga insentif untuk PPnBM automotif, itu sangat ditunggu investor.  Oleh karena itu, tadi dikatakan akan diberikan, maka akan kita tunggu.  Dengan demikian kita akan menarik investor dan saya yakin pertumbuhan  akan tinggi,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/05/17/49991/254118_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menkeu Sri Mulyani: Kinerja APBN 2018 Alami Perbaikan&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Airlangga menuturkan, ada beberapa sektor industri yang  pertumbuhannya di atas pertumbuhan ekonomi. Kementerian Perindustrian  (Kemenperin) mencatat, pada kuartal II/2018 pertumbuhan industri makanan  dan minuman mencapai 8,67% atau melampaui pertumbuhan ekonomi nasional  sebesar 5,27%. Bahkan, sektor industri makanan dan minuman mampu  memberikan kontribusi tertinggi terhadap PDB industri pengolahan  nonmigas hingga 35,87%. Adapun sektor-sektor yang menjadi penopang  pertumbuhan industri pengolahan nonmigas pada kuartal dua tahun ini,  antara lain industri karet, barang dari karet dan plastik yang tumbuh  sebesar 11,85%, kemudian diikuti industri kulit, barang dari kulit dan  alas kaki sebesar 11,38%.
Sementara industri tekstil dan pakaian jadi mencapai 6,39%. &amp;ldquo;Salah  satu subsektor, misalnya industri kosmetik juga pertumbuhannya tinggi  sehingga ini bisa dipakai untuk memacu investasi dan pertumbuhan  industri. PMI (Purchasing Manager Index) itu juga tumbuhnya tinggi 5,9%  saat ini. Artinya, confident level dari industri sedang bagus. Tentu ini  harus kita pompa lagi,&amp;rdquo; katanya.
(Oktiani Endarwati)</content:encoded></item></channel></rss>
