<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konektivitas Soekarno-Hatta Kalahkan Bandara Korsel hingga Malaysia</title><description>Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) masuk dalam 10 besar daftar The World&amp;rsquo;s Most Internationally Connected Airports.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/25/320/1955206/konektivitas-soekarno-hatta-kalahkan-bandara-korsel-hingga-malaysia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/09/25/320/1955206/konektivitas-soekarno-hatta-kalahkan-bandara-korsel-hingga-malaysia"/><item><title>Konektivitas Soekarno-Hatta Kalahkan Bandara Korsel hingga Malaysia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/25/320/1955206/konektivitas-soekarno-hatta-kalahkan-bandara-korsel-hingga-malaysia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/09/25/320/1955206/konektivitas-soekarno-hatta-kalahkan-bandara-korsel-hingga-malaysia</guid><pubDate>Selasa 25 September 2018 11:21 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/09/25/320/1955206/konektivitas-soekarno-hatta-kalahkan-bandara-korsel-hingga-malaysia-CrqGNE9Ioq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bandara (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/09/25/320/1955206/konektivitas-soekarno-hatta-kalahkan-bandara-korsel-hingga-malaysia-CrqGNE9Ioq.jpg</image><title>Bandara (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Besarnya potensi pasar penerbangan nasional harus diikuti perbaikan konektivitas antar bandara. Penyediaan fasilitas yang baik di bandara diharapkan semakin menarik maskapai untuk menjadikan tujuan penerbangan.
Tingkat konektivitas antar bandara inilah yang menjadikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) masuk dalam 10 besar daftar The World&amp;rsquo;s Most Internationally Connected Airports yang dikeluarkan lembaga air travel intelligence asal Inggris, OAG.
Pada laporan Megahubs International Index 2018, bandara tersibuk di Indonesia itu dinobatkan sebagai bandara terkoneksi ke-10 dunia mengalahkan bandara besar seperti Incheon- Korea Selatan, KLIA-Malaysia, dan Bandara Hong Kong. Laporan itu juga menyebutkan Bandara Soetta mendapatkan nilai indeks konektivitas mencapai 249 atau hanya terpaut 4 poin dari Bandara Internasional Changi, Singapura, yang memiliki nilai indeks 253.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/08/06/52355/263936_medium.jpg&quot; alt=&quot;Keberadaan Runway Baru Bandara Soetta Diharapkan Dapat Kurangi Antrean Lepas Landas&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Dalam proses penentuan nilai indeks tersebut, OAG menghitung total kemungkinan konektivitas bandara untuk penerbangan datang dan keluar dalam masa waktu 6 jam. Kriteria penentuan konektivitas lainnya adalah penerbangan internasional menuju maupun dari bandara tersebut (single international connections) dan penerbangan internasional yang termasuk domestik ke internasional, internasional ke domestik, maupun internasional ke internasional.
Presiden Direktur PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin mengatakan, dengan jumlah pergerakan penumpang mencapai 63 juta orang pada 2017, Bandara Soekarno-Hatta akan terus bersolek dalam mengakomodasi pertumbuhan jumlah pengguna yang terus merangkak naik.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/08/06/52355/263937_medium.jpg&quot; alt=&quot;Keberadaan Runway Baru Bandara Soetta Diharapkan Dapat Kurangi Antrean Lepas Landas&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Tentu kita akan maksimalkan dari sisi darat maupun sisi udara, untuk memaksimalkan potensinya,&amp;rdquo; ujar dia.
Dia menjelaskan, AP II selaku pengelola Bandara Soetta akan terus mengembangkan sejumlah infra struk tur sehingga bisa bersaing dan menjadi bandara kebanggaan bangsa. Sejumlah perbaikan tersebut juga diharapkan dapat menopang pertumbuhan pariwisata dalam negeri.
&amp;ldquo;Dengan estimasi penumpang di 2018 yang akan mencapai 68 juta penumpang, Bandara Internasional Soekarno- Hatta terus melakukan pembangunan infrastruktur dalam rangka peningkatan kapasitas penumpang seperti di antaranya pembangunan east cross taxiway, landasan pacu ke3, revitalisasi Terminal 1 dan Terminal 2, serta pembangunan Terminal 4,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNy8wOC8xLzExNDE2NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pengamat penerbangan Alvin Lie menilai, Indonesia akan terus menjadi  pasar penerbangan yang besar di wilayah Asia Pasifik. Kondisi tersebut,  ujar dia, memungkinkan Bandara Soetta bisa lebih besar dari sisi  konektivitas dibanding negara-negara lain di Asia.
&amp;ldquo;Saya lihat pengembangan dari berbagai sisi terus dilakukan AP II.  Meski begitu, penambahan konektivitas rute-rute penerbangan baru  sepenuhnya tergantung dari sejauh mana maskapai tertarik untuk membuka  rute baru atau rute-rute yang lebih luas melalui bandara ini,&amp;rdquo; ujar dia.
Menurutnya, untuk menjadi yang terbaik, penyedia infrastruktur tidak  bisa bekerja sendiri. Perlu dilihat bagaimana ketertarikan maskapai  menggunakan fasilitas yang tersedia.
&amp;ldquo;Nah maskapai juga akan tertarik jika pariwisata atau perekonomian suatu daerah itu sudah mumpuni,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/08/06/52355/263939_medium.jpg&quot; alt=&quot;Keberadaan Runway Baru Bandara Soetta Diharapkan Dapat Kurangi Antrean Lepas Landas&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
AP II, kata Alvin, juga harus meyakinkan kalangan maskapai bahwa  Bandara Soekarno- Hatta yang dikelolanya memiliki fasilitas yang memadai  dari sisi infrastruktur dan update peralatan kenavigasian. Di sisi  lain, peran pemerintah dalam hal ini regulator penerbangan udara melalui  Direktorat Udara Kemenhub juga harus memberikan kemudahan dalam hal  perizinan.
&amp;ldquo;Kalau dari sisi Angkasa Pura II, saya kira mereka sudah menyiapkan  infrastruktur dengan penambahan landasan pacu baru. Tinggal bagaimana  sinergi para pemangku kepentingan terkait mendukung itu. Saya kira  Indonesia masih dianggap pasar penerbangan yang besar. Sebab, selama ini  Soekarno-Hatta juga masih paling besar koneksi ada di domestik,&amp;rdquo;  pungkasnya.
Terus Dikembangkan
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan  sebelumnya menyatakan siap mengawal pembangunan yang dilakukan di  kawasan Bandara Soetta, termasuk pengembangan Terminal 4 yang akan  dimulai pada 2020. Pengembangan fasilitas tersebut untuk mengantisipasi  kenaikan jumlah penumpang yang diperkirakan mencapai 100 juta orang pada  2025.
Sekadar diketahui, saat ini rancangan terminal baru ini sedang  dikerjakan. Pemerintah memastikan Terminal 4 nantinya berlokasi di bekas  lapangan golf Suwarna yang berada dalam kawasan bandara. Kepastian  tersebut disampaikan saat Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan pada  Juni lalu.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/08/06/52355/263938_medium.jpg&quot; alt=&quot;Keberadaan Runway Baru Bandara Soetta Diharapkan Dapat Kurangi Antrean Lepas Landas&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Saat ini AP 2 tengah mengerjakan dua proyek pengembangan Bandara  Soetta, yakni pembangunan landasan pacu (runway ) ke-3 sepanjang 3.000  meter dan east cross serta parallel taxi way sepanjang 3.160 meter.  Pembangunan landasan pacu baru tersebut sudah dimulai pada Maret 2018.
Di samping itu, AP 2 juga sedang menyiapkan pembangunan bandara baru  Soekarno-Hatta II seluas 2.000 ha dengan nilai investasi mencapai Rp100  triliun. Bandara baru tersebut nantinya akan berada sekitar 15-20 km  dari Bandara Soetta eksisting.
Menurut Awaluddin, ide pembangunan Bandara Soekarno-Hatta II setelah  mempertimbangkan besarnya pergerakan domestik masyarakat memanfaatkan  jalur udara yang kian meningkat dari tahun ke tahun.
Selain itu, kapasitas Bandara Soetta eksisting saat ini dalam lima  tahun ke depan akan tembus di angka 100 juta penumpang. Pembangunan  runway ketiga dan terminal 4 bandara Soetta, kata Awaluddin, hanya akan  menutup backlog yang mencapai pergerakan 30 juta penumpang, sedangkan  jumlah penumpang akan terus bertambah di ibukota Jakarta.
&amp;ldquo;Maka lahirlah ide membangun Bandara Soekarno- Hatta yang lain. Ini  disampaikan Ibu Menteri BUMN. Kami sudah menyelesaikan prastudi  kelayakan,&amp;rdquo; ungkapnya.
Adapun terkait lokasinya, Awaluddin menjelaskan bahwa kemungkinan ada tiga titik lokasi yang diajukan berada di atas laut.
&amp;ldquo;Yang kita ajukan di tiga titik itu ada reklamasi dan kombinasi  keduanya,&amp;rdquo; ujar dia. Terkait pendanaannya, bisa dipilih beberapa  alternatif di antaranya kombinasi pembiayaan internal, maupun dengan  kemitraan bersama pihak lain.
(Ichsan Amin)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Besarnya potensi pasar penerbangan nasional harus diikuti perbaikan konektivitas antar bandara. Penyediaan fasilitas yang baik di bandara diharapkan semakin menarik maskapai untuk menjadikan tujuan penerbangan.
Tingkat konektivitas antar bandara inilah yang menjadikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) masuk dalam 10 besar daftar The World&amp;rsquo;s Most Internationally Connected Airports yang dikeluarkan lembaga air travel intelligence asal Inggris, OAG.
Pada laporan Megahubs International Index 2018, bandara tersibuk di Indonesia itu dinobatkan sebagai bandara terkoneksi ke-10 dunia mengalahkan bandara besar seperti Incheon- Korea Selatan, KLIA-Malaysia, dan Bandara Hong Kong. Laporan itu juga menyebutkan Bandara Soetta mendapatkan nilai indeks konektivitas mencapai 249 atau hanya terpaut 4 poin dari Bandara Internasional Changi, Singapura, yang memiliki nilai indeks 253.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/08/06/52355/263936_medium.jpg&quot; alt=&quot;Keberadaan Runway Baru Bandara Soetta Diharapkan Dapat Kurangi Antrean Lepas Landas&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Dalam proses penentuan nilai indeks tersebut, OAG menghitung total kemungkinan konektivitas bandara untuk penerbangan datang dan keluar dalam masa waktu 6 jam. Kriteria penentuan konektivitas lainnya adalah penerbangan internasional menuju maupun dari bandara tersebut (single international connections) dan penerbangan internasional yang termasuk domestik ke internasional, internasional ke domestik, maupun internasional ke internasional.
Presiden Direktur PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin mengatakan, dengan jumlah pergerakan penumpang mencapai 63 juta orang pada 2017, Bandara Soekarno-Hatta akan terus bersolek dalam mengakomodasi pertumbuhan jumlah pengguna yang terus merangkak naik.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/08/06/52355/263937_medium.jpg&quot; alt=&quot;Keberadaan Runway Baru Bandara Soetta Diharapkan Dapat Kurangi Antrean Lepas Landas&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Tentu kita akan maksimalkan dari sisi darat maupun sisi udara, untuk memaksimalkan potensinya,&amp;rdquo; ujar dia.
Dia menjelaskan, AP II selaku pengelola Bandara Soetta akan terus mengembangkan sejumlah infra struk tur sehingga bisa bersaing dan menjadi bandara kebanggaan bangsa. Sejumlah perbaikan tersebut juga diharapkan dapat menopang pertumbuhan pariwisata dalam negeri.
&amp;ldquo;Dengan estimasi penumpang di 2018 yang akan mencapai 68 juta penumpang, Bandara Internasional Soekarno- Hatta terus melakukan pembangunan infrastruktur dalam rangka peningkatan kapasitas penumpang seperti di antaranya pembangunan east cross taxiway, landasan pacu ke3, revitalisasi Terminal 1 dan Terminal 2, serta pembangunan Terminal 4,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNy8wOC8xLzExNDE2NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pengamat penerbangan Alvin Lie menilai, Indonesia akan terus menjadi  pasar penerbangan yang besar di wilayah Asia Pasifik. Kondisi tersebut,  ujar dia, memungkinkan Bandara Soetta bisa lebih besar dari sisi  konektivitas dibanding negara-negara lain di Asia.
&amp;ldquo;Saya lihat pengembangan dari berbagai sisi terus dilakukan AP II.  Meski begitu, penambahan konektivitas rute-rute penerbangan baru  sepenuhnya tergantung dari sejauh mana maskapai tertarik untuk membuka  rute baru atau rute-rute yang lebih luas melalui bandara ini,&amp;rdquo; ujar dia.
Menurutnya, untuk menjadi yang terbaik, penyedia infrastruktur tidak  bisa bekerja sendiri. Perlu dilihat bagaimana ketertarikan maskapai  menggunakan fasilitas yang tersedia.
&amp;ldquo;Nah maskapai juga akan tertarik jika pariwisata atau perekonomian suatu daerah itu sudah mumpuni,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/08/06/52355/263939_medium.jpg&quot; alt=&quot;Keberadaan Runway Baru Bandara Soetta Diharapkan Dapat Kurangi Antrean Lepas Landas&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
AP II, kata Alvin, juga harus meyakinkan kalangan maskapai bahwa  Bandara Soekarno- Hatta yang dikelolanya memiliki fasilitas yang memadai  dari sisi infrastruktur dan update peralatan kenavigasian. Di sisi  lain, peran pemerintah dalam hal ini regulator penerbangan udara melalui  Direktorat Udara Kemenhub juga harus memberikan kemudahan dalam hal  perizinan.
&amp;ldquo;Kalau dari sisi Angkasa Pura II, saya kira mereka sudah menyiapkan  infrastruktur dengan penambahan landasan pacu baru. Tinggal bagaimana  sinergi para pemangku kepentingan terkait mendukung itu. Saya kira  Indonesia masih dianggap pasar penerbangan yang besar. Sebab, selama ini  Soekarno-Hatta juga masih paling besar koneksi ada di domestik,&amp;rdquo;  pungkasnya.
Terus Dikembangkan
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan  sebelumnya menyatakan siap mengawal pembangunan yang dilakukan di  kawasan Bandara Soetta, termasuk pengembangan Terminal 4 yang akan  dimulai pada 2020. Pengembangan fasilitas tersebut untuk mengantisipasi  kenaikan jumlah penumpang yang diperkirakan mencapai 100 juta orang pada  2025.
Sekadar diketahui, saat ini rancangan terminal baru ini sedang  dikerjakan. Pemerintah memastikan Terminal 4 nantinya berlokasi di bekas  lapangan golf Suwarna yang berada dalam kawasan bandara. Kepastian  tersebut disampaikan saat Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan pada  Juni lalu.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/08/06/52355/263938_medium.jpg&quot; alt=&quot;Keberadaan Runway Baru Bandara Soetta Diharapkan Dapat Kurangi Antrean Lepas Landas&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Saat ini AP 2 tengah mengerjakan dua proyek pengembangan Bandara  Soetta, yakni pembangunan landasan pacu (runway ) ke-3 sepanjang 3.000  meter dan east cross serta parallel taxi way sepanjang 3.160 meter.  Pembangunan landasan pacu baru tersebut sudah dimulai pada Maret 2018.
Di samping itu, AP 2 juga sedang menyiapkan pembangunan bandara baru  Soekarno-Hatta II seluas 2.000 ha dengan nilai investasi mencapai Rp100  triliun. Bandara baru tersebut nantinya akan berada sekitar 15-20 km  dari Bandara Soetta eksisting.
Menurut Awaluddin, ide pembangunan Bandara Soekarno-Hatta II setelah  mempertimbangkan besarnya pergerakan domestik masyarakat memanfaatkan  jalur udara yang kian meningkat dari tahun ke tahun.
Selain itu, kapasitas Bandara Soetta eksisting saat ini dalam lima  tahun ke depan akan tembus di angka 100 juta penumpang. Pembangunan  runway ketiga dan terminal 4 bandara Soetta, kata Awaluddin, hanya akan  menutup backlog yang mencapai pergerakan 30 juta penumpang, sedangkan  jumlah penumpang akan terus bertambah di ibukota Jakarta.
&amp;ldquo;Maka lahirlah ide membangun Bandara Soekarno- Hatta yang lain. Ini  disampaikan Ibu Menteri BUMN. Kami sudah menyelesaikan prastudi  kelayakan,&amp;rdquo; ungkapnya.
Adapun terkait lokasinya, Awaluddin menjelaskan bahwa kemungkinan ada tiga titik lokasi yang diajukan berada di atas laut.
&amp;ldquo;Yang kita ajukan di tiga titik itu ada reklamasi dan kombinasi  keduanya,&amp;rdquo; ujar dia. Terkait pendanaannya, bisa dipilih beberapa  alternatif di antaranya kombinasi pembiayaan internal, maupun dengan  kemitraan bersama pihak lain.
(Ichsan Amin)</content:encoded></item></channel></rss>
