<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jadi Angkutan Pulau Terpencil, Pesawat N219 Bisa Mendarat di Landasan tak Beraspal   </title><description>Pesawat N219 untuk memenuhi kebutuhan transportasi dalam negeri</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/25/320/1955341/jadi-angkutan-pulau-terpencil-pesawat-n219-bisa-mendarat-di-landasan-tak-beraspal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/09/25/320/1955341/jadi-angkutan-pulau-terpencil-pesawat-n219-bisa-mendarat-di-landasan-tak-beraspal"/><item><title>Jadi Angkutan Pulau Terpencil, Pesawat N219 Bisa Mendarat di Landasan tak Beraspal   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/25/320/1955341/jadi-angkutan-pulau-terpencil-pesawat-n219-bisa-mendarat-di-landasan-tak-beraspal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/09/25/320/1955341/jadi-angkutan-pulau-terpencil-pesawat-n219-bisa-mendarat-di-landasan-tak-beraspal</guid><pubDate>Selasa 25 September 2018 15:19 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/09/25/320/1955341/jadi-angkutan-pulau-terpencil-pesawat-n219-bisa-mendarat-di-landasan-tak-beraspal-NjBRbs6ich.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pesawat N219 (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/09/25/320/1955341/jadi-angkutan-pulau-terpencil-pesawat-n219-bisa-mendarat-di-landasan-tak-beraspal-NjBRbs6ich.jpg</image><title>Pesawat N219 (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah akan menggunakan pesawat N219 untuk memenuhi kebutuhan transportasi dalam negeri. Nantinya pesawat produksi PT Dirgantara Indonesia (PTDI) ini digunakan untuk transportasi antar wilayah terpencil.
Menurut Direktur PT Dirgantara Indonesia Elfien Goentoro, pesawat N219 memang sangat cocok untuk mengantar penumpang ke wilayah terpencil. Sebab, pesawat ini memiliki ukuran relatif kecil dibandingkan yang lain.
Selain itu, pesawat juga tidak membutuhkan landasan yang terlalu besar. Diperkirakan, pesawat hanya membutuhkan landasan sepanjang 400-500 meter saja untuk terbang dan landing.

Belum lagi, pesawat ini juga didesain untuk bisa mendarat di sebagai macam jenis Medan. Yang artinya, meskipun medannya tak beraspal sekalipun, pesawat ini bisa landing dan terbang dengan sempurna.
&quot;Bahkan pesawat bisa mendarat meskipun tidak diaspal, selama tanahnya memiliki struktur keras,&quot; ujarnya saat ditemui di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Selasa (25/9/2018).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/01/17/46517/238974_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menhub Tinjau Pesawat N219 Nurtanio Berharap Akhir Februari Dapat Lakukan Uji Terbang&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Atas kehebatannya itu pula lanjut Elfien, permintaan pesawat N219 belakangan cukup tinggi. Padahal, pesawat ini belum mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Perhubungan.
Meskipun begitu, pihaknya hanya akan memenuhi kebutuhan dalam negeri saja.  Dirinya memperkirakan pesawat untuk domestik dibutuhkan 235 unit. &quot;Jadi kita ambil 500 pesawat yang bisa diisi oleh pangsa pasar,&quot; ucapnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wOC8xNy8xLzEwMTQxNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(Feb)</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah akan menggunakan pesawat N219 untuk memenuhi kebutuhan transportasi dalam negeri. Nantinya pesawat produksi PT Dirgantara Indonesia (PTDI) ini digunakan untuk transportasi antar wilayah terpencil.
Menurut Direktur PT Dirgantara Indonesia Elfien Goentoro, pesawat N219 memang sangat cocok untuk mengantar penumpang ke wilayah terpencil. Sebab, pesawat ini memiliki ukuran relatif kecil dibandingkan yang lain.
Selain itu, pesawat juga tidak membutuhkan landasan yang terlalu besar. Diperkirakan, pesawat hanya membutuhkan landasan sepanjang 400-500 meter saja untuk terbang dan landing.

Belum lagi, pesawat ini juga didesain untuk bisa mendarat di sebagai macam jenis Medan. Yang artinya, meskipun medannya tak beraspal sekalipun, pesawat ini bisa landing dan terbang dengan sempurna.
&quot;Bahkan pesawat bisa mendarat meskipun tidak diaspal, selama tanahnya memiliki struktur keras,&quot; ujarnya saat ditemui di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Selasa (25/9/2018).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/01/17/46517/238974_medium.jpg&quot; alt=&quot;Menhub Tinjau Pesawat N219 Nurtanio Berharap Akhir Februari Dapat Lakukan Uji Terbang&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Atas kehebatannya itu pula lanjut Elfien, permintaan pesawat N219 belakangan cukup tinggi. Padahal, pesawat ini belum mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Perhubungan.
Meskipun begitu, pihaknya hanya akan memenuhi kebutuhan dalam negeri saja.  Dirinya memperkirakan pesawat untuk domestik dibutuhkan 235 unit. &quot;Jadi kita ambil 500 pesawat yang bisa diisi oleh pangsa pasar,&quot; ucapnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wOC8xNy8xLzEwMTQxNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(Feb)</content:encoded></item></channel></rss>
