<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Terpukul Perang Dagang, Rawan Terperosok ke Rp14.900 per USD</title><description>Rupiah tergelincir karena situasi dagang yang semakin tegang antara dua ekonomi terbesar dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/26/278/1955273/rupiah-terpukul-perang-dagang-rawan-terperosok-ke-rp14-900-per-usd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/09/26/278/1955273/rupiah-terpukul-perang-dagang-rawan-terperosok-ke-rp14-900-per-usd"/><item><title>Rupiah Terpukul Perang Dagang, Rawan Terperosok ke Rp14.900 per USD</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/26/278/1955273/rupiah-terpukul-perang-dagang-rawan-terperosok-ke-rp14-900-per-usd</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/09/26/278/1955273/rupiah-terpukul-perang-dagang-rawan-terperosok-ke-rp14-900-per-usd</guid><pubDate>Rabu 26 September 2018 07:19 WIB</pubDate><dc:creator>Rani Hardjanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/09/25/278/1955273/rupiah-terpukul-perang-dagang-rawan-terperosok-ke-rp14-900-per-usd-Y3jsDCfEDE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/09/25/278/1955273/rupiah-terpukul-perang-dagang-rawan-terperosok-ke-rp14-900-per-usd-Y3jsDCfEDE.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Rupiah tergelincir karena situasi dagang yang semakin tegang antara dua ekonomi terbesar dunia. Investor memilih untuk waspada di awal pekan perdagangan ini setelah China membatalkan rencana negosiasi dagang dengan pemerintah AS di akhir pekan.

Sentimen pasar semakin memburuk di saat Presiden Donald Trump mulai memberlakukan tarif terhadap USD200 miliar barang China di hari Senin 24 September 2018. China diperkirakan akan membalas dengan tarif terhadap USD60 miliar barang AS.

&quot;Karena kondisi tersebut sehingga penghindaran risiko sepertinya akan semakin tinggi dan semakin menekan Rupiah serta mata uang pasar berkembang lainnya,&quot; ujar Analis FXTM Lukman Otunuga, dalam risetnya kepada Okezone, Rabu (26/9/2018).
Baca Juga: 
Perang Dagang dengan AS, Banyak Perusahaan 'Kabur' dari China
Perang Dagang Amerika-China Kian Memanas, Begini Ceritanya
Walaupun sentimen pasar tetap sangat dipengaruhi oleh perkembangan situasi dagang global, tetapi fokus cukup besar juga akan tertuju pada rapat Fed pekan ini. Suku bunga AS diprediksi akan ditingkatkan di bulan September dan mungkin ditingkatkan kembali untuk keempat kalinya di bulan Desember.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/04/52949/267075_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Melemah Jadi Rp14.940 per Dolar AS&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Kenaikan suku bunga mendatang ini sudah sangat diperhitungkan dalam harga saat ini, namun masih dapat memicu arus keluar modal dari pasar berkembang, termasuk Indonesia.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) akan menjadi pusat perhatian di hari Kamis 27 September 2018. Bank sentral ini diperkirakan akan meningkatkan suku bunga untuk kelima kalinya sejak pertengahan bulan Mei. Kenaikan suku bunga mungkin dapat membantu Rupiah, namun penurunan berulang kali dalam beberapa pekan terakhir memastikan bahwa Rupiah tetap tertekan oleh berbagai faktor eksternal.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/04/52949/267076_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Melemah Jadi Rp14.940 per Dolar AS&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Ketegangan dagang AS-China memicu ketidakpastian dan ekspektasi kenaikan suku bunga Fed mendukung Dolar sehingga Rupiah tetap rentan mengalami kejutan negatif.

&quot;Dari aspek teknis, USD-IDR dapat menantang level Rp14.900 dalam jangka pendek apabila dolar AS terus diuntungkan oleh arus safe haven,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wOS8wOC8xLzExNjA5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


</description><content:encoded>JAKARTA - Rupiah tergelincir karena situasi dagang yang semakin tegang antara dua ekonomi terbesar dunia. Investor memilih untuk waspada di awal pekan perdagangan ini setelah China membatalkan rencana negosiasi dagang dengan pemerintah AS di akhir pekan.

Sentimen pasar semakin memburuk di saat Presiden Donald Trump mulai memberlakukan tarif terhadap USD200 miliar barang China di hari Senin 24 September 2018. China diperkirakan akan membalas dengan tarif terhadap USD60 miliar barang AS.

&quot;Karena kondisi tersebut sehingga penghindaran risiko sepertinya akan semakin tinggi dan semakin menekan Rupiah serta mata uang pasar berkembang lainnya,&quot; ujar Analis FXTM Lukman Otunuga, dalam risetnya kepada Okezone, Rabu (26/9/2018).
Baca Juga: 
Perang Dagang dengan AS, Banyak Perusahaan 'Kabur' dari China
Perang Dagang Amerika-China Kian Memanas, Begini Ceritanya
Walaupun sentimen pasar tetap sangat dipengaruhi oleh perkembangan situasi dagang global, tetapi fokus cukup besar juga akan tertuju pada rapat Fed pekan ini. Suku bunga AS diprediksi akan ditingkatkan di bulan September dan mungkin ditingkatkan kembali untuk keempat kalinya di bulan Desember.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/04/52949/267075_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Melemah Jadi Rp14.940 per Dolar AS&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Kenaikan suku bunga mendatang ini sudah sangat diperhitungkan dalam harga saat ini, namun masih dapat memicu arus keluar modal dari pasar berkembang, termasuk Indonesia.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) akan menjadi pusat perhatian di hari Kamis 27 September 2018. Bank sentral ini diperkirakan akan meningkatkan suku bunga untuk kelima kalinya sejak pertengahan bulan Mei. Kenaikan suku bunga mungkin dapat membantu Rupiah, namun penurunan berulang kali dalam beberapa pekan terakhir memastikan bahwa Rupiah tetap tertekan oleh berbagai faktor eksternal.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/04/52949/267076_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Melemah Jadi Rp14.940 per Dolar AS&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Ketegangan dagang AS-China memicu ketidakpastian dan ekspektasi kenaikan suku bunga Fed mendukung Dolar sehingga Rupiah tetap rentan mengalami kejutan negatif.

&quot;Dari aspek teknis, USD-IDR dapat menantang level Rp14.900 dalam jangka pendek apabila dolar AS terus diuntungkan oleh arus safe haven,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wOS8wOC8xLzExNjA5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


</content:encoded></item></channel></rss>
