<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   BI Sebut Inflasi Akhir Tahun Bisa di Bawah 3,5%</title><description>Bank Indonesia (BI) memproyeksikan inflasi hingga akhir tahun 2018 akan di bawah 3,5%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/27/20/1956519/bi-sebut-inflasi-akhir-tahun-bisa-di-bawah-3-5</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/09/27/20/1956519/bi-sebut-inflasi-akhir-tahun-bisa-di-bawah-3-5"/><item><title>   BI Sebut Inflasi Akhir Tahun Bisa di Bawah 3,5%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/09/27/20/1956519/bi-sebut-inflasi-akhir-tahun-bisa-di-bawah-3-5</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/09/27/20/1956519/bi-sebut-inflasi-akhir-tahun-bisa-di-bawah-3-5</guid><pubDate>Kamis 27 September 2018 18:40 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/09/27/20/1956519/bi-sebut-inflasi-akhir-tahun-bisa-di-bawah-3-5-oaNUZ2UtI7.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Gubernur BI Perry Warjiyo (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/09/27/20/1956519/bi-sebut-inflasi-akhir-tahun-bisa-di-bawah-3-5-oaNUZ2UtI7.jpeg</image><title>Foto: Gubernur BI Perry Warjiyo (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan inflasi hingga akhir tahun 2018 akan di bawah 3,5%. Proyeksi itu masih sejalan dengan target BI inflasi 2018 sebesar 3,5% plus minus 1%, namun lebih rendah dari target pemerintah dalam APBN 2018 yang 3,5%.

&quot;Hingga akhir tahun ini inflasi bisa lebih rendah dari 3,5%,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam koferensi pers di Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis (27/9/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: BI Prediksi September 2018 Deflasi 0,04%
Perry menyatakan, proyeksi ini melihat data Badan Pusat Statistik (BPS) yang pada Agustus 2018 terjadi deflasi 0,05%. Sehingga inflasi tahun kalender Januari-Agustus yakni 2,13%, sementara inflasi tahunan Agustus 2018 sebesar 3,20% (yoy).

&quot;Bulan lalu deflasi, pemantauan kami September deflasi juga, dua minggu pertama itu deflasi 0,04%. Kami juga pantau minggu ketiga dan keempat,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Inflasi yang terjaga ini, kata dia, terlihat dari meski permintaan konsumsi domestik meningkat namun masih di bawah output potensial. Hal ini membuat tekanan inflasi dari permintaan itu rendah.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ini Tugas Jokowi ke Menteri Ekonomi Jaga Ketat Inflasi 3,5%
Di sisi lain, tingkat depresasi nilai tukar Rupiah yang lebih terjaga, juga membuat pengusaha tak langsung menaikkan harga jual produknya. BI mencatat Rupiah melemah 8,97% per 26 September 2018, lebih rendah dari depresiasi mata uang Turki, India, Afrika Selatan, dan Brasil.

&quot;Survei BI kepada pengusaha itu memang ada  yang menaikkan harga tapi persentasenya kecil,  sebagian besar pengusaha lebih memilih menurukan margin atau efisiensi produksi,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Dengan melihat kondisi ini, bila deflasi terus berlanjut maka dimungkinkan inflasi akhir tahun berada dibawah 3,5%. &quot;Intinya tekanan inflasi tetap terendah, hingga akhir tahun inflasinya cenderung bawah titik tengah sasaran 3,5%,. Tahun depan juga terjaga 3,5% plus minus 1%,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan inflasi hingga akhir tahun 2018 akan di bawah 3,5%. Proyeksi itu masih sejalan dengan target BI inflasi 2018 sebesar 3,5% plus minus 1%, namun lebih rendah dari target pemerintah dalam APBN 2018 yang 3,5%.

&quot;Hingga akhir tahun ini inflasi bisa lebih rendah dari 3,5%,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam koferensi pers di Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis (27/9/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga: BI Prediksi September 2018 Deflasi 0,04%
Perry menyatakan, proyeksi ini melihat data Badan Pusat Statistik (BPS) yang pada Agustus 2018 terjadi deflasi 0,05%. Sehingga inflasi tahun kalender Januari-Agustus yakni 2,13%, sementara inflasi tahunan Agustus 2018 sebesar 3,20% (yoy).

&quot;Bulan lalu deflasi, pemantauan kami September deflasi juga, dua minggu pertama itu deflasi 0,04%. Kami juga pantau minggu ketiga dan keempat,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Inflasi yang terjaga ini, kata dia, terlihat dari meski permintaan konsumsi domestik meningkat namun masih di bawah output potensial. Hal ini membuat tekanan inflasi dari permintaan itu rendah.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ini Tugas Jokowi ke Menteri Ekonomi Jaga Ketat Inflasi 3,5%
Di sisi lain, tingkat depresasi nilai tukar Rupiah yang lebih terjaga, juga membuat pengusaha tak langsung menaikkan harga jual produknya. BI mencatat Rupiah melemah 8,97% per 26 September 2018, lebih rendah dari depresiasi mata uang Turki, India, Afrika Selatan, dan Brasil.

&quot;Survei BI kepada pengusaha itu memang ada  yang menaikkan harga tapi persentasenya kecil,  sebagian besar pengusaha lebih memilih menurukan margin atau efisiensi produksi,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Dengan melihat kondisi ini, bila deflasi terus berlanjut maka dimungkinkan inflasi akhir tahun berada dibawah 3,5%. &quot;Intinya tekanan inflasi tetap terendah, hingga akhir tahun inflasinya cenderung bawah titik tengah sasaran 3,5%,. Tahun depan juga terjaga 3,5% plus minus 1%,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
