<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Siap Tambah Anggaran Penanganan Gempa Donggala dan Palu</title><description>Pemerintah membuka peluang untuk menambahkan anggaran penanganan bencana di Kota Palu dan Kabupaten Lombok</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/03/20/1959159/sri-mulyani-siap-tambah-anggaran-penanganan-gempa-donggala-dan-palu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/10/03/20/1959159/sri-mulyani-siap-tambah-anggaran-penanganan-gempa-donggala-dan-palu"/><item><title>Sri Mulyani Siap Tambah Anggaran Penanganan Gempa Donggala dan Palu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/03/20/1959159/sri-mulyani-siap-tambah-anggaran-penanganan-gempa-donggala-dan-palu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/10/03/20/1959159/sri-mulyani-siap-tambah-anggaran-penanganan-gempa-donggala-dan-palu</guid><pubDate>Rabu 03 Oktober 2018 15:58 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/03/20/1959159/sri-mulyani-siap-tambah-anggaran-penanganan-gempa-donggala-dan-palu-hmvUeHfcU5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Bangunan Rusak Akibat Gempa di Sulteng (Taufik/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/03/20/1959159/sri-mulyani-siap-tambah-anggaran-penanganan-gempa-donggala-dan-palu-hmvUeHfcU5.jpg</image><title>Foto: Bangunan Rusak Akibat Gempa di Sulteng (Taufik/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah membuka peluang untuk menambahkan anggaran penanganan bencana di Kota Palu dan Kabupaten Donggala. Hal tersebut dikatakan langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Menurut Sri Mulyani, pemerintah akan menambah anggaran penanganan bencana di Palu dan Donggala ketika Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kekurangan dana. Bahkan pencairan dana itu akan dilakukan secara cepat ketika proses verifikasi sudah dilakukan.
&quot;Kalau anggaran BNPB menunjukan sudah mulai terpakai dan mereka membutuhkan lagi mereka akan sampaikan ke kami programnya apa saja. Kita akan melakukan verifikasi dan kemudian dicairkan,&quot; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (3/10/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga : Update BNPB : 1.407 Meninggal Dunia Akibat Gempa-Tsunami Sulteng
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebut jika ada dana tambahan, maka pemerintah akan mengambil uangnya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Artinya, pemerintah tidak akan melakukan penggalangan dana ketika event Annual IMF-World Bank berlangsung.
&quot;Anggarannya dari APBN,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;
Saat ini lanjut Ani, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan BNPB terkait penanganan bencana di Palu dan Donggala tersebut. Tujuannya untuk mengetahui untuk apa saja dana tersebut digunakan.
&quot;Palu kita bekerja dengan mekanisme BNPB di mana mereka akan sampaikan kebutuhan pada kami yang hari Sabtu kita cairkan Rp560 miliar,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;Baca Juga : BNPB: 70.821 Jiwa Mengungsi Akibat Gempa-Tsunami di Sulteng
Berdasarkan hasil laporan yang diterima, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebut jika uang yang dikucurkan pemerintah sudah digunakan untuk sarana on call. Selain itu dana tersebut juga digunakan untuk mengevakuasi para korban.
&quot;Itu dipakai untuk on call artinya secara fleksibel BNPB harus memobilisasi berbagai macam kebutuhan yang sifatnya betul-betul emergency humanitarian dalam rangka untuk menolong sebanyak mungkin korban-korban bencana untuk kemanusiaan,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Selain itu menurutnya, dana tersebut akan digunakan untuk menyediakan logisitik bagi korban bencana. Seperti makanan, minuman, hingga pasokan air bersih di Kota Palu dan Kabupaten Donggala.
&quot;Pasokan makanan, shelter temporer, air bersih semuanya dilakukan termasuk tentu kita welcome sekali banyak institusi lain yang juga ikut tapi dari Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan biasanya dilakukan melalui itu,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah membuka peluang untuk menambahkan anggaran penanganan bencana di Kota Palu dan Kabupaten Donggala. Hal tersebut dikatakan langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Menurut Sri Mulyani, pemerintah akan menambah anggaran penanganan bencana di Palu dan Donggala ketika Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kekurangan dana. Bahkan pencairan dana itu akan dilakukan secara cepat ketika proses verifikasi sudah dilakukan.
&quot;Kalau anggaran BNPB menunjukan sudah mulai terpakai dan mereka membutuhkan lagi mereka akan sampaikan ke kami programnya apa saja. Kita akan melakukan verifikasi dan kemudian dicairkan,&quot; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (3/10/2018).
&amp;nbsp;Baca Juga : Update BNPB : 1.407 Meninggal Dunia Akibat Gempa-Tsunami Sulteng
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebut jika ada dana tambahan, maka pemerintah akan mengambil uangnya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Artinya, pemerintah tidak akan melakukan penggalangan dana ketika event Annual IMF-World Bank berlangsung.
&quot;Anggarannya dari APBN,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;
Saat ini lanjut Ani, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan BNPB terkait penanganan bencana di Palu dan Donggala tersebut. Tujuannya untuk mengetahui untuk apa saja dana tersebut digunakan.
&quot;Palu kita bekerja dengan mekanisme BNPB di mana mereka akan sampaikan kebutuhan pada kami yang hari Sabtu kita cairkan Rp560 miliar,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;Baca Juga : BNPB: 70.821 Jiwa Mengungsi Akibat Gempa-Tsunami di Sulteng
Berdasarkan hasil laporan yang diterima, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebut jika uang yang dikucurkan pemerintah sudah digunakan untuk sarana on call. Selain itu dana tersebut juga digunakan untuk mengevakuasi para korban.
&quot;Itu dipakai untuk on call artinya secara fleksibel BNPB harus memobilisasi berbagai macam kebutuhan yang sifatnya betul-betul emergency humanitarian dalam rangka untuk menolong sebanyak mungkin korban-korban bencana untuk kemanusiaan,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Selain itu menurutnya, dana tersebut akan digunakan untuk menyediakan logisitik bagi korban bencana. Seperti makanan, minuman, hingga pasokan air bersih di Kota Palu dan Kabupaten Donggala.
&quot;Pasokan makanan, shelter temporer, air bersih semuanya dilakukan termasuk tentu kita welcome sekali banyak institusi lain yang juga ikut tapi dari Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan biasanya dilakukan melalui itu,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
