<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dolar Tembus Rp15.150, Sri Mulyani: Mayoritas Faktor Eksternal</title><description>Sri Mulyani menyebut faktor utama pelemahan nilai tukar rupiah yang   kembali tembus Rp15 ribu&amp;nbsp; lantaran sentimen negatif dari eksternal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/04/278/1959669/dolar-tembus-rp15-150-sri-mulyani-mayoritas-faktor-eksternal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/10/04/278/1959669/dolar-tembus-rp15-150-sri-mulyani-mayoritas-faktor-eksternal"/><item><title>Dolar Tembus Rp15.150, Sri Mulyani: Mayoritas Faktor Eksternal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/04/278/1959669/dolar-tembus-rp15-150-sri-mulyani-mayoritas-faktor-eksternal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/10/04/278/1959669/dolar-tembus-rp15-150-sri-mulyani-mayoritas-faktor-eksternal</guid><pubDate>Kamis 04 Oktober 2018 15:39 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/04/278/1959669/dolar-tembus-rp15-150-sri-mulyani-mayoritas-faktor-eksternal-7w2Xp1p8GA.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah (Foto: Kurniasih/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/04/278/1959669/dolar-tembus-rp15-150-sri-mulyani-mayoritas-faktor-eksternal-7w2Xp1p8GA.jpeg</image><title>Uang Rupiah (Foto: Kurniasih/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut faktor utama pelemahan nilai tukar rupiah yang  kembali tembus Rp15 ribu lebih lantaran sentimen negatif dari eksternal.
Menurut dia, faktor eksternal menjadi  faktor paling dominan atas pelemahan rupiah tersebut.
Baca Juga: Gubernur BI: Rupiah Rp15.000/USD Jangan Dianggap Kiamat
&quot;Saya lihat dominasi hari ini mayoritas berasal dari luar, yang sangat dominan pada saat yang lalu, kita lihat sentimen kemarin adalah Italia yang defisitnya besar,&quot; ujar Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/10/2018).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/04/52949/267077_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Melemah Jadi Rp14.940 per Dolar AS&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Pemerintah Italia mengajukan defisit atau utang negara pada 2019 sebesar 2,4 persen dari angka produksi domestik Bruto (PDB) negaranya.
&quot;Sekarang Italia komitmen menurunkan defisit APBN-nya, lalu ada sentimen yang lain, mayoritas ini masalah eksternal,&quot; kata mantan Direktur Bank Dunia itu.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp15.000/USD, Ini yang Bakal Dilakukan BI
Sri Mulyani tak menampik adanya faktor internal penyebab melemahnya rupiah. Dia menilai, saat ini pemerintah juga akan memperbaiki neraca pembayaran bersama otoritas moneter yang akan terus menjaga kebijakan untuk menjaga nilai tukar rupiah.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/04/52949/267078_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Melemah Jadi Rp14.940 per Dolar AS&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Bauran dari BI (Bank Indonesia), apakah berhubungan dengan suku bunga, mengenai intervensi. Dan kami dari sisi fiskal terus melakukan apa yang sudah diputuskan waktu itu, memonitor impor,&quot; paparnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wOS8wOC8xLzExNjA5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut faktor utama pelemahan nilai tukar rupiah yang  kembali tembus Rp15 ribu lebih lantaran sentimen negatif dari eksternal.
Menurut dia, faktor eksternal menjadi  faktor paling dominan atas pelemahan rupiah tersebut.
Baca Juga: Gubernur BI: Rupiah Rp15.000/USD Jangan Dianggap Kiamat
&quot;Saya lihat dominasi hari ini mayoritas berasal dari luar, yang sangat dominan pada saat yang lalu, kita lihat sentimen kemarin adalah Italia yang defisitnya besar,&quot; ujar Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/10/2018).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/04/52949/267077_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Melemah Jadi Rp14.940 per Dolar AS&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Pemerintah Italia mengajukan defisit atau utang negara pada 2019 sebesar 2,4 persen dari angka produksi domestik Bruto (PDB) negaranya.
&quot;Sekarang Italia komitmen menurunkan defisit APBN-nya, lalu ada sentimen yang lain, mayoritas ini masalah eksternal,&quot; kata mantan Direktur Bank Dunia itu.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp15.000/USD, Ini yang Bakal Dilakukan BI
Sri Mulyani tak menampik adanya faktor internal penyebab melemahnya rupiah. Dia menilai, saat ini pemerintah juga akan memperbaiki neraca pembayaran bersama otoritas moneter yang akan terus menjaga kebijakan untuk menjaga nilai tukar rupiah.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/04/52949/267078_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Melemah Jadi Rp14.940 per Dolar AS&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Bauran dari BI (Bank Indonesia), apakah berhubungan dengan suku bunga, mengenai intervensi. Dan kami dari sisi fiskal terus melakukan apa yang sudah diputuskan waktu itu, memonitor impor,&quot; paparnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wOS8wOC8xLzExNjA5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
