<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Antrean Mengular di SPBU Pasca-Gempa Palu, Beli BBM Pakai Jeriken Rp30.000</title><description>Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) Pertamina di kota Palu Sulawesi Tengah (Sulteng) hari ini mulai ada yang beroperasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/04/320/1959592/antrean-mengular-di-spbu-pasca-gempa-palu-beli-bbm-pakai-jeriken-rp30-000</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/10/04/320/1959592/antrean-mengular-di-spbu-pasca-gempa-palu-beli-bbm-pakai-jeriken-rp30-000"/><item><title>Antrean Mengular di SPBU Pasca-Gempa Palu, Beli BBM Pakai Jeriken Rp30.000</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/04/320/1959592/antrean-mengular-di-spbu-pasca-gempa-palu-beli-bbm-pakai-jeriken-rp30-000</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/10/04/320/1959592/antrean-mengular-di-spbu-pasca-gempa-palu-beli-bbm-pakai-jeriken-rp30-000</guid><pubDate>Kamis 04 Oktober 2018 13:18 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/04/320/1959592/antrean-mengular-di-spbu-pasca-gempa-palu-beli-bbm-pakai-jeriken-rp30-000-ItwSuZ193r.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: SPBU di Palu (Taufik/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/04/320/1959592/antrean-mengular-di-spbu-pasca-gempa-palu-beli-bbm-pakai-jeriken-rp30-000-ItwSuZ193r.jpg</image><title>Foto: SPBU di Palu (Taufik/Okezone)</title></images><description>PALU - Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) Pertamina di kota Palu Sulawesi Tengah (Sulteng) hari ini mulai ada yang beroperasi. Di mana, sebelumnya masyarakat Palu kesulitan mencari Bahan Bakar Minyak (BBM), sejak terjadinya gempa bumi dan tsunami 7 skala richter, pada Jumat 28 September 2018 lalu.
Pantauan Okezone, beroperasinya SPBU di kota Palu disambut antusias masyarakat. Itu terlihat dari antrian panjang kendaraan bermotor dan mobil. Bahkan ada yang membawa dirigen untuk mengisi BBM tersebut.
&amp;nbsp;
Salah satu warga, Dedi mengatakan, dirinya sudah mengantre sejak semalam untuk mendapatkan BBM tersebut. Dia juga sangat berterimakasih kepada pemerintah yang sudah mengoperasikan SPBU Pertamina di Palu.
&quot;Saya senang dengan dioperasikannya kembali SPBU Pertamina, walaupun harus mengantre panjang,&quot; kata Dedi di Palu, Kamis (4/10/2018).
&amp;nbsp;
Sementara itu, warga lainnya, Esa menyatakan, saat ini masyarakat Palu sangat membutuhkan BBM, karena untuk melakukan aktivitas seperti biasanya. Seperti membantu warga yang membutuhkan bantuan logistik di pengungsian.
&quot;Harga BBM ya tidak berubah seperti biasanya. Namun untuk warga yang membawa jeriken dipatok harga Rp30 ribu,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Terlihat, pada SPBU Pertamina di Palu yang sudah beroperasi dijaga oleh anggota TNI-Polri, agar masyarakat tertib saat akan melakukan pengisian BBM.
&amp;nbsp;
(dni)</description><content:encoded>PALU - Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) Pertamina di kota Palu Sulawesi Tengah (Sulteng) hari ini mulai ada yang beroperasi. Di mana, sebelumnya masyarakat Palu kesulitan mencari Bahan Bakar Minyak (BBM), sejak terjadinya gempa bumi dan tsunami 7 skala richter, pada Jumat 28 September 2018 lalu.
Pantauan Okezone, beroperasinya SPBU di kota Palu disambut antusias masyarakat. Itu terlihat dari antrian panjang kendaraan bermotor dan mobil. Bahkan ada yang membawa dirigen untuk mengisi BBM tersebut.
&amp;nbsp;
Salah satu warga, Dedi mengatakan, dirinya sudah mengantre sejak semalam untuk mendapatkan BBM tersebut. Dia juga sangat berterimakasih kepada pemerintah yang sudah mengoperasikan SPBU Pertamina di Palu.
&quot;Saya senang dengan dioperasikannya kembali SPBU Pertamina, walaupun harus mengantre panjang,&quot; kata Dedi di Palu, Kamis (4/10/2018).
&amp;nbsp;
Sementara itu, warga lainnya, Esa menyatakan, saat ini masyarakat Palu sangat membutuhkan BBM, karena untuk melakukan aktivitas seperti biasanya. Seperti membantu warga yang membutuhkan bantuan logistik di pengungsian.
&quot;Harga BBM ya tidak berubah seperti biasanya. Namun untuk warga yang membawa jeriken dipatok harga Rp30 ribu,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Terlihat, pada SPBU Pertamina di Palu yang sudah beroperasi dijaga oleh anggota TNI-Polri, agar masyarakat tertib saat akan melakukan pengisian BBM.
&amp;nbsp;
(dni)</content:encoded></item></channel></rss>
