<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspor Naik 12%, Industri Mainan Jadi Andalan</title><description>Industri mainan menjadi salah satu sektor manufaktur andalan di Indonesia karena berorientasi ekspor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/05/320/1960264/ekspor-naik-12-industri-mainan-jadi-andalan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/10/05/320/1960264/ekspor-naik-12-industri-mainan-jadi-andalan"/><item><title>Ekspor Naik 12%, Industri Mainan Jadi Andalan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/05/320/1960264/ekspor-naik-12-industri-mainan-jadi-andalan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/10/05/320/1960264/ekspor-naik-12-industri-mainan-jadi-andalan</guid><pubDate>Jum'at 05 Oktober 2018 18:02 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/05/320/1960264/ekspor-naik-12-industri-mainan-jadi-andalan-vxZGc64JpW.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pelabuhan. Foto: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/05/320/1960264/ekspor-naik-12-industri-mainan-jadi-andalan-vxZGc64JpW.jpeg</image><title>Pelabuhan. Foto: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Industri mainan menjadi salah satu sektor manufaktur andalan di Indonesia karena berorientasi ekspor. Untuk itu, kinerja sektor ini tengah dipacu guna memperbaiki struktur ekonomi nasional yang sedang mengalami defisit neraca perdagangan.
&amp;ldquo;Pemerintah saat ini sangat mendorong industri yang produknya berorientasi ekspor. Apalagi dalam kondisi perekonomian dunia yang juga sedang melambat, kita jangan hanya fokus pada pasar domestik,&amp;rdquo; kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai meresmikan Peluncuran Batik Barbie yang diproduksi oleh PT. Mattel Indonesia, di Jakarta, sebagaimana disalin dari siaran resmi Kementerian Perindustrian, dikutip dari Harian Neraca, Jumat (5/10/2018).
Baca Juga: Infrastruktur hingga Komoditas Jadi Penopang Ekspor RI
 
Kementerian Perindustrian mencatat, industri mainan mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional. Hal ini ditunjukkan melalui sumbangan dari nilai ekspor pada tahun 2017 yang mencapai USD302,42 juta atau naik 11,84% dibanding capaian tahun 2016 sebesar USD270,36 juta.
Kebijakan mendorong ekspor nasional telah disusun oleh pemerintah. Kebijakan tersebut antara lain berupa insentif fiskal melalui kemudahan dalam melaksanakan ekspor. &amp;ldquo;Pemerintah telah membuat beberapa kebijakan yang dapat mendorong ekspor, di antaranya adalah pemberian insentif fiskal untuk industri melalui program Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE),&amp;rdquo; tutur Menperin.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/03/20/48328/246214_medium.jpg&quot; alt=&quot;Defisit Neraca Perdagangan&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Selain itu, peran penting industri mainan di dalam perekonomian, tercatat dari nilai produksi yang mencapai Rp10,7 triliun dengan kapasitas sebesar 4.575 ton pada tahun 2017. Kemudian, di tahun lalu juga, nilai investasi industri mainan bisa menembus hingga Rp410 miliar dan sampai saat ini jumlah tenaga kerja yang mampu diserap sebanyak 23.116 orang. &amp;ldquo;Jadi, sektor ini pun tergolong padat karya, dengan memberikan multiplier effect bagi ekonomi kita dan kesejhateraan masyarakat,&amp;rdquo; tegas Airlangga.
Baca Juga: Menteri Susi: Perang Dagang AS-China Momentum Naikkan Ekspor RI
 
Oleh karenanya, Kemenperin memberikan apresiasi kepada PT Mattel Indonesia dalam pengembangan industri mainan di dalam negeri yang telah beroperasi sejak tahun 1992. Ini sekaligus menunjukkan kepercayaan Mattel terhadap iklim investasi di Indonesia.
&amp;ldquo;Melalui PT Mattel Indonesia, kita punya produsen mainan yang telah menguasai pasar global. Untuk boneka merek Barbie, enam dari 10 yang beredar di dunia itu dihasilkan dari perusahaan tersebut. Sedangkan, mobil mainan Hot Wheels, dua dari 10 produk yang ada di dunia merupakan buatan anak bangsa kita,&amp;rdquo; paparnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/03/20/48328/246215_medium.jpg&quot; alt=&quot;Defisit Neraca Perdagangan&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Apresiasi lainnya diberikan kepada PT Mattel Indonesia karena  perusahaan ini menyerap tenaga kerja sebanyak 10 ribu orang dengan nilai  ekspor dalam kurun lima tahun terakhir rata-rata di atas USD150 juta  per tahun. &amp;ldquo;Tentunya kinerja ini sudah sejalan dengan kebijakan Bapak  Presiden Joko Widodo dalam memacu industri nasional yang padat karya  berorientasi ekspor,&amp;rdquo; jelas Airlangga.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2017/04/26/36429/207941_medium.jpg&quot; alt=&quot;BI Catat Surplus Neraca Perdagangan per Maret Turun&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Bahkan, PT. Mattel Indonesia ikut terlibat di dalam program  pendidikan vokasi yang link and match antara SMK dengan industri, yang  diinisiasi oleh Kemenperin. &amp;ldquo;Program ini sebagai upaya pemerintah  menciptakan tenaga kerja yang kompeten sesuai kebutuhan industri saat  ini, seperti di sektor industri mainan yang tentunya memiliki keunikan  sehingga membutuhkan keahlian khusus,&amp;rdquo; imbuhnya.
Baca Juga: KEIN: Ekspor Pertanian Bantu Penguatan Rupiah
 
Seiring implementasi industri 4.0 di Tanah Air, PT. Mattel Indonesia  sudah menerapkan teknologi full robotic dalam proses produksinya,  sehingga hasilnya lebih efisien, optimal, dan berkualitas. &amp;ldquo;Yang juga  patut dibanggakan adalah mesin produksi mereka yang menggunakan  teknologi digital tersebut dibuat oleh insinyur-insinyur kita,&amp;rdquo; ungkap  Airlangga.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2017/04/26/36429/207940_medium.jpg&quot; alt=&quot;BI Catat Surplus Neraca Perdagangan per Maret Turun&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Oleh karena itu, Menperin menyambut baik inisiatif dan kesediaan PT.  Mattel Indonesia untuk menjadi lighthouse project bagi produsen mainan  di dalam negeri. &amp;ldquo;Kami optimis, dengan implementasi Industri 4.0 seperti  yang dilakukan PT. Mattel Indonesia, maka Indonesia dapat mencapai top  10 ekonomi global pada tahun 2030 melalui peningkatan ekspor netto  hingga 10% dari PDB serta peningkatan produktivitas melalui adopsi  teknologi dan inovasi,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Industri mainan menjadi salah satu sektor manufaktur andalan di Indonesia karena berorientasi ekspor. Untuk itu, kinerja sektor ini tengah dipacu guna memperbaiki struktur ekonomi nasional yang sedang mengalami defisit neraca perdagangan.
&amp;ldquo;Pemerintah saat ini sangat mendorong industri yang produknya berorientasi ekspor. Apalagi dalam kondisi perekonomian dunia yang juga sedang melambat, kita jangan hanya fokus pada pasar domestik,&amp;rdquo; kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai meresmikan Peluncuran Batik Barbie yang diproduksi oleh PT. Mattel Indonesia, di Jakarta, sebagaimana disalin dari siaran resmi Kementerian Perindustrian, dikutip dari Harian Neraca, Jumat (5/10/2018).
Baca Juga: Infrastruktur hingga Komoditas Jadi Penopang Ekspor RI
 
Kementerian Perindustrian mencatat, industri mainan mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional. Hal ini ditunjukkan melalui sumbangan dari nilai ekspor pada tahun 2017 yang mencapai USD302,42 juta atau naik 11,84% dibanding capaian tahun 2016 sebesar USD270,36 juta.
Kebijakan mendorong ekspor nasional telah disusun oleh pemerintah. Kebijakan tersebut antara lain berupa insentif fiskal melalui kemudahan dalam melaksanakan ekspor. &amp;ldquo;Pemerintah telah membuat beberapa kebijakan yang dapat mendorong ekspor, di antaranya adalah pemberian insentif fiskal untuk industri melalui program Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE),&amp;rdquo; tutur Menperin.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/03/20/48328/246214_medium.jpg&quot; alt=&quot;Defisit Neraca Perdagangan&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Selain itu, peran penting industri mainan di dalam perekonomian, tercatat dari nilai produksi yang mencapai Rp10,7 triliun dengan kapasitas sebesar 4.575 ton pada tahun 2017. Kemudian, di tahun lalu juga, nilai investasi industri mainan bisa menembus hingga Rp410 miliar dan sampai saat ini jumlah tenaga kerja yang mampu diserap sebanyak 23.116 orang. &amp;ldquo;Jadi, sektor ini pun tergolong padat karya, dengan memberikan multiplier effect bagi ekonomi kita dan kesejhateraan masyarakat,&amp;rdquo; tegas Airlangga.
Baca Juga: Menteri Susi: Perang Dagang AS-China Momentum Naikkan Ekspor RI
 
Oleh karenanya, Kemenperin memberikan apresiasi kepada PT Mattel Indonesia dalam pengembangan industri mainan di dalam negeri yang telah beroperasi sejak tahun 1992. Ini sekaligus menunjukkan kepercayaan Mattel terhadap iklim investasi di Indonesia.
&amp;ldquo;Melalui PT Mattel Indonesia, kita punya produsen mainan yang telah menguasai pasar global. Untuk boneka merek Barbie, enam dari 10 yang beredar di dunia itu dihasilkan dari perusahaan tersebut. Sedangkan, mobil mainan Hot Wheels, dua dari 10 produk yang ada di dunia merupakan buatan anak bangsa kita,&amp;rdquo; paparnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/03/20/48328/246215_medium.jpg&quot; alt=&quot;Defisit Neraca Perdagangan&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Apresiasi lainnya diberikan kepada PT Mattel Indonesia karena  perusahaan ini menyerap tenaga kerja sebanyak 10 ribu orang dengan nilai  ekspor dalam kurun lima tahun terakhir rata-rata di atas USD150 juta  per tahun. &amp;ldquo;Tentunya kinerja ini sudah sejalan dengan kebijakan Bapak  Presiden Joko Widodo dalam memacu industri nasional yang padat karya  berorientasi ekspor,&amp;rdquo; jelas Airlangga.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2017/04/26/36429/207941_medium.jpg&quot; alt=&quot;BI Catat Surplus Neraca Perdagangan per Maret Turun&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Bahkan, PT. Mattel Indonesia ikut terlibat di dalam program  pendidikan vokasi yang link and match antara SMK dengan industri, yang  diinisiasi oleh Kemenperin. &amp;ldquo;Program ini sebagai upaya pemerintah  menciptakan tenaga kerja yang kompeten sesuai kebutuhan industri saat  ini, seperti di sektor industri mainan yang tentunya memiliki keunikan  sehingga membutuhkan keahlian khusus,&amp;rdquo; imbuhnya.
Baca Juga: KEIN: Ekspor Pertanian Bantu Penguatan Rupiah
 
Seiring implementasi industri 4.0 di Tanah Air, PT. Mattel Indonesia  sudah menerapkan teknologi full robotic dalam proses produksinya,  sehingga hasilnya lebih efisien, optimal, dan berkualitas. &amp;ldquo;Yang juga  patut dibanggakan adalah mesin produksi mereka yang menggunakan  teknologi digital tersebut dibuat oleh insinyur-insinyur kita,&amp;rdquo; ungkap  Airlangga.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2017/04/26/36429/207940_medium.jpg&quot; alt=&quot;BI Catat Surplus Neraca Perdagangan per Maret Turun&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Oleh karena itu, Menperin menyambut baik inisiatif dan kesediaan PT.  Mattel Indonesia untuk menjadi lighthouse project bagi produsen mainan  di dalam negeri. &amp;ldquo;Kami optimis, dengan implementasi Industri 4.0 seperti  yang dilakukan PT. Mattel Indonesia, maka Indonesia dapat mencapai top  10 ekonomi global pada tahun 2030 melalui peningkatan ekspor netto  hingga 10% dari PDB serta peningkatan produktivitas melalui adopsi  teknologi dan inovasi,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
