<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kelebihan LRT dan MRT Jakarta, Cek Spesifikasinya</title><description>Terwujudnya light rail transit (LRT) dan mass rapid transit (MRT) di Jakarta sangat ditunggu oleh masyarakat</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/08/320/1960999/kelebihan-lrt-dan-mrt-jakarta-cek-spesifikasinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/10/08/320/1960999/kelebihan-lrt-dan-mrt-jakarta-cek-spesifikasinya"/><item><title>Kelebihan LRT dan MRT Jakarta, Cek Spesifikasinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/08/320/1960999/kelebihan-lrt-dan-mrt-jakarta-cek-spesifikasinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/10/08/320/1960999/kelebihan-lrt-dan-mrt-jakarta-cek-spesifikasinya</guid><pubDate>Senin 08 Oktober 2018 12:04 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/08/320/1960999/kelebihan-lrt-dan-mrt-jakarta-cek-spesifikasinya-c1b38ou2fo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: MRT Jakarta (Giri/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/08/320/1960999/kelebihan-lrt-dan-mrt-jakarta-cek-spesifikasinya-c1b38ou2fo.jpg</image><title>Foto: MRT Jakarta (Giri/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Terwujudnya light rail transit (LRT) dan mass rapid transit (MRT) di Jakarta sangat ditunggu oleh masyarakat. Dua moda transportasi massal itu akan memudahkan perjalanan karena keduanya memiliki keunggulan.
LRT mempunyai gerbong yang fleksibel. Ini membuat LRT dapat meliuk di jalur melayang atau elevated rel di kawasan Kelapa Gading hingga Velodrom, Rawamangun. Sementara MRT lebih kaku, namun unggul dalam kapasitas penumpang. Ribuan orang dapat diangkut dengan sekali pemberangkatan. Kereta full otomatis ini menjadi back - bone bagi transportasi di Ibu Kota.
&amp;ldquo;Bagi kami semuanya punya keunggulan. Dunia ini pilihan, tidak ada yang sempurna. Termasuk kereta, tidak ada kereta yang sempurna, ini adalah pilihan,&amp;rdquo; ujar Direktur Utama LRT Jakarta Allan Tandiono.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/04/52937/267011_medium.jpg&quot; alt=&quot;Masinis Wanita pada Ujicoba Kereta LRT Kelapa Gading-Velodrome&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
MRT memiliki dimensi 20 meter x 2,9 meter x 3,9 meter, sedangkan LRT mempunyai gerbong ramping yakni 11,5 meter x 2,6 meter x 3,6 meter.
Memang dibandingkan transportasi lainnya sesama feeder atau pengumpan, LRT jauh lebih steril. Berada pada elevated rel dan tidak terkena kemacetan, LRT akan mudah mengantar dengan cepat penumpang di pinggiran Jakarta. Untuk laju kecepatan, MRT mampu meluncur hingga 100- 150 kilometer per jam. Sementara LRT berada di bawahnya.
&amp;ldquo;Mungkin kecepatan top speed 100 kilometer per jam,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/21/53222/268606_medium.jpg&quot; alt=&quot;Aktivitas Pekerja di Depo MRT Lebak Bulus&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
MRT melintas di trek yang cenderung lurus sehingga minim manuver. Berbeda dengan LRT yang menggunakan sistem listrik aliran bawah dan di pasangi articulated bogie di antara gerbong sehingga mampu bermanuver stabil hingga belokan 40 meter.
Sekalipun nanti pembangunan rel LRT mengharuskan membentuk huruf S, LRT tidak ada masalah. &amp;ldquo;Tapi kan ada pertimbangan utamanya. Yang pasti untuk kenyamanan penumpang. Memang bisa semacam itu, tapi apakah penumpang nyaman? Makanya kita perlu pertimbangan lain, namun kalau memaksakan, kami siap,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wOC8yMy8xLzExNTc3MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(Feb)Pada kereta LRT yang di datangkan Hyundai Rotten, Korea Selatan  sistem operasi murni menggunakan operasi manual. Gerak maju dan berhenti  mengandalkan masinis di dua sisi. Karena itu, persinyalan dan rambu  dipasang di beberapa titik sehingga ketepatan masih terjaga. Hyundai  Rotten bukan perusahaan sembarang.
Kualitas kereta telah teruji di beberapa negara dunia, mulai dari  London, Manchester, dan beberapa kota di Amerika, Ukraina, hingga  beberapa negara Eropa lainnya juga menggunakan kereta ini. &amp;ldquo;Makanya  kenapa kita bikin benar-benar ke - las dunia mulai stasiun, gerbong,  hingga pelayanan. Ini adalah kualitas internasional,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/09/10/53038/267584_medium.jpg&quot; alt=&quot;Penyelesaian Pembangunan Pedestrian Stasiun MRT Dukuh Atas&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Corporate Secretary PT MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah mengatakan,  MRT membutuhkan bantuan feeder transportasi lain seperti Transjakarta,  LRT, hingga KRL Commuter Line. Apalagi dalam fungsinya MRT bakal menjadi  backbone atau tulang punggung. Artinya, MRT akan beroperasi membelah  pusat kota. Mereka mengantarkan penumpang dari stasiun ke lokasi kerja.
&amp;ldquo;Makanya kita butuh integrasi. Semua terhubung dan bermuara ke MRT,&amp;rdquo; ujarnya.
MRT memiliki kapasitas penumpang lebih banyak. Dengan operasional  awal enam gerbong kapasitas maksimal 300 penumpang per gerbong. MRT  diyakini mampu mengangkut ribuan penumpang sekali berangkat. Nanti ada  13 stasiun yang dilintasi dari Lebak Bulus - Bundaran HI dengan estimasi  waktu tempuh 30 menit. &amp;ldquo;Jaraknya 5 menit pada jam sibuk. 10 menit di  jam santai, tapi semua itu bisa diatur,&amp;rdquo; kata Hikmatullah.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/09/04/52937/267013_medium.jpg&quot; alt=&quot;Masinis Wanita pada Ujicoba Kereta LRT Kelapa Gading-Velodrome&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
MRT juga menggunakan sistem operasional yang canggih. Pergerakan di  rel hingga stasiun dilakukan secara otomatis. Sementara masinis hanya  bertugas buka tutup pintu dan berjaga bila dibutuhkan dalam keadaan  darurat. Berbeda dengan LRT yang cenderung fleksibel.
MRT jauh lebih kaku karena itu tak aneh bila stasiun MRT letaknya  cenderung segaris sehingga kecepatan menjadi andalan transportasi massal  ini. &amp;ldquo;Semakin panjang kereta, semakin tinggi speed yang diperlukan.  Maka itu jalurnya tidak meliuk-liuk,&amp;rdquo; ungkapnya. Rel MRT cenderung lurus  sehingga membuat kecepatan kereta kian tinggi. Saat di elevatad MRT  mampu mencapai 80 km/jam dan di terowongan 50 km/jam. &amp;ldquo;Kalau dihajar  terus akan berdampak pada kecepatan hausnya bogie , roda kereta. Itu  bisa haus walaupun dia enggak pakai karet,&amp;rdquo; ucapnya. (Yan Yusuf)
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wOS8wOC8xLzExNjEwMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(Feb)</description><content:encoded>JAKARTA - Terwujudnya light rail transit (LRT) dan mass rapid transit (MRT) di Jakarta sangat ditunggu oleh masyarakat. Dua moda transportasi massal itu akan memudahkan perjalanan karena keduanya memiliki keunggulan.
LRT mempunyai gerbong yang fleksibel. Ini membuat LRT dapat meliuk di jalur melayang atau elevated rel di kawasan Kelapa Gading hingga Velodrom, Rawamangun. Sementara MRT lebih kaku, namun unggul dalam kapasitas penumpang. Ribuan orang dapat diangkut dengan sekali pemberangkatan. Kereta full otomatis ini menjadi back - bone bagi transportasi di Ibu Kota.
&amp;ldquo;Bagi kami semuanya punya keunggulan. Dunia ini pilihan, tidak ada yang sempurna. Termasuk kereta, tidak ada kereta yang sempurna, ini adalah pilihan,&amp;rdquo; ujar Direktur Utama LRT Jakarta Allan Tandiono.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/04/52937/267011_medium.jpg&quot; alt=&quot;Masinis Wanita pada Ujicoba Kereta LRT Kelapa Gading-Velodrome&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
MRT memiliki dimensi 20 meter x 2,9 meter x 3,9 meter, sedangkan LRT mempunyai gerbong ramping yakni 11,5 meter x 2,6 meter x 3,6 meter.
Memang dibandingkan transportasi lainnya sesama feeder atau pengumpan, LRT jauh lebih steril. Berada pada elevated rel dan tidak terkena kemacetan, LRT akan mudah mengantar dengan cepat penumpang di pinggiran Jakarta. Untuk laju kecepatan, MRT mampu meluncur hingga 100- 150 kilometer per jam. Sementara LRT berada di bawahnya.
&amp;ldquo;Mungkin kecepatan top speed 100 kilometer per jam,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/21/53222/268606_medium.jpg&quot; alt=&quot;Aktivitas Pekerja di Depo MRT Lebak Bulus&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
MRT melintas di trek yang cenderung lurus sehingga minim manuver. Berbeda dengan LRT yang menggunakan sistem listrik aliran bawah dan di pasangi articulated bogie di antara gerbong sehingga mampu bermanuver stabil hingga belokan 40 meter.
Sekalipun nanti pembangunan rel LRT mengharuskan membentuk huruf S, LRT tidak ada masalah. &amp;ldquo;Tapi kan ada pertimbangan utamanya. Yang pasti untuk kenyamanan penumpang. Memang bisa semacam itu, tapi apakah penumpang nyaman? Makanya kita perlu pertimbangan lain, namun kalau memaksakan, kami siap,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wOC8yMy8xLzExNTc3MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(Feb)Pada kereta LRT yang di datangkan Hyundai Rotten, Korea Selatan  sistem operasi murni menggunakan operasi manual. Gerak maju dan berhenti  mengandalkan masinis di dua sisi. Karena itu, persinyalan dan rambu  dipasang di beberapa titik sehingga ketepatan masih terjaga. Hyundai  Rotten bukan perusahaan sembarang.
Kualitas kereta telah teruji di beberapa negara dunia, mulai dari  London, Manchester, dan beberapa kota di Amerika, Ukraina, hingga  beberapa negara Eropa lainnya juga menggunakan kereta ini. &amp;ldquo;Makanya  kenapa kita bikin benar-benar ke - las dunia mulai stasiun, gerbong,  hingga pelayanan. Ini adalah kualitas internasional,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/09/10/53038/267584_medium.jpg&quot; alt=&quot;Penyelesaian Pembangunan Pedestrian Stasiun MRT Dukuh Atas&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Corporate Secretary PT MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah mengatakan,  MRT membutuhkan bantuan feeder transportasi lain seperti Transjakarta,  LRT, hingga KRL Commuter Line. Apalagi dalam fungsinya MRT bakal menjadi  backbone atau tulang punggung. Artinya, MRT akan beroperasi membelah  pusat kota. Mereka mengantarkan penumpang dari stasiun ke lokasi kerja.
&amp;ldquo;Makanya kita butuh integrasi. Semua terhubung dan bermuara ke MRT,&amp;rdquo; ujarnya.
MRT memiliki kapasitas penumpang lebih banyak. Dengan operasional  awal enam gerbong kapasitas maksimal 300 penumpang per gerbong. MRT  diyakini mampu mengangkut ribuan penumpang sekali berangkat. Nanti ada  13 stasiun yang dilintasi dari Lebak Bulus - Bundaran HI dengan estimasi  waktu tempuh 30 menit. &amp;ldquo;Jaraknya 5 menit pada jam sibuk. 10 menit di  jam santai, tapi semua itu bisa diatur,&amp;rdquo; kata Hikmatullah.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/09/04/52937/267013_medium.jpg&quot; alt=&quot;Masinis Wanita pada Ujicoba Kereta LRT Kelapa Gading-Velodrome&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
MRT juga menggunakan sistem operasional yang canggih. Pergerakan di  rel hingga stasiun dilakukan secara otomatis. Sementara masinis hanya  bertugas buka tutup pintu dan berjaga bila dibutuhkan dalam keadaan  darurat. Berbeda dengan LRT yang cenderung fleksibel.
MRT jauh lebih kaku karena itu tak aneh bila stasiun MRT letaknya  cenderung segaris sehingga kecepatan menjadi andalan transportasi massal  ini. &amp;ldquo;Semakin panjang kereta, semakin tinggi speed yang diperlukan.  Maka itu jalurnya tidak meliuk-liuk,&amp;rdquo; ungkapnya. Rel MRT cenderung lurus  sehingga membuat kecepatan kereta kian tinggi. Saat di elevatad MRT  mampu mencapai 80 km/jam dan di terowongan 50 km/jam. &amp;ldquo;Kalau dihajar  terus akan berdampak pada kecepatan hausnya bogie , roda kereta. Itu  bisa haus walaupun dia enggak pakai karet,&amp;rdquo; ucapnya. (Yan Yusuf)
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wOS8wOC8xLzExNjEwMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(Feb)</content:encoded></item></channel></rss>
