<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi RI, Begini Respons Sri Mulyani</title><description>IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2018 jadi sebesar 5,1% dari 5,3% di awal tahun.
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/09/20/1961761/imf-pangkas-proyeksi-ekonomi-ri-begini-respons-sri-mulyani</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/10/09/20/1961761/imf-pangkas-proyeksi-ekonomi-ri-begini-respons-sri-mulyani"/><item><title>IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi RI, Begini Respons Sri Mulyani</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/09/20/1961761/imf-pangkas-proyeksi-ekonomi-ri-begini-respons-sri-mulyani</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/10/09/20/1961761/imf-pangkas-proyeksi-ekonomi-ri-begini-respons-sri-mulyani</guid><pubDate>Selasa 09 Oktober 2018 19:09 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/09/20/1961761/imf-pangkas-proyeksi-ekonomi-ri-begini-respons-sri-mulyani-l7Nr4Lr2Fo.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Heru/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/09/20/1961761/imf-pangkas-proyeksi-ekonomi-ri-begini-respons-sri-mulyani-l7Nr4Lr2Fo.jpeg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Heru/Okezone</title></images><description>NUSA DUA - Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) dalam laporan World Economic Outlook (WEO) Oktober 2018, memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2018 jadi sebesar 5,1% dari 5,3% di awal tahun.
Baca Juga: IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5,1% di 2018
 
Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, IMF telah menyampaikan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia, baik dari sisi permintaan maupun penawaran. Namun kondisi global saat ini yang didorong kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (Fed Fund Rate/FFR) tentunya berimbas pada perekonomian domestik.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/10/09/53570/270428_medium.jpg&quot; alt=&quot;Bos IMF Christine Lagarde Seruput Kopi di Sela Pertemuan Tahunan IMF-WB 2018&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Tapi lingkungan yang kita hadapi sekarang dengan adanya kenaikan suku bunga dan nilai tukar, menyebabkan beberapa aspek dari agregat demand (permintaan) kita terpengaruh,&quot; ujarnya di Nusa Dua, Bali, Selasa (9/10/2018).
Baca Juga: Insentif Pajak Jaga Pertumbuhan Ekonomi Pasca-Suku Bunga Naik
 
Kenaikan FFR tersebut pun langsung direspons dengan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia. Tentunya hal itu akan berpengaruh pada investasi dan nilai tukar.
&quot;Maka diharapkan impor dapat turun dan (kinerja) ekspor bisa baik. Kita lihat bagaimana respons industri  terhadap lingkungan yang kita hadapi,&quot; kata dia.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/10/08/53559/270358_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jack Ma Akan Hadiri Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 di Nusa Dua Bali&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;</description><content:encoded>NUSA DUA - Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) dalam laporan World Economic Outlook (WEO) Oktober 2018, memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2018 jadi sebesar 5,1% dari 5,3% di awal tahun.
Baca Juga: IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5,1% di 2018
 
Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, IMF telah menyampaikan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia, baik dari sisi permintaan maupun penawaran. Namun kondisi global saat ini yang didorong kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (Fed Fund Rate/FFR) tentunya berimbas pada perekonomian domestik.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/10/09/53570/270428_medium.jpg&quot; alt=&quot;Bos IMF Christine Lagarde Seruput Kopi di Sela Pertemuan Tahunan IMF-WB 2018&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Tapi lingkungan yang kita hadapi sekarang dengan adanya kenaikan suku bunga dan nilai tukar, menyebabkan beberapa aspek dari agregat demand (permintaan) kita terpengaruh,&quot; ujarnya di Nusa Dua, Bali, Selasa (9/10/2018).
Baca Juga: Insentif Pajak Jaga Pertumbuhan Ekonomi Pasca-Suku Bunga Naik
 
Kenaikan FFR tersebut pun langsung direspons dengan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia. Tentunya hal itu akan berpengaruh pada investasi dan nilai tukar.
&quot;Maka diharapkan impor dapat turun dan (kinerja) ekspor bisa baik. Kita lihat bagaimana respons industri  terhadap lingkungan yang kita hadapi,&quot; kata dia.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/10/08/53559/270358_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jack Ma Akan Hadiri Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 di Nusa Dua Bali&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
