<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasca-Gempa &amp; Tsunami Palu, Penyaluran BBM dan LPG Diperluas</title><description>PT Pertamina (Persero) terus berupaya memasok BBM dan LPG di daerah terkena bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/09/320/1961770/pasca-gempa-tsunami-palu-penyaluran-bbm-dan-lpg-diperluas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/10/09/320/1961770/pasca-gempa-tsunami-palu-penyaluran-bbm-dan-lpg-diperluas"/><item><title>Pasca-Gempa &amp; Tsunami Palu, Penyaluran BBM dan LPG Diperluas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/09/320/1961770/pasca-gempa-tsunami-palu-penyaluran-bbm-dan-lpg-diperluas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/10/09/320/1961770/pasca-gempa-tsunami-palu-penyaluran-bbm-dan-lpg-diperluas</guid><pubDate>Selasa 09 Oktober 2018 19:33 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/09/320/1961770/pasca-gempa-tsunami-palu-penyaluran-bbm-dan-lpg-diperluas-8jYVtgDZkn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: SPBU di Palu (Taufik/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/09/320/1961770/pasca-gempa-tsunami-palu-penyaluran-bbm-dan-lpg-diperluas-8jYVtgDZkn.jpg</image><title>Foto: SPBU di Palu (Taufik/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) terus berupaya memasok BBM dan LPG di daerah terkena bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah. Hal ini sesuai arahan pemerintah.

Pemenuhan kebutuhan cepat dilakukan meski di tengah berbagai kondisi kerusakan infrastruktur, salah satunya Terminal BBM (TBBM) Donggala.

&amp;ldquo;Pertamina melakukan langkah paling maju. Artinya, untuk pemenuhan kebutuhan dasar di transportasi sudah oke, dan setelah itu untuk kebutuhan dasar lain. Kita memang belum bisa mengevaluasi. Tetapi usaha untuk me-recovery harus kita berikan apresiasi&amp;rdquo; kata Pengamat Ekonomi Ferdinand Risamasu dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (9/10/2018).
Baca Juga: Menteri Jonan Jamin Ketersediaan Listrik hingga BBM di Palu
Pertamina berupaya memenuhi pasokan BBM dan LPG, antara lain dengan kembali mengoperasikan 15 dari 17 SPBU di Palu. Bahkan, 10 di antaranya buka selama 24 jam.
&amp;nbsp;
Belum lagi dengan berbagai terobosan, seperti adanya SPBU portable, penjualan BBM dalam kemasan, termasuk bantuan operator SPBU ke Palu dan Donggala. Sedangkan untuk LPG, dengan adanya operasi pasar berkesinambungan yang dilakukan Pertamina, termasuk memperluas titik operasi pasar dari 16 titik menjadi 27 titik.

Ferdinand menambahkan, bahwa upaya tersebut harus dilakukan berkelanjutan dan secara komprehensif. Sebab, pemulihan memang tidak bisa dilakukan sekaligus dan harus dibarengi dengan pemulihan di seluruh sektor.

&amp;ldquo;Suplai harus tetap harus besar karena demand berada pada titik yang sangat tinggi,&amp;rdquo; lanjut Ferdinand.
Baca Juga: Pengeboran Sumur 70 Meter untuk Air Bersih Warga Palu
Pemulihan secara komprehensif, memang sangat penting. Sebab, meski aktivitas warga mulai pulih, namun belum bisa dikatakan  normal sepenuhnya.
&amp;nbsp;
Seperti yang diberitakan Okezone, Pemerintah menjamin pasokan listrik dan bahan bakar minyak (BBM) akan segera pulih pascagempa dan tsunami di Palu. Berdasarkan catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), terdapat lima dari tujuh gardu induk (GI) di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong telah beroperasi dan 28 dari 45 sistem distribusi telah beroperasi.

&amp;ldquo;Saya pastikan pekan depan sistem kelistrikan akan segera pulih minimal 90%. Untuk layanan listrik sudah pulih 60%, sedangkan 5% dipasok dari genset sehingga totalnya pulih 65%,&amp;rdquo; ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan di Jakarta.

Dia memaparkan, distribusi BBM telah berjalan sekitar 70%. Untuk konsumsi BBM mencapai 350 kiloliter (kl) dari kebutuhan secara normal 400 kl. Ada pun saat ini 12 dari 17 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang tersebar merata di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong sudah bisa melayani kebutuhan BBM.

&amp;ldquo;Saya berharap sudah normal dalam seminggu ke depan. Pendistribusian BBM mempertimbangkan lokasi dengan kepadatan penduduk dan urgensi kebutuhan masyarakat,&amp;rdquo; ujar dia.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) terus berupaya memasok BBM dan LPG di daerah terkena bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah. Hal ini sesuai arahan pemerintah.

Pemenuhan kebutuhan cepat dilakukan meski di tengah berbagai kondisi kerusakan infrastruktur, salah satunya Terminal BBM (TBBM) Donggala.

&amp;ldquo;Pertamina melakukan langkah paling maju. Artinya, untuk pemenuhan kebutuhan dasar di transportasi sudah oke, dan setelah itu untuk kebutuhan dasar lain. Kita memang belum bisa mengevaluasi. Tetapi usaha untuk me-recovery harus kita berikan apresiasi&amp;rdquo; kata Pengamat Ekonomi Ferdinand Risamasu dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (9/10/2018).
Baca Juga: Menteri Jonan Jamin Ketersediaan Listrik hingga BBM di Palu
Pertamina berupaya memenuhi pasokan BBM dan LPG, antara lain dengan kembali mengoperasikan 15 dari 17 SPBU di Palu. Bahkan, 10 di antaranya buka selama 24 jam.
&amp;nbsp;
Belum lagi dengan berbagai terobosan, seperti adanya SPBU portable, penjualan BBM dalam kemasan, termasuk bantuan operator SPBU ke Palu dan Donggala. Sedangkan untuk LPG, dengan adanya operasi pasar berkesinambungan yang dilakukan Pertamina, termasuk memperluas titik operasi pasar dari 16 titik menjadi 27 titik.

Ferdinand menambahkan, bahwa upaya tersebut harus dilakukan berkelanjutan dan secara komprehensif. Sebab, pemulihan memang tidak bisa dilakukan sekaligus dan harus dibarengi dengan pemulihan di seluruh sektor.

&amp;ldquo;Suplai harus tetap harus besar karena demand berada pada titik yang sangat tinggi,&amp;rdquo; lanjut Ferdinand.
Baca Juga: Pengeboran Sumur 70 Meter untuk Air Bersih Warga Palu
Pemulihan secara komprehensif, memang sangat penting. Sebab, meski aktivitas warga mulai pulih, namun belum bisa dikatakan  normal sepenuhnya.
&amp;nbsp;
Seperti yang diberitakan Okezone, Pemerintah menjamin pasokan listrik dan bahan bakar minyak (BBM) akan segera pulih pascagempa dan tsunami di Palu. Berdasarkan catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), terdapat lima dari tujuh gardu induk (GI) di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong telah beroperasi dan 28 dari 45 sistem distribusi telah beroperasi.

&amp;ldquo;Saya pastikan pekan depan sistem kelistrikan akan segera pulih minimal 90%. Untuk layanan listrik sudah pulih 60%, sedangkan 5% dipasok dari genset sehingga totalnya pulih 65%,&amp;rdquo; ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan di Jakarta.

Dia memaparkan, distribusi BBM telah berjalan sekitar 70%. Untuk konsumsi BBM mencapai 350 kiloliter (kl) dari kebutuhan secara normal 400 kl. Ada pun saat ini 12 dari 17 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang tersebar merata di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong sudah bisa melayani kebutuhan BBM.

&amp;ldquo;Saya berharap sudah normal dalam seminggu ke depan. Pendistribusian BBM mempertimbangkan lokasi dengan kepadatan penduduk dan urgensi kebutuhan masyarakat,&amp;rdquo; ujar dia.</content:encoded></item></channel></rss>
