<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>The Fed: Kebijakan Moneter Bank Sentral AS Dekati Titik Normal</title><description>Kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (the Fed) sudah mendekati titik normal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/10/20/1962096/the-fed-kebijakan-moneter-bank-sentral-as-dekati-titik-normal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/10/10/20/1962096/the-fed-kebijakan-moneter-bank-sentral-as-dekati-titik-normal"/><item><title>The Fed: Kebijakan Moneter Bank Sentral AS Dekati Titik Normal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/10/20/1962096/the-fed-kebijakan-moneter-bank-sentral-as-dekati-titik-normal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/10/10/20/1962096/the-fed-kebijakan-moneter-bank-sentral-as-dekati-titik-normal</guid><pubDate>Rabu 10 Oktober 2018 14:29 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/10/20/1962096/the-fed-kebijakan-moneter-bank-sentral-as-dekati-titik-normal-KGqegJYxft.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Federal Resever Bank of New York (Foto: Dkom BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/10/20/1962096/the-fed-kebijakan-moneter-bank-sentral-as-dekati-titik-normal-KGqegJYxft.jpg</image><title>Presiden Federal Resever Bank of New York (Foto: Dkom BI)</title></images><description>NUSA DUA - President Federal Reserve Bank of New York John Williams menyatakan, kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (the Fed) sudah mendekati titik normal. Hal tersebut tergambar dari pernyataan-pernyataan yang terlontar dari pejabat tinggi the Fed di Federal Open Market Comitee atau (FOMC).
Baca Juga: Suku Bunga The Fed Naik, Sri Mulyani: Kita Harus Menyesuaikan Diri
&quot;Perubahan dalam komunikasi kita tentang pandangan kebijakan adalah tanda bahwa kita mendekati akhir dari proses normalisasi kebijakan moneter,&quot; katanya dalam acara Central Banking Forum di Hotel Conrad, Nusa Dua, Bali, (10/10/2018).
Setelah berada di era suku bunga rendah, The Fed memang terus menaikkan suku bunganya secara bertahap untuk mendekati titik normal. September lalu, The Fed baru menaikkan suku bunganya 25 basis points (bps) menjadi 2,25%.

Meski demikian, lanjut Williams, dengan semakin mengarahnya kebijakan The Fed menuju titik batas normalnya, maka kebijakan moneter ke depannya menjadi tidak pasti.
&quot;Arah kebijakan masa depan tidak akan lagi sejelas seperti beberapa tahun terakhir.  Di masa depan, tidak akan lagi jelas apakah suku bunga perlu naik atau turun dan panduan tentang kebijakan masa depan tidak akan lagi sesuai,&quot; jelasnya.
Baca Juga: The Fed Naikkan Suku Bunga, Sri Mulyani: Dampaknya Besar ke Indonesia
 
Dia menjelaskan, memang ketika suku bunga acuan sangat rendah, maka arah kebijakan akan menjadi lebih jelas untuk tingkat suku bunga naik menuju titik normal. Namun saat berada di titik normal maka arah kebijakan suku bunga menjadi tidak akan lagi jelas.
Dalam kesempatan tersebut, Williams juga memperkirakan perekonomian AS akan tumbuh 3% di 2018 dan 2,5% di 2019. Sedangkan tingkat pengangguran diperkirakan akan turun ke sedikit di bawah 3,5% pada tahun depan. Adapun inflasi diperkirakan naik sedikit di atas 2%.</description><content:encoded>NUSA DUA - President Federal Reserve Bank of New York John Williams menyatakan, kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (the Fed) sudah mendekati titik normal. Hal tersebut tergambar dari pernyataan-pernyataan yang terlontar dari pejabat tinggi the Fed di Federal Open Market Comitee atau (FOMC).
Baca Juga: Suku Bunga The Fed Naik, Sri Mulyani: Kita Harus Menyesuaikan Diri
&quot;Perubahan dalam komunikasi kita tentang pandangan kebijakan adalah tanda bahwa kita mendekati akhir dari proses normalisasi kebijakan moneter,&quot; katanya dalam acara Central Banking Forum di Hotel Conrad, Nusa Dua, Bali, (10/10/2018).
Setelah berada di era suku bunga rendah, The Fed memang terus menaikkan suku bunganya secara bertahap untuk mendekati titik normal. September lalu, The Fed baru menaikkan suku bunganya 25 basis points (bps) menjadi 2,25%.

Meski demikian, lanjut Williams, dengan semakin mengarahnya kebijakan The Fed menuju titik batas normalnya, maka kebijakan moneter ke depannya menjadi tidak pasti.
&quot;Arah kebijakan masa depan tidak akan lagi sejelas seperti beberapa tahun terakhir.  Di masa depan, tidak akan lagi jelas apakah suku bunga perlu naik atau turun dan panduan tentang kebijakan masa depan tidak akan lagi sesuai,&quot; jelasnya.
Baca Juga: The Fed Naikkan Suku Bunga, Sri Mulyani: Dampaknya Besar ke Indonesia
 
Dia menjelaskan, memang ketika suku bunga acuan sangat rendah, maka arah kebijakan akan menjadi lebih jelas untuk tingkat suku bunga naik menuju titik normal. Namun saat berada di titik normal maka arah kebijakan suku bunga menjadi tidak akan lagi jelas.
Dalam kesempatan tersebut, Williams juga memperkirakan perekonomian AS akan tumbuh 3% di 2018 dan 2,5% di 2019. Sedangkan tingkat pengangguran diperkirakan akan turun ke sedikit di bawah 3,5% pada tahun depan. Adapun inflasi diperkirakan naik sedikit di atas 2%.</content:encoded></item></channel></rss>
