<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menikmati Makanan di Pertemuan IMF-World Bank, Mie Goreng Jadi Favorit</title><description>Booth makanan di sini dibuka sejak pukul 11.00-17.00 WITA sepanjang acara IMF-World Bank berlangsung.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/10/20/1962213/menikmati-makanan-di-pertemuan-imf-world-bank-mie-goreng-jadi-favorit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/10/10/20/1962213/menikmati-makanan-di-pertemuan-imf-world-bank-mie-goreng-jadi-favorit"/><item><title>Menikmati Makanan di Pertemuan IMF-World Bank, Mie Goreng Jadi Favorit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/10/20/1962213/menikmati-makanan-di-pertemuan-imf-world-bank-mie-goreng-jadi-favorit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/10/10/20/1962213/menikmati-makanan-di-pertemuan-imf-world-bank-mie-goreng-jadi-favorit</guid><pubDate>Rabu 10 Oktober 2018 17:22 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/10/20/1962213/menikmati-makanan-di-pertemuan-imf-world-bank-mie-goreng-jadi-favorit-D6vQurqyjH.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Mie Goreng jadi menu favorit di Pertemuan IMF-World Bank (Foto: Yohana/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/10/20/1962213/menikmati-makanan-di-pertemuan-imf-world-bank-mie-goreng-jadi-favorit-D6vQurqyjH.jpeg</image><title>Mie Goreng jadi menu favorit di Pertemuan IMF-World Bank (Foto: Yohana/Okezone)</title></images><description>NUSA DUA - Dalam event Pertemuan IMF-World Bank 2018 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, terdapat beragam area khusus yang menjual makanan dan minuman. Para peserta pun bisa membeli  santapan tersebut.
Salah satunya yang berada di kawasan Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua. Area tempat makan ini menjajakan beragam makanan khas Indonesia hingga mancanegara.  Booth makanan di sini dibuka sejak pukul 11.00-17.00 WITA sepanjang acara IMF-World Bank berlangsung.
Untuk urusan harga memang terbilang mahal, makanan termurah dijual seharaga Rp95.000 per porsi. Sedangkan untuk minuman dipatok harga termurah Rp35.000.
Baca Juga: Pertemuan IMF-World Bank, Sri Mulyani Soroti Isu Kesetaraan Gender di Tempat Kerja
Seperti harganya yang memang terbilang sekelas restoran mewah, soal rasa juga demikian. Makanan yang dijual di tempat ini memang memiliki rasa yang nikmat.
Hal tersebut berdasarkan pengalaman Okezone berkunjung langsung ke sana. Dalam pantauan Okezone ada 9 booth dengan dekorasi rumah khas adat Bali  yang menjajakan makanan dan minuman.
Menu makanan yang dijual yakni Jimbaran Grilled Seafood seharga Rp110.000, Aneka sate ayam Rp95.000, Nasi Campur Bali Rp95.000, Nasi Goreng Rp95.000, Mi goreng Rp95.000, juga Nasi Padang Rp95.000. Lalu menu internasional Yakiniku Rice Bowl Rp95.000 dan spagheti Rp95.000.

Untuk minuman Air Mineral Rp71.000, kemudian Jus buah baik Jeruk, Jambu Biji, Apel, Mangga, dan Nanas masing-masing dibanderol Rp35.000.
Adapun untuk minuman teh yakni English Breakfeast Tea, Earl Grey Tea, Green Tea, Iced Tea masing-masing dibanderol Rp40.000.  Sedangkan kopi yakni Fresh Brew Coffee, Cafe Latte, Espresso, Cappuccino masing-masing dipatok harga Rp45.000.
Setelah berkeliling melihat jenis menu, akhirnya diputuskan untuk mencicipi salah satu makanan yakni Mi goreng. Sajian menu ini dilengkapi kerupuk juga sayur-sayuran baik yang tercampur dengan mie maupun disediakan terpisah.
Baca Juga: IMF: Perang Dagang AS-China Rugikan Pertumbuhan Ekonomi Global
I Wayan, koki yang memasak menu ini menyatakan, mi goreng menjadi salah satu menu favorit pengunjung. &quot;Mi goreng salah satu yang favorit, banyak juga yang beli, juga beli Nasi Bali,&quot; kata dia, Rabu (10/10/2018).
Makanan yang sudah tersedia pun akan diantarkan langsung oleh paramusaji ke meja makan di mana kita duduk. Di sana terdapat banyak meja makan yang bebas dipilih pengunjung.
Teknik pembayaran bisa menggunakan tunai maupun nontunai, yang pasti ada beberapa kasir yang tersedia untuk kita bisa membayar pesanan.

Saat mencoba makan, rasa Mi Goreng ini diakui enak, meski memang harus merogoh kocek yang lebih dalam. Memang harga dan rasa makanan seperti restauran mewah.
I Wayan menyatakan, menu yang dimasak oleh dirinya itu, pada hari pertama acara internasional berlangsung, Senin 8 Oktober 2018, laku hingga 26 porsi. Pada hari kedua, Selasa 9 Oktober 2018, penjualan melonjak jadi sebanyak 50 porsi.
&quot;Banyak pengunjung dari negara-negara asing malah yang ke sini, mereka pesan makanan dan makan di sini,&quot; kata dia. Untuk diketahui, pertemuan para pelaku ekonomi di dunia ini berlangsung sejak 8-14 Oktober 2018. Sekitar 34.000 peserta dari 189 negara hadir di Bali.</description><content:encoded>NUSA DUA - Dalam event Pertemuan IMF-World Bank 2018 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, terdapat beragam area khusus yang menjual makanan dan minuman. Para peserta pun bisa membeli  santapan tersebut.
Salah satunya yang berada di kawasan Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua. Area tempat makan ini menjajakan beragam makanan khas Indonesia hingga mancanegara.  Booth makanan di sini dibuka sejak pukul 11.00-17.00 WITA sepanjang acara IMF-World Bank berlangsung.
Untuk urusan harga memang terbilang mahal, makanan termurah dijual seharaga Rp95.000 per porsi. Sedangkan untuk minuman dipatok harga termurah Rp35.000.
Baca Juga: Pertemuan IMF-World Bank, Sri Mulyani Soroti Isu Kesetaraan Gender di Tempat Kerja
Seperti harganya yang memang terbilang sekelas restoran mewah, soal rasa juga demikian. Makanan yang dijual di tempat ini memang memiliki rasa yang nikmat.
Hal tersebut berdasarkan pengalaman Okezone berkunjung langsung ke sana. Dalam pantauan Okezone ada 9 booth dengan dekorasi rumah khas adat Bali  yang menjajakan makanan dan minuman.
Menu makanan yang dijual yakni Jimbaran Grilled Seafood seharga Rp110.000, Aneka sate ayam Rp95.000, Nasi Campur Bali Rp95.000, Nasi Goreng Rp95.000, Mi goreng Rp95.000, juga Nasi Padang Rp95.000. Lalu menu internasional Yakiniku Rice Bowl Rp95.000 dan spagheti Rp95.000.

Untuk minuman Air Mineral Rp71.000, kemudian Jus buah baik Jeruk, Jambu Biji, Apel, Mangga, dan Nanas masing-masing dibanderol Rp35.000.
Adapun untuk minuman teh yakni English Breakfeast Tea, Earl Grey Tea, Green Tea, Iced Tea masing-masing dibanderol Rp40.000.  Sedangkan kopi yakni Fresh Brew Coffee, Cafe Latte, Espresso, Cappuccino masing-masing dipatok harga Rp45.000.
Setelah berkeliling melihat jenis menu, akhirnya diputuskan untuk mencicipi salah satu makanan yakni Mi goreng. Sajian menu ini dilengkapi kerupuk juga sayur-sayuran baik yang tercampur dengan mie maupun disediakan terpisah.
Baca Juga: IMF: Perang Dagang AS-China Rugikan Pertumbuhan Ekonomi Global
I Wayan, koki yang memasak menu ini menyatakan, mi goreng menjadi salah satu menu favorit pengunjung. &quot;Mi goreng salah satu yang favorit, banyak juga yang beli, juga beli Nasi Bali,&quot; kata dia, Rabu (10/10/2018).
Makanan yang sudah tersedia pun akan diantarkan langsung oleh paramusaji ke meja makan di mana kita duduk. Di sana terdapat banyak meja makan yang bebas dipilih pengunjung.
Teknik pembayaran bisa menggunakan tunai maupun nontunai, yang pasti ada beberapa kasir yang tersedia untuk kita bisa membayar pesanan.

Saat mencoba makan, rasa Mi Goreng ini diakui enak, meski memang harus merogoh kocek yang lebih dalam. Memang harga dan rasa makanan seperti restauran mewah.
I Wayan menyatakan, menu yang dimasak oleh dirinya itu, pada hari pertama acara internasional berlangsung, Senin 8 Oktober 2018, laku hingga 26 porsi. Pada hari kedua, Selasa 9 Oktober 2018, penjualan melonjak jadi sebanyak 50 porsi.
&quot;Banyak pengunjung dari negara-negara asing malah yang ke sini, mereka pesan makanan dan makan di sini,&quot; kata dia. Untuk diketahui, pertemuan para pelaku ekonomi di dunia ini berlangsung sejak 8-14 Oktober 2018. Sekitar 34.000 peserta dari 189 negara hadir di Bali.</content:encoded></item></channel></rss>
