<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Dibuka Tergelincir karena Imbal Hasil Obligasi</title><description>Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street kembali dibuka melemah pada perdagangan Rabu waktu setempat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/10/278/1962373/wall-street-dibuka-tergelincir-karena-imbal-hasil-obligasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/10/10/278/1962373/wall-street-dibuka-tergelincir-karena-imbal-hasil-obligasi"/><item><title>Wall Street Dibuka Tergelincir karena Imbal Hasil Obligasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/10/278/1962373/wall-street-dibuka-tergelincir-karena-imbal-hasil-obligasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/10/10/278/1962373/wall-street-dibuka-tergelincir-karena-imbal-hasil-obligasi</guid><pubDate>Rabu 10 Oktober 2018 21:47 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/10/278/1962373/wall-street-dibuka-tergelincir-karena-imbal-hasil-obligasi-9uvDDIGlVc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/10/278/1962373/wall-street-dibuka-tergelincir-karena-imbal-hasil-obligasi-9uvDDIGlVc.jpg</image><title>Foto: Reuters</title></images><description>NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street kembali dibuka melemah pada perdagangan Rabu waktu setempat. Catatan ini membuat Wall Street melemah dua hari berturut-turut.

Pelemahan Wall Street ini dikarenakan  imbal hasil obligasi AS, setelah adanya data harga produsen AS naik pada bulan lalu. Hal ini tidak menunjukkan tekanan pada inflasi.
&amp;nbsp;
Melansir Reuters, Rabu (10/10/2018), indeks S&amp;amp;P 500 dibuka lebih rendah dengan 6,44 poin, atau 0,22% di 2,873.90. Kemudian indeks Nasdaq Composite turun 43,94 poin, atau 0,57% menjadi 7.694,08.
&amp;nbsp;Baca Juga: Wall Street Dibuka Jatuh karena Harga Minyak
Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average naik 11,16 poin, atau 0,04% menjadi 26.441,73.
&amp;nbsp;
Seperti yang diberitakan Okezone, Wall Street berakhir lebih rendah pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat karena kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi global. Indeks Dow dan S&amp;amp;P 500 ditutup sedikit lebih rendah pada perdagangan Selasa waktu setempat.
&amp;nbsp;Baca Juga: Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Kekhawatiran Pertumbuhan Global
Investor khawatir terhadap prospek pertumbuhan global. Hal tersebut  saham industri menurun, di samping karena penurunan imbal hasil obligasi.</description><content:encoded>NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street kembali dibuka melemah pada perdagangan Rabu waktu setempat. Catatan ini membuat Wall Street melemah dua hari berturut-turut.

Pelemahan Wall Street ini dikarenakan  imbal hasil obligasi AS, setelah adanya data harga produsen AS naik pada bulan lalu. Hal ini tidak menunjukkan tekanan pada inflasi.
&amp;nbsp;
Melansir Reuters, Rabu (10/10/2018), indeks S&amp;amp;P 500 dibuka lebih rendah dengan 6,44 poin, atau 0,22% di 2,873.90. Kemudian indeks Nasdaq Composite turun 43,94 poin, atau 0,57% menjadi 7.694,08.
&amp;nbsp;Baca Juga: Wall Street Dibuka Jatuh karena Harga Minyak
Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average naik 11,16 poin, atau 0,04% menjadi 26.441,73.
&amp;nbsp;
Seperti yang diberitakan Okezone, Wall Street berakhir lebih rendah pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat karena kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi global. Indeks Dow dan S&amp;amp;P 500 ditutup sedikit lebih rendah pada perdagangan Selasa waktu setempat.
&amp;nbsp;Baca Juga: Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Kekhawatiran Pertumbuhan Global
Investor khawatir terhadap prospek pertumbuhan global. Hal tersebut  saham industri menurun, di samping karena penurunan imbal hasil obligasi.</content:encoded></item></channel></rss>
