<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IFC Kucurkan Pinjaman Rp2 Triliun ke Bank OCBC NISP   </title><description>Bank OCBC NISP menyatakan akan menerima kucuran dana dari International Finance Corporation (IFC) sebesar Rp2 triliun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/10/320/1962079/ifc-kucurkan-pinjaman-rp2-triliun-ke-bank-ocbc-nisp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/10/10/320/1962079/ifc-kucurkan-pinjaman-rp2-triliun-ke-bank-ocbc-nisp"/><item><title>IFC Kucurkan Pinjaman Rp2 Triliun ke Bank OCBC NISP   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/10/320/1962079/ifc-kucurkan-pinjaman-rp2-triliun-ke-bank-ocbc-nisp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/10/10/320/1962079/ifc-kucurkan-pinjaman-rp2-triliun-ke-bank-ocbc-nisp</guid><pubDate>Rabu 10 Oktober 2018 14:05 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/10/320/1962079/ifc-kucurkan-pinjaman-rp2-triliun-ke-bank-ocbc-nisp-o1UrGRaxSy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/10/320/1962079/ifc-kucurkan-pinjaman-rp2-triliun-ke-bank-ocbc-nisp-o1UrGRaxSy.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bank OCBC NISP menyatakan akan menerima kucuran dana dari International Finance Corporation (IFC) sebesar Rp2 triliun.  Dana pinjaman tersebut akan digunakan dalam membiayai proyek berwawasan lingkungan (green financing).
Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja mengatakan, kucuran dana ini merupakan lanjutan dari penandatanganan perjanjian bilateral yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak beberapa waktu lalu.
&amp;rdquo;Dana yang diterima dari IFC akan kami gunakan untuk membiayai investasi sektor swasta untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Fasilitas pinjaman tersebut memiliki tenor 5 tahun dan akan didistribusikan Bank OCBC NISP untuk mendanai proyek-proyekyangberwawasan lingkungan seperti efisiensi energi dan energi terbarukan,&amp;rdquo; ujar Parwati.
Baca Juga: BI Rate Naik Terus, OCBC NISP Masih Tahan Kenaikan Bunga Kredit
Menurut Parwati, perjanjian ini merupakan langkah awal bagi Bank OCBC NISP untuk mendukung nasabah melakukan bisnis secara berkelanjutan dan turut berkontribusi positif dalam pengembangan pembangunan dan tujuan pemerintah.
Kolaborasi Bank OCBC NISP dan IFCinidiharapkanmampumenghasilkan solusi inovatif guna memperluas peluang investasi di sektor swasta secara berkelanjutan baik dari segi eko nomi, sosial, maupun lingkungan.

Pada tahap awal, lanjut dia, dana tersebut antara lain akan digunakan Bank OCBC NISP dalam pembiayaan bagi debitur yang bergerak di bidang pengelolaan air. &amp;rdquo;Kami sangat selektif dalam memilih proyek-proyek berwawasan lingkungan yang akan menerima pendanaan ini sesuai dengan arahan dan masukan dari IFC,&amp;rdquo; kata Parwati.
Sementara IFC untuk pertama kali menerbitkan surat utang berwawasan lingkungan (green bond) berdenominasi rupiah untuk pasar internasional (Komodo bond). Obligasi ini menarik minat yang kuat dari investor dan berhasil mengumpulkan dana Rp2 triliun atau setara dengan USD 134 juta dengan tujuan mengatasi perubahan iklim.
Baca Juga: OCBC NISP Bagikan Bonus Saham 1:1
Minat yang kuat dari berbagai kelompok investor internasional menjadi bukti meningkatnya ketertarikan akan investasi yang bertanggung jawab sosial di Indonesia.
Obligasi berwawasan lingkungan atau obligasi hijau berjangka lima tahun tersebut akan didaftarkan ke Bursa Efek London dan Bursa Efek Singapura. VP IFC untuk Asia dan Pasifik Nena Stoiljkovic mengatakan, dana tersebut akan mendanai obligasi berwawasan lingkungan pertama yang diterbitkan di Indonesia oleh klien IFC, yakni Bank OCBC NISP.

Hasil penjualan obligasi ini akan digunakan untuk membiayai infrastruktur juga proyek-proyek yang mengatasi perubahan iklim, sesuai dengan prinsip-prinsip obligasi hijau (Green Bond Principles).
&amp;rdquo;Obligasi ini memungkinkan kami untuk memobilisasi pendanaan internasional ke dalam proyek-proyek ramah iklim di Indonesia. Kami akan terus memperbesar pendanaan dengan model ini guna mengatasi tantangan iklim Indonesia,&amp;rdquo; ujar Nena.
Obligasi hijau Komodo pertama yang diterbitkan dalam mata uang rupiah untuk investasi iklim di Indonesia adalah tonggak penting bagi IFC dan Indonesia. Penerbitan obligasi ini juga membantu sektor swasta mengelola risiko valuta asing melalui pembiayaan dengan mata uang lokal, sekaligus menumbuhkan bisnis yang cerdas iklim. (Hafid Fuad)
 
(Feb)</description><content:encoded>JAKARTA - Bank OCBC NISP menyatakan akan menerima kucuran dana dari International Finance Corporation (IFC) sebesar Rp2 triliun.  Dana pinjaman tersebut akan digunakan dalam membiayai proyek berwawasan lingkungan (green financing).
Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja mengatakan, kucuran dana ini merupakan lanjutan dari penandatanganan perjanjian bilateral yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak beberapa waktu lalu.
&amp;rdquo;Dana yang diterima dari IFC akan kami gunakan untuk membiayai investasi sektor swasta untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Fasilitas pinjaman tersebut memiliki tenor 5 tahun dan akan didistribusikan Bank OCBC NISP untuk mendanai proyek-proyekyangberwawasan lingkungan seperti efisiensi energi dan energi terbarukan,&amp;rdquo; ujar Parwati.
Baca Juga: BI Rate Naik Terus, OCBC NISP Masih Tahan Kenaikan Bunga Kredit
Menurut Parwati, perjanjian ini merupakan langkah awal bagi Bank OCBC NISP untuk mendukung nasabah melakukan bisnis secara berkelanjutan dan turut berkontribusi positif dalam pengembangan pembangunan dan tujuan pemerintah.
Kolaborasi Bank OCBC NISP dan IFCinidiharapkanmampumenghasilkan solusi inovatif guna memperluas peluang investasi di sektor swasta secara berkelanjutan baik dari segi eko nomi, sosial, maupun lingkungan.

Pada tahap awal, lanjut dia, dana tersebut antara lain akan digunakan Bank OCBC NISP dalam pembiayaan bagi debitur yang bergerak di bidang pengelolaan air. &amp;rdquo;Kami sangat selektif dalam memilih proyek-proyek berwawasan lingkungan yang akan menerima pendanaan ini sesuai dengan arahan dan masukan dari IFC,&amp;rdquo; kata Parwati.
Sementara IFC untuk pertama kali menerbitkan surat utang berwawasan lingkungan (green bond) berdenominasi rupiah untuk pasar internasional (Komodo bond). Obligasi ini menarik minat yang kuat dari investor dan berhasil mengumpulkan dana Rp2 triliun atau setara dengan USD 134 juta dengan tujuan mengatasi perubahan iklim.
Baca Juga: OCBC NISP Bagikan Bonus Saham 1:1
Minat yang kuat dari berbagai kelompok investor internasional menjadi bukti meningkatnya ketertarikan akan investasi yang bertanggung jawab sosial di Indonesia.
Obligasi berwawasan lingkungan atau obligasi hijau berjangka lima tahun tersebut akan didaftarkan ke Bursa Efek London dan Bursa Efek Singapura. VP IFC untuk Asia dan Pasifik Nena Stoiljkovic mengatakan, dana tersebut akan mendanai obligasi berwawasan lingkungan pertama yang diterbitkan di Indonesia oleh klien IFC, yakni Bank OCBC NISP.

Hasil penjualan obligasi ini akan digunakan untuk membiayai infrastruktur juga proyek-proyek yang mengatasi perubahan iklim, sesuai dengan prinsip-prinsip obligasi hijau (Green Bond Principles).
&amp;rdquo;Obligasi ini memungkinkan kami untuk memobilisasi pendanaan internasional ke dalam proyek-proyek ramah iklim di Indonesia. Kami akan terus memperbesar pendanaan dengan model ini guna mengatasi tantangan iklim Indonesia,&amp;rdquo; ujar Nena.
Obligasi hijau Komodo pertama yang diterbitkan dalam mata uang rupiah untuk investasi iklim di Indonesia adalah tonggak penting bagi IFC dan Indonesia. Penerbitan obligasi ini juga membantu sektor swasta mengelola risiko valuta asing melalui pembiayaan dengan mata uang lokal, sekaligus menumbuhkan bisnis yang cerdas iklim. (Hafid Fuad)
 
(Feb)</content:encoded></item></channel></rss>
