<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Batal Naik, Pertamina Belum Siap Jual Premium Rp7.000/Liter</title><description>Pemerintah menunda kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium  yang sebelumnya dikabarkan akan naik pada hari ini pukul 18.00 WIB</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/10/320/1962297/batal-naik-pertamina-belum-siap-jual-premium-rp7-000-liter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/10/10/320/1962297/batal-naik-pertamina-belum-siap-jual-premium-rp7-000-liter"/><item><title>Batal Naik, Pertamina Belum Siap Jual Premium Rp7.000/Liter</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/10/320/1962297/batal-naik-pertamina-belum-siap-jual-premium-rp7-000-liter</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/10/10/320/1962297/batal-naik-pertamina-belum-siap-jual-premium-rp7-000-liter</guid><pubDate>Rabu 10 Oktober 2018 19:23 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/10/320/1962297/batal-naik-pertamina-belum-siap-jual-premium-rp7-000-liter-mx9odfsIWq.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">BBM (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/10/320/1962297/batal-naik-pertamina-belum-siap-jual-premium-rp7-000-liter-mx9odfsIWq.jpeg</image><title>BBM (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>NUSA DUA - Pemerintah menunda kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium yang sebelumnya dikabarkan akan naik pada hari ini pukul 18.00 WIB.
Baca Juga: Kementerian ESDM: Kenaikan Premium Ditunda, Sesuai Arahan Presiden
Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno menyatakan, penundaan kenaikan ini dilakukan setelah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno melakukan koordinasi dengan PT Pertamina.
Menurutnya, Pertamina belum siap untuk menaikkan Premium menjadi Rp7.000 per liter. Mengingat Pertamina juga telah menaikkan harga BBM jenis pertaseries yakni Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Biosolar Non PSO.
&amp;nbsp;
Harry menjelaskan, pihak Kementerian BUMN juga baru mengetahui kabar kenaikan premium usai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menggelar konferensi pers di Nusa Dua Bali, pada sore tadi.
&quot;Jadi gini kita baru tahu setelah Pak Jonan menyampaikan pengumuman bahwa rencananya (premium) akan naik, kami langsung tanyakan Ibu Menteri (BUMN Rini Soermarno) apakah ini bisa dilaksanakan atau tidak, karena kan Pertamina baru saja mengumumkan menaikkan yang pertaseries,&quot; jelasnya dalam konferensi pers di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018).
Baca Juga: Harga BBM Premium Sempat Bikin Bingung, Begini Kronologinya
 
Kemudian, Rini pun memastikan kesiapan Pertamina untuk menaikkan juga BBM jenis Premium. Di mana Pertamina dikatakan belum siap untuk melakukan kenaikan dua jenis BBM sekaligus.
&quot;Oleh karena itu Bu Menteri (BUMN Rini Soemarno) mengkroscek dengan Pertamina dan (Pertamina) menyampaikan bahwa kami tidak siap untuk melakukan dua kali kenaikan dalam waktu satu hari. Jadi perlu waktu,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Sebelumnya pemerintah berencana menaikkan BBM jenis Premium dari Rp6.550 per liter menjadi Rp7.000 per liter. Soal pertimbangan nominal kenaikan ini, Harry menyatakan, Kementerian BUMN juga belum mengetahui. &quot;Kalau dari Kementerian BUMN enggak tahu pertimbangan itu,&quot; imbuh dia.
Harry memastikan bila Rini memang sudah berkoordinasi dengan Jonan untuk menunda kenaikan BBM bersubsidi ini. &quot;Menteri BUMN sudah koordinasi dengan Pak Jonan dan meminta untuk menunda dan mengkroscek persiapan Pertamina, dan Pertamina belum siap,&quot; jelas dia.</description><content:encoded>NUSA DUA - Pemerintah menunda kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium yang sebelumnya dikabarkan akan naik pada hari ini pukul 18.00 WIB.
Baca Juga: Kementerian ESDM: Kenaikan Premium Ditunda, Sesuai Arahan Presiden
Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno menyatakan, penundaan kenaikan ini dilakukan setelah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno melakukan koordinasi dengan PT Pertamina.
Menurutnya, Pertamina belum siap untuk menaikkan Premium menjadi Rp7.000 per liter. Mengingat Pertamina juga telah menaikkan harga BBM jenis pertaseries yakni Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Biosolar Non PSO.
&amp;nbsp;
Harry menjelaskan, pihak Kementerian BUMN juga baru mengetahui kabar kenaikan premium usai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menggelar konferensi pers di Nusa Dua Bali, pada sore tadi.
&quot;Jadi gini kita baru tahu setelah Pak Jonan menyampaikan pengumuman bahwa rencananya (premium) akan naik, kami langsung tanyakan Ibu Menteri (BUMN Rini Soermarno) apakah ini bisa dilaksanakan atau tidak, karena kan Pertamina baru saja mengumumkan menaikkan yang pertaseries,&quot; jelasnya dalam konferensi pers di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018).
Baca Juga: Harga BBM Premium Sempat Bikin Bingung, Begini Kronologinya
 
Kemudian, Rini pun memastikan kesiapan Pertamina untuk menaikkan juga BBM jenis Premium. Di mana Pertamina dikatakan belum siap untuk melakukan kenaikan dua jenis BBM sekaligus.
&quot;Oleh karena itu Bu Menteri (BUMN Rini Soemarno) mengkroscek dengan Pertamina dan (Pertamina) menyampaikan bahwa kami tidak siap untuk melakukan dua kali kenaikan dalam waktu satu hari. Jadi perlu waktu,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Sebelumnya pemerintah berencana menaikkan BBM jenis Premium dari Rp6.550 per liter menjadi Rp7.000 per liter. Soal pertimbangan nominal kenaikan ini, Harry menyatakan, Kementerian BUMN juga belum mengetahui. &quot;Kalau dari Kementerian BUMN enggak tahu pertimbangan itu,&quot; imbuh dia.
Harry memastikan bila Rini memang sudah berkoordinasi dengan Jonan untuk menunda kenaikan BBM bersubsidi ini. &quot;Menteri BUMN sudah koordinasi dengan Pak Jonan dan meminta untuk menunda dan mengkroscek persiapan Pertamina, dan Pertamina belum siap,&quot; jelas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
