<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Go-Jek hingga Grab Dominasi Ruang Perkantoran Grade A di CBD</title><description>Sektor perkantoran mulai menunjukkan geliatnya pada kuartal III-2018.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/10/470/1962090/go-jek-hingga-grab-dominasi-ruang-perkantoran-grade-a-di-cbd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/10/10/470/1962090/go-jek-hingga-grab-dominasi-ruang-perkantoran-grade-a-di-cbd"/><item><title>Go-Jek hingga Grab Dominasi Ruang Perkantoran Grade A di CBD</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/10/470/1962090/go-jek-hingga-grab-dominasi-ruang-perkantoran-grade-a-di-cbd</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/10/10/470/1962090/go-jek-hingga-grab-dominasi-ruang-perkantoran-grade-a-di-cbd</guid><pubDate>Rabu 10 Oktober 2018 14:21 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/10/470/1962090/go-jek-hingga-grab-dominasi-ruang-perkantoran-grade-a-di-cbd-d8eVoP3wjI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Giri Hartomo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/10/470/1962090/go-jek-hingga-grab-dominasi-ruang-perkantoran-grade-a-di-cbd-d8eVoP3wjI.jpg</image><title>Foto: Giri Hartomo</title></images><description>JAKARTA - Sektor perkantoran mulai menunjukkan geliatnya pada kuartal III-2018. Hal tersebut terlihat dari beberapa perkantoran di Jakarta baik yang berada di Central Business District (CBD) maupun non-CBD yang okupansinya mulai meningkat.

Berdasarkan data riset yang dilakukan oleh konsultan properti JLL Indonesia, tingkat ocupancy (keterisian) kantor di daerah CBD pada kuartal III-2018 meningkat 17% menjadi 78%. Sedangkan tingkat hunian perkantoran di kawasan non-CBD stabil di angka 76%.
&amp;nbsp;
Head of Research JLL Indonesia James Taylor mengatakan, secara keseluruhan pasar perkantoran masih dalam tren positif. Meskipun pergerakannya tidak sebesar pada triwulan sebelumnya.

&quot;Pergerakan pasar perkantoran selama triwukan ketiga ini tetap positif meskipun tidak sebesar triwulan sebelumnya,&quot; ujarnya dalam acara paparan market update sektor properti di Kuartal III-2018, di kantor JLL Indonesia Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (10/10/2018).
Baca Juga: Tingkat Hunian Gedung Perkantoran Masih Saja Lesu di Kuartal II-2018
James menambahkan, mulai terisinya perkantoran juga tidak terlepas dari terbatasnya jumlah pasokan gedung baru. Tercatat untuk wilayah CBD, jumlah pasokan gedung baru hanya sebesar 36.000 meter persegi yakni Revenue Tower di Kawasan SCBD, sedangkan gedung perkantoran baru non-CBD hanya sebesar 34.000 meter persegi.

&quot;Terdapat satu gedung baru yang selesai dibangun pada triwulan ini yaitu Revenue Tower di SCBD,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;
Adapun sektor perkantoran yang paling banyak diminati adalah perkantoran dengan grade A baik itu di kawasan CBD maupun non CBD. Khusus untuk kawasan CBD, hampir sebagian gedung perkantoran grade A mulai terserap, begitupun juga kawasan non-CBD.

&quot;Tingkat permintaan grade B di daerah luar CBD juga cukup baik diangka 25 ribu,&quot; ucapnya.
Baca Juga: Jumlah Kantor di Jakarta Bertambah, Tapi Permintaan Turun
Meningkatnya tingkat keterisian kantor di grade A tidak terlepas dari beberapa perusahaan yang melakukan upgrade ruang kantornya dan pindah menuju ruang kantor yang lebih baik. Adapun perkantoran grade A hanya didominasi oleh perusahaan teknologi seperti Go-Jek, Grab hingga WeWork.

&quot;Hampir setengah ruang perak grade A CBD yang terserap di triwulan ketiga berasal dari perusahaan berbasis teknologi,&quot; jelasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Sektor perkantoran mulai menunjukkan geliatnya pada kuartal III-2018. Hal tersebut terlihat dari beberapa perkantoran di Jakarta baik yang berada di Central Business District (CBD) maupun non-CBD yang okupansinya mulai meningkat.

Berdasarkan data riset yang dilakukan oleh konsultan properti JLL Indonesia, tingkat ocupancy (keterisian) kantor di daerah CBD pada kuartal III-2018 meningkat 17% menjadi 78%. Sedangkan tingkat hunian perkantoran di kawasan non-CBD stabil di angka 76%.
&amp;nbsp;
Head of Research JLL Indonesia James Taylor mengatakan, secara keseluruhan pasar perkantoran masih dalam tren positif. Meskipun pergerakannya tidak sebesar pada triwulan sebelumnya.

&quot;Pergerakan pasar perkantoran selama triwukan ketiga ini tetap positif meskipun tidak sebesar triwulan sebelumnya,&quot; ujarnya dalam acara paparan market update sektor properti di Kuartal III-2018, di kantor JLL Indonesia Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (10/10/2018).
Baca Juga: Tingkat Hunian Gedung Perkantoran Masih Saja Lesu di Kuartal II-2018
James menambahkan, mulai terisinya perkantoran juga tidak terlepas dari terbatasnya jumlah pasokan gedung baru. Tercatat untuk wilayah CBD, jumlah pasokan gedung baru hanya sebesar 36.000 meter persegi yakni Revenue Tower di Kawasan SCBD, sedangkan gedung perkantoran baru non-CBD hanya sebesar 34.000 meter persegi.

&quot;Terdapat satu gedung baru yang selesai dibangun pada triwulan ini yaitu Revenue Tower di SCBD,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;
Adapun sektor perkantoran yang paling banyak diminati adalah perkantoran dengan grade A baik itu di kawasan CBD maupun non CBD. Khusus untuk kawasan CBD, hampir sebagian gedung perkantoran grade A mulai terserap, begitupun juga kawasan non-CBD.

&quot;Tingkat permintaan grade B di daerah luar CBD juga cukup baik diangka 25 ribu,&quot; ucapnya.
Baca Juga: Jumlah Kantor di Jakarta Bertambah, Tapi Permintaan Turun
Meningkatnya tingkat keterisian kantor di grade A tidak terlepas dari beberapa perusahaan yang melakukan upgrade ruang kantornya dan pindah menuju ruang kantor yang lebih baik. Adapun perkantoran grade A hanya didominasi oleh perusahaan teknologi seperti Go-Jek, Grab hingga WeWork.

&quot;Hampir setengah ruang perak grade A CBD yang terserap di triwulan ketiga berasal dari perusahaan berbasis teknologi,&quot; jelasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
