<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lawan Online, Okupansi Mal di Jakarta Didominasi Sektor Makanan dan Minuman</title><description>Konsultan Properti JLL Indonesia menyebut serapan (okupansi) sektor ritel mulai membaik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/10/470/1962144/lawan-online-okupansi-mal-di-jakarta-didominasi-sektor-makanan-dan-minuman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/10/10/470/1962144/lawan-online-okupansi-mal-di-jakarta-didominasi-sektor-makanan-dan-minuman"/><item><title>Lawan Online, Okupansi Mal di Jakarta Didominasi Sektor Makanan dan Minuman</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/10/470/1962144/lawan-online-okupansi-mal-di-jakarta-didominasi-sektor-makanan-dan-minuman</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/10/10/470/1962144/lawan-online-okupansi-mal-di-jakarta-didominasi-sektor-makanan-dan-minuman</guid><pubDate>Rabu 10 Oktober 2018 15:55 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/10/470/1962144/lawan-online-okupansi-mal-di-jakarta-didominasi-sektor-makanan-dan-minuman-DP7uOkB4Nu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/10/470/1962144/lawan-online-okupansi-mal-di-jakarta-didominasi-sektor-makanan-dan-minuman-DP7uOkB4Nu.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Okezone</title></images><description>JAKARTA - Konsultan Properti JLL Indonesia menyebut  serapan (okupansi) sektor ritel mulai membaik. Tingkat okupansi mal pada kuartal III-2018 ini mencapai 88,7% dari total 2,9 juta meter persegi mal yang ada di Jakarta.

Head of Research JLL Indonesia James Taylor mengatakan, mayoritas tenan yang mengisi mal di Jakarta pada kuartal III-2018 ini merupakan sektor makanan dan minuman (Food and Beverages/F&amp;amp;B). Ini untuk mengakomodir kebutuhan generasi milenial yang banyak mengunjungi mal untuk refreshing.
Baca Juga: Okupansi Mal di Jakarta Mulai Penuh, Buktinya Banyak Tenant Baru
Selain itu, sektor fashion juga masih banyak mengisi mal-mal yang ada di Jakarta. Menurutnya, keberadaan online shop atau e-commerce sama sekali tidak memengaruhi minat masyarakat untuk mencari kebutuhan fashionnya di mal.

&quot;Tingkat permintaan pasar ritel yang cukup kuat berasa dari milenial dan keluarga dan tipe tenant masih didominasi oleh sektor makanan dan minuman, fast fashion dan entertainment,&quot; ujarnya saat ditemui di Kantor JLL Indonesia, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Menurut James, belanja online memang menjadi isu utama penghambat sektor ritel. Sebab online shop menawarkan pembayaran yang mudah dan relatif lebih murah.
Baca Juga: Riyadh Group Sulap Mal Malaysia seperti di Indonesia
Namun, sektor ritel seperti mal memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh online shop maupun e-commerce. Adalah kenyamanan dalam berbelanja serta hiburan yang ditawarkan mal membuat pengunjung tetap ramai belanja di mal.

&quot;Meskipun kehadiran e-commerce bersorak pada departemen store, namun pusat perbelanjaan tetap memiliki daya tarik pengunjung karena sebagai bagian dari gaya hidup kenyamanan dan pengalaman,&quot; jelasnya.

Sementara itu, Head of Retail JLL Indonesia Cecilia Santoso mengatakan, salah satu tren baru dalam perkembanhan ritel adalah mulai banyaknya co-working space yang menyewa space di mall. Meskipun jumlahnya belum masif, namun ini bisa menjadi hal yang positif sekaligus potensi okupansi sektor ritel di waktu mendatang.

&quot;Memang sekarang belum masif, tapi ini mungkin akan menjadi trend,&quot;, ucapnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Konsultan Properti JLL Indonesia menyebut  serapan (okupansi) sektor ritel mulai membaik. Tingkat okupansi mal pada kuartal III-2018 ini mencapai 88,7% dari total 2,9 juta meter persegi mal yang ada di Jakarta.

Head of Research JLL Indonesia James Taylor mengatakan, mayoritas tenan yang mengisi mal di Jakarta pada kuartal III-2018 ini merupakan sektor makanan dan minuman (Food and Beverages/F&amp;amp;B). Ini untuk mengakomodir kebutuhan generasi milenial yang banyak mengunjungi mal untuk refreshing.
Baca Juga: Okupansi Mal di Jakarta Mulai Penuh, Buktinya Banyak Tenant Baru
Selain itu, sektor fashion juga masih banyak mengisi mal-mal yang ada di Jakarta. Menurutnya, keberadaan online shop atau e-commerce sama sekali tidak memengaruhi minat masyarakat untuk mencari kebutuhan fashionnya di mal.

&quot;Tingkat permintaan pasar ritel yang cukup kuat berasa dari milenial dan keluarga dan tipe tenant masih didominasi oleh sektor makanan dan minuman, fast fashion dan entertainment,&quot; ujarnya saat ditemui di Kantor JLL Indonesia, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Menurut James, belanja online memang menjadi isu utama penghambat sektor ritel. Sebab online shop menawarkan pembayaran yang mudah dan relatif lebih murah.
Baca Juga: Riyadh Group Sulap Mal Malaysia seperti di Indonesia
Namun, sektor ritel seperti mal memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh online shop maupun e-commerce. Adalah kenyamanan dalam berbelanja serta hiburan yang ditawarkan mal membuat pengunjung tetap ramai belanja di mal.

&quot;Meskipun kehadiran e-commerce bersorak pada departemen store, namun pusat perbelanjaan tetap memiliki daya tarik pengunjung karena sebagai bagian dari gaya hidup kenyamanan dan pengalaman,&quot; jelasnya.

Sementara itu, Head of Retail JLL Indonesia Cecilia Santoso mengatakan, salah satu tren baru dalam perkembanhan ritel adalah mulai banyaknya co-working space yang menyewa space di mall. Meskipun jumlahnya belum masif, namun ini bisa menjadi hal yang positif sekaligus potensi okupansi sektor ritel di waktu mendatang.

&quot;Memang sekarang belum masif, tapi ini mungkin akan menjadi trend,&quot;, ucapnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
