<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Sore Ini Rp15.235, Belum Mampu Keluar dari Tekanan</title><description>Nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) sore ini belum mampu keluar dari tekanan.&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/11/278/1962723/rupiah-sore-ini-rp15-235-belum-mampu-keluar-dari-tekanan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/10/11/278/1962723/rupiah-sore-ini-rp15-235-belum-mampu-keluar-dari-tekanan"/><item><title>Rupiah Sore Ini Rp15.235, Belum Mampu Keluar dari Tekanan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/11/278/1962723/rupiah-sore-ini-rp15-235-belum-mampu-keluar-dari-tekanan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/10/11/278/1962723/rupiah-sore-ini-rp15-235-belum-mampu-keluar-dari-tekanan</guid><pubDate>Kamis 11 Oktober 2018 17:14 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/11/278/1962723/rupiah-sore-ini-rp15-235-belum-mampu-keluar-dari-tekanan-3O9VVkpJAr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/11/278/1962723/rupiah-sore-ini-rp15-235-belum-mampu-keluar-dari-tekanan-3O9VVkpJAr.jpg</image><title>Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) sore ini belum mampu keluar dari tekanan. Sejak pagi hari Rupiah masih berada di level Rp15.000-an per USD.
Melansir Bloomberg Dollar Index, Kamis (11/10/2018) pukul 17:10 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 35 poin atau 0,23%  ke level Rp15.235 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp15.223 per USD-Rp15.267 per USD.
Baca Juga: Mencermati Rupiah yang Tembus Rp15.000 dan Efek Panas Ketatnya Likuiditas
 
Sementara itu, Yahoofinance juga mencatat Rupiah melemah 32 poin atau 0,21% menjadi Rp15.230 per USD. Dalam pantauan Yahoofinance, Rupiah berada dalam rentang Rp15.198 per USD hingga Rp15.265 per USD.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/05/25/50245/255208_medium.jpg&quot; alt=&quot;Sempat Sentuh Rp14.200 per Dolar AS, Rupiah Ditutup Menguat 0,53%&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Mengenai pelemahan Rupiah, Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo menyatakan, kondisi kurs Rupiah saat ini bergerak dinamis sesuai dengan kondisi pasar yang dipengaruhi permintaan dan penawaran.
&quot;Rupiah saat ini relatif, kita masih lihat pergerakan Rupiah secara dinamis terjadi di pasar. Itu tetap dalam batas fundamental kita,&quot; kata dia di Nusa Dua.
Baca Juga: Rupiah Anjlok, Masyarakat Diimbau Tetap Tenang
Dia mengatakan, saat ini pelemahan rupiah dipengaruhi kondisi global. Pelemahan mata uang pun tidak hanya terjadi di Indonesia, namun di seluruh negara-negara dunia. Di global, Rupiah menjadi salah satu mata uang yang cukup kuat dibandingkan pelemahan mata uang di negara-negara berkembang lainnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/07/02/51341/259878_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Terdepresiasi 50 Poin&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Kendati demikian, diakui Dody, Rupiah memang menjadi yang terlemah di kawasan regional. Hal ini dipicu kondisi transaksi berjalan yang defisit (current account deficit/CAD).
&quot;Jadi karena memang permintaan (Dolar AS) masih cukup besar, namun capital inflow (arus masuk dana asing) masih belum cukup begitu besar,&quot; kata dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wOS8wNi80LzExNjA0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) sore ini belum mampu keluar dari tekanan. Sejak pagi hari Rupiah masih berada di level Rp15.000-an per USD.
Melansir Bloomberg Dollar Index, Kamis (11/10/2018) pukul 17:10 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 35 poin atau 0,23%  ke level Rp15.235 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp15.223 per USD-Rp15.267 per USD.
Baca Juga: Mencermati Rupiah yang Tembus Rp15.000 dan Efek Panas Ketatnya Likuiditas
 
Sementara itu, Yahoofinance juga mencatat Rupiah melemah 32 poin atau 0,21% menjadi Rp15.230 per USD. Dalam pantauan Yahoofinance, Rupiah berada dalam rentang Rp15.198 per USD hingga Rp15.265 per USD.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/05/25/50245/255208_medium.jpg&quot; alt=&quot;Sempat Sentuh Rp14.200 per Dolar AS, Rupiah Ditutup Menguat 0,53%&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Mengenai pelemahan Rupiah, Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo menyatakan, kondisi kurs Rupiah saat ini bergerak dinamis sesuai dengan kondisi pasar yang dipengaruhi permintaan dan penawaran.
&quot;Rupiah saat ini relatif, kita masih lihat pergerakan Rupiah secara dinamis terjadi di pasar. Itu tetap dalam batas fundamental kita,&quot; kata dia di Nusa Dua.
Baca Juga: Rupiah Anjlok, Masyarakat Diimbau Tetap Tenang
Dia mengatakan, saat ini pelemahan rupiah dipengaruhi kondisi global. Pelemahan mata uang pun tidak hanya terjadi di Indonesia, namun di seluruh negara-negara dunia. Di global, Rupiah menjadi salah satu mata uang yang cukup kuat dibandingkan pelemahan mata uang di negara-negara berkembang lainnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/07/02/51341/259878_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Terdepresiasi 50 Poin&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Kendati demikian, diakui Dody, Rupiah memang menjadi yang terlemah di kawasan regional. Hal ini dipicu kondisi transaksi berjalan yang defisit (current account deficit/CAD).
&quot;Jadi karena memang permintaan (Dolar AS) masih cukup besar, namun capital inflow (arus masuk dana asing) masih belum cukup begitu besar,&quot; kata dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wOS8wNi80LzExNjA0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
