<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Pidato Lengkap Jokowi soal 'Game of Thrones' yang Banjir Standing Ovation</title><description>Pidato Presiden Jokowi mengenai ekonomi global yang dianalogikan dengan  film serial 'Game of Thrones' banjir standing ovation</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/12/20/1963209/ini-pidato-lengkap-jokowi-soal-game-of-thrones-yang-banjir-standing-ovation</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/10/12/20/1963209/ini-pidato-lengkap-jokowi-soal-game-of-thrones-yang-banjir-standing-ovation"/><item><title>Ini Pidato Lengkap Jokowi soal 'Game of Thrones' yang Banjir Standing Ovation</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/12/20/1963209/ini-pidato-lengkap-jokowi-soal-game-of-thrones-yang-banjir-standing-ovation</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/10/12/20/1963209/ini-pidato-lengkap-jokowi-soal-game-of-thrones-yang-banjir-standing-ovation</guid><pubDate>Jum'at 12 Oktober 2018 16:28 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/12/20/1963209/ini-pidato-lengkap-jokowi-soal-game-of-thrones-yang-banjir-standing-ovation-SNYMC40JNt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi  (Foto: Heru/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/12/20/1963209/ini-pidato-lengkap-jokowi-soal-game-of-thrones-yang-banjir-standing-ovation-SNYMC40JNt.jpg</image><title>Presiden Jokowi  (Foto: Heru/Okezone)</title></images><description>NUSA DUA - Pidato Presiden Jokowi mengenai ekonomi global yang dianalogikan dengan film serial 'Game of Thrones' banjir standing ovation para petinggi IMF, World Bank, dan gubernur bank sentral dunia.
Pidato sambutan Presiden RI itu dibacakan saat Opening Plenary Annual Meeting IMF-World Bank 2018, Nusa Dua, Bali, di Bali Nusa Dua Convention Center Bali. Bahkan, secara tegas Presiden World Bank Kim Yong Jim pun memuji pidato Jokowi saat dirinya juga berkesempatan memberikan sambutan dalam acara tersebut.
Baca Juga: Pidato Presiden Jokowi tentang Game Of Thrones Banjir Standing Ovation
&quot;Saya harus akui ketika mendengar sambutan Presiden Joko Widodo, saya berpikir sebaiknya kita pulang, karena tidak bisa memberikan pidato yang baik seperti Mr Joko Widodo,&quot; kata Jim saat memulai pidatonya di Bali Nusa Dua Convetion Center (BNCC), Jumat (12/10/2018).
Begitu juga Managing Director IMF Christine Lagarde. Menurut bos IMF pidato 'Game Of Thrones' tersebut memiliki pesan penting untuk untuk menyudahi kondisi perekonomian dunia yang saat ini terus bergejolak.
&amp;nbsp;
&quot;Saya juga berterima kasih kepada Presiden telah menyampaikan pidato yang sangat baik, kami begitu kurang berhasil untuk menyampaikan yang sama,&quot; ungkapnya, di tempat yang sama.
Seperti apakah pidato lengkap Presiden Jokowi? Berikut ini selengkapnya.
Bismillahirrahmanirrahim,
 
Assalamu&amp;rsquo;alaikumWarahmatullahiWabarakatuh,
 
Om Swastyastu,
 
Namo Buddhaya
 
Bapak dan Ibu sekalian&amp;hellip;
 
 
Sepuluh tahun yang lalu, kita mengalami Krisis Finansial Global. Berkat langkah-langkah kebijakan moneter dan fiskal yang luar biasa, yang membutuhkan keberanian politik yang besar&amp;hellip; Saudara-saudara para pembuat kebijakan &amp;hellip;. telah menyelamatkan dunia dari depresi global &amp;hellip;. yang pada waktu itu sudah di depan mata&amp;hellip; Untuk itu &amp;hellip; kami menyampaikan selamat atas kesuksesan Saudara-saudara &amp;hellip;. dalam mengatasi Krisis Finansial Global tahun 2008
 
Baca Juga: Presiden Pidato soal Game of Thrones, Pujian Bos World Bank: Kita Tak Bisa seperti Mr Jokowi
 
Setelah 10 tahun berlalu &amp;hellip;. Kita tetap harus waspada terhadap meningkatnya resiko &amp;hellip; dan kesiap-siagaan kita dalam mengalami ketidak-pastian global. Seperti yang disampaikan Nyonya Lagarde&amp;hellip; terdapat banyak masalah yang membayangi perekonomian dunia&amp;hellip; Amerika Serikat menikmati pertumbuhan yang pesat&amp;hellip; namun di banyak negara terdapat pertumbuhan yang lemah atau tidak stabil &amp;hellip;Perang Dagang semakin marak&amp;hellip; dan inovasi teknologi mengakibatkan banyak industri terguncang. Negara-negara yang tengah tumbuh &amp;hellip;. juga sedang mengalami tekanan pasar yang besar..Dengan banyaknya masalah perekonomian dunia, sudah cukup bagi kita untuk mengatakan bahwa: Winter is Coming
 
 
Hadirin yang berbahagia,
 
 
Dalam beberapa decade terakhir ini &amp;hellip;, negara ekonomi maju telah mendorong kami negara ekonomi berkembang&amp;hellip;. untuk&amp;ldquo;membuka diri&amp;rdquo;, &amp;hellip;. dan ikut dalam Perdagangan Bebas dan Keuangan Terbuka. Globalisasi dan keterbukaan ekonomi internasional ini &amp;hellip; telah memberikan banyak sekali keuntungan&amp;hellip;. baik bagi negara maju maupun negara berkembang. Berkat kepeduliaan dan bantuan negara ekonomi maju, &amp;hellip;. kami negara-negara berkembang &amp;hellip; mampu memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi dunia&amp;hellip;
&amp;nbsp; Namun akhir-akhir ini, hubungan antar negara-negara ekonomi maju&amp;hellip; semakin lama semakin terlihat seperti &amp;ldquo;Game of Thrones&amp;rdquo;&amp;hellip;
 
Balance of power&amp;hellip;dan aliansi antar negara-negara ekonomi  maju&amp;hellip; sepertinya tengah mengalami keretakan&amp;hellip;Lemahnya kerjasama dan  koordinasi telah menyebabkan terjadinya banyak masalah &amp;hellip;. seperti  peningkatan drastis harga minyak mentah&amp;hellip; dan juga kekacauan di pasar  mata uang yang dialami negara-negara berkembang&amp;hellip;
Baca Juga: Komentar Bos IMF soal Pidato Presiden 'Game Of Thrones' Banjir Standing Ovation
Hadirin Yang Terhormat&amp;hellip;
 
 
Dalam serial&amp;ldquo;Game of Thrones&amp;rdquo;,sejumlah Great Houses, Great  Families... bertarung hebat antara satu sama lain, untuk mengambil alih  kendali&amp;hellip; &amp;ldquo;the Iron Throne&amp;rdquo; . &amp;ldquo;Mother of Dragons&amp;rdquo; menggambarkan siklus  kehidupan. Perebutan kekuasaan antar para &amp;ldquo;Great Houses&amp;rdquo; itu bagaikan  sebuah roda besar yang berputar. Seiring perputaran roda&amp;hellip;, satu Great  House tengah Berjaya, sementara House yang lain menghadapi kesulitan&amp;hellip;  dan setelahnya,&amp;hellip; House yang lain Berjaya, dengan menjatuhkan House yang  lain
 
 
Namun &amp;hellip; yang mereka lupa &amp;hellip; tatkala para Great Houses sibuk  bertarung satu sama lain, mereka tidak sadar adanya ancaman besar dari  Utara. Seorang evil winter, yang ingin merusak dan menyelimuti seluruh  dunia&amp;hellip; dengan es dan kehancuran.
 

 
Dengan adanya kekhawatiran ancaman Evil Winter tersebut, &amp;hellip;  akhirnya mereka sadar: tidak penting siapa yang duduki di &amp;ldquo;Iron  Throne&amp;rdquo;. yang penting adalah kekuatan Bersama untuk mengalahkan Evil  Winter agar bencana global tidak terjadi. Agar dunia tidak berubah  menjadi tanah tandus yang porak poranda yang menyengsarakan kita semua.
 
 
Para hadirin yang berbahagia,
 
 
Saat ini kita sedang menghadapi ancaman global yang tengah  meningkat pesat&amp;hellip; Perubahan Iklim, telah meningkatkan intensitas badai  dan topan di Amerika Serikat hingga Filipina&amp;hellip; Sampah Plastik di Laut  diseluruh penjuru dunia&amp;hellip; telah mencemari pasokan makanan di banyak  tempat&amp;hellip; Ancaman global yang tumbuh pesat tersebut &amp;hellip; yang hanya bisa kita  tanggulangi jika kita bekerja Bersama &amp;hellip;
 
Baca Juga: Presiden Pidato soal Game of Thrones, Pujian Bos World Bank: Kita Tak Bisa seperti Mr Jokowi
 
Baru lima hari yang lalu, dalam &amp;ldquo;Panel Antar-Negara  Terkait Perubahan Iklim&amp;rdquo; atau IPCC &amp;hellip; Bapak Guterres SekretarisJenderal  PBB dengan tegas mengingatkan kita kembali. Bahwa waktu sudah sangat  mendesak bagi kita untuk bertindak dalam skala besar-besaran &amp;hellip; guna  mencegah kehancuran dunia akibat perubahan iklim global yang tidak  terkendali&amp;hellip; Kita perlu segera meningkatkan investasi tahunan secara  global sebesar 400% untuk energi terbarukan&amp;hellip; Untuk itu &amp;hellip; kita harus  bekerja Bersama &amp;hellip; menyelamatkan kehidupan Bersama kita &amp;hellip;
  
Untuk itu, &amp;hellip;. kita harus bertanya: apakah sekarang ini  merupakaan  saat yang tepat untuk rivalitas dan kompetisi? Ataukah &amp;hellip;saat  ini  merupakan waktu yang tepat untu kerjasama dan kolaborasi?? Apakah  kita  telah terlalu sibuk untuk bersaing dan menyerang satu sama lain&amp;hellip;   sehingga kita gagal menyadari&amp;hellip; adanya ancaman besar yang membayangi kita   semua? &amp;hellip;Apakah kita gagal menyadari &amp;hellip; adanya ancaman besar yang   dihadapi oleh negara kaya maupun miskin? &amp;hellip;. Oleh negara besar ataupun   negara kecil?
 
 
Para hadirin yang berbahagia,
 
 
Tahun depan kita akan menyaksikan&amp;hellip; Season Terakhir dari  serial  &amp;ldquo;Game of Thrones&amp;rdquo;&amp;hellip; Saya bisa perkirakan bagaimana akhir  ceritanya&amp;hellip;
Baca Juga: Film Milenial yang Jadi Inspirasi Pidato Presiden Jokowi, Avengers dan Game of Thrones
 
Saya yakin &amp;hellip; ceritanya akan berakhir dengan pesan moral&amp;hellip;  Bahwa &amp;hellip;.  konfrontasi dan perselisihan akan mengakibatkan penderitaan &amp;hellip;  bukan  hanya bagi yang kalah&amp;hellip; namun juga, yang menang&amp;hellip;
 
 
Ketika kemenangan sudah dirayakan &amp;hellip;. dan kekalahan sudah  diratapi  &amp;hellip;. Barulah kemudian kedua-duanya sadar &amp;hellip;. Bahwa kemenangan  maupun  kekalahan dalam perang selalu hasilnya sama &amp;hellip; yaitu dunia yang  porak  poranda&amp;hellip;Tidak ada artinya kemenangan &amp;hellip; yang dirayakan di tengah   kehancuran &amp;hellip;Tidak ada artinya menjadi kekuatan ekonomi yang terbesar &amp;hellip;,   di tengah dunia yang tenggelam&amp;hellip;

 
 
Saya ingin menegaskan bahwa &amp;hellip; saat ini kita masuk pada  &amp;ldquo;Season  Terakhir&amp;rdquo; dari pertarungan ekspansi ekonomi global yang penuh  rivalitas  dan persaingan.Bisa jadi situasinya lebih genting dibanding  krisis  finansial global sepuluh tahun yang lalu &amp;hellip;
 
 
Kami bergantung pada Saudara-saudara semua&amp;hellip; para pembuat   kebijakan moneter dan fiskal dunia&amp;hellip; untuk menjaga komitmen kerjasama   global&amp;hellip;
 
Saya sangat berharap&amp;hellip; Saudara-saudara akan berkontribusi&amp;hellip;  dalam  mendorong para pemimpin dunia untuk menyikapi keadaan ini secara  tepat&amp;hellip;  Diperlukan kebijakan moneter dan kebijakan fiskal&amp;hellip; yang mampu   menyangga dampak dari Perang Dagang, &amp;hellip;. Disrupsi Teknologi, dan ketidak   pastian pasar&amp;hellip;
Baca Juga: Di Sela Pertemuan IMF-World Bank, Presiden Jumatan di Kompleks Kerukunan Beragama
 
 
Saya harap Pertemuan Tahunan kali ini berlangsung produktif&amp;hellip;
 
Saya harap Anda semua mampu menyerap tenaga dan memetik  inspirasi  &amp;hellip;. indahnya alam Bali dan Indonesia. Untuk menghasilkan  kejernihan  hati dan pikiran &amp;hellip;dalam memperbaiki kondisi finansial global&amp;hellip;  untuk  kebaikan Bersama.
 
 
Terima kasih.</description><content:encoded>NUSA DUA - Pidato Presiden Jokowi mengenai ekonomi global yang dianalogikan dengan film serial 'Game of Thrones' banjir standing ovation para petinggi IMF, World Bank, dan gubernur bank sentral dunia.
Pidato sambutan Presiden RI itu dibacakan saat Opening Plenary Annual Meeting IMF-World Bank 2018, Nusa Dua, Bali, di Bali Nusa Dua Convention Center Bali. Bahkan, secara tegas Presiden World Bank Kim Yong Jim pun memuji pidato Jokowi saat dirinya juga berkesempatan memberikan sambutan dalam acara tersebut.
Baca Juga: Pidato Presiden Jokowi tentang Game Of Thrones Banjir Standing Ovation
&quot;Saya harus akui ketika mendengar sambutan Presiden Joko Widodo, saya berpikir sebaiknya kita pulang, karena tidak bisa memberikan pidato yang baik seperti Mr Joko Widodo,&quot; kata Jim saat memulai pidatonya di Bali Nusa Dua Convetion Center (BNCC), Jumat (12/10/2018).
Begitu juga Managing Director IMF Christine Lagarde. Menurut bos IMF pidato 'Game Of Thrones' tersebut memiliki pesan penting untuk untuk menyudahi kondisi perekonomian dunia yang saat ini terus bergejolak.
&amp;nbsp;
&quot;Saya juga berterima kasih kepada Presiden telah menyampaikan pidato yang sangat baik, kami begitu kurang berhasil untuk menyampaikan yang sama,&quot; ungkapnya, di tempat yang sama.
Seperti apakah pidato lengkap Presiden Jokowi? Berikut ini selengkapnya.
Bismillahirrahmanirrahim,
 
Assalamu&amp;rsquo;alaikumWarahmatullahiWabarakatuh,
 
Om Swastyastu,
 
Namo Buddhaya
 
Bapak dan Ibu sekalian&amp;hellip;
 
 
Sepuluh tahun yang lalu, kita mengalami Krisis Finansial Global. Berkat langkah-langkah kebijakan moneter dan fiskal yang luar biasa, yang membutuhkan keberanian politik yang besar&amp;hellip; Saudara-saudara para pembuat kebijakan &amp;hellip;. telah menyelamatkan dunia dari depresi global &amp;hellip;. yang pada waktu itu sudah di depan mata&amp;hellip; Untuk itu &amp;hellip; kami menyampaikan selamat atas kesuksesan Saudara-saudara &amp;hellip;. dalam mengatasi Krisis Finansial Global tahun 2008
 
Baca Juga: Presiden Pidato soal Game of Thrones, Pujian Bos World Bank: Kita Tak Bisa seperti Mr Jokowi
 
Setelah 10 tahun berlalu &amp;hellip;. Kita tetap harus waspada terhadap meningkatnya resiko &amp;hellip; dan kesiap-siagaan kita dalam mengalami ketidak-pastian global. Seperti yang disampaikan Nyonya Lagarde&amp;hellip; terdapat banyak masalah yang membayangi perekonomian dunia&amp;hellip; Amerika Serikat menikmati pertumbuhan yang pesat&amp;hellip; namun di banyak negara terdapat pertumbuhan yang lemah atau tidak stabil &amp;hellip;Perang Dagang semakin marak&amp;hellip; dan inovasi teknologi mengakibatkan banyak industri terguncang. Negara-negara yang tengah tumbuh &amp;hellip;. juga sedang mengalami tekanan pasar yang besar..Dengan banyaknya masalah perekonomian dunia, sudah cukup bagi kita untuk mengatakan bahwa: Winter is Coming
 
 
Hadirin yang berbahagia,
 
 
Dalam beberapa decade terakhir ini &amp;hellip;, negara ekonomi maju telah mendorong kami negara ekonomi berkembang&amp;hellip;. untuk&amp;ldquo;membuka diri&amp;rdquo;, &amp;hellip;. dan ikut dalam Perdagangan Bebas dan Keuangan Terbuka. Globalisasi dan keterbukaan ekonomi internasional ini &amp;hellip; telah memberikan banyak sekali keuntungan&amp;hellip;. baik bagi negara maju maupun negara berkembang. Berkat kepeduliaan dan bantuan negara ekonomi maju, &amp;hellip;. kami negara-negara berkembang &amp;hellip; mampu memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi dunia&amp;hellip;
&amp;nbsp; Namun akhir-akhir ini, hubungan antar negara-negara ekonomi maju&amp;hellip; semakin lama semakin terlihat seperti &amp;ldquo;Game of Thrones&amp;rdquo;&amp;hellip;
 
Balance of power&amp;hellip;dan aliansi antar negara-negara ekonomi  maju&amp;hellip; sepertinya tengah mengalami keretakan&amp;hellip;Lemahnya kerjasama dan  koordinasi telah menyebabkan terjadinya banyak masalah &amp;hellip;. seperti  peningkatan drastis harga minyak mentah&amp;hellip; dan juga kekacauan di pasar  mata uang yang dialami negara-negara berkembang&amp;hellip;
Baca Juga: Komentar Bos IMF soal Pidato Presiden 'Game Of Thrones' Banjir Standing Ovation
Hadirin Yang Terhormat&amp;hellip;
 
 
Dalam serial&amp;ldquo;Game of Thrones&amp;rdquo;,sejumlah Great Houses, Great  Families... bertarung hebat antara satu sama lain, untuk mengambil alih  kendali&amp;hellip; &amp;ldquo;the Iron Throne&amp;rdquo; . &amp;ldquo;Mother of Dragons&amp;rdquo; menggambarkan siklus  kehidupan. Perebutan kekuasaan antar para &amp;ldquo;Great Houses&amp;rdquo; itu bagaikan  sebuah roda besar yang berputar. Seiring perputaran roda&amp;hellip;, satu Great  House tengah Berjaya, sementara House yang lain menghadapi kesulitan&amp;hellip;  dan setelahnya,&amp;hellip; House yang lain Berjaya, dengan menjatuhkan House yang  lain
 
 
Namun &amp;hellip; yang mereka lupa &amp;hellip; tatkala para Great Houses sibuk  bertarung satu sama lain, mereka tidak sadar adanya ancaman besar dari  Utara. Seorang evil winter, yang ingin merusak dan menyelimuti seluruh  dunia&amp;hellip; dengan es dan kehancuran.
 

 
Dengan adanya kekhawatiran ancaman Evil Winter tersebut, &amp;hellip;  akhirnya mereka sadar: tidak penting siapa yang duduki di &amp;ldquo;Iron  Throne&amp;rdquo;. yang penting adalah kekuatan Bersama untuk mengalahkan Evil  Winter agar bencana global tidak terjadi. Agar dunia tidak berubah  menjadi tanah tandus yang porak poranda yang menyengsarakan kita semua.
 
 
Para hadirin yang berbahagia,
 
 
Saat ini kita sedang menghadapi ancaman global yang tengah  meningkat pesat&amp;hellip; Perubahan Iklim, telah meningkatkan intensitas badai  dan topan di Amerika Serikat hingga Filipina&amp;hellip; Sampah Plastik di Laut  diseluruh penjuru dunia&amp;hellip; telah mencemari pasokan makanan di banyak  tempat&amp;hellip; Ancaman global yang tumbuh pesat tersebut &amp;hellip; yang hanya bisa kita  tanggulangi jika kita bekerja Bersama &amp;hellip;
 
Baca Juga: Presiden Pidato soal Game of Thrones, Pujian Bos World Bank: Kita Tak Bisa seperti Mr Jokowi
 
Baru lima hari yang lalu, dalam &amp;ldquo;Panel Antar-Negara  Terkait Perubahan Iklim&amp;rdquo; atau IPCC &amp;hellip; Bapak Guterres SekretarisJenderal  PBB dengan tegas mengingatkan kita kembali. Bahwa waktu sudah sangat  mendesak bagi kita untuk bertindak dalam skala besar-besaran &amp;hellip; guna  mencegah kehancuran dunia akibat perubahan iklim global yang tidak  terkendali&amp;hellip; Kita perlu segera meningkatkan investasi tahunan secara  global sebesar 400% untuk energi terbarukan&amp;hellip; Untuk itu &amp;hellip; kita harus  bekerja Bersama &amp;hellip; menyelamatkan kehidupan Bersama kita &amp;hellip;
  
Untuk itu, &amp;hellip;. kita harus bertanya: apakah sekarang ini  merupakaan  saat yang tepat untuk rivalitas dan kompetisi? Ataukah &amp;hellip;saat  ini  merupakan waktu yang tepat untu kerjasama dan kolaborasi?? Apakah  kita  telah terlalu sibuk untuk bersaing dan menyerang satu sama lain&amp;hellip;   sehingga kita gagal menyadari&amp;hellip; adanya ancaman besar yang membayangi kita   semua? &amp;hellip;Apakah kita gagal menyadari &amp;hellip; adanya ancaman besar yang   dihadapi oleh negara kaya maupun miskin? &amp;hellip;. Oleh negara besar ataupun   negara kecil?
 
 
Para hadirin yang berbahagia,
 
 
Tahun depan kita akan menyaksikan&amp;hellip; Season Terakhir dari  serial  &amp;ldquo;Game of Thrones&amp;rdquo;&amp;hellip; Saya bisa perkirakan bagaimana akhir  ceritanya&amp;hellip;
Baca Juga: Film Milenial yang Jadi Inspirasi Pidato Presiden Jokowi, Avengers dan Game of Thrones
 
Saya yakin &amp;hellip; ceritanya akan berakhir dengan pesan moral&amp;hellip;  Bahwa &amp;hellip;.  konfrontasi dan perselisihan akan mengakibatkan penderitaan &amp;hellip;  bukan  hanya bagi yang kalah&amp;hellip; namun juga, yang menang&amp;hellip;
 
 
Ketika kemenangan sudah dirayakan &amp;hellip;. dan kekalahan sudah  diratapi  &amp;hellip;. Barulah kemudian kedua-duanya sadar &amp;hellip;. Bahwa kemenangan  maupun  kekalahan dalam perang selalu hasilnya sama &amp;hellip; yaitu dunia yang  porak  poranda&amp;hellip;Tidak ada artinya kemenangan &amp;hellip; yang dirayakan di tengah   kehancuran &amp;hellip;Tidak ada artinya menjadi kekuatan ekonomi yang terbesar &amp;hellip;,   di tengah dunia yang tenggelam&amp;hellip;

 
 
Saya ingin menegaskan bahwa &amp;hellip; saat ini kita masuk pada  &amp;ldquo;Season  Terakhir&amp;rdquo; dari pertarungan ekspansi ekonomi global yang penuh  rivalitas  dan persaingan.Bisa jadi situasinya lebih genting dibanding  krisis  finansial global sepuluh tahun yang lalu &amp;hellip;
 
 
Kami bergantung pada Saudara-saudara semua&amp;hellip; para pembuat   kebijakan moneter dan fiskal dunia&amp;hellip; untuk menjaga komitmen kerjasama   global&amp;hellip;
 
Saya sangat berharap&amp;hellip; Saudara-saudara akan berkontribusi&amp;hellip;  dalam  mendorong para pemimpin dunia untuk menyikapi keadaan ini secara  tepat&amp;hellip;  Diperlukan kebijakan moneter dan kebijakan fiskal&amp;hellip; yang mampu   menyangga dampak dari Perang Dagang, &amp;hellip;. Disrupsi Teknologi, dan ketidak   pastian pasar&amp;hellip;
Baca Juga: Di Sela Pertemuan IMF-World Bank, Presiden Jumatan di Kompleks Kerukunan Beragama
 
 
Saya harap Pertemuan Tahunan kali ini berlangsung produktif&amp;hellip;
 
Saya harap Anda semua mampu menyerap tenaga dan memetik  inspirasi  &amp;hellip;. indahnya alam Bali dan Indonesia. Untuk menghasilkan  kejernihan  hati dan pikiran &amp;hellip;dalam memperbaiki kondisi finansial global&amp;hellip;  untuk  kebaikan Bersama.
 
 
Terima kasih.</content:encoded></item></channel></rss>
