<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>7 Investor Suntik Dana Rp6,1 Triliun ke Kawasan Danau Toba</title><description>BPODT bersama tujuh investor menandatangani perjanjian kerja sama investasi untuk pengembangan kawasan pariwisata Danau Toba.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/12/320/1963090/7-investor-suntik-dana-rp6-1-triliun-ke-kawasan-danau-toba</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/10/12/320/1963090/7-investor-suntik-dana-rp6-1-triliun-ke-kawasan-danau-toba"/><item><title>7 Investor Suntik Dana Rp6,1 Triliun ke Kawasan Danau Toba</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/12/320/1963090/7-investor-suntik-dana-rp6-1-triliun-ke-kawasan-danau-toba</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/10/12/320/1963090/7-investor-suntik-dana-rp6-1-triliun-ke-kawasan-danau-toba</guid><pubDate>Jum'at 12 Oktober 2018 13:49 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyudi Aulia Siregar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/12/320/1963090/7-investor-suntik-dana-rp6-1-triliun-ke-kawasan-danau-toba-zKi7wVi6Mz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/12/320/1963090/7-investor-suntik-dana-rp6-1-triliun-ke-kawasan-danau-toba-zKi7wVi6Mz.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>NUSA DUA - Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) bersama tujuh investor menandatangani perjanjian kerja sama investasi untuk pengembangan kawasan pariwisata Danau Toba. Dalam perjanjian itu para investor berkomitmen suntik menanamkan model mereka sekira USD 400 Juta atau sekitar Rp6,1 triliun dengan lahan pengembangan seluas 77,5 hektar.
Penandatanganan perjanjian investasi diselenggarakan bertempat di Sofitel Nusa Dua sebagai rangkaian acara  IMF&amp;ndash;World Bank Group Annual Meeting di Forum Pembangunan Berkelanjutan Tri Hita Karana ke-2 di Bali.
Baca Juga: Cawapres Ma'ruf Amin: Potensi Ekonomi Danau Toba Masih Besar
 
Penandatanganan kerja sama investasi dilakukan oleh Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Arie Prasetyo bersama dengan tujuh investor, disaksikan oleh Presiden Joko Widodo, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah BPODT, Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, para Menteri terkait, dan Duta Besar negara sahabat.
Hadir pula Tenaga Ahli Menteri Pariwisata dan Ketua Pokja Bidang Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas, Hiramsyah S. Thaib.  Ketujuh investor  diwakili oleh Bachtiar Karim (PT Gaia Toba Mas), Berlinton Siahaan (PT Agung Concern), David Makes (PT Alas Rimbawan Lestari), Erwin Hutabrat (PT Gamaland Toba Properti), Suhendro Santosa (PT Crystal Land Development), Surya Darmadi (PT Asset Pacific) dan Wiraseno (PT Arcs House &amp;ndash; Jambuluwuk).
&amp;nbsp;
Sebagai pengelola kawasan, BPODT memastikan para investor untuk melakukan pengembangan dengan pendekatan eco-tourism, yaitu pengembangan pariwisata yang tetap menjaga kelestarian lingkungan, melibatkan pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat di sekitar Danau Toba, serta yang menjaga kearifan lokal dan tradisi warisan budaya setempat.
Dalam kesempatan sebelumnya bulan Juli 2018 Presiden Joko Widodo telah mencanangkan Danau Toba sebagai salah satu dari empat destinasi pariwisata super prioritas yang menjadi fokus pengembangan dan pembangunan.  Selain itu, Pemerintah juga menargetkan Danau Toba sebagai eco-tourism andalan Indonesia. Dengan demikian, diharapkan kunjungan wisatawan domestik dan manca negara akan terus meningkat.
Baca Juga: Sektor Pariwisata Paling Cepat Hasilkan Devisa
 
Arie Prasetyo, Direktur Utama BPODT dalam keterangan resminya menyampaikan, BPODT menyambut sangat baik para investor yang berkomitmen tinggi untuk mengembangkan Danau Toba sebagai kawasan eco-tourism. Kerja sama yang terjalin ini tidak hanya mengenai solusi investasi saja.
&quot;Kami bersama-sama dengan para investor akan memastikan bahwa proses pengembangan berjalan sesuai dengan pendekatan eco-tourism yang menjaga keharmonisan alam, manusia dan aspek spiritual,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;Lebih lanjut Arie menjelaskan, sejak kerja sama ini ditandatangani,  para investor akan mulai melakukan pengembangan dengan membangun  fasilitas-fasilitas penunjang pariwisata seperti: hotel dan resort  berstandar internasional, MICE (meeting, incentive, convention and  exhibition), agro-forestry, pertanian organik, wisata desa, pendidikan  tentang pariwisata dan pemberdayaan sosial-ekonomi yang memungkinkan  masyarakat di wilayah pariwisata Danau Toba dan sekitarnya menjadi  sejahtera.
&quot;Luas area otoritatif BPODT yang memiliki luas lebih kurang 386,5 ha  di Sibisa, Kabupaten Toba Samosir yang diperuntukkan sebagai  pengembangan Eco-Cultural Tourism Development,&quot; terangnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama dalam acara penandatanganan  kerjasama investasi tersebut, Hiramsyah S. Thaib, Tenaga Ahli Menteri  Pariwisata dan Ketua Pokja Bidang Percepatan Pembangunan 10 Destinasi  Pariwisata Prioritas, mengatakan, untuk mewujudkan Danau Toba sebagai  destinasi wisata berkelas dunia, peran sektor swasta dalam pengembangan  kawasan ini sangat penting. Beriringan dengan hal tersebut, Pemerintah  juga memberikan dukungan penuh melalui sarana 3A yaitu Attraction,  Accesibility, Amenity, serta pembangunan infrastruktur, kemudahan  perizinan dan hal terkait lainnya. Saya yakin, para pelaku bisnis  industri pariwisata dapat bergerak cepat untuk melakukan pengembangan.
&quot;Selain itu, Pemerintah juga telah banyak melakukan terobosan untuk  meningkatkan kepariwisataan Indonesia agar dikenal di dunia  internasional, termasuk mengupayakan agar Geopark Kaldera Toba mendapat  pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark,&quot; tukasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat mengapresiasi momentum ini.  Menurutnya langkah ini sudah tepat dilaksanakan oleh Badan Otorita yang  telah dibentuk tahun 2016 akhir ini. Seperti diketahui, pertumbuhan  pariwisata tanah air 3 kali lebih tinggi dari Pertumbuhan Regional ASEAN  bahkan dunia. Sampai Desember 2017, pertumbuhan Pariwisata Indonesia  naik 22% jauh diatasi pertumbuhan Pariwisata ASEAN 7% dan pertumbuhan  pariwisata dunia 6,4%.
&quot;Tantangan investasi Pariwisata khususnya di 10 destinasi pariwisata  prioritas termasuk Danau Toba sampai tahun 2024 yaitu kebutuhan  kesediaan 120.000 kamar hotel, 15.000 restoran, 100 taman rekreasi,100  operator diving, 100 Marina, 100 KEK dan amenitas pariwisata lainnya.  Untuk itu maka dukungan investasi dari pihak swasta seperti yang sudah  dilakukan hari ini adalah tindak lanjut positif untuk mendukung  tercapainya target kunjungan 20 juta wisman tahun 2019 dan sektor  pariwisata sebagai penghasil devisa terbesar tahun 2019 yang  diproyeksikan menyumbang devisa untuk Indonesia yaitu USD20 miliar,&quot;  tutupnya.</description><content:encoded>NUSA DUA - Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) bersama tujuh investor menandatangani perjanjian kerja sama investasi untuk pengembangan kawasan pariwisata Danau Toba. Dalam perjanjian itu para investor berkomitmen suntik menanamkan model mereka sekira USD 400 Juta atau sekitar Rp6,1 triliun dengan lahan pengembangan seluas 77,5 hektar.
Penandatanganan perjanjian investasi diselenggarakan bertempat di Sofitel Nusa Dua sebagai rangkaian acara  IMF&amp;ndash;World Bank Group Annual Meeting di Forum Pembangunan Berkelanjutan Tri Hita Karana ke-2 di Bali.
Baca Juga: Cawapres Ma'ruf Amin: Potensi Ekonomi Danau Toba Masih Besar
 
Penandatanganan kerja sama investasi dilakukan oleh Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Arie Prasetyo bersama dengan tujuh investor, disaksikan oleh Presiden Joko Widodo, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah BPODT, Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, para Menteri terkait, dan Duta Besar negara sahabat.
Hadir pula Tenaga Ahli Menteri Pariwisata dan Ketua Pokja Bidang Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas, Hiramsyah S. Thaib.  Ketujuh investor  diwakili oleh Bachtiar Karim (PT Gaia Toba Mas), Berlinton Siahaan (PT Agung Concern), David Makes (PT Alas Rimbawan Lestari), Erwin Hutabrat (PT Gamaland Toba Properti), Suhendro Santosa (PT Crystal Land Development), Surya Darmadi (PT Asset Pacific) dan Wiraseno (PT Arcs House &amp;ndash; Jambuluwuk).
&amp;nbsp;
Sebagai pengelola kawasan, BPODT memastikan para investor untuk melakukan pengembangan dengan pendekatan eco-tourism, yaitu pengembangan pariwisata yang tetap menjaga kelestarian lingkungan, melibatkan pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat di sekitar Danau Toba, serta yang menjaga kearifan lokal dan tradisi warisan budaya setempat.
Dalam kesempatan sebelumnya bulan Juli 2018 Presiden Joko Widodo telah mencanangkan Danau Toba sebagai salah satu dari empat destinasi pariwisata super prioritas yang menjadi fokus pengembangan dan pembangunan.  Selain itu, Pemerintah juga menargetkan Danau Toba sebagai eco-tourism andalan Indonesia. Dengan demikian, diharapkan kunjungan wisatawan domestik dan manca negara akan terus meningkat.
Baca Juga: Sektor Pariwisata Paling Cepat Hasilkan Devisa
 
Arie Prasetyo, Direktur Utama BPODT dalam keterangan resminya menyampaikan, BPODT menyambut sangat baik para investor yang berkomitmen tinggi untuk mengembangkan Danau Toba sebagai kawasan eco-tourism. Kerja sama yang terjalin ini tidak hanya mengenai solusi investasi saja.
&quot;Kami bersama-sama dengan para investor akan memastikan bahwa proses pengembangan berjalan sesuai dengan pendekatan eco-tourism yang menjaga keharmonisan alam, manusia dan aspek spiritual,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;Lebih lanjut Arie menjelaskan, sejak kerja sama ini ditandatangani,  para investor akan mulai melakukan pengembangan dengan membangun  fasilitas-fasilitas penunjang pariwisata seperti: hotel dan resort  berstandar internasional, MICE (meeting, incentive, convention and  exhibition), agro-forestry, pertanian organik, wisata desa, pendidikan  tentang pariwisata dan pemberdayaan sosial-ekonomi yang memungkinkan  masyarakat di wilayah pariwisata Danau Toba dan sekitarnya menjadi  sejahtera.
&quot;Luas area otoritatif BPODT yang memiliki luas lebih kurang 386,5 ha  di Sibisa, Kabupaten Toba Samosir yang diperuntukkan sebagai  pengembangan Eco-Cultural Tourism Development,&quot; terangnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama dalam acara penandatanganan  kerjasama investasi tersebut, Hiramsyah S. Thaib, Tenaga Ahli Menteri  Pariwisata dan Ketua Pokja Bidang Percepatan Pembangunan 10 Destinasi  Pariwisata Prioritas, mengatakan, untuk mewujudkan Danau Toba sebagai  destinasi wisata berkelas dunia, peran sektor swasta dalam pengembangan  kawasan ini sangat penting. Beriringan dengan hal tersebut, Pemerintah  juga memberikan dukungan penuh melalui sarana 3A yaitu Attraction,  Accesibility, Amenity, serta pembangunan infrastruktur, kemudahan  perizinan dan hal terkait lainnya. Saya yakin, para pelaku bisnis  industri pariwisata dapat bergerak cepat untuk melakukan pengembangan.
&quot;Selain itu, Pemerintah juga telah banyak melakukan terobosan untuk  meningkatkan kepariwisataan Indonesia agar dikenal di dunia  internasional, termasuk mengupayakan agar Geopark Kaldera Toba mendapat  pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark,&quot; tukasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat mengapresiasi momentum ini.  Menurutnya langkah ini sudah tepat dilaksanakan oleh Badan Otorita yang  telah dibentuk tahun 2016 akhir ini. Seperti diketahui, pertumbuhan  pariwisata tanah air 3 kali lebih tinggi dari Pertumbuhan Regional ASEAN  bahkan dunia. Sampai Desember 2017, pertumbuhan Pariwisata Indonesia  naik 22% jauh diatasi pertumbuhan Pariwisata ASEAN 7% dan pertumbuhan  pariwisata dunia 6,4%.
&quot;Tantangan investasi Pariwisata khususnya di 10 destinasi pariwisata  prioritas termasuk Danau Toba sampai tahun 2024 yaitu kebutuhan  kesediaan 120.000 kamar hotel, 15.000 restoran, 100 taman rekreasi,100  operator diving, 100 Marina, 100 KEK dan amenitas pariwisata lainnya.  Untuk itu maka dukungan investasi dari pihak swasta seperti yang sudah  dilakukan hari ini adalah tindak lanjut positif untuk mendukung  tercapainya target kunjungan 20 juta wisman tahun 2019 dan sektor  pariwisata sebagai penghasil devisa terbesar tahun 2019 yang  diproyeksikan menyumbang devisa untuk Indonesia yaitu USD20 miliar,&quot;  tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
