<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Produk RI Dijual di Toko Jack Ma</title><description>Lima produk Indonesia dipastikan akan berpartisipasi dalam 11.11</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/14/320/1963881/5-produk-ri-dijual-di-toko-jack-ma</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/10/14/320/1963881/5-produk-ri-dijual-di-toko-jack-ma"/><item><title>5 Produk RI Dijual di Toko Jack Ma</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/14/320/1963881/5-produk-ri-dijual-di-toko-jack-ma</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/10/14/320/1963881/5-produk-ri-dijual-di-toko-jack-ma</guid><pubDate>Minggu 14 Oktober 2018 15:48 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/14/320/1963881/5-produk-ri-dijual-di-toko-jack-ma-oPXOtjzrsb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Jack Ma di IMF-World Bank (Heru/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/14/320/1963881/5-produk-ri-dijual-di-toko-jack-ma-oPXOtjzrsb.jpg</image><title>Foto: Jack Ma di IMF-World Bank (Heru/Okezone)</title></images><description>NUSA DUA &amp;ndash; Lima produk Indonesia dipastikan akan berpartisipasi dalam 11.11 Global Shopping Festival, ajang pesta diskon gila-gilaan di China atau yang dulu dikenal sebagai Hari Jomlo.
Ajang 11.11 yang digawangi perusahaan e-commerce raksasa China Alibaba Group menjadi salah satu perhelatan belanja paling dinanti di Negeri Tirai Bambu dengan lebih dari 10 juta unit produk yang ditawarkan.
Lima produk makanan Indonesia akan berpartisipasi dalam ajang tahunan tersebut melalui platform Alibaba. Kepastian itu dikemukakan pendiri Alibaba Group, Jack Ma usai bertemu dengan pemerintah dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10/2018).
Baca Juga: Terungkap, Ini Jejak Perjalanan Karier Pendiri Alibaba yang Tak Diketahui Semua Orang
Pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari pembahasan peta jalan e-commerce Indonesia dengan Jack Ma ikut menjadi salah satu penasihat.
&amp;ldquo;Kita bahas tiga hal, yaitu mengenai keikutsertaan di acara 11.11 pada November 2018, pengembangan sumber daya manusia (SDM) di era digital, dan pengembangan teknologi keuangan atau fintech,&amp;rdquo; ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Terkait ajang 11.11, Jack Ma dalam diskusi dengan Kadin menyepakati pembentukan delegasi yang akan melakukan observasi dan kunjungan ke ajang 11.11 agar lebih banyak pebisnis di Indonesia yang bisa belajar dari ajang yang digelar pada 11 November itu, mulai dari aspek bisnisnya, logistik, keuangan hingga marketplace.
&amp;ldquo;Kami ingin UKM dan wirausaha di Indonesia bisa belajar dan memperoleh manfaat dari ajang 11.11 mendatang,&amp;rdquo; ujar Jack Ma.
Baca Juga: 6 Fakta soal Kedatangan Jack Ma, Investasi hingga Dirikan Institute
Sebagai catatan, pada 2017 lalu, Alibaba menembus rekor penjualan pada Hari Jomlo dengan meraup transaksi fantastis, yaitu USD25 miliar atau lebih dari Rp300 triliun dalam tempo 24 jam saja.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mengungkapkan, lima produk Indonesia yang akan diikutsertakan dalam ajang 11.11 adalah Kopi Kapal Api, makanan ringan Richeese, kerupuk udang Papatonk, Indomie, dan sarang burung walet. Kelima produk ini dipilih selain lantaran kualitasnya bagus, juga sebelumnya telah tersedia dan diterima di platform Alibaba serta menjadi favorit konsumen di China.
&amp;ldquo;Kelima produk ini masingmasing harus tersedia minimal satu juta stok pada saat ajang 11.11 itu berlangsung,&amp;rdquo; sebutnya.Menurut Triawan, terdapat 10 juta produk saat ajang 11.11 sehingga  persaingan sangat ketat. Karena itu ke depan harus lebih disiapkan lagi  produk dan komoditas atau merek apa yang bisa diikutsertakan untuk  menggaet pasar konsumen China dan dunia. Salah satu potensi adalah buah  manggis.
&amp;ldquo;Produk yang harus disiapkan juga dan mereka (Alibaba) pernah sebut  juga adalah manggis. Manggis kalau kita bisa memproduksi banyak,  berkualitas baik dan konsisten, itu bisa luar biasa (penjualannya). Sama  seperti durian,&amp;rdquo; ucapnya.

Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani menyambut kerja sama dengan Alibaba  dan keikutsertaan produk Indonesia tersebut sebagai langkah awal yang  sangat baik. Pihaknya juga sudah berbicara dengan tim Alibaba mengenai  potensi produk lain yang bisa ditampilkan. Menurutnya, negara lain  seperti Malaysia dan Thailand juga aktif berpartisipasi dalam ajang  11.11.
&amp;ldquo;Pada ajang 11.11 sebelumnya, durian itu bisa laku 80.000 buah dalam  semenit dan mereka (Alibaba) sudah menjual total 2 miliar durian sampai  saat ini. Tapi yang memanfaatkan bukan kita, melainkan Thailand dan  Malaysia,&amp;rdquo; ucapnya.

Duta Besar Indonesia di Beijing Djauhari Oratmangun berharap hadirnya  produk-produk Indonesia pada platform Alibaba akan bisa meningkatkan  brandin g produk Indonesia dan mendorong naik ekspor Indonesia ke depan.  Menurutnya, saat ini China merupakan mitra dagang utama Indonesia  dengan nilai mencapai USD65 miliar.
(Feb)</description><content:encoded>NUSA DUA &amp;ndash; Lima produk Indonesia dipastikan akan berpartisipasi dalam 11.11 Global Shopping Festival, ajang pesta diskon gila-gilaan di China atau yang dulu dikenal sebagai Hari Jomlo.
Ajang 11.11 yang digawangi perusahaan e-commerce raksasa China Alibaba Group menjadi salah satu perhelatan belanja paling dinanti di Negeri Tirai Bambu dengan lebih dari 10 juta unit produk yang ditawarkan.
Lima produk makanan Indonesia akan berpartisipasi dalam ajang tahunan tersebut melalui platform Alibaba. Kepastian itu dikemukakan pendiri Alibaba Group, Jack Ma usai bertemu dengan pemerintah dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10/2018).
Baca Juga: Terungkap, Ini Jejak Perjalanan Karier Pendiri Alibaba yang Tak Diketahui Semua Orang
Pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari pembahasan peta jalan e-commerce Indonesia dengan Jack Ma ikut menjadi salah satu penasihat.
&amp;ldquo;Kita bahas tiga hal, yaitu mengenai keikutsertaan di acara 11.11 pada November 2018, pengembangan sumber daya manusia (SDM) di era digital, dan pengembangan teknologi keuangan atau fintech,&amp;rdquo; ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Terkait ajang 11.11, Jack Ma dalam diskusi dengan Kadin menyepakati pembentukan delegasi yang akan melakukan observasi dan kunjungan ke ajang 11.11 agar lebih banyak pebisnis di Indonesia yang bisa belajar dari ajang yang digelar pada 11 November itu, mulai dari aspek bisnisnya, logistik, keuangan hingga marketplace.
&amp;ldquo;Kami ingin UKM dan wirausaha di Indonesia bisa belajar dan memperoleh manfaat dari ajang 11.11 mendatang,&amp;rdquo; ujar Jack Ma.
Baca Juga: 6 Fakta soal Kedatangan Jack Ma, Investasi hingga Dirikan Institute
Sebagai catatan, pada 2017 lalu, Alibaba menembus rekor penjualan pada Hari Jomlo dengan meraup transaksi fantastis, yaitu USD25 miliar atau lebih dari Rp300 triliun dalam tempo 24 jam saja.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mengungkapkan, lima produk Indonesia yang akan diikutsertakan dalam ajang 11.11 adalah Kopi Kapal Api, makanan ringan Richeese, kerupuk udang Papatonk, Indomie, dan sarang burung walet. Kelima produk ini dipilih selain lantaran kualitasnya bagus, juga sebelumnya telah tersedia dan diterima di platform Alibaba serta menjadi favorit konsumen di China.
&amp;ldquo;Kelima produk ini masingmasing harus tersedia minimal satu juta stok pada saat ajang 11.11 itu berlangsung,&amp;rdquo; sebutnya.Menurut Triawan, terdapat 10 juta produk saat ajang 11.11 sehingga  persaingan sangat ketat. Karena itu ke depan harus lebih disiapkan lagi  produk dan komoditas atau merek apa yang bisa diikutsertakan untuk  menggaet pasar konsumen China dan dunia. Salah satu potensi adalah buah  manggis.
&amp;ldquo;Produk yang harus disiapkan juga dan mereka (Alibaba) pernah sebut  juga adalah manggis. Manggis kalau kita bisa memproduksi banyak,  berkualitas baik dan konsisten, itu bisa luar biasa (penjualannya). Sama  seperti durian,&amp;rdquo; ucapnya.

Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani menyambut kerja sama dengan Alibaba  dan keikutsertaan produk Indonesia tersebut sebagai langkah awal yang  sangat baik. Pihaknya juga sudah berbicara dengan tim Alibaba mengenai  potensi produk lain yang bisa ditampilkan. Menurutnya, negara lain  seperti Malaysia dan Thailand juga aktif berpartisipasi dalam ajang  11.11.
&amp;ldquo;Pada ajang 11.11 sebelumnya, durian itu bisa laku 80.000 buah dalam  semenit dan mereka (Alibaba) sudah menjual total 2 miliar durian sampai  saat ini. Tapi yang memanfaatkan bukan kita, melainkan Thailand dan  Malaysia,&amp;rdquo; ucapnya.

Duta Besar Indonesia di Beijing Djauhari Oratmangun berharap hadirnya  produk-produk Indonesia pada platform Alibaba akan bisa meningkatkan  brandin g produk Indonesia dan mendorong naik ekspor Indonesia ke depan.  Menurutnya, saat ini China merupakan mitra dagang utama Indonesia  dengan nilai mencapai USD65 miliar.
(Feb)</content:encoded></item></channel></rss>
