<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Neraca Dagang RI Surplus dengan AS tapi Defisit Lawan China</title><description>Neraca perdagangan Indonesia terhadap AS dan India masih baik dan belum terpengaruh.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/15/320/1964211/neraca-dagang-ri-surplus-dengan-as-tapi-defisit-lawan-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/10/15/320/1964211/neraca-dagang-ri-surplus-dengan-as-tapi-defisit-lawan-china"/><item><title>Neraca Dagang RI Surplus dengan AS tapi Defisit Lawan China</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/10/15/320/1964211/neraca-dagang-ri-surplus-dengan-as-tapi-defisit-lawan-china</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/10/15/320/1964211/neraca-dagang-ri-surplus-dengan-as-tapi-defisit-lawan-china</guid><pubDate>Senin 15 Oktober 2018 13:39 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/15/320/1964211/neraca-dagang-ri-surplus-dengan-as-tapi-defisit-lawan-china-lcFUTUyUKQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/15/320/1964211/neraca-dagang-ri-surplus-dengan-as-tapi-defisit-lawan-china-lcFUTUyUKQ.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Okezone</title></images><description>JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan ancaman perang dagang untuk beberapa negara guna memperkuat ekonomi AS. Tak hanya itu, beberapa negara seperti India juga sempat mengeluarkan pengenaan bea masuk terhadap produk minyak sawit Crude Palm Oil/CPO) asal Indonesia.

Meskipun begitu, neraca perdagangan Indonesia terhadap negara-negara tersebut relatif masih baik dan belum terpengaruh. Berdasarkan data BPS, neraca perdagangan Indonesia terhadap India di bulan September 2018 mencapai USD895 juta.

Sedangkan pada periode Januari hingga September 2018, neraca perdagangan Indonesia juga masih mengalami surplus hingga USD6,4 miliar.
&amp;nbsp;Baca Juga: Neraca Perdagangan September Surplus USD227 Juta
Sementara neraca perdagangan Indonesia terhadap AS juga masih mengalami surplus sebesar USD6,3 miar.

&quot;Negara yang mengalami surplus neraca perdagangan surplus yang tinggi itu India dan AS,&quot; ujar Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (15/10/2018).
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/03/20/48328/246214_medium.jpg&quot; alt=&quot;Defisit Neraca Perdagangan&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Yunita mengakui jika surplus terhadap Amerika Serikat jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Sebab pada tahun lalu, surplus neraca perdagangan Indonesia terhadap AS mencapai US7,16 miliar.

&quot;Memang kalau dibanding 2017 yang ke AS surplusnya mengalami penurunan. Kalau 2018 surplusnya tinggi yaitu USD7.166 juta,&quot; ucapnya.
Baca Juga: Indonesia Satu-satunya Negara yang Masih Mengalami Defisit Berjalan
Sementara itu selain AS dan India, Indonesia juga mengalami surplus perdagangan terhadap Belanda. Neraca perdagangan Indonesia terhadap Belanda mengalami surplus sebesar USD2,03 miliar.

&quot;Yang lain yang surplus itu ke Belanda sebesar USD2.030 juta. Naik dari 2017 yang sebesar USD2.313 juta,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2017/04/26/36429/207940_medium.jpg&quot; alt=&quot;BI Catat Surplus Neraca Perdagangan per Maret Turun&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sedangkan neraca dagang Indonesia dengan China masih mengalami defisit yang cukup besar. Defisit neraca perdagangan Indonesia terhadap China mencapai USD13,96 miliar periode Januari September 2018.

&quot;Jadi makin besar dibanding 2017 yang hanya sebesar USD10,2 miliar,&quot; ucapnya.

Selain itu neraca dagang Indonesia dengan Thailand hingga Australia dyamg masing-masing defisit USD3,81 miliar dan USD2,11 miliar,&quot; ucapnya.

&quot;Kalau ke Australia defisitnya mengecil, tapi Thailand dan China membesar,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan ancaman perang dagang untuk beberapa negara guna memperkuat ekonomi AS. Tak hanya itu, beberapa negara seperti India juga sempat mengeluarkan pengenaan bea masuk terhadap produk minyak sawit Crude Palm Oil/CPO) asal Indonesia.

Meskipun begitu, neraca perdagangan Indonesia terhadap negara-negara tersebut relatif masih baik dan belum terpengaruh. Berdasarkan data BPS, neraca perdagangan Indonesia terhadap India di bulan September 2018 mencapai USD895 juta.

Sedangkan pada periode Januari hingga September 2018, neraca perdagangan Indonesia juga masih mengalami surplus hingga USD6,4 miliar.
&amp;nbsp;Baca Juga: Neraca Perdagangan September Surplus USD227 Juta
Sementara neraca perdagangan Indonesia terhadap AS juga masih mengalami surplus sebesar USD6,3 miar.

&quot;Negara yang mengalami surplus neraca perdagangan surplus yang tinggi itu India dan AS,&quot; ujar Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (15/10/2018).
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/03/20/48328/246214_medium.jpg&quot; alt=&quot;Defisit Neraca Perdagangan&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Yunita mengakui jika surplus terhadap Amerika Serikat jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Sebab pada tahun lalu, surplus neraca perdagangan Indonesia terhadap AS mencapai US7,16 miliar.

&quot;Memang kalau dibanding 2017 yang ke AS surplusnya mengalami penurunan. Kalau 2018 surplusnya tinggi yaitu USD7.166 juta,&quot; ucapnya.
Baca Juga: Indonesia Satu-satunya Negara yang Masih Mengalami Defisit Berjalan
Sementara itu selain AS dan India, Indonesia juga mengalami surplus perdagangan terhadap Belanda. Neraca perdagangan Indonesia terhadap Belanda mengalami surplus sebesar USD2,03 miliar.

&quot;Yang lain yang surplus itu ke Belanda sebesar USD2.030 juta. Naik dari 2017 yang sebesar USD2.313 juta,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2017/04/26/36429/207940_medium.jpg&quot; alt=&quot;BI Catat Surplus Neraca Perdagangan per Maret Turun&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sedangkan neraca dagang Indonesia dengan China masih mengalami defisit yang cukup besar. Defisit neraca perdagangan Indonesia terhadap China mencapai USD13,96 miliar periode Januari September 2018.

&quot;Jadi makin besar dibanding 2017 yang hanya sebesar USD10,2 miliar,&quot; ucapnya.

Selain itu neraca dagang Indonesia dengan Thailand hingga Australia dyamg masing-masing defisit USD3,81 miliar dan USD2,11 miliar,&quot; ucapnya.

&quot;Kalau ke Australia defisitnya mengecil, tapi Thailand dan China membesar,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
